PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Bunda menggelengkan kepalanya, Wanita itu memberikan kertas kepada Senja. Perlahan Senja membacanya.


Air mata wanita itu langsung menganak sungai sambil menggelengkan kepalanya karena mertuanya sudah diancam Diana jika harus bertahan di rumah sakit.


"Apa Diana ada menyakiti Bunda?" tanya Senja lirih.


Bunda hanya menggelengkan kepalanya, kini yang wanita itu khawatirkan adalah Ranga.


Satya dan Senja langsung pamit, Ayah Nugraha harus bisa menahan Yoga dan Rendy supaya tidak pulang sampai Ibnu datang.


Entah kenapa Pria paruh baya itu kini kurang percaya dengan Leon. Ia lebih tenang dengan Ibnu dan tiga sahabat Senja yang akan membantunya.


Pintu ruang rawat sosok pria yang kini tersenyum.


"Jangan lihatin aku kayak gitu," kata Faisal.


Satya tidak ada waktu lagi langsung keluar ruang rawat. Pasangan suami istri itu kini berjalan arah samping rumah sakit di mana mobil yang Ibnu siapkan saat ini menunggunya.


Keduanya masuk, Alan yang kini duduk di kursi kemudi menatap Senja begitu takjub.


"Jaga matamu!" kata Satya membuat kedua Alan dan Senja menarik napas dalam.


Selama di mobil Senja menatap ke arah jendela, sampai sekarang ia tidak habis pikir dengan apa yang terjadi dalam hidupnya. Dikhianati oleh Diana, rasanya lelah dan sulit untuk percaya dengan orang lain.


Ia merasa dibodohi selama ini, Diana begitu lihai untuk bersandiwara di depan semua orang, rasanya tidak percaya andai ia tidak melihat semuanya sendiri, Satya yang melihat istrinya hanya diam menatapnya sendu.


"Jangan banyak berpikir semua akan baik-baik saja," ujar Satya.


Senja hanya mengangguk, wanita itu berharap semua baik-baik saja, Tidak sampai ada yang merugikan walau yang pastinya Ranga yang akan begitu kecewa.


*****


Di kediaman Ayah Nugraha.


Diana yang baru saja sampai dengan suaminya kini duduk di ruang keluarga, Sejak pulang dari rumah sakit sikap Ranga mulai berubah pria itu dingin dan sama sekali tidak mengajak Diana untuk mengobrol, Sedangkan Suci yang kini berada di kamarnya untuk istirahat.


Diana menatap foto besar yang berada di dinding ruang keluarga itu ada rasa yang sesak ia rasakan. ia tahu apa yang akan terjadi jika suaminya tahu jika ia selama ini hanya memanfaatkan pria itu. Namun, ia harus terjebak dalam permainannya mencintai Ranga begitu tulus. Lama-lama suaminya pasti akan tahu jika ia berada di pihak Yona dan saat itu entah apa yang akan keputusan apa yang akan di ambil oleh Ranga.

__ADS_1


Ranga membawakan susu buat istrinya yang kini sedang berdiir menatap foto keluarganya. Pria itu duduk di depan istrinya.


"Katakan apa yang membuatmu tega melakukan ini?" tanya Ranga dingin.


"Kak, maaf aku terima apa keputusanmu," kata Diana sambil menunduk.


"Apa kamu bisa mengembalikan apa yang terjadi di keluargaku ini?" tanya Ranga.


Diana menatap suaminya, dapat ia lihat jika pria itu begitu kecewa karena sudah ia bohongi selama ini.


"Maksud kakak apa?" tanya Diana.


"Kamu serahkan diri ke pihak yang berwajib," Kata Ranga.


Diana menatap tidak percaya jika pria yang ia cintai begitu ingin dirinya menyerah, Ranga pergi begitu saja.


"Kamu jahat Mas, kenapa ini kamu lakukan di saat aku tinggal sedikit saja membalas kematian Ayahku." Diana mengusap air matanya.


"Ayah, apa Ayah juga membenciku saat ini. Aku hanya ingin orang yang sudah menghancurkan keluarga kita juga hancur." kata Diana lirih.


Tanpa Diana sadari ia jatuh cinta dengan Ranga, sedangkan tujuannya akan membuat hubungan Ranga dan Satya pecah sepertinya gagal.


Diana di salah satu sisi takut kehilangan suaminya, apa lagi ada anak yang kini membutuhkan Bapaknya. Wanita itu berjalan menuju ke kamarnya. Dilihatnya mobil yang dikemudikan Yona menuju ke arah ke luar kota itu artinya wanita itu akan kembali ke markas.


Aku harus melakukan ini semua demi mendapatkan maaf dari Kak Ranga. Diana mengganti pakaian wanita itu juga memakai masker. Saat ia keluar dari rumah Nugraha terlihat begitu sepi karena Pak Yanto juga sudah tidak berada di pos.


Melihat ojeknya sudah datang Diana langsung naik, ia akan mencari menyelesaikannya sendiri. Diana mengirimkan pesan ke Lean untuk mengikuti dirinya, dengan ia mengantikan apa yang akan dilakukan Yona semoga suaminya bisa memaafkan dirinya.


Diana menghentikan ojek nya saat meliat mobil Leon yang sedang menunggunya, pria itu membuka jendela.


"Ada apa?" tanya Leon.


"Kakak harus bantu aku untuk mendapatkan maaf dari Kak Ranga," kata Diana.


Leon sebenarnya tahu jika adik sepupunya terlibat masih ini. Namun, ia akan meligat sejauh mana Diana akan bergerak.


Leon kini mengikut arahan Diana untuk menuju keluar kota, Ia juga mengirimkan pesan kepada Satya untuk mengikutinya saat ini.

__ADS_1


" Ini arah keluar kota?" tanya Leon.


"Iya kita akan gerebek persembunyian Yona," jawab Diana.


"Kandunganmu lemah," kata Leon.


Diana tersenyum sebenarnya kandungannya tidak lemah, itu karena ia ingin mendapat perhatian dari keluarga suaminya.


Saat semua sudah percaya, Senja mengetahuinya. dengan membongkar siapa sebenarnya dirinya.


Mobil melaju dengan kecepatan penuh hingga kini Leon menghentikannya tidak jauh dari rumah dua lantai dan pagar tinggi itu.


"Apa kamu yakin Yona ada di dalam?" tanya Leon.


"Yakin kak, ayo kita turun," ajak Diana.


Leon ingin sekali memukul kepala adik sepupunya itu, bisa-bisa mengajak ia turun. Diana yang merasa diacuhkan kakaknya itu berkata."Ada apa?"


"Kamu mau kau menyerahkan diri cuma-cuma jika masuk," kata Leon.


Diana terdiam, ia baru ingat jika Yona tahu kalau sepupunya itu berpihak kepada Satya.. Wanita itu memutuskan untuk keluar sendiri, sedangkan Leon menatap kepergian Diana seorang diri entah apa yang sedang adiknya itu lakukan saat ini.


Leon juga menghubungi Arga dan Ranga untuk bergabung walau pria itu sudah mengarahkan anak buahnya. Namun, ia ingin tahu jika keluarga Nugraha meliat bagaimana usah Diana saat ini.


Leon merasa was-was, ada rasa takut yang lebih mendominasi. Harapannya jika Diana selamat saat keluar.


***


Di rumah dua lantai itu Diana sedang menunggu Yona untuk turun menemuinya karena ia akan menghentikan semuanya. Dendam, yang ia kira bisa membuat hidupnya nyaman, tapi kenyataannya tidak bisa.


Sosok cantik menggunakan gaun warna putih itu menatap Diana dingin, sebenarnya ia begitu malas saat harus bertemu dengan mata-mata yang sudah ia uji kesetiaannya walau dengan terpaksa di lakukan oleh Diana.


"Ada apa?" tanya Yona.


"Aku mau berhenti dan fokus untuk mengurus keluargaku," jawab Diana,


Yona menatap tajam wanita yang kini juga menatapnya dan berkata."Apa kamu yakin, Diana?'

__ADS_1


__ADS_2