
Satya masih berkeliling mencari istrinya, berapa kali ia mengumpat kenapa bisa lupa tadi untuk menjemput istrinya, tadi karena keasyikan ngobrol dengan Ayahnya di ruangan Ibnu.
Hujan deras belum juga berhenti, beberapa kali ada kilatan yang bergemuruh. Hari sudah sore sekitar jam 4 , Senja belum juga ia temukan.
Satya menghubungi bik Sum menanyakan dimana tempat yang biasa dikunjungi oleh Senja, tapi saat sampai ke tempat tujuan nihil tidak ada istrinya disitu.
Sayang kamu dimana? Aku khawatir bagaimana keadaanmu dan anak kita? kenapa kamu pergi tanpa kabar, “kata Satya merasa frustasi belum bisa menemukan istrinya.
Ayah Nugraha sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari Senja, tapi sampai sekarang belum ada kabar dari mereka. Kemudian ia melihat istrinya panik di ruang keluarga sambil menangis. Ayah Nugraha menghampirinya dan memeluknya dengan erat.
"Ayah apa tadi dia mendengar apa yang kita bicarakan di kamar?" Tanya bunda ke suaminya.
"Kemungkinan begitu Bun, kita bicarakan sama Satya juga, ayah kirim pesan ke Satya aja," kata Ayah Nugraha segera mengambil handphonenya untuk mengirim pesan ke Satya supaya segera pulang terlebih dahulu.
Setelah 30 menit Satya datang dengan pakaian basah kuyup, Bunda melihat itu segera mengambil handuk memberikan kepada putranya.
Saat Satya naik ke lantai 2, bunda segera membuat teh hangat untuk putranya, ia juga merasa khawatir dengan anaknya karena jarang kena hujan. kalau kena hujan harus segera mungkin dia bilas mandi pasti tidak akan demam.
"Ada apa Yah? Kenapa suruh Satya pulang, dimana istri Satya? tadi apa yang terjadi?" Tanyanya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Bunda memberikan secangkir teh kepada putranya. Satya tak menjawab apa kata Bunda, tapi ia meraih cangkir itu dan meminumnya pelan-pelan.
Kini ia lebih tenang dari sebelumnya, saat melihat anak sudah tentang. Ayah Nugraha mulai menceritakan semuanya, mendengar itu Satya begitu garam mau marah orang tuanya. dia bingung sendiri harus bagaimana?
Tak lama pintu terbuka semua menoleh ke arah pintu, Ranga yang baru sampai terkena air hujan bersin-bersin menatap ketiganya menatapnya seperti ada sesuatu yang terjadi.
"Ada apa?" tanya Ranga kepada ketiganya.
"Duduklah Nak, kita bicarakan sekarang," kata Ayah Nugraha kepada putranya itu.
Ranga Hanya duduk di samping Satya ,Ayah Nugraha mengatakan kepada Putranya kalau Senja pagi tadi pergi naik ojol, tapi kata Satya sampai ke kampus untuk belajar setelah itu dia pergi entah kemana katanya ada keperluan.
Ranga merasa lelah kini ingat kembali apa yang Senja katakan dulu. Ia duduk menatap Satya, "tempat yang biasa di datangi istrimu?" tanya Ranga kepada saudaranya itu.
"Gue sudah ke sana tadi, tapi dia nggak ada," jawab Satya kepada Ranga.
__ADS_1
Ranga terdiam tapi kemudian ia tersenyum," Senja pernah bercerita kepadaku kalau dia sering pergi ke danau buatan di pinggir taman kota."
"Ayo kita cari senja kesana," kata Ranga kepada Satya.
"Bunda ikut, Nak!" Kata bunda sambil menangis melihat kedua Putranya akan pergi mencari Senja.
"Bunda di rumah saja, nanti Satya kabarin gimana hasilnya," katanya sambil memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.
"Bunda ikut merasa bersalah pada Senja. Tolong kasih Bunda ikut sayang," kata Bunda semakin terisak tangisnya.
Ayah Nugraha melihat itu langsung memeluk istrinya,," biarkan kami ikut," kata ayah Nugraha.
Mendengar itu Satya dan Ranga tidak bisa berkata apa-apa lagi akhirnya mereka pergi dengan dua mobil menuju tempat yang dikatakan oleh Ranga.
Hujan yang sangat lebat tidak bisa mengemudikan mobil dengan laju. Ranga pelan-pelan mengemudikan mobilnya.
Setelah selama 30 menit, mereka menempuh perjalanan akhirnya sampai di taman kota, tanpa pakai payung Ranga segera berlari ke arah danau kecil.
Melihat itu bunda dan ayah Nugraha juga keluar, mereka keluar tidak ada yang memakai payung karena akan basah juga, hujan turun begitu lebat.
Ayah dan Bunda melihat mereka turun saling tatap merasa ragu untuk turun ke bawah karena melihat penurunan yang begitu licin berlumut.
Sampai di bawah Satya begitu terkejut melihat seorang wanita terbaring di atas kursi yang sudah yang tak layak pakai.
"Astagfirullah apa yang di lakukan disini," katanya setelah mendekat Satya menutup mulutnya tubuh kecil itu istrinya ia segera mengangkat tubuh istrinya sudah dingin.
Melihat itu Ranga segera berlari mengajak Satya untuk segera membawa Senja.
Tak lama mereka sudah ada di dalam mobil, Ranga melanjukan kecepatan mobil dengan begitu cepat menuju rumah sakit terdekat.
Satya melihat istrinya sambil memeluk erat, air matanya mengalir karena tidak bisa ia tahan. Ia diam hanya air mata mengalir di pipinya sambil memeluk dan mencium kening istrinya ada rasa khawatir terlihat di wajahnya.
Melihat itu Ranga ikut meneteskan air matanya, entah apa yang terjadi dengan Senja sampai Ia melakukan ini.
Meninggalkan rumah dan berbaring di danau di saat hujan deras apa tidak memikirkan anaknya dalam kandungan batin Ranga.
__ADS_1
Setelah sampai rumah sakit perawat segera membawa tubuh Senja yang dingin keruangan UGD.
"Sebaiknya keluarga silahkan menunggu diluar," kata salah satu perawat
Satya begitu gelisah, karena dokter juga belum keluar padahal sudah satu jam lebih.
Tanpa mereka sadari baju yang di gunakan sampai kering di badan.
"Ayah, lebih baik antar Bunda pulang, kasihan," kata Satya.
"Tidak Nak, biarkan saja dia," kata Bunda.
"Baju bunda basah, " kata Satya yang hanya di tanggapi dengan senyuman Bunda. melihat hal itu Satya angkat tangan.
Ayah Nugraha tersenyum, ia tahu kalau istrinya itu keras kepala. Namun, sepertinya ia menunggu sampai dokter keluar.
ceklek
Seorang dokter perempuan keluar sambil tersenyum, Satya segera mendekatinya, di pandangnya satu-persatu ke arah orang yang ada didepannya.
"Bagaimana dengan istri dan anak saya,Dok?" tanya Satya.
"Sudah baik dan kondisi janinnya juga sehat, hanya saja ada sesuatu yang harus saya sampaikan.
"Apa itu Dok?" tanya Satya intens.
"Sistem kekebalan tubuh saat hamil memang dapat menurun, fisik istri pun jadi mudah lelah. Bayangkan bila kondisi tersebut ditambah kehujanan, tentu akan menimbulkan dampak kesehatan mulai dari yang ringan hingga berat bagi ibu hamil," ujarnya.
"Dok tolong berikan yang terbaik buat kami,"tanyanya.
"Bahaya yang terjadi akibat wanita hamil kehujanan umumnya sama dengan orang lainnya. wanita hamil dapat terserang common cold atau disebut juga selesma yang disebabkan oleh infeksi virus."
"Meskipun berbeda dengan virus influenza, common cold sering juga disebut flu karena gejalanya mirip, yaitu demam, batuk, dan pilek."
Satya terdiam, ia mencerna apa yang harus ia lakukan nantinya.
__ADS_1
Banyak yang harus ia jelaskan nanti pada istrinya!