
Senja melangkah menuju ke atas panggung, Senja terlihat sedang berbicara dengan seorang bagian piano, setelah itu Senja duduk. dimainkan tangan dan mulai menekan tuts-tuts pada papan piano,
Suara musik mulai terdengar, setelah itu Senja di harapkan untuk berdiri untuk menyebutkan perwakilan dari perusahaan apa, dan bagian devisi mana.
Senja agak gugup, saat matanya menatap suaminya, Satya langsung mengangguk dan tersenyum.
Senja mengambil mic yang di berikan MC padanya. Senja menarik nafas panjang.
"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, saya ucapkan selamat malam kepada semua yang sudah hadir di sini, saya dari perwakilan grup Nugraha," ucap Senja berhenti karena seluruh undangan bertepuk tangan.
Sedangkan Satya sangat kagum dengan cara Senja membuka ucapannya
Tanpa sengaja mata Senja beradu dengan mata Mentari, tatapan Senja beralih kepada pria yang sedang memeluk Mentari Ibunya.
Tak lama MC langsung menegur Senja, Senja langsung menghapus air matanya.
"Saya akan membawakan lagu dari seorang band ternama yang berjudul tak akan terganti, lagu ini kesukaan Ibu saya, I love you, Bu" ucap Senja langsung terdiam saat tepuk tangan meriah memberikan semangat padanya.
"Ibu Anda pasti sangat senang kalau mendengar lagu ini." sahut MC sambil tersenyum.
"Lagu ini juga saya persembahkan untuk Bby," kata Senja sambil memberikan kode kepada salah satu orang di belakangnya. Senja mulai menyanyikan lagunya dengan suara yang merdu.
Takkan terganti
by: kangen band
Ku bersyukur memiliki kamu
Ku bahagia ada di sampingmu
Hati ini terasa tenang
Bila kau selalu bersama diriku
Ku terima kekurangan kamu
Kau terima kekurangan aku
Lengkapilah lembar jalanku
Untuk mengarungi di setiap langkahku
Dari dalam hati kau takkan terganti
Sampai nanti aku mati
Dari dalam hati kau takkan terganti
Ku cintai kau setulus hati
Ku sayangi kau sepenuh hati
Aku mohon kau tetap di sini
Menemani aku sampai akhir nanti
Kan ku jaga kau s'lama-lamanya
Sampai raga tak lagi bernyawa
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Dari dalam hati kau takkan terganti
Sampai nanti aku mati
Dari dalam hati kau takkan terganti
Ku cintai kau setulus hati
Ku sayangi kau sepenuh hati
__ADS_1
Aku mohon kau tetap di sini
Menemani aku sampai akhir nanti
Kan ku jaga kau s'lama-lamanya
Sampai raga tak lagi bernyawa
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Ku cintai kau setulus hati
Ku sayangi kau sepenuh hati
Aku mohon kau tetap di sini
Menemani aku sampai akhir nanti
Kan ku jaga kau s'lama-lamanya
Sampai raga tak lagi bernyawa
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Aku mohon kau tetap setia
Menemani aku sampai akhir dunia
Setelah selesai Senja tersenyum mendapatkan sambutan yang meriah bahkan seluruh undangan berdiri.
"Maaf bisa perkenalkan diri Anda Nona, silakan.
"Baiklah karena ini adalah salah satu kehormatan buat saya , nama saya Senja Irawan Nugraha," jawab Senja.
"Wah menarik, apa Anda salah satu keluarga Dari grup Nugraha?" tanya MC.
"Oh..., silakan," jawab MC
"Bby," ucap Senja.
Satya yang selama ini hanya berada di belakang suksesnya grup Nugraha hanya bisa menghela nafas.
Saat Satya mulai naik panggung di sambut oleh Senja, membuat seluruh tamu undangan terkejut, yang mereka tahu kalau Satya itu orang yang tidak tersentuh apa lagi dengan wanita.
Dari salah satu undangan ada yang begitu kesal melihat Satya yang dicarinya dari tadi ternyata sudah sama wanita lain, ya dia ada Rania sepupu dari Satya.
Sedangkan di meja Satya, Mentari menatap Ranga, seakan minta penjelasan apa sebenarnya yang terjadi sehingga Senja bisa datang ke Jakarta sebagai perwakilan Nugraha.
Ranga hanya tersenyum menanggapi tatapan Mentari.
"Sayang," sapa Yoga ke Istrinya.
"Meta lihat deh, tadi anak itu yang ketabrak gue, wajahnya mirip lo, saat SMA," ucap Shanti.
Yoga langsung mengalihkan pandangannya ke arah panggung, matanya menyipit, bukankah itu wanita yang aku temui tadi, batin Yoga.
"Kenapa dia mirip...." ucap Yoga terpotong saat mendengarkan sambutan dari panggung.
"Semua pasti sudah kenal dengan orang yang berdiri di samping saya," ucap Senja dengan tersenyum dan lebih terlihat dewasa.
"Maaf Nona pasti yang lain juga penasaran, begitu juga dengan saya." kata MC sambil tersenyum.
"Baiklah, lagu tadi saya berikan sepecial untuk suamiku Satya Nugraha," ucap senja.
Hening, tidak ada yang bersuara, semua bahkan tidak percaya dengan apa yang di katakan Senja, Satya yang menyadari hanya tersenyum, setelah itu mengambil mic dari tangan MC.
"Sepertinya semua terkejut, sebenarnya saya mau merahasiakan ini dari media dan rekan kerja saya, tapi sepertinya saya batalkan, karena saya tidak ingin saat istri saya di luar akan ada pria lain yang mengganggunya." Ucap Satya yang langsung dapat tepuk tangan meriah dari para undangan.
"Saya rasa hanya itu, Terimakasih." ucap Senja yang langsung di tarik oleh Satya, karena banyak mata lelaki yang menatap istrinya dengan nafsu.
__ADS_1
Sampai di meja, Senja berhenti dan langsung berhambur kepelukan Ibunya. Ranga tau langsung membawa Satya, Senja, Mentari dan Yoga ke ruang pribadi Satya diikuti oleh Arga.
Sampai di ruangan yang begitu luas semuanya duduk, Mentari membelai rambut Senja dengan sayang, sedangkan Yoga masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Ranga menceritakan semua, dari rencana pernikahan Mentari dan Satya, yang akhirnya di gantikan oleh Senja.
Tangisan Mentari makin pecah, saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi setelah kepergiannya. Yoga hanya bisa menunduk saat mengetahui kalau Senja adalah anak kandungnya, yang lebih mengejutkan lagi, Senja menikah dengan lelaki yang seharusnya cocok menjadi Ayah atau Omnya.
Setelah semuanya tenang, Mentari melihat Senja masih terisak dipelukannya Satya, Satya begitu terlihat sangat mencintai Senja.
"Ibu, apa Ibu sudah bertemu dengan Ayah," ucap Senja sambil duduk bersandar di dada Satya.
Mentari menunduk, dan kembali lagi menatap Senja, Mentari tersenyum melihat Senja begitu manja dengan Satya.
"Apa kamu akan marah kalau Bertemu dengan Ayahmu," ucap Mentari menatap Senja.
"Tidak, aku akan sangat berterima kasih kepada Ayah, karena sudah membuatku lahir di dunia ini," jawab Senja.
"Benarkah?" tanya Mentari.
"Jangan bilang kalau Ibu belum bertemu dengan Ayah, ingat ya Bu Bby tidak akan pernah menceraikan istrinya." ucap Senja
Satya langsung menyentil dahi Senja, saat istrinya sudah mulai ngaco.
"Bby, sakit," ucap Senja sambil mengusap dahinya.
Sedangkan Mentari, Ranga dan Arga hanya terkekeh melihat tingkah suami istri di depannya.
"Idih kamu sudah punya suami juga tidak pernah berubah," ucap Mentari menggoda anaknya.
"Maksudnya?" tanya Senja.
Mentari menghampiri Yoga yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya.
"Suami Ibu lebih tampan," ucap Mentari sambil mengedipkan matanya ke anaknya.
Saat mata Senja dan Yoga bertemu, Senja langsung menutup mulutnya, karena tidak menyangka lelaki yang dari tadi menundukan kepala adalah Ayahnya, Senja masih Ingat dengan foto yang di berikan Ibunya waktu itu.
Mentari tersenyum sambil mengusap air matanya, Ranga, Arga dan Satya juga terkejut, kalau Yoga adalah Ayah kandung Senja.
Yoga berdiri menghampiri Senja yang masih bersandar di dada Satya. Satya yang paham langsung menegakkan tubuh istrinya.
Senja langsung berhambur memeluk Ayahnya, Ayah yang dari dia lahir baru bertemu setelah umurnya delapan belas tahun.
Ranga dan Arga segera pamit keluar, karena sepertinya mereka butuh privasi, Satya yang hendak keluar langsung dihentikan oleh Yoga.
"Jangan pergi," ucap Yoga menahan tangan Satya.
Satya kembali lagi duduk di samping istrinya, Yoga menceritakan semua kepada anak dan menantunya.
Senja hanya diam sesekali mengusap air matanya, membayangkan bagaimana Ayahnya bertahan setia kepada Ibunya, di atas ancaman Kakek Roby.
Satya mengusap tangan Istrinya, dengan lembut, Yoga yang melihat itu, bingung harus berkata apa.
"Jadi gue panggil lo apa?" tanya Satya yang masih bilang lo kepada mertuanya.
"Cih, dasar menantu kurang asem Lo," jawab Yoga.
Senja dan Mentari langsung ikut tertawa melihat Ayahnya yang kesal.
"Mimpi apa gue, punya mertua seperti lo," kata Satya.
"Bby, bagaimana pun juga Ayah itu mertuanya Bby," ucap Senja bagai talak buat Satya untuk mengerjai Yoga.
"Eh...tunggu aritnya apa Bby itu?" tanya Yoga yang langsung di angukan Menteri.
"Cie...mau tau, atau mau baget," ucap Senja merasa satu sama Ayahnya dengan Satya.
Satya Lang tertawa melihat Yoga mendengus kesal.
Mentari ikut tersenyum melihat suami dan anaknya berkumpul menjadi satu.
Bersambung ya..
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan like dan votenya 🙏🙏🙏