PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 81


__ADS_3

Di kantor grup Wijaya seorang lelaki tampan, memiliki postur tubuh tinggi, berbadan kekar ia kini sedang fokus di depan laptop.


Raditya Wijaya, Ceo dari grup Wijaya itu begitu fokus memperhatikan lektopnya. Dia sedang mengecek email yang dikirimkan oleh Ranga, tapi ia begitu heran dengan perhitungan yang diberikan dari grup Nugraha itu.


Ia mengusap wajahnya dengan kasar, enggak mungkin dia cuma ambil keuntungan hanya beberapa persen.


"Satya....Satya... gue akui lo begitu cermat," kata Radit sambil menghela nafas panjang.


Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, datang wanita berpakaian seksi dengan wajah cemberut menghampirinya.


Radit hanya menghela nafas panjang, sebenarnya ia dengan Mery sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.


Semenjak Mery memutuskan ingin kembali lagi ke Satya, tapi sayang itu terlambat karena mantan suaminya sudah menikah dengan Senja.


Merry tidak peduli dengan pernikahan Satya dan Senja, bagaimanapun caranya Ia akan mendapatkan mantan suaminya kembali.


"Hah....lo kenapa sih! gue lagi sibuk tolong keluar dari ruangan gue,"kata Radit.


"Enggak! gue lagi kesel sama mantan mertua yang sok bijak itu," kata Mery sambil menghempaskan tubuhnya di sofa ruang ada Radit.


Radit hanya menggeleng melihat tingkah Merry, yang tidak mau berhenti mengganggu Satya dan Senja.


"Sudahlah, lo cari laki-laki lain saja. Biarkan Satya bahagia dengan Senja, apalagi sekarang Senja sedang hamil muda," ucap Radit.


Mery terkejut mendengarnya, ia mengumpat tidak jelas saat tahu kalau Senja tengah hamil.


"Brengsek! lo tahu dari mana? kalau dia sekarang hamil," umpat Mery sambil menahan amarahnya.


"Gue..bilang jangan ganggu Senja dan Satya!" bentak Radit sambil menatap tajam wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu.


"Wah....apa istimewanya anak bauk kecur itu, sampai-sampai seorang Raditya Wijaya membelanya, hah!" teriak Mery tidak kalah sengit ia berdiri mendekati Raditya.


"Setidaknya ia lebih terhormat dari pada, Lo!" kata Radit dingin.


"Hahahahha....anak bau kencur seperti dia lo bilang lebih terhormat dari gue, Lo pikir siapa yang mengambil kehormatan gue,hah..., jawab... Radit!" Kata Mery sambil menarik kerah baju lelaki yang telah merenggut kesuciannya sebelum Satya menyentuhnya.


"Itu karena lo, Bodoh!" jawab Radit sambil mengibaskan tangan Mery yang ada di lehernya.


"Aaakaakkkkk," teriak Mery sambil menangis menjambak rambutnya sendiri.


Tubuh Mery merosot kelantai, andai dulu ia tidak terjebak minuman sialan itu. Ia tidak akan berpisah dengan Satya, penyesalan dan kejujurannya tidak diterima oleh suaminya waktu itu.


Flashback on.

__ADS_1


Malam itu setelah dua hari pernikahannya, Mery izin sama Satya untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya.


Pesta ulang tahunnya di rayakan di salah satu club', ada seseorang yang memberikan minuman kepada Mery. Tanpa curiga ia langsung meminumnya, tapi setelah beberapa menit ia merasakan suhu badannya terasa panas.


Mery segera pamit kepada sahabatnya, untuk kekamar mandi, tapi saat ia melintasi lorong kepalanya merasa pusing. Dia berhenti lalu bersandar di dinding, suhu badannya terasa makin panas.


Saat itu Radit yang sedang melewati lorong merasa terkejut, ia melihat Mery yang bersandar di dinding.


"Lo... kenapa? mana Satya," katanya.


"Gue sendiri, tolong antar gue pulang," ucap Mery yang mengenal Radit.


Tanpa menunggu lama, Radit segera memapah isteri dari rivalnya saat kuliah dulu.


Sampai diluar club' Radit segera membawa Mery ke mobilnya, ia menyandarkan tubuh Mery di samping kemudi. Mobil Radit melaju dengan kencang, ia harus segera sampai rumah Satya.


Sesampainya dirumah Satya, masih terlihat sepi Mery mengeluarkan kunci rumahnya, Radit melihat itu segera membantu membuka pintu.


Mery entah mengapa begitu bergairah saat melihat Radit, saat lelaki itu memapah Mery masuk ia terus-terusan menyerang bibirnya Radit.


Bagaimana pun Radit adalah pria normal, mendapatkan sentuhan dari Mery akhirnya ia tergoda juga larut dalam sentuhan yang menghanyutkan.


Keduanya olahraga malam diruang keluarga rumah Satya, suara keduanya mendayu-dayu mengikuti naluri kenikmatan surga duniawi.


Mery sempat teriak, karena ini yang pertama untuknya.Hal itu yang membuat Radit kaget, jadi Satya belum menyentuh istrinya.


****


Di kantor grup Nugraha, kini jam menunjukkan jam 11 malam, Satya entah kenapa perasaannya tidak enak.Ia segera membereskan berkas di atas mejanya, Ranga yang begitu lelah berencana menginap dirumah Satya.


Satya dan Ranga kini sudah ada dimobil, mobil yang dikemudikan oleh Ranga melaju dengan kecepatan sedang.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mobil yang dikemudikan Ranga sampai di rumah.


Satya merasa heran ada mobil terparkir didepan rumahnya, kemudian ia dan Ranga segera masuk rumah.


Saat Satya hendak membuka pintu, ia terkejut karena pintu tidak terkunci. Keduanya saling pandang dan mulai waspada, berlahan dia membuka pintu dengan pelan-pelan.


Masih dengan waspada keduanya berjalan berlahan menuju ruang keluarga, tapi sayup-sayup terdengar suara desahan dan erangan antara lelaki dan perempuan.


Ranga segera menuju ke salkar lampu, tanpa menunggu lama semua lampu langsung menyala.


Deg...hancur sudah perasaan Satya, saat melihat istrinya dan lelaki yang dulu menjadi rivalnya saat kuliah sedang melakukan hubungan suami-istri di ruang keluarga.

__ADS_1


Mery dan Radit tidak kalah terkejut melihat Satya dan Ranga berdiri menatap dirinya dengan tajam.


Satya segera berbalik badan menuju ruang tamu, Ranga segera memberikan


kode untuk kedua pasangan itu untuk memakai pakaiannya.


Ranga duduk di sofa single samping Satya, tak lama Mery datang sambil menangis langsung bersujud dikaki suaminya.


"Maafkan Aku, Mas," kata Mery sambil terisak.


Satya masih diam, kini tatapan matanya ke arah Radit dengan tatapan yang susah diartikan.


"Semoga ini menjadi keputusan yang terbaik untuk rumah tangga kita," kata Satya dengan suara datar.


"Maksudnya apa Mas," kata Mery.


"Mery putri Rinjani, saya Satya Nugraha dengan sadar menjatuhkan talak 3. Sekarang secara Agama kamu bukan istriku lagi," kata Satya denga tegas.


"Mas.....aku mohon jangan seperti ini, apa kata orang nantinya," kata Mery sambil menangis, pasti keluarganya akan menanggung malu, ia menikah dua hari langsung bercerai.


"Ranga, tolong suruh mereka pergi," kata Satya


Flashback of


Mery menangis bila mengingat kejadian itu, Radit hanya diam. Ia membiarkan wanita itu meluapkan kekesalannya pada dirinya, tapi Radit juga dulu sudah akan bertanggung jawab. Namun, Mery tidak mau ia nikahi.


Radit berdiri, ia menghampiri wanita yang dulu ia Rengut kesuciannya. Dihapusnya air mata Mery dengan lembut, ia yakin wanita ini masih mencintai mantan suaminya.


"Ayo gue antar pulang," kata Radit.


Mery hanya mengangguk menanggapi ucapan Radit, kini keduanya jalan beringin menuju lift kusus.


"Jangan menangis lagi, bagaimana pun semua sudah terjadi. Namun, gue masih ingat kalau malam itu lo menikmatinya," kata Radit sambil tersenyum mengingat malam panas waktu itu.


"Dasar mesum," gerutu Mery.


Bersambung ya...jangan lupa dukungannya dengan cara like 👍


Vote


Jika suka berikan hadiahnya 🙏


Jangan lupa baca juga karya aku yang lain

__ADS_1


🌾 Takdir Cinta Khansa


🌾 Menikah Muda


__ADS_2