PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 83


__ADS_3

Senja pagi ini pergi ke kampus diantar Pak Yanto, ia berjalan santai menuju ke kelasnya. Tanpa memperhatikan kanan kiri tiba-tiba dia dihentikan tiga wanita yang begitu ia kenal.


Yeni, Sasa dan Dila ketiganya adalah teman dekat Diana. Senja tidak ingin ribut ia segera pergi begitu saja meninggalkan tiga orang-orangan sawah.


Sampai di kelas Senja langsung duduk, sikapnya yang cuek membuat beberapa mahasiswa mulai mencari perhatiannya.


Tetapi Senja, tetaplah wanita yang acuh. Ia lebih baik diam dari pada seperti mahasiswa yang lainnya.


Datang lelaki katanya paling keren di kelasnya, namanya Alan Kusuma. ia mempunyai tiga sahabat namanya Deo, Leo dan Sari wanita satu-satunya yang dekat dengan Alan.


"Hai....Senja," sapanya.


Senja hanya melihat sekilas, kemudian ia kembali lagi membaca bukunya. melihat Alan di cuekin oleh Senja teman-temannya semuanya menertawakannya.


Senja tidak perduli, ia masih asik membaca buku yang berjudul Aisyah yang dibelikan oleh Bundanya.


Tak lama Dosen masuk kelas langsung hening, saat Senja ingin mengeluarkan bukunya tiba-tiba ada seseorang melempar kertas kepadanya.


Senja tak perduli, ia kini fokus mengikuti pelajaran saja, kertas tadi masih di bawah kaki Senja.


Alan yang melihat gadis itu cuek tidak mengambil kertas yang jatuh, hanya bisa menghela nafas berat.


"Gue makin penasaran sama lo Senja," batinnya.


Dosen yang bernama Pak Ibnu itu memperhatikan mahasiswanya, ia melihat Alan sebentar- bentar memperhatikan istri dari sahabatnya itu.


"Ehmmm, tolong fokus ya," katanya yang membuat Alan terkejut.


Setelah dua jam akhirnya pelajaran selesai, Senja yang sudah terasa lapar segera membereskan buku-bukunya.


Seperti biasa Senja selalu sendiri, ia memang tidak pandai bergaul dengan teman-temannya.


Mungkin karena sudah terbiasa dari sekolah dulu, ia selalu sendiri.


Senja berjalan sendirian ke arah kantin, kantin begitu ramai membuat istri dari Satya Nugraha itu harus duduk dipojok belakang.


Senja tidak tahu kursi itu milik Alan dan gengnya, jarang juga mahasiswa yang duduk di kursi belakang itu.


Saat Senja akan duduk sambil memegang makanannya, Alan datang dengan senyum menawannya. Hal itu membuat moodnya jadi buruk, tapi mau pindah kursi sudah penuh.


Mau tidak mau, akhirnya Senja memakai handsetnya sambil dengerin lagu favoritnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Senja yang akan berdiri dihampiri oleh Sasa dan gengnya.


"Eh.....lo....kuliah dari beasiswa saja banyak gaya," kata Sasa sambil mendorong tubuh Senja.


"Astagfirullah," kata Senja saat menyadari dirinya kini bersandar di dada Alan.


"Santai...yang penting lo enggak jatuh," ucap Alan tersenyum.


"Ehmm.... terimakasih," kata Senja


Setelah selesai makan Senja segera ke kelas, karena jam dua nanti ada Dosen yang masuk lagi. Alan tiba-tiba duduk disampingnya, melihat itu Senja segera waspada.


"Jangan takut sama gue," kata Alan santai.


Senja tidak menjawab, ia hanya menghela nafas panjang. Alan yang menyadari gadis yang didekatinya tidak nyaman segera pergi.


Senja kembali lagi membca bukunya, saat sedang asik-asik baca ada pesan masuk dari suaminya.Yang menanyakan sudah makan atau belum, Senja segera membalasnya kalau ia sudah makan, sekarang sedang menunggu Dosen masuk.


"Boleh gabung," katanya.


"Senja hanya mengangguk," kemudian ia melanjutkan membacanya.


Wanita itu adalah Sari, ia sahabatnya Alan sejak kecil. Berkulit putih, rambut panjang lurus sebahu, mata bulat dan lesung di kedua pipimya semakin membuatnya cantik.


Selama ini mereka mau berteman dengan dirinya supaya bisa dekat dengan Alan.


Selesai kuliah ia segera membereskan buku-bukunya, kemudian ia keluar menuju parkiran dimana mobil Suaminya ada disana.


Saat Senja akan masuk mobil Alan mendekatinya, hal itu tidak lepas dari perhatian Satya yang duduk di dalam mobil.


"Senja, gue boleh minta nomor handphone lo" katanya.


Senja hanya menarik nafas panjang, kemudian ia meninggalkan Alan sendirian dia segera masuk mobil karena suaminya pasti sudah menunggu.


Alan yakin akan mendapatkan gadis itu, tampa Alan sadari menyukai istrinya orang.


Di mobil Satya memperhatikan istrinya, ia ingin bertanya siapa lelaki tadi yang meminta nomer telepon istrinya.


"Ada apa lihatin Mmy seperti itu?" tanya Senja sambil tersenyum.


"Lelaki itu tadi siapa?" tanya balik Satya.

__ADS_1


Senja tersenyum, ia tahu suaminya Ingin menanyakan hal ini pada dirinya, tapi ia juga kurang tahu siapa lelaki yang bernama Alan itu.


"Dia anak satu kelas, ada kerja kelompok makanya ia minta nomor tadi." kata Senja


Satya tersenyum, tapi ia merasa kalau lelaki itu tadi mempunyai perasaan lebih pada istrinya.


Namun, Satya tidak akan gegabah menayakan hal itu pada Senja.


"Ada mau mampir sayang," kata Satya .


"Enggak Bby, hari ini lelah banget," ujar Senja.


Satya hanya mengangguk, terlihat dari wajah istrinya kalau sedang sangat lelah. Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Satya, setelah menempuh beberapa kemacetan akhirnya mobil memasuki halaman rumahnya.


Sampai di ruang keluarga Senja langsung berbaring di sofa, melihat itu Satya tersenyum. ia mengangkat tubuh istrinya untuk istirahat di kamar, Senja hanya pasrah saat tubuhnya diangkat suaminya.


"Istirahatlah, Bby jagain," kata Satya.


"Ia Bby, Mmy lelah," Jawab sambil memejamkan mata.


Kamulah anugrah terindah dalam hidupku, kemudian Satya mencium kening istrinya. Entah mengapa ia sekarang kepikiran lelaki yang tadi minta nomor handphone Senja.


Satya menatap wajah istrinya, ada rasa takut dalam hatinya. ia takut akan kehilangan wanita yang kini berhasil mengisi ruang hatinya, tapi ia percaya akan kesetiaan yang ada pada Senja.


Perasaan sakit dihianati menjadi momok tersendiri bagi seorang Satya Nugraha, saat ia kan menerima perjodohan dari kedua orang tuanya. Saat itulah dia akan belajar mencintai Mery, tapi kejadian memilukan dirumahnya waktu itu membuat harga dirinya merasa di injak-injak oleh Radit dan wanita yang bersetatus sebagai istrinya


Satya sampai sekarang masih menyimpan, rahasia perselingkuhan Mery dan Radit dari media dan kedua orang tuanya. Hanya Ranga yang mengetahui alasan sesungguhnya ia bercerai dengan istrinya.


Saat itu Satya menolak dijodohkan, karena rasa sakit dan troma melihat istrinya melakukan hubungan suami-istri di depan matanya. Namun, yang membuatnya membangun tembok tinggi untuk tidak tersentuh ialah rasa sayangnya yang sudah mulai tumbuh hancur begitu saja oleh rivalnya waktu kuliah dulu.


Prestasi Raditya dan Satya saat kuliah tidak diragukan lagi, keduanya sama-sama menjadi mahasiswa idola di kampusnya. Namun, lagi-lagi masalah perempuan Radit yang dari dulu mengejar-gejar Popy harus patah hati karna gosip yang mengatakan Popy dan Satya pasangan kekasih.


Bersambung ya...jangan lupa dukungannya dengan cara like 👍


Vote


Jika suka berikan hadiahnya 🙏


Jangan lupa baca juga karya aku yang lain


🌾 Takdir Cinta Khansa

__ADS_1


🌾 Menikah Muda


__ADS_2