PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 33


__ADS_3

Setelah Satya sudah dipindahkan ke rawat inap, semua berkumpul di ruang vip menunggu Satya sadar, Senja duduk di samping ranjang suaminya sambil menggengam tangan Satya.


Suci yang baru masuk ruang rawat tersenyum melihat Senja. Suci menghampiri Senja ikut duduk di samping ranjang Satya.


"Minumlah, ini ada makanan supaya saat suamimu bangun, bisa melihat wanita yang sangat di cintainya," ucap Suci kemudian memberikan makanan yang di bawanya tadi.


"Terimakasih banyak ya," kata Senja terlihat tulus


Tak lama pintu ruang rawat Satya di dorong dengan kuat oleh seseorang, membuat semua yang di dalam terkejut.


Brakkkk...


Bunda langsung menghampiri menantunya yang duduk disamping ranjang Satya, Senja berdiri dan berhambur di pelukan Bunda sambil menangis, Ranga melihat itu ikut bersedih segera menghampiri Arga yang sedang duduk di sofa ruang rawat.


Arga berdiri menepuk bahu adiknya, kemudian menghampiri dua orang yang begitu berarti baginya, Arga memeluk Ayah Nugraha dan melihat Bunda yang masih terisak dipeluknya Senja.


"Bagaimana kondisinya,Nak?" tanya Ayah Nugraha


"Alhamdulillah Yah, tinggal menunggu sadar," jawab Arga.


"Apa lukanya parah sayang?" tanya Bunda sambil melepaskan pelukannya dari tubuh kecil Senja.


"Kata Dokter tadi ada gumpalan darah akibat benturan yang begitu kuat, tapi Alhamdulillah sudah bisa di keluarkan," sahut Arga.


"Hiksss..., kenapa nasibnya begitu menyedihkan, baru menikah sudah ada cobaan lagi," ucap Bunda sambil menangis.


"Maafkan Senja, ya Bun," kata Senja sambil menunduk.


"Ini bukan salah kamu, sayang," jawab Bunda sambil mengusap kepala Senja dengan Sayang.


"Bunda, ini Ayah dan Ibu Senja," ucap Senja kemudian melangkah menghampiri Ayah dan Ibunya untuk memperkenalkan kepada kedua mertuanya.


"Jadi kamu anaknya Yoga yang ini?" tanya Ayah Nugraha menatap Senja tidak percaya.


Yoga terkekeh melihat Ayah Nugraha yang terkejut, Bunda juga melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya, karena Yoga teman kuliah Satya yang suka menginap di rumahnya dulu.


"MasyaAllah jadi Ayah besanan sama kamu Yoga," ucap Ayah Nugraha kemudian memeluk Yoga Anak dari sahabatnya.


"Ia Ayah, maaf baru bisa bertemu," jawab Yoga tersenyum.


"Tidak apa-apa Nak, wah Mentari Sanjaya takdir begitu luar biasa," ujar Ayah Nugraha.


"Bunda apa kabar," ucap Yoga memeluk Bundanya Satya dengan hangat.

__ADS_1


"Alhamdulillah Nak Bunda sehat, Mentari sini sayang," kata Bunda menyuruh Mentari mendekat kepadanya.


"Terimakasih sudah melahirkan anak yang lucu dan gemesin, kirain sudah punya cucu langsung ternyata malah jadi menantu," ucap Bunda yang di sambut tawa oleh yang lainnya.


Hari sudah menunjukkan jam empat sore, tapi Satya belum juga sadar senja dengan sabar menunggui suaminya, sedangkan yang lain sebagian ada yang istirahat di sofa dan ada juga yang duduk di ruang tunggu di luar.


Arga yang sedang duduk di luar dengan Suci asik mengobrol, tak lama Ranga datang menghampiri Arga. Ranga langsung duduk di samping Arga, Suci yang melihat kemiripan dari keduanya terkejut, baru menyadari kalau Arga punya saudara kembar.


Arga yang melihat Suci bengong menatapnya semakin di buat gemas oleh Suci. Ranga baru kali ini melihat Arga jalan dengan wanita yang terlihat sederhana dengan pakaian yang sopan.


"Lo sudah pindah seleranya?" tanya Ranga sambil menaikkan alisnya menatap Arga.


Arga yang mendengar ucapan adiknya langsung melotot, bisa-bisanya Ranga mengatakan hal itu saat dirinya sedang bersama Suci.


Suci yang sedang sibuk dengan handphonenya, tidak terlalu menghiraukan perbincangan kedua saudara kembar itu.


"Kak Suci mau kebawah nungguin Kak Arnold dan Nenek," ucap Suci yang sudah bersiap untuk pergi.


"Kakak antar ya Dek," jawab Arga langsung berjalan mengikuti Suci.


Ranga diam mematung melihat saudara kembarnya, baru kali ini Arga begitu nurut dan lembut dengan wanita, biasanya wanita yang selalu nemplok, sekarang kenapa jadi terbalik, batin Ranga.


Tak lama seorang Dokter seumuran dengannya datang sambil tersenyum menatap ke Ranga kemudian masuk ruang Satya.


Dokter Diki sedikit canggung saat bertemu dengan Senja, sedangkan Senja segera menyingkir memberikan ruang untuk memeriksa Satya.


”Bagaimana keadaannya Dokter?" tanya senja dengan Khwatir.


"Pasien baik-baik saja, sebentar lagi kemungkinan akan sadar," jawab Dokter Diki kemudian pergi meninggalkan ruang rawat Satya.


Setelah melihat Dokter pergi Bunda menghampiri Senja di samping ranjang Satya. Bunda mengusap rambut panjang Senja dengan lembut.


“Apa kata dokter, Nak?" tanya Bunda.


Senja menarik nafas panjang kemudian menatap Bunda, dengan tatapan yang susah di artikan oleh Bunda. Mentari melihat anak dan mertuanya saling pandang kemudian menghampirinya.


"Sayang apa Kata Dokter tadi?" tanya Mentari.


“Kata Dokter sebentar lagi Bby sadar, Bu," jawab Senja.


Mendengar jawaban dari Senja Bunda merasa senang, kemudian Bunda memeluk senja sambil mengatakan,


”Kamu harus sabar sayang," ucap Bunda.

__ADS_1


"Terima kasih Bunda, terimakasih Ibu, Senja senang memiliki kalian berdua," ucap Senja kemudian ketiganya berpelukan bersama-sama.


Melihat anak dan istrinya Ayah Nugraha tersenyum, merasa senang ketiganya saling menguatkan dalam susah maupun senang.


Beberapa saat kemudian Senja melihat Satya menggerakkan jari-jari tangannya, Satya berlahan membuka matanya melihat langit-langit ruang rawat yang berwarna putih.


Senja yang melihat suaminya sadar segera menekan tombol di samping tempat Satya berbaring. Tak lama Dokter Diki datang dengan suster untuk memeriksa Satya.


Satya masih merasakan kepalanya terasa pusing, tapi kemudian Satya bisa melihat dengan jelas sekelilingnya


"Apa yang Anda rasakan Pak?" tanya Dokter Diki.


"Saya dimana sekarang?" tanya balik Satya ke Dokter Diki.


Mendengar ucapan Satya semuanya terkejut, Bunda dan Senja terlihat begitu khawatir dengan keadaan Satya sekarang.


“Maaf Bapak sekarang ada di rumah sakit," jawab Dokter Diki kemudian Diki menatap kepada Senja dan Yoga.


Melihat dokter Diki menatapnya, Senja segera menghampiri suaminya, begitu juga dengan Ayah dan Bunda Satya.


Satya melihat kedua orang tuanya ada di dekatnya merasa terkejut, begitu juga saat melihat Ranga, tapi Satya tetap mencoba untuk tenang mengingat sebelum terjadi kecelakaan itu.


Satya mulai mengingat semuanya kalau dirinya sebenarnya tadi sedang melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sehingga Satya kehilangan kendali dan mengerem mendadak, tapi naasnya mobil yang di kemudikan Satya meluncur keluar dari area balap.


"Maaf apa Bapak, mengingat semuanya yang ada disini?" tanya Dokter Diki.


Setelah mendengar ucapan dokter Diki, kemudian Satya menatap Dokter Diki dengan tajam, kemudian Satya menatap semua yang berdiri mengelilingi ranjangnya.


Satya menarik nafas panjang kemudian menunjuk satu-persatu sambil menyebutkan namanya dengan benar. Tapi setelah sampai di bagian Senja, Satya menautkan kedua alisnya.


Semua yang ada di situ melihat Satya terdiam merasa bingung, Senja yang menunggu suaminya menyebutkan namanya menjadi khawatir.


Dokter Diki, yang melihat itu juga ikut Khawatir karena hasil pemeriksaan, Satya tidak ada amesia, semuanya terlihat normal.


"Apa Bapak mengingat siapa wanita itu?" tanya Dokter Diki sambil menunjuk Senja.


Satya tidak menjawab, Senja berlahan mendekati suaminya dengan wajah cemas, mata keduanya beradu, Senja menyentuh tangan suaminya dengan lembut.


"Apa Anda sudah mengingatnya?" tanya Dokter Diki.


Satya menatap wanita di sampingnya sekali lagi, setelah itu menarik tangannya yang di gemgam oleh Senja.


"Saya tidak tahu dia siapa," jawab Satya

__ADS_1


Bersambung ya ..


Jangan lupa dukung dengan cara like dan votenya kalau suka berikan hadiahnya 🙏


__ADS_2