PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 36


__ADS_3

Rendy menatap wanita yang jalan berlenggak-lenggok menghampiri meja kerjanya. Wanita yang datang ke ruang Rendy adalah Mery mantan istri dari Satya Nugraha.


"Apa kabar Ren, udah lama kita tidak bertemu?" tanya Mery kepada Rendy.


"Hah...,ternyata kamu masih ingat kalau kita pernah kenal,โ€ jawab Rendy dengan sinis.


"Kamu tidak berubah sayang, masih seperti Rendy yang dulu." goda Mery sambil mengedipkan matanya ke Randy.


Rendi merasa muak dengan tingkah Mery yang selalu membuat dirinya kesal. Ingin rasanya menarik Mery keluar dari ruangannya.


"Sekarang katakan apa maumu!" kata Rendy dengan suara yang datar.


โ€œWow.....Saya suka dengan gayamu keren,โ€ucap Mery sambil menghampiri Rendy.


"Katakan aku sibuk tidak ada waktu tuk melayanimu!" bentak Rendy.


"Katakan dimana sekarang Satya dan Senja berada!" suara Meri tidak kalah tinggi dengan suara Rendy yang sudah membentaknya.


โ€œUntuk apa harus memberitahumu!" kata Rendy dengan nada yang sinis.


"Ku ingatkan sekali lagi Ren, gue tidak akan membiarkan Satya dan Senja bahagia, karena Satya hanya akan menjadi milikku!" ucapan Mery terakhir kali, sebelum pergi meninggalkan ruangan Rendy.


Setelah Mery pergi, Rendy yang menahan emosi dari tadi dengan mengepalkan kedua tangannya, langsung mengumpat


"Dasar perempuan laknat!" Umpat Rendy


Di Jakarta


Yoga dan Mentari sedang bersiap-siap untuk menjenguk Satya di rumah sakit. Mentari tidak lupa membawa bekal untuk Senja karena Mentari yakin Senja pasti belum makan siang.


Di lantai bawah Bunda dan Ayah Nugraha sudah menunggu, ada juga Faisal dan Rangga yang sedang mengobrol di ruang keluarga.


Setelah semua berkumpul mereka berangkat bersama-sama mengendarai dua mobil untuk ke rumah sakit.


Selama di perjalanan Yoga dan Mentari sering bercanda dengan ayah Nugraha, sesekali Bunda ikut menimpali, Setelah itu mereka tertawa bersama.


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, mereka sampai di rumah sakit. Mereka berjalan beriringan menuju ruang rawat Satya.


Bunda segera membuka pintu ruang rawat Satya, Bunda hanya menggelengkan kepalanya melihat pasangan yang sedang tidur sambil berpelukan.


Yoga hanya bisa menghela nafas panjang, menyaksikan menantu dan anaknya yang masih tidur. begitu juga dengan Faisal terkejut melihat sahabatnya tidur begitu nyenyak.

__ADS_1


Meraka tidak ingin mengganggu istirahat keduanya, dengan santai yang lain duduk di sofa sambil mengobrol, Yoga yang ingat kalau Ayah dan Ibunya dulu berteman dengan Ayah Nugraha ingin tahu bagaimana kehidupan Ibunya dulu, karena kalau Yoga bertanya kepada Ayahnya tidak pernah mau menjawab.


"Ayah, boleh Yoga bertanya bagaimana Ibu dulu?" tanya Yoga.


Ayah dan Bunda saling pandang, dan beralih menatap Yoga, Ayah Nugraha dulu dekat dengan ibunya Yoga sejak mereka masih SMA, tapi setelah kuliah keduanya tidak akrab lagi.


"Apa kamu yakin ingin mendengarnya?" tanya Ayah balik ke Yoga.


"Ia Ayah, Yoga ingin mendengar tentang Ibu," jawab Yoga.


"Baiklah, Ayah dan Ibumu dulu akrab waktu SMA, setelah kuliah kami kami jadi rengang karena beda universitas jadi agak renggang." ucap Ayah berhenti.


"Lanjutkan Yah," ucap Yoga.


Ayah Nugraha menghela nafas panjang, sebelum mengatakan rasa pahit yang di terima oleh Ibunya Yoga.


"Setelah empat tahun kami tidak pernah bertemu, akhirnya kami bertemu lagi tapi sudah beda situasinya. Ibumu menjalin cinta terlarang dengan Roby mertuamu." ujar Ayah Nugraha, yang melihat Mentari shok.


Bunda mengusap bahu Mentari, supaya tenang, setelah Mentari tenang Ayah Nugraha memperhatikan dua pasangan yang duduk bersandar di ranjang sambil geleng-geleng.


Senja yang melihat Ibunya menangis merasa bersedih, Senja membantu Satya untuk ikut gabung duduk di sofa.


"Ayah lanjutan," ucap Senja yang juga penasaran dengan orang tua Ayahnya.


"Pak Roby menikah dengan Murni karena di jodohkan, setelah menikah selama dua tahun pak Roby belum di kasih keturunan. saat itu Ibumu Yoga melamar pekerjaan di perusahaan pak Roby sebagi sekertaris." ucap Ayah Nugraha memperhatikan Mentari yang terisak.


"Lanjut Yah," ucap Yoga


"Pak Roby dan Ibumu menjalin hubungan di belakang Murni, sampai Ibumu hamil, kehamilannya umur enam bulan dan sudah di pastikan anaknya berjenis kelamin laki-laki.


"Cukup...." teriak Mentari menghentikan cerita Ayah Nugraha.


"Tenangkan dirimu, anak itu bukan Yoga," kata Ayah Nugraha yang tahu bagaimana Khwatirnya Mentari kalau sampai dia dan Yoga saudara beda Ibu.


"Maaf, ucap Mentari yang langsung di peluk oleh Yoga.


Faisal dan Rangga mendengar cerita Ayah Nugraha merasa Iba dengan Yoga, hidupnya penuh mesteri.


"Ibumu tidak mau menikah dengan Roby, karena tidak ingin merusak rumah tangga Murni, akhirnya dia lari keluar menuruni tangga, tidak sengaja Ronald menabraknya, sampai keguguran, tapi kalau kata Ronald Ibumu sengaja menggugurkan kandungannya. sepertinya itu yang membuat Roby tidak merestui kalian." ungkap Ayah Nugraha.


"Jadi setelah itu, Ibu baru menikah dengan Ayah." ucap Yoga.

__ADS_1


"Ia Nak, saat Ayah jenguk Ibumu di rumah sakit, Ibumu minta tolong kepada Ayah untuk keluar rumah sakit saat itu juga.Sampai akhirnya Ibumu di bawa Irawan Ayahmu, untuk tingal di Bandung supaya Ibumu bisa lebih tenang.


"Apa pak Roby tidak mencari Ibu?" tanya Yoga.


"Tidak, yang ada rasa benci kepada Ibumu karena sudah membuat anaknya meninggal waktu keguguran.


"Apa karena itu Papa Roby ingin memisahkan kami," ucap Yoga sambil mencium kening Mentari.


Faisal dan Ranga membelalakkan mata melihat Yoga dengan santai mendaratkan kecupan di kening dan bibir Mentari.


Satya dan Senja saling pandang dan mengulum senyum, Ayah dan Bunda hanya menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa besanan dengan Anak sahabatnya sendiri yang sudah di anggap seperti anak oleh Ayah Nugraha.


"Bro jiwa jomblo gue meronta-ronta," ucap Faisal,


Ranga yang mendengar ucapan Faisal hanya mendengus menangapinya. Sedangkan Satya tersenyum sinis ke Faisal.


"Apa Dokter sudah memeriksa Nak?" tanya Bunda sambil menatap Anaknya.


"Alhamdulillah sudah Bun, mungkin lusa Satya bisa pulang," jawab Satya .


"Sebaiknya kalian di Jakarta dulu, angap saja bulan madu," goda Ayah Nugraha.


Senja menunduk malu saat Ayah mertuanya menggodanya, sedangkan yang lain tertawa.


"Benar bro, perusahaan jangan lo pikiran, ada Ranga yang akan menghendelnya," jawab Faisal yang langsung di tonyor oleh Ranga kepalanya.


"Sekalian saja bulan madu bersama Yoga Mentari, mereka jugakan habis LDR," ucap Ranga yang langsung ditatap tajam oleh Yoga.


Mentari memperhatikan suaminya yang sedang terima telepon dari seseorang yang tak lain Arnold, tangan Yoga mengepal kedua tangan saat lawan bicaranya sedang berbicara.


Setelah selesai Yoga membalikkan badannya, terkejut melihat istrinya sudah berdiri di depannya.


Mentari tersenyum, mencoba membuat emosi suamiku mereda.


"Sayang, Mas pergi dulu ada urusan, nanti Mas kembali lagi ya," pamit Yoga ke Istrinya.


Satya yang memperhatikan gelagat Yoga merasa Curiga, segera membisikkan sesuatu ke Ranga, yang langsung di anggukan oleh Ranga. Ranga segera keluar menyusul Yoga yang berjalan dengan tergesa-gesa.


Bersambung ya...


jangan lupa dukung Pengantin Pengganti Ibuku dengan cara like dan votenya kalau suka berikan hadiahnya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2