PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 124


__ADS_3

Siang harinya Senja baru siap mengikuti jam kuliah, wanita itu merasa heran karena banyak mata yang memperhatikannya.


Alan yang tanpa sengaja melihat istri dari Satya itu segera menghampirinya, saat sampai depan Senja ia bingung bagaimana cara menyampaikannya.


"Ada apa sih ... mereka lihatin gue aneh gitu?" tanya Senja.


"Lo harus melihat sendiri!" kata Alan.


Senja yang tak tahu apa-apa hanya mengikuti sahabatnya itu, sesampainya di lantai dua ia terkejut, karena ada fotonya dengan pria yang ia yakin itu suaminya.


Namun, tulisan yang di bawahnya mengatakan kalau ia sugar Daddy. Senja hanya tersenyum menanggapi tatapan dari mahasiswa lain.


"Lo enggak apa-apa?" tanya Alan.


"Biarkan saja, apa salahnya gue jalan sama laki gue," jawab Senja sambil tersenyum lalu ia segera meninggalkan ruangan itu.


Alan terkejut, kemudian ia mengambil salah satu foto yang di tempel di dinding. Pria itu menarik nafas panjang, karena ia baru menyadari kalau pria yang tak terlihat wajahnya itu Satya pemilik kampus.


"Cari mati ini anak" katanya sambil meremas kertas yang dipegangnya.


Sedangkan Senja yang baru saja akan menuju ke kantin, dihentikan oleh Sasa dan dua orang sahabatnya.


"Masih ada muka lo ... ya!" kata Sasa dengan nada mencemooh.


Senja yang tak mau ribut akhirnya, hanya tersenyum dan meninggalkan Sasa yang semakin kesal kepada wanita yang telah ia fitnah pagi tadi.


Sari dan Diana yang melihat Senja menghampirinya begitu terkejut, karena tadi sahabatnya itu bilang akan langsung pulang ke rumah Bundanya.


"Lo enggak apa-apa?" tanya Sari yang begitu khawatir melihat Senja.


"Santai aja, itu foto gue ... sa- ," ucapan Senja langsung dipotong oleh seseorang.


"Sama sugar Daddy Lo!" kata Sasa sambil duduk di belakang meja Senja.


Sari yang tidak terima langsung berdiri, tapi  Senja segera menghentikannya. Diana hanya diam ia tahu Senja bisa menghadapi mantan sahabatnya itu tanpa kekerasan.


Sari dengan geram mengambil minuman yang baru saja diletakkan oleh Leo yang baru saja bergabung.


"Astaga, punya kakak sepupu enggak sopan banget!" kata Leo yang kesal.

__ADS_1


"Sorry gue gerah lihat penampakan!" jawabnya sambil cengengesan melihat Leo yang kesal kepadanya.


Deo yang dari tadi diam, akhirnya mulutnya gatal juga untuk tidak ikut bertanya kepada Senja.


"Nanti lo ... laporkan ke laki lo enggak?" tanya Deo sambil berbisik.


"Enggaklah, laki gue kasihan sudah sibuk dan lelah bekerja," jawab Senja.


Yang lainnya hanya terdiam mendengar ucapan Senja, pada hal kalau Senja mau bisa saja ia melaporkan ke suaminya.


Setelah selesai makan kini mereka berjalan beriringan, Senja melihat mobil suaminya terparkir di dalam area kampus.


"Lo harus ikut gue," kata Sari yang baru saja mendapatkan pesan dari Ibnu suaminya.


"Ada apa?" tanya Senja merasa ada sesuatu yang terjadi.


Sari tidak menjawab tapi kini ia membawa Senja ke ruang Dekan, walau itu suaminya Sari sendiri.


Sari segera membuka pintu, saat seseorang mempersilahkan masuk.


Sampai di dalam Senja terkejut karena sudah ada suaminya yang terlihat marah, suasana ruangan terlihat horor saat melihat dosen killernya begitu berbeda menatap Sasa, Yeni dan Dila.


"Sepertinya ini masalah tadi pagi," bisik Sari lirih.


"Gue enggak tahu!" kata Sari.


Suasana tegang begitu terasa, apalagi saat Satya meminta pihak kampus untuk mengeluarkan Sasa.


Mendengar itu Senja begitu terkejut, wanita itu menggelengkan kepalanya saat suaminya menatapnya sebentar.


"Maaf Pak, saya tidak setuju apalagi sebentar lagi ujian. Saya pribadi memaafkan Sasa, ini hanya salah paham saja.Karena mungkin sebagian anak kampus belum tahu kalau saya sudah menikah," ujar Senja.


Ibnu menarik nafas panjang,benar apa yang dikatakan Senja menurutnya. Karena ini masalah masa depan seseorang, bisa saja Sasa mencari kampus lain. Namun, itu sangat susah untuknya.


"Bagaimana?" tanya Ibnu menatap Satya dan pak Bambang selaku wakil bagian kemahasiswaan dan Bu Tanti sebagai Kaprodi.


Satya hanya menarik nafas panjang, ia sebenarnya khawatir kalau tidak dikeluarkan dari kampus anak itu akan berulah lagi.


"Baiklah untuk masalah ini akan langsung saya berikan kepada pak Bambang sebagai wakil bagian kemahasiswaan," kata Ibnu.

__ADS_1


Sasa menunduk, kemudian ia meminta maaf kepada Senja. Senja hanya tersenyum tipis, ia tahu wanita ini tidak ikhlas meminta maaf kepadanya.


"Yang ikhlas minta maafnya!" bentak Sari merasa kasih kesal.


Semuanya menatap kearah Sari yang baru saja membentak Sasa dan kedua temannya, Ibnu mengulum senyum saat melihat reaksi istrinya yang terlihat bar-bar.


Sasa yang di bentak oleh Sari mengepalkan kedua tangannya, matanya menatap tajam ke arah Sari dan Senja.


"Gue minta maaf, kedepannya tidak akan melakukannya lagi," katanya selembut mungkin.


"Baiklah saya rasa cukup sampai disini," kata Ibnu menatap pak Bambang dan Ibu Tanti.


Setelah itu semuanya keluar ruangan, begitu juga Sari dan Senja. keduanya berjalan ke area parkir untuk menunggu suami masing-masing.


"Gue penasaran siapa yang melaporkan? kenapa laki lo bisa secepat itu sampai kampus!" kata Sari penuh selidik.


"Gue rasa ada seseorang yang melaporkan kepada laki gue," jawab Senja dengan santai.


Sari hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya, sebenarnya Sari berharap kalau Sasa di keluarkan dari kampus karena ia sudah begitu kesal dnegan wanita itu.


Maafkan aku Senja, terpaksa melaporkan kepada Dekan. sebenarnya aku khawatir. jika suatu saat Sasa nekat mencelakaimu dan anakmu yang masih dalam kandungan, batin Dila yang sedang berdiri tak jauh dari kedua wanita itu.


Flashback on


Dila sebelumnya merasa kasihan saat mendengar Sasa akan mencelakai Senja, tapi saat ia dan kedua sahabatnya hendak ke toilet tidak sengaja mendengar ucapan Diana yang menayangkan kandungan senja.


Sasa yang mendengar itu memberi kode kepada Dila dan Yeni, untuk menguping pembicaraan ketiga rivalnya itu.


"Gue ada foto ini, sekarang giliran lo Yeni!" perintah Sasa.


Pagi harinya Yeni memberikan setumpuk kertas kepada Sasa dengan cepat ketiganya membagikan kertas itu yang ada tulisan Senja hamil semenjak menjadi sugar Daddy.


Rencana besok Sasa akan merencanakan hal yang lebih gila lagi, hal itu yang membuat Dila begitu khawatir. 


Ia segera masuk ke ruangan Dekan dan menceritakan semuanya, Ibnu yang mendengar itu begitu geram. Ia segera menghubungi Satya untuk datang ke kampus.


flashback of


Saat melihat Satya dan Ibnu Dila segera menjauh, ia tak ingin terlibat lebih jauh dengan rencana Sasa, gadis itu beruntung tidak dikeluarkan dari kampus.

__ADS_1


Senyum mengembang saat ia tahu kalau Senja adalah istri dari pemilik kampus, Dila akan menghubungi Diana dan meminta maaf. 


Gadis itu merasa tidak hidup tenang, selama ia masih dekat dengan Sasa. Apalagi Sasa selalu memaksakan kehendaknya kepadanya.


__ADS_2