
Satya menatap lelaki dan wanita yang berdiri di sampingnya dengan melotot seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Satya berdiri menatapnya dengan dingin.
"Apa kabar, aku dengar dari Ayahmu kamu kecelakaan?" tanya Radit.
Mery yang juga berdiri segera menghampiri Satya memperhatikan tubuh Satya dari kaki sampai ke kepala, tangan Mery yang hendak terulur menyentuh kepala Satya yang bekas luka, tapi hanya mengantung di udara.
Senja yang tahu maksudnya mantan istri suaminya itu segera mendorong Satya ke samping, Ranga mengulum senyum melihat Mery yang kesal menatap Senja.
"Apa ini istri kecilmu?" tanya Radit yang memperhatikan Senja dengan mata nakalnya.
Satya menatap tajam ke rivalnya saat kuliah dulu, Senja yang melihat suaminya dingin segera menarik tangan Satya agak menjauh dari Mery
"Om Ranga, Senja mau bawa Bby kekamar tolong Om urus mereka," ucap Senja sambil bergelayut manja di lengan Satya.
Mery yang melihat itu mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa sesak di dadanya, kenapa Satya bisa sehangat itu dengan rubah kecil, sedangkan saat malam pertama dengannya Satya begitu dingin dan tak tersentuh.
"Ada perlu apa lo?" tanya Ranga yang duduk di bangku samping kolam.
"Gue ada meeting pembangunan proyek hotel di Bali, waktu gue hubungi Bokap Satya, katanya sedang di Jakarta untuk melihat kondisi Satya pasca kecelakaan," jawab Radit.
"Dan lo ngapain?" tanya Ranga dengan sinis ke Mery.
"Idih...biasa aja kali tanyanya," jawab Mery yang ikut bergabung dengan Ranga.
"Suka-suka gue!" ucap Ranga cuek.
"Dasar nyebelin!" gerutu Mery sambil mencibirkan bibirnya ke Ranga.
Radit hanya tersenyum melihat dua orang itu tidak pernah akur saat kuliah, dan sampai sekarang pun masih. Apa lagi saat Ranga tahu kalau Satya telah di duakan oleh Mery, keduanya makin menjadi jauh.
"Bertengkar terus, nanti jodoh kalian," ucap Radit sambil terkekeh.
"Najis gue..!" umpat Ranga
"Eh..., kepedean lo lagian siapa yang mau sama cowok cerewet kayak Nenek-nenek." jawab Mery dengan ketus.
Ranga langsung melotot mendengar ucapan Mery yang mengatakan dirinya seperti Nenek-nenek, dasar wanita tidak diri, kalau enggak ingat ada Bunda dan Ayah pasti sudah gue lempar ke got, batin Ranga.
Mery yang tengah asik main air di kolam renang, tidak memperdulikan obrolan Ranga dan Adit.
Ranga yang sudah lama penasaran kenapa Radit tidak menikahi Mery.
__ADS_1
"Kapan lo nikah sama dia?" tanya Ranga
Radit tersenyum mendengar ucapan Ranga, " itu tidak akan terjadi Bro," jawab Radit
Rangga menoleh kesamping menatap Radit tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar.
"Bukankah lo yang merebut dia dari Satya, harusnya lo nikahi dia," ucap Ranga yang penasaran.
"Bro gue mememang lelaki brengsek, tapi sebrengsek-brengsek gue, gue mau mencari wanita yang baik untuk menjadikan ibu dari anak-anak gue nanti," jawab Radit.
"Semoga bro," jawab Ranga yang mengerti maksud dari kata-kata Radit
"Dit, udah belum Shinta nunggu gue nih di apartemennya," ucap Mery.
"Ia cerewet," jawab Radit kesal.
"Cih..., lo bilang cerewet, tapi lo makan juga," ledek Ranga yang langsung di balas dengan cengiran kuda Radit.
Ketiganya melangkah menuju kerumah, di ruang keluarga Rendy yang baru pulang sedang duduk di samping Kakaknya terkejut melihat Mery yang baru masuk dari taman belakang.
Rendy berdiri menatap wajah Mery dengan tajam, membuat Radit dan Ranga merasa heran.
"Dasar wanita laknat, ngapain lo di sini, hah!" teriak Rendy dengan keras membuat penghuni yang lain segera keluar dari kamar begitu juga dengan kedua orang tuanya Satya.
Satya dan Senja yang mendengar keributan segera keluar kamar, semuanya menghampiri ke ruang keluarga.
"Ini peringatan terakhir buat Lo! jauhi Satya dan jangan pernah lo teror ponakan gue dengan SMS receh yang tidak berguna itu," ucap Randy dengan tangan yang terkepal.
Bunda yang terkejut melihat Mery yang datang langsung menghampirinya.
plakkkkk....plakkkkk, Bunda menampar kedua pipi Mery bergantian membuat tubuh Mery mundur kebelakang sambil memegang pipinya yang terasa panas dan pedih.
"Besar juga nyalimu untuk bertemu dengan anak dan mantuku!" ucap Bunda dengan senyum meledek.
Bunda melangkah mendekati Mery yang juga ikut berjalan mundur akhirnya tubuh Mery mentok menabrak dinding. Bunda menarik Rambut Mery dengan kuat sampai Mery ikut mendongakkan kepalanya sambil meringis menahan sakit.
"Ingat! jangan pernah kamu usik rumah tangga Satya dan Senja! kalau sampai itu terjadi kamu akan terima akibatnya!" bisik Bunda ketelinga Mery, dan langsung menghentakkan tarikan rambut Mery hingga Mery terjatuh di lantai.
Semua yang ada di situ terkejut melihat Bunda yang selama ini lembut bisa bersikap sadis, Bunda duduk di sofa mengambil minuman entah punya siapa yang langsung di teguknya.
"Ranga, seret wanita tidak tahu diri itu keluar!" kata Bunda penuh penekanan.
__ADS_1
"Baik Bunda," jawab Ranga yang segera menghampiri Mery.
Radit yang merasa bersalah karena sudah membawa Mery segera menarik tangan Mery Sebelum Ranga yang melakukannya, Mery hanya diam sambil mengusap air matanya waktu Radit menariknya dengan kuat.
"Bunda," panggil Ayah Nugraha dengan melembutkan suaranya.
"Maaf sudah membuat kekacauan," jawab Bunda menatap Mentari.
Mentari hanya tersenyum menanggapi ucapan Bunda sambil duduk di samping Yoga suaminya. Rendy yang masih terbawa emosi segera pergi ke belakang untuk menenangkan diri, Popy yang melihat Rendy pergi segera mengikutinya.
Satya yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya barusan mengajak istrinya untuk duduk di sofa di depan Ayahnya.
"Bunda sudah tenang," ucap Satya yang melihat Bundanya memejamkan matanya sambil bersandar di sofa.
"Sudah berapa tahun Bunda tidak seperti in, Yah?" tanya Bunda masih dengan memejamkan matanya.
"Setelah menikah dengan Ayah," jawab Ayah Nugraha sambil tersenyum bagaimana bar-barnya Istrinya dulu.
"Maksudnya?" tanya Senja.
"Bundamu dulu wanita Bar-bar yang sudah Ayah taklukkan," jawab Ayah dengan bangganya.
Bunda tersenyum menatap Senja dan anaknya Satya, mungkin tidak akan percaya kalau melihat kelakuannya dulu, batin Bunda.
"Makanya Bunda senang waktu Senja yang menikah dengan Satya, karena sepertinya Bunda punya mantu yang pas," ucap Bunda.
Satya yang mendengar langsung memijat pelipisnya, menghadapi istri yang kadang manja dan bar-bar saja sudah membuatnya pusing, ini kenyatan yang baru di ketahui Satya. Kalau Bundanya tidak jauh sikapnya dari Istrinya.
"Banyak tanya ke Ayah Nugraha,Bro." ucap Yoga terkekeh yang tau apa yang sedang di pikirkan sahabat sekaligus menantunya.
Ayah Nugraha tersenyum mendengar ucapan besannya, dan beralih menatap Senja.
"Kapan-kapan kita antar mereka belanja, pasti kamu akan merasakan apa yang Ayah alami dulu, waktu mengantarkan Oma dan Bundamu belanja," ucap Ayah sambil tersenyum mengingat waktu baru menikah.
"Setuju" jawab Bunda dan Senja kompak
Membuat yang lain tertawa, melihat wajah Satya yang sudah terlihat pias mendengar jawaban dari istri dan Bundanya.
Bersambung....Hai...hai... Terimakasih yang masih setia dengan Pengantin Pengganti Ibuku 💞
jangan lupa dukung dengan cara like 👍 dan votenya kalau suka berikan hadiahnya
__ADS_1
Di tunggu kritik dan sarannya 🙏
...💞 Bby & Mmy 💞...