PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 136


__ADS_3

Pagi harinya Satya bangun terlebih dahulu dari sang istri, ia segera membersihkan diri kemudian membangunkan Senja untuk sholat subuh.


Senja yang masih sangat mengantuk hanya menatap suaminya yang sudah memakai baju koko.


“Yang, ayo bangun sebentar lagi waktu solatnya habis,” kata Satya sambil membentangkan sajadah untuk sholat lebih dulu.


Senja yang masih mengantuk hanya menguap, tapi tak lama ia pergi juga ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian ia segera melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Satya tersenyum saat melihat istrinya sudah selesai sholat, kini keduanya duduk berdampingan sambil Senja menyadarkan kepalanya di bahu Satya.


“By," panggil Senja sambil bergelayut manja kepada suaminya.


Satya meletakkan ponselnya, kemudian ia duduk menghadap istrinya.


"Ada apa, yang?" tanya Satya sambil menaikkan kedua alisnya.


"Kita nanti pakai Dokter kandungan Tante Mela aja bagaimana?" tanya Senja sambil menatap suaminya intens.


Satya terdiam, ia juga tidak pernah dengar kabar bagaimana Sahabat Bundanya itu sekarang, seingatnya Waktu persidangan itu masih duduk di atas kursi roda.


Tetapi karena tidak ingin melihat istrinya bersedih Satya menganggukan kepalanya, biar nanti dia telpon Arga untuk menayangkan keadaan Tante Mela sekarang.


Senja begitu bahagia saat suaminya menyetujui idenya,wanita yang tengah hamil 5 bulan itu yakin kalau ibunya tidak salah pilih Dokter kandungan.


Satya menatap istrinya dengan seksama, ia begitu beruntung walau beda sepuluh tahun dengan Senja, tapi istrinya mampu mengimbangi pemikirannya. Terkadang Senja lebih milih mengalah.


Satya juga sadar selalu membuat istrinya marah apa lagi sudah dua kali ia meninggalkan istrinya dinas luar kota bahkan luar negeri tanpa mengabari lebih dulu ke istrinya.


"Sayang," pangil Satya sambil mengecup kening istrinya.


"Ada apa, By?" tanya Senja sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.


"Bby boleh jenguk dedek?" tanya Satya sambil mengusap punggung Senja.


Senja membelalakkan matanya saat mendengar suaminya izin untuk melakukan kewajiban sesama suami istri.


Tanpa menunggu lama Senja langsung duduk di pangkuan Satya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya. Satya yang mendapatkan lampu hijau dengan pelan-pelan ia mulai kegiatan olahraga pagi.

__ADS_1


Kini keduanya sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat olahraga panas di pagi hari, Satya mengecup kening istrinya.


Pria itu begitu puas karena semenjak istrinya hamil semakin agresif saat melayaninya.


"Yang, boleh lagi," ucapnya sambil mulai mencumbu tengkuk istrinya.


Senja menolakpun percumah suaminya sudah mulai liar menjamahnya, tapi yang membuat Wanita itu senang Satya selalu melakukan lembut saat penyatuan.


Senja yang begitu lelah tak sanggup lagi membuka matanya, begitu juga dengan Satya keduanya kembali lagi tertidur pada hal jam sudah 6: 30 menit.


Sementara di lantai bawah, Yoga yang kini sudah duduk di meja makan untuk sarapan melihat Mentari sedang membuat kopi hitam untuk dirinya.


"Mas, kok Senja belum turun ya?" tanyanya merasa khawatir tidak biasanya jam segini anak dan mantunya belum bangun.


Yoga menatap istrinya, ia hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya.


"Mas Yoga kenapa senyum-senyum," kata Mentari sambil cemberut.


"Kita sarapan aja duluan, nanti mereka juga turun kalau sudah merasa lapar," ujar Yoga supaya istrinya tidak marah lagi.


Kini keduanya sarapan bersama, Mentari sesekali melihat ke arah tangga semua itu tak lepas dari perhatian Yoga. Suaminya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang merasa khawatir dengan Senja.


"Sayang, mereka pasti sudah bangun sholat subuh. Namun, sepertinya mereka lelah seperti kita tadi malam," kata Yoga sambil mengedipkan matanya ke arah Mentari.


Seketika wajah Mentari merona mengingat semalam ia yang minta duluan kepada suaminya, Yoga terkekeh melihat wajah merona istrinya.


"Mas ..... pagi-pagi udah mesum!" kata Mentari sambil kembali memakan sarapannya.


Yoga hanya terkekeh mendengarnya, tapi ia akui begitu bahagia saat wanita yang begitu di cintainya menginginkan dirinya lebih dahulu.


Yoga yang sudah siap sarapan segera pindah duduk di ruang keluarga sambil membaca surat kabar berita untuk hari ini, tak lama Mentari menghampiri suaminya sambil memainkan handponenya.


Tepat pukul 12 siang Senja mengeliatkan tubuhnya yang terasa pegal, wanita itu selalu lupa pesan bik Sum kalau wanita hamil di larang mengeliatkan tubuhnya entah karena apa, Senja juga kurang paham.


Kini ia duduk di ranjang, sedang di kamar mandi terdengar gemericik air, dia yakin suaminya sedang mandi. Tak lama pintu kamar mandi terbuka, muncuk wajah segera dan tampan Satya yang tersenyum saat melihat istrinya sedang memperhatikan dirinya.


"Mandi, habis itu kita makan," ujarnya sambil tersenyum menatap istrinya.

__ADS_1


Senja hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya, tak lama wanita itu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah lima belas menit ia keluar hanya mengunakan handuk yang menutupi perut buncitnya.


Melihat itu Satya hanya bisa menelan salvianya, tapi entah sejak kapan kini Ia sudah memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Apa pagi tadi kurang, atau sengaja ingin menggodaku lagi,"bisik Satya di telinga istrinya.


Senja sudah merasakan desiran aneh di dadanya saat suaminya mulai memberikan kecupan lembut di tengkuknya.


"By, jangan sampai kita mandi lagi di siang hari," ucapnya lembut sambil membalikkan badannya ke suaminya.


"Tapi dia udah on lagi," kata Satya dengan suara beratnya.


Senja yang tidak tega melihat suaminya sudah mulai membuka handuk yang menutupi tubuhnya, tak lama terdengar ketukan pintu dari luar dan suara yang tak asing bagi keduanya.


"Senja, apa kalian baik-baik saja?" kata Mentari yang merasa khwatir karena sudah siang anaknya belum juga bangun.


"Iya, Bu.... bentar lagi turun," jawab Senja sambil mencubit pinggang suaminya kareaj cunbuan dari Satya tidak juga berhenti saat ia menjawab pertanyaan Ibunya.


Karena sudah tidak tahan lagi akhirnya olahraga siang haripun terjadi, dan keduanya kembali lagi mandi.


Kini Satya dan istrinya sedang menuruni tangga sambil tersenyum menatap Yoga dan Mentari yang kini sedang santai di ruang keluarga.


Yoga hanya menggelengkan kepalanya, saat melihat rambut pasangan suami istri itu masih terlihat basah.


Satya hanya cuek dan menghampiri istrinya di meja makan, Bik Sum hanya tersenyum melihat pasangan suami istri yang sedang sarapan sekaligus makan siang.


Senja yang sudah sangat lapar langsung makan dengan lahap, melihat itu Satya hanya terkekeh.


"Maaf sudah membuat kalian berdua jadi kelaparan," kata Satya merasa bersalah kepada istri dan Anaknya yang ada di dalam perut istrinya.


Setelah selesai makan keduanya ikut bergabung di ruang keluarga, sedangkan Senja kini menyandarkan kepalanya di sofa.


"Kamu kenapa?" tanya Yoga yang melihat anaknya seperti lemas.


"Kenyang sekali, Yah," jawabnya sambil mengusap perut buncitnya.


Yoga hanya bisa menghela nafas panjang, sedang Satya tersenyum melihat istrinya yang kini duduk bersandar di bahunya.

__ADS_1


"Satya, nanti jam 3 kita kerumah pak RT ingat bawak berkasnya," kata Yoga sambil pergi beranjak masuk ke ruang kerjanya.


Maaf ya Upnya lama ,karena masih dalam masa pemulihan.🙏


__ADS_2