
Sore ini udara begitu bersahabat, walau siang tadi begitu panas terik, mobil mewah terparkir di gang sesuai keinginan Senja. Senja sebenarnya merasa ragu untuk pergi, tapi sang Ayah memaksanya.
Senja melihat mobil warna hitam terparkir di dekat ruko samping gang masuk rumah Ayahnya, tak lama Arga keluar mobil dengan senyum hangat ke arah Senja.
"Om, kenapa sih harus jemput disini!" gerutu Senja kesal.
"Masuklah," kata Arga tanpa menjawab pertanyaan Senja.
"Ih...Om Arga nyebelin banget sih!" ucap Senja yang semakin ketus ke Arga.
Setelah Senja masuk Arga segera pergi menuju mobil yang sedang parkir di seberang jalan. Senja yang belum menyadari keberadaan suaminya, hanya bingung kenapa Arga meninggalkan dirinya di mobil.
Senja hanya bisa menghela nafas, Setelah itu masuk dan menutup mobil dengan kasar karena masih kesal dengan Arga. Senja terkejut melihat ada orang di sampingnya memakai jaket hoodie dengan menutup wajahnya dengan hoodienya
"Maaf, anda siapa?" tanya Senja dengan waspada, tidak ada jawaban hanya hening. Senja mencium bau parfum maskulin yang biasa di pakai suaminya, seketika wajah Senja berbinar langsung pindah duduk di pangkuan Satya.
"Bby, huwaaaaaa Bby Om Arga bikin kesel," ucap senja sambil membuka hoodie yang menutupi kepala Satya.
Satya masih memejamkan mata, tapi tangannya sudah memeluk pinggang Senja, Satya membuka matanya menatap wajah yang selalu di rindukannya.
"Bby senang, Mmy baik-baik saja," kata Satya sambil mengecup kening Senja.
"Kenapa Bby enggak kasih tau mau jemput Mmy?" tanya Senja.
"Bby ingin bikin kejutan, tapi Bby yang terkejut melihat Mmy yang ngoceh dari tadi," ucap Satya sambil terkekeh.
"Habisnya Om Arga main tinggalin saja," jawab Senja.
"Karena dia tidak ingin ganggu kita," sahut Satya sambil mencubit hidung Senja dengan gemes.
Satya mengajak Senja pindah duduk di depan, sekarang Satya yang mengemudikan mobilnya, Senja tersenyum melihat suaminya hanya memakai jaket hoodie, lebih terlihat seperti masih anak kuliahan.
"Kenapa Mmy senyum-senyum?" tanya Satya yang sekilas melihat istrinya senyum-senyum melihat ke arahnya.
"Tidak ada Bby, Mmy hanya senang karena ini hari pertama kita berkencan," jawab Senja malu-malu.
Satya menoleh ke arah Senja tersenyum melihat wajah istrinya yang merona, Satya mengacak rambut Senja dengan lembut.
__ADS_1
"Sekarang mau kemana?" tanya Satya
"Terserah Bby saja, Mmy ikut," jawab Senja sambil memeluk lengan Satya.
Satya tersenyum, merasa sangat bahagia saat ini, dan terus seperti ini selamanya. Mobil melaju sudah sangat jauh, setelah menempuh perjalanan Satu jam Satya menghentikan mobilnya, Senja yang tertidur selama perjalanan sangat terkejut saat melihat matahari yang sudah mulai terbenam, langit berwarna orange ke emasan.
"Bby, lihat indah sekali," ucap Senja langsung keluar dari mobil berlari-lari kecil ke pantai.
Satya melihat istrinya yang sedang main air tersenyum, Senja terlihat begitu bahagia sambil melambaikan tangan ke arah Satya. Satya menghampiri Senja sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong celana satu.
Senja begitu kagum melihat penampilan suaminya kacamata hitam yang bertengger di hidungnya, dengan kaos lengan panjang yang di gulung sampai siku.
"Bby," ucap Senja yang langsung berhambur memeluk Satya.
"Ia sayang, apa kamu suka tempatnya," sahut Satya sambil mengusap kepala Senja.
"Ia Bby ini sangat indah, apa boleh kita di sini sampai malam," tanya Senja.
"Ia sayang besok kita baru pulang, Bby sudah pesan resort." jawab Satya.
Keduanya berjalan berpegangan tangan menyelusuri sepanjang pantai, sesekali Senja usil menoel hidungnya Satya saat sedang bercanda.
"Bby, semoga kita selamanya seperti ini, jangan pernah ada orang ketiga diantar kita, tapi kalau Bby tidak lagi mau sama Mmy tolong bicarakan baik-baik, Mmy paling tidak suka kalau di bohongi," ucap Senja tegas, seperti sebuah peringatan buat Satya.
"Hanya Mmy yang akan menjadi Ibu dari anak Bby sekarang, sampai maut memisahkan kita sayang," balas Satya.
Kini keduanya duduk di pasir dengan Senja bersandar di dada Satya, menatap kedepan sambil melihat matahari yang semakin tenggelam.
"Sayang, ayo kita ke resort sebentar lagi azan magrib," kata Satya sambil mengusap pipi putih Senja.
"Sebentar lagi Bby, tunggu sampai dia tengelam," jawab Senja.
Satya akhirnya mengikuti keinginan istrinya, untuk menunggu matahari benar-benar sampai tidak terlihat, dan langit sudah mulai gelap Satya dan Senja mulai berdiri berjalan ke arah mobil.
"Besok kita lihat matahari terbit ya Bby," ucap senja sambil duduk memasang seat beltnya.
"Ia sayang besok pagi kita kesini lagi, tapi lihat dari balkon kamar juga bisa," jawab Satya.
__ADS_1
"Mmy mau ke pantai saja," sahut Senja.
Satya terkekeh mendengar ucapan Senja yang tidak mau lihat lewat resort. Tak lama mobil memasuki resort yang terlihat mewah, dengan dihiasi lampu berwarna orange semakin menambah hawa ke romantisan di dalamnya.
Deg..., Senja merasakan jantungnya berdebar kencang, saat Satya menggemgam tangannya membawa masuk ke resort yang begitu nyaman.
Pikiran Senja sudah kemana-mana saat Satya membuka kamarnya bertaburan kelopak bunga mawar merah dan putih.
Satya yang menyadari istrinya merasa tidak nyaman, hanya tersenyum di pegangnya kedua bahu Senja.
"Maaf kalau ini membuatmu tidak nyaman, tapi hanya tingal ini yang tersisa, apa lagi sekarang weekend." ucap Satya sambil mengecup bibir Senja sekilas.
"Enggak apa-apa, Mmy suka dengan suasananya romantis," jawab Senja.
"Sekarang bersihkan dirimu, dan itu ada pakaian ganti, atau mau mandi bersama," goda Satya yang langsung di pukul oleh Senja.
Senja segera masuk kamar mandi, Satya terkekeh melihat wajah istrinya sudah merona karena malu. Setelah Lima belas menit Senja sudah selesai membersihkan diri dan mengambil air wudhu.
Satya yang melihat istrinya sudah selesai segera masuk kamar mandi, Senja menyiapkan dua sajadah untuk suami dan dirinya. Setelah melihat Satya keluar dari kamar mandi Senja memberikan sarung dan baju Koko kepada Satya.
Keduanya sholat berjamaah, setelah selesai sholat Senja mencium tangan Satya yang di balas Satya dengan mencium kening Senja. Senja melipat sajadah dan mukena yang di pakainya tadi.
"Sayang nanti jam tujuh kita makan malam di luar ya, Bby sudah pesan tempatnya," kata Satya yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil mengecek email yang dikirimkan Ranga.
"Ia Bby sayang," jawab Senja yang sedang menonton acar favoritnya.
"Sayang apa selama di Jakarta Kakek ada menghubungi?" tanya Satya.
"Tidak ada, hanya Mmy merasa curiga dengan pria yang mengikuti kami waktu di mall kemarin, apa Ayah sedang di awasi seseorang." ucap Senja sambil menatap kosong kedepan.
"Kenapa Mmy berfikir seperti itu?" tanya Satya yang langsung mendekati istrinya di sofa.
"Mmy khwatir kalau kakek yang melakukannya," jawab Senja.
Bersambung ya...
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like dan votenya, kalau suka silahturahmi berikan hadiahnya 💃💃💃💃
__ADS_1