PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Menjenguk Bunda


__ADS_3

Mentari yang melihat putrinya hanya diam sambil menatap ke arah pintu ruang kerja suaminya akhirnya yang ditunggu keluar begitu juga diikuti Rendy dan Yoga.


Senja segera mengajak suaminya untuk pergi saat sampai depan pintu tiba-tiba Yoga  bertanya." Lo mau ke rumah sakit atau ke hotel?"


Satya menarik napas dalam, kini tubuhnya berbalik menatap santai mertuanya dan berkata."Gue ke rumah sakit sama bini gue!"


"Gue hanya tanya," ucap Yoga.


"Mas!" seru Tari menatap suaminya yang selalu ajak ribut Satya.


Senja hanya tersenyum saat ayahnya hanya diam karena Ibunya sudah terlihat menatap tajam, kini sepasang suami istri itu pamit.


Satya dan senja sengaja memakai mobil Rendy untuk melabuhi anak buah Yona, kini mobil meluncur menuju rumah sakit. Satya tersenyum melihat istrinya yang memakai hijab sekarang merasa lebih enak dipandang.


"Mas, kenapa lihatin aku gitu?" tanya Senja.


Satya hanya tersenyum, ia menatap istrinya yang begitu cantik lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya dan berkata."Jangan tinggalin aku lagi, ingat marah sama suaminya nggak boleh lama-alam apa lagi yang tampan kayak aku ini."


"Mas, jangan mulai deh. Aku mau tanya setelah aku pergi apa yang terjadi?" tanya Senja.


Satya hanya diam, ia malas untuk menceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi entah mengapa ia muak melihat Diana ada di rumah Bundanya. Namun, untuk menjaga silaturahmi dengan Ranga.


Setelah menempuh perjalan selama empat puluh menit mobil Satya memasuki parkiran rumah sakit, Senja keluar dengan menggunakan masker, sedangkan Satya sudah memakai topi dan juga menggunakan masker.


"Mas lihat arah jam 12," kata Senja lirih.


"Sampai segitunya mencarimu, Yang. "kata Satya.


"Iya tapi mereka terlalu bodoh," kata Senja.


"Iya istriku yang pintar," ucap Satya sambil memeluk pinggang istrinya.


Satya yakin sakitnya orang tuanya sudah didengar oleh Yona karena Leon yang membalas ponsel Diana lewat laptopnya. Namun, sampai sekarang keberadaan Yona masih membuat tanda tanya besar.


Keduanya masuk lift, Satya memperhatikan tidak ada anak buah Yona uang ikut. Senja perlahan membuka pintu setelah pengawal Leon mempersilahkannya. 

__ADS_1


Ranga dan Arga langsung berdiri saat melihat wanita berhijab memakai masker masuk ke ruang Bunda. Ayah Nugraha yang baru keluar dari kamar mandi menatap sosok yang ada dekat pintu.


Senja belum membuka maskernya, hingga saat akan maju ke arah Bunda Ranga langsung mencegahnya dengan mencekal tangan Senja. Dengan gerakan cepat Senja memelintir tangan Ranga dan meletakan di punggung pria itu. 


"Apa salah kalau saya menjenguk mertua saya?" kata Senja  langsung mendorong Ranga ke arah Arga.


Deg, Ranga begitu mengenal suara itu. Suara Senja. Satya masuk melihat semua tenggang senyum mengembang di bibirnya. Satya membuka masker dan topinya melihat Itu Arga mengumpat kepada Satya.


Senja membuka maskernya, walau ada Diana berada di sofa Senja sama sekali tidak peduli dengan wanita itu. Tujuannya hanya melihat Bunda saat ini, Ayah Nugraha mendekati Senja pria itu mengusap kepala menantunya yang berbalut hijab sekarang.


Senja tersenyum dan mencium tanga Ayah Nugraha. Pria itu menatap sendu istrinya sudah dua hari ini istrinya enggan untuk makan rasa bersalahnya kepada menantunya begitu menyiksa wanita paruh baya itu.


Perlahan mata Bunda terbuka, ia menatap wanita yang memakai hijab warna pink itu tersenyum.


"Bunda maaf Senja baru bisa jenguk," kata Senja lembut.


Air mata Bunda sudah menganak sungai saat sadar jika di sampingnya kini menantu yang sudah ia sia-siakan. Bunda menggenggam tangan Senja, senja tersenyum dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


Satya memeluk bahu istrinya dan berkata."Maafkan Bundaku, wanita ini di sampingmu juga bundamu."


"Maafkan Bunda, Nak. Bunda mohon kembali ke rumah dengan Cucu Bunda!" pinta Bunda.


"Sekarang Bunda makan dulu ya, jangan banyak mikir terlalu jauh. Senja juga minta maaf karena masih kekanak-kanakan selama ini," kata Senja.


Ayah Nugraha mengusap bulir bening, ia tidak menyangka jika senja sekarang lebih dewasa selama ini yang pria itu tahu jika menantunya itu hanya kekanak-kanakan selama berada di rumahnya.


"Jingga kemana?" tanya Bunda.


"Maaf Bun, Senja tidak bisa banyak bicara di sini. Jingga aman berada di tangan yang tepat," ujar Senja.


Senja menyuapi mertuanya hingga habis, setelah itu ia membantu Wanita itu untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Diana sedari tadi sudah menangis dipelukan suaminya. Senja benar-benar marah kepada dirinya sekarang. 


Ranga mengusap kepala istrinya yang berbalut hijab. Hati Ranga begitu sakit melihat istrinya yang begitu kecewa dan penuh penyesalan.


Senja sudah selesai mengurus mertuanya, Bunda terlihat lebih segar dari sebelumnya. Satya yang tidak ingin lama-lama meninggalkan putrinya. 

__ADS_1


Satya menghampiri Ayahnya dan berkata lirih."Ayah kami tidak bisa lama-lama kemarin kami harus melawan anak buah Yona delapan orang."


Ayah Nugraha begitu terkejut, pria itu tidak menyangka kalau wanita itu mencari Senja sampai ke Malan.


"Pergilah, Nak, jaga istri dan anakmu," kata Ayah.


"Sayang, Ayo."Satya mengulurkan tangannya kepada Senja.


Senja tersenyum, wanita itu kembali memakai masker dan berkata."Kak Arga, Suci dan Kak Ranga aku pamit. Tolong jangan Bunda."


Ranga berjalan mendekati Senja, pria itu langsung memeluk Senja dan berkata."Maafkan Diana, aku mohon kandungannya semakin lemah." 


Senja melepaskan pelukannya dan menatap Ranga."Kak aku hanya manusia biasa punya rasa marah, benci aku begitu ingin membenci Diana dari TK,SMP aku selalu di bully karena tidak punya ayah. Hingga SMA Diana mengajak yang lain untuk membullyku karena hal yang sama. Katakan kak Apa yang aku dapat? teman tidak ada semua menjauh karena Diana mengatakan aku anak haram." Tubuh Senja merosot ke lantai yang langsung ditangkap Arga.


Satya mengepalkan kedua tangannya, Bunda menangis tersedu di pelukan suaminya sedangkan  Ranga berlutut di lantai depan Senja.


"Kenapa diam saja kak, Bahkan sekarang nyawaku dan anakku ditaruhkan, jadi Diana belum berubah, Kak!" kata Senja sambil mengusap air matanya.


Suci memeluk tubuh Diana yang juga sedang menangis, ia begitu terharu nasib Senja baru akan bahagia setelah menikah dengan Satya. Namun, harus kembali mendapatkan kecurangan dari sahabatnya sendiri.


"Gue minta maaf atas nama bini gue, Senja. Diana juga manusia biasa butuh proses untuk berubah," kata Ranga.


"Sayang ayo kita pulang di luar banyak anak buah Yona," kata Satya membuat yang lain begitu terkejut.


"Kalian jangan pulang dulu!" kata Bunda yang begitu khawatir.


"Bunda tenang saja, kami bisa melewatinya," jawab Satya yang langsung membawa istrinya keluar dari ruang rawat Bunda.


Satya dan Senja sudah sampai lobby melewati tangga darurat, keduanya merasa sedang dikepung oleh Yona karena setiap jalan keluar di anak buahnya.


"Kita tinggalkan mobil om Rendy," kata Senja kepada suaminya.


Satya menangguk kini keduanya kembali lagi naik ke lantai tiga di mana bunda dirawat. melihat Satya dan Senja masuk membuat yang lain terkejut Arga bertanya." Ada apa?"


bersambung ya....

__ADS_1


__ADS_2