PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Episode 59


__ADS_3

Senja berlahan melepaskan pelukan tangan suaminya, dilihatnya jam sudah menunjukkan jam 18.30. Ia segera membersihkan diri setelah habis olahraga sore yang menguras tenaganya.


Satya yang baru membuka matanya menatap langit-langit kamarnya, seulas senyum tersungging di bibirnya. Saat mengingat suara erangan kenikmatan yang mereka lakukan saat olahraga tadi.


Setelah lima belas menit Senja selesai, Ia segera mengambil mukenah didalam tasnya.


"Bby cepat mandi, sebentar lagi waktunya magrib habis," ucap Senja yang memasang mukenah dikepalanya.


Satya segera kekamar mandi untuk mandi junub, saat ia selesai dari kamar mandi dilihatnya Istrinya sudah selesai sholat. Tidak menunggu lama Satya segera menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Mmy, bersiaplah," kata Satya yang masih melihat istrinya asik berselancar di benda pipihnya.


"Ia Bby, jawab Senja, kemudian ia segera mengeluarkan baju celana kulot dan kemeja yang sudah ia siapkan. Karena ini acara lamaran istri dari Satya Nugraha itu mengunakan pakaian muslim yang sederhana, tapi terlihat anggun dengan pasmina yang hanya dililitkan.


Satya baru menyadari, kalau kemeja batik yang disiapkan Istrinya warnanya hampir senada dengan baju yang dikenakan oleh Senja.


"Sayang, terimakasih," ucap Satya.


"Buat apa," kata Senja yang sambil memoleskan lipstik warna pink di bibirnya.


"Buat hari ini, nanti malam lagi ya," tagih Satya.


"Bby mesum," sahut Senja.


Satya hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang merona, entah mengapa istri kecilnya mampu membuatnya candu.


Keduanya segera menuju lobby saat melihat jam, Senja yang melihat suaminya berhenti karena bertemu dengan Romy langsung mencari tempat duduk.


Senja yang tengah asik tidak menyadari kalau ada yang memperhatikannya, wanita dengan pakaian seksi memperlihatkan kemolekan tubuhnya menghampirnya.


"Wah..., sekarang sudah menutup aurat ya, biar tidak terlihat kalau tidak mempunyai Ayah," ucap wanita itu yang tak lain teman sekelas waktu SMA.


Senja menarik nafas panjang, kenapa disaat seperti ini ia bertemu dengan orang-orangan sawah.


Melihat Senja tak menjawab membuat Diana semakin kesal, tapi ia semakin ingin membuatnya tersulut emosi seperti dulu.


"Apa Ibumu sudah mendapatkan Ayah untukmu, sampai lo harus menutup aurat," ledek Diana


Senja kalau sudah ada yang menghina Ibunya tidak akan tinggal diam, ia bisa membiarkan saat orang menghinanya, tapi tidak dengan Ibunya.


Senja segera berdiri menatap wanita yang memakai baju seksi itu dengan tatapan membunuh, tanpa menunggu lama ia segera melayangkan tamparan kepipi kanan Diana.

__ADS_1


Plakkkkk tamparan yang begitu keras hingga membuat pipi Diana memerah dengan bibir yang berdarah.


"Ini tamparan untuk hinaan yang kamu torehkan ke Ibuku," teriakan Senja membuat orang yang ada disekitarnya menoleh kearahnya.


Satya ,Yoga dan yang lain yang sudah di lobby begitu terkejut, karena melihat Senja yang menatap tajam kewanita yang sedang meringis sambil memegang pipinya.


Mereka segera mendekati Senja, untuk melihat apa yang sebenarnya yang terjadi.


"Lo ingat selama ini lo hina, gue hanya diam, tapi kalau lo sudah menghina Ibu gue jangan harap," bentak Senja dengan wajah dinginnya.


"Cih..., tapi memang benarkan lo lahir tidak ada Ayah, terus apa namanya kalau yokap lo!" balas Diana dengan remeh.


Plakkk plaakkkk Senja langsung mendaratkan tamparan dua kali tanpa jeda membuat lawannya terhuyung lalu tersungkur ke lantai.


Mentari seketika menutup mulutnya, terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh wanita yang habis ditampar oleh Senja.


Yoga yang sudah tau apa yang dilihatnya ia segera mendekati Senja, dengan rahang kokoh yang tegang memperlihatkan otot-ototnya.


"Jadi Anda ingin tahu siapa Ayahnya Senja, Saya Yoga Irawan Ayah dari wanita yang kamu hina tadi!" ujar Yoga dengan wajah dinginnya membuat Diana semakin ketakutan.


"Romi laporkan wanita ini dengan tuduhan mencemarkan nama baik, ingat bikin dia untuk menjalani hukumannya dan pastikan jangan sampai ada yang menjaminnya!" ucap Satya tidak kalah dingin.


Diana begitu terkejut melihat ada Satya Nugraha di depannya, di Surabaya nama Satya Nugraha sebagai pengusaha yang sukses di usia muda. Sangatlah di takuti terutama oleh Ayah Diana.


Setelah selesai mengatakan itu Satya segera membawa istrinya untuk keluar hotel, diluar sudah ada Rendy dan Ranga yang tidak tahu apa-apa dengan kejadian didalam.


"Kenapa lama sih, lihat sudah jam berapa ini!" kesal Rendy yang melihat Satya dan Yoga baru datang.


Mereka tidak menjawab, membuat Rendy dan Ranga yakin kalau sudah terjadi sesuatu sebelumnya.


Mobil meluncur menuju perumahan elit Dago Village, Senja begitu terpana melihat desain dan konstruksi rumah dibangun di atas tanah miring. Konstruksi rumah yang ringan dan lebih kuat mengambil inspirasi dari rumah panggung tradisional Sunda.


Mereka akhirnya sampai, kemudian semua keluar menghampir Popy dan keluarganya yang sudah menyambutnya.


"Assalamualaikum," ucap Rendy


"Waalaikumsalam Hayu lebet Teteh sareng Akang, "kata Ibu Popy.


"Ia terimakasih," ucap Mentari


"Akang siapa?" tanya Ranga.Yang langsung ditertawakan oleh Popy.

__ADS_1


"Ya kamu Ga," jawab Popy.


"Sejak kapan gue ganti nama," keluh Ranga.


"Barusan," jawab Rendy.


Setelah menyiapkan hidangan, dan minum Ayah dan Bunda Popy serta kerabat yang lain duduk bersama diruang tamu.


"Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya Yoga suami dari Kakaknya Rendy yaitu wanita yang paling cantik yang saya cintai Mentari," kata Yoga sambil tersenyum yang dibalas tawa yang lainnya.


Sebelumnya suasana tegang, tapi saat Yoga mencairkan dengan bayolannya menjadi terlihat santai dan kekeluargaan.


"Dan ini sinar kebahagiaan kami, anak satu-satunya namanya Senja," kata Yoga sambil tersenyum, begitu juga Senja tersenyum kepada semuanya.


"Geulis pisan, bisa atuh Jadi mantu emak," kata Wak Popy.


"Anak saya memang cantik, tapi sayang pajaknya sudah mati. Karena Senja sudah menikah dengan pria tampan disampingnya," kata Yoga sambil tersenyum.


"Wah, saya kira si Aa Pamannya," jawab wak Popy.


"Wak...," keluh Popy.


"Ah...ia maaf atuh Teh, mangga dilanjutkan," kata Wak, yang disambut tawa oleh yang lainnya.


"Kalau ini Ranga, kalau Ibu-ibu ada anak gadis bisa dijadikan mantu," kata Yoga.


Ranga langsung senyum sambil garuk kepalanya karena Yoga, banyak pujian untuk Ranga , tapi sayang mereka anak gadisnya yang belum menikah tinggal Popy.


"Kalau yang satunya ini jangan dikenalkan, kami sudah tahu," jawab Wak yang duduk mendekat ke Randy.


"Wak sini atuh, bikin malu pisan," kata Bunda Popy.


"Tidak apa-apa, saya rasa Rendy juga senang," jawab Yoga sambil tersenyum.


Mentari langsung mencubit suaminya yang terus bikin tertawa yang lainnya.


"Pak dan Ibu, disini saya mewakili kedua Mertua saya bermaksud melamar Popy untuk Rendy adik saya, Karen Papa baru siap menjalani operasi belum bisa datang. Selanjutnya saya persilahkan ke bapak dan Ibu," kata Yoga yang mulai serius.


"Kalau saya sebagai orang tua ya bagaimana dengan anak saya saja, bagaimana Teteh?" tanya Ayah Popy.


Rendy entah kenapa terlihat tegang, menunggu jawaban dari kekasihnya. Suasana yang tadinya terlihat santai kini berubah menjadi tegang saat Popy disuruh menjawab terima atau tidak lamaran Rendy.

__ADS_1


Bersambung ya...jangan lupa dukung terus Pengantin Pengganti Ibuku dengan cara like 👍 dan votenya kalau suka berikan hadiahnya 🙏


__ADS_2