
Di dalam ruangan pribadi Gama tampak dua anak manusia itu sama sama diam. Luna memalingkan wajahnya, ia sangat kesal karena dibohongi oleh suaminya.
Sebenarnya Luna ingin menyiapkan acara penyambutan untuk Gama setelah mendengar bahwa Gama akan pulang besok, namun semua rencananya buyar saat melihat suaminya datang di hadapannya.
Antara kesal, rindu, senang, terharu, marah semua bercampur aduk menjadi satu membuat mood gadis itu berantakan.
Gama duduk berlutut di dekat kaki Luna, ia mengambil pembersih luka, menuangkan pada kapas lalu membersihkan luka Luna dengan perlahan agar gadis itu tidak kesakitan.
"Arhh...shhh," Luna meringis kesakitan.
"Fuhhhhh.....fuhhhh....," Tiupan pelan pria itu membantu mengurangi rasa perih di lutut Luna.
Gama dengan hati-hati mengoleskan salep luka dan terakhir menutupnya dengan plester.
Luna masih memalingkan wajahnya, namun jujur saja jantungnya berdegup kencang tak karuan jika di dekat suaminya.
Perlahan Gama mengambil tangan Luna, menggenggamnya dengan erat, Gama memandang wajah Luna tapi tidak untuk Luna.
"Sayang," panggil Gama.
Luna tidak bergeming, dia memasang wajah kesal.
"Sayang, please jangan marah," pinta Gama dengan suara lirih, rasanya sangat menyedihkan diacuhkan istrinya yang sangat dia rindukan itu.
"Luna, sayang aku minta maaf," ujar Gama pelan namun tak di gubris oleh Luna.
Gama terdiam, dia tidak tau harus berbuat apa. Luna merasa tidak tega membiarkan suaminya memohon seperti itu. Gadis cantik itu memutar kepalanya dan menatap Gama, sedetik kemudian dia menunduk.
"Kau jahat hiks hiks hiks,"
Luna menangis sambil menundukkan kepalanya, bulir-bulir air mata lolos begitu saja dari kedua pelupuk mata gadis itu.
"Kenapa kau berbohong soal kakimu? Kenapa kau berbohong tentang kepulanganmu, huhuhu, asal kau tau aku sangat khawatir padamu hiks hiks hiks, kau pergi lama sekali, selama berhari-hari susah sekali di hubungi," Luna menangis tersedu-sedu sambil memukul lengan suaminya yang duduk di depannya.
"Saat kau bilang kau tidak bisa sembuh aku sangat khawatir kau akan melakukan hal yang sam seperti saat kita pertama bertemu, aku...aku...aku takut hiks hiks," tangis nya .
Jujur saja dari relung hati terdalam, Luna sangat takut kehilangan pria yang sudah mencuri hatinya itu.
Gama terdiam, ia sadar kalau apa yang dia lakukan justru membuat istrinya merasa terpukul.
"Maaf, maafkan aku sayang, aku hanya ingin memberi kejutan untukmu!" Ucap Gama sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Luna sehingga kini mereka saling bertatapan.
"Hiks...hiks..hiks..kau membuatku khawatir, aku takut kau terpuruk karena tidak bisa pulih, aku..aku takut kehilanganmu!" Ucap Luna mengeluarkan semua rasa khawatirnya, dadanya begitu sesak, air matanya mengalir deras.
Mata mereka bertemu, tanpa basa-basi Gama menarik tengkuk istrinya dan mencium benda kenyal berwarna merah itu dengan lembut.
Cup
Luna tersentak kaget namun ia tidak menolak, merasa tak ada penolakan dari sang istri, Gama menekan tengkuk istrinya memperdalam ciumannya.
Luna yang tidak berpengalaman dalam hal berciuman terlihat kaku, Gama melakukannya dengan lembut, ******* bibir ranum istrinya dan memberikan rasa nyaman bagi wanita itu.
Beberapa saat Gama melakukan itu, merasa kehabisan nafas ia melepaskan ciuman mereka sebentar, kening mereka menyatu, Gama menatap Luna dalam dalam begitu juga Luna.
Wajah gadis itu tampak merona membuatnya semakin menggemaskan meskipun wajahnya basah karena air mata.
Bagai tak puas, Gama kembali ******* bibir ranum istrinya yang menurutnya sangat manis, lembut, perlahan, membuat keduanya semakin bergairah.
__ADS_1
Gama menggigit bibir bawah Luna dengan pelan agar gadis itu membuka bibir, setelah mendapatkan ruang, lidah Gama bermain main di dalam rongga mulut Luna.
Perlahan Luna mulai bisa membalas ciuman suaminya, tangannya ia lingkarkan di leher pria itu. Ada gelenyar aneh yang menyelimuti diri keduanya, jantung mereka berpacu membuat suasana semakin panas.
"Emph..." Luna kehabisan nafas, menyadari hal itu, Gama melepas tautan mereka. Pria itu mengelus lembut wajah istrinya dan menatapnya sambil tersenyum lembut memberi ketenangan pada Luna.
"Maafkan aku sayang," ucap Gama sekali lagi.
Luna membalas tatapan suaminya, air matanya kali ini kembali tumpah, ia menghamburkan pelukannya pada sang suami tercinta.
"Hiks ..hiks...hiks, " terdengar Isak tangis dari bibir gadis itu.
Gama membalas pelukan istrinya dan menepuk-nepuk pundak gadis itu.
Setelah beberapa saat, Luna mulai bisa tenang.
Mereka saling bertatapan.
"Sejak kapan kau sembuh? Kenapa kau sulit dihubungi? Kenapa kau berbohong, kau bilang akan pulang besok, tapi kenapa kau sudah ada disini? Kapan kau pulang, apa kau tau aku berencana mempersiapkan kejutan untuk kepulangan mu tapi semuanya berantakan karena kau pulang hari ini, kenapa kau tidak bilang apa apa hah..." Luna mulai mengeluarkan jurus mengomelnya.
Gama tersenyum, ia merasa senang bisa mendengar kembali ocehan gadis itu secara langsung.
"Aku sembuh sejak seminggu yang lalu, kupikir aku bisa langsung pulang setelah dinyatakan sembuh, ternyata pekerjaan di Korea menumpuk, ada masalah di perusahaan, setiap malam aku lembut bersama kak Rendy," jelas Gama sambil menggenggam tangan istrinya.
"Karena terlalu sibuk aku bahkan tidak sempat menghubungimu, aku mengejar pekerjaanku supaya bisa cepat pulang, jika aku tidak fokus mungkin akan sebulan penuh aku disana, aku mana tahan berpisah lama denganmu," ucapnya lagi.
"Aku kembali tadi pagi sekitar jam 4 dini hari aku sudah tiba Jakarta, masalah di perusahaan sudah bisa ditangani oleh karena itu Aku mempercepat kepulanganku dan tidak memberitahukan mu, aku ingin membuat kejutan untukmu,"
"Ternyata kau malah menangis, maafkan aku membuat rencana mu berantakan," ucap Gama sambil menatap istrinya.
"Maaf aku marah tadi, aku hanya khawatir padamu," ucap Luna.
"Tak apa, sekarang aku semakin percaya kalau istriku yang cengeng dan cerewet ini benar-benar mencintaiku," ujar Gama.
"Jangan membuatku khawatir lagi, aku takut kau kenapa kenapa," ucap Luna.
Gama melepaskan pelukannya dan menatap istrinya, ia mengelus wajah gadis itu dengan lembut.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku, kau adalah rumah untukku pulang, aku mana bisa jauh darimu sayang," ujar Gama.
Luna memegang tangan suaminya ha g mengelus pipinya, sambil tersenyum ia berkata," Kau sudah merebut hatiku dan membuatku jatuh cinta aku tidak mau kehilanganmu, aku bisa gila kalau sampai terjadi apa apa denganmu!" Ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Gama tersenyum mendengar ucapan istrinya, ia mengecup kening Luna dengan Lembut.
Cup
"Terimakasih sayang," ucap Gama.
"Tapi kau tau tidak, wanita tadi terus saja mengaku ngaku sebagai kekasihmu, ingin rasanya ku jahit mulutnya itu, grrhhhh....ibunya membuat Mamaku menderita sekarang anaknya ingin merebut suamiku? Hohoho tidak akan kubiarkan!" Geram Luna.
Gama duduk di atas Lantai, ia mengambil kaki palsu istrinya. Sambil memasang kembali kaki palsu istrinya ia mendengar ocehan gadis itu dengan tersenyum.
"Tapi jangan sampai membahayakan dirimu sayang, aku tak mau kau kenapa kenapa, aku juga akan gila kalau sampai terjadi apa-apa denganmu!"ucap Gama.
"Kan sekarang Superman ku udah pulang ke rumah, jadi aku gak perlu khawatir karena ada yang jaga aku," ujar Luna dengan suara menggemaskan seperti anak kecil.
"Mulai sekarang aku akan mengikutimu kemanapun, aku gak mau dia mengambil kesempatan untuk dekat dekat denganmu, kita tidak tau kapan setan bekerja, jangan sampai kau kerasukan setan dan malah menduakan aku dengan dia, jika itu terjadi aku akan langsung menyusul Mamaku!" Ucap Luna.
__ADS_1
Mendengar kata-kata Luna Gama terdiam, dia tau gadis itu selalu serius dengan ucapannya.
"Aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal sekeji itu sayang," ucap Gama dengan tangannya yang asik memasang kaos kaki istrinya dan sepatunya.
"Iya aku percaya padamu, yang tidak bisa kupercaya itu orang-orang di sekelilingmu, apalagi pria tua dan wanita berkeriput yang datang ke perusahaan tadi, aku tidak bisa membiarkan mu dekat dekat dengan penghianat seperti mereka!" Ujarnya.
"Tenang saja sayang, kalau begitu kau harus ikut denganku setiap hari mengganti waktu dua Minggu kita tidak bersama, aku benar-benar kesepian disana!" Ucap Gama sambil bangkit berdiri.
Luna menatap Gama sambil menggenggam tangan pria itu.
"Kau pikir aku tidak kesepian? Aku tidak bisa tidur kalau kau tidak di sampingku, lihat ini kantung mataku sudah seperti panda, ini karena kau terlalu lama perginya!" Ketus Luna sambil menunjuk matanya.
"Hehheeh, kamu tetap cantik sayangku, jadi nggak ngambek lagi kan?" Ucap Gama.
"Nggak, aku mana bisa lama lama ngambek sama kamu," ucap Luna sambil nyengir kuda.
"Hmmm... ya sudah ayo kita keluar dulu tapi tunggu sebentar," ucap Gama sambil mengambil tisu.
"ini dibersihin dulu, nanti dikira aku melakukan KDRT padamu," ujar Gama sambil menghapus sisa air mata istrinya dengan lembut.
"heheh, ngomong ngomong suamiku sejak kapan setampan ini?" ucap Luna sambil mengusap wajah suaminya.
"Sejak lahir sayang," balas Gama.
"sudah, ayo keluar!" ucap Gama sambil menggandeng tangan istrinya.
Luna berdiri di samping Gama, ia terbelalak kaget saat menyadari perbedaan tinggi mereka.
"Astaga suamiku jadi tiang listrik sekarang hahahahah,kita terlihat seperti ayah dan anak perempuannya hahahhahah," Luna tertawa terbahak-bahak saat melihat tingginya hanya sampai batas dada pria itu.
"Coba aku buka sepatuku," ucapnya sambil membuka sepatunya.
Luna lalu menarik Gama ke depan cermin, perbedaan tinggi mereka ternyata sangat jauh.
"pfftt hahahahah, kenapa aku terlihat seperti kurcaci saat di dekat mu?"ucap Luna dengan polosnya, di berdiri di depan suaminya tingginya hanya sampai dada pria itu.
"Mungkin karena kau terlalu cengeng jadi tinggi badanmu berkurang," ledek Gama.
bughh
"jangan mengada ada sayang," ketus Luna.
"hahahhahaha," mereka tertawa bersama sama dengan posisi Gama memeluk Luna dari belakang.
"I love 'till the rest of my life my sweet little girl," ucap Gama.
"i love you to the Bone my handsome boy," jawab Luna sambil tersenyum.
.
.
.
Arghhhhh author baper, gigit jari deh mana author jomblo huhuhu ðŸ˜ðŸ˜ðŸ¤£ðŸ¤£ðŸ¤£
jangan lupa like, vote dan komen ya 😊😊😊😊
__ADS_1