
Mark mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dia mengingat semua perkataan dari Gama dan Luna. Dia seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
Justru dengan membiarkan Andin yang kapan saja bisa diketahui identitasnya akan membahayakan gadis itu. Mark mengeluarkan ponselnya, dia berhenti di sebuah toko perhiasan yang cukup terkenal di kota Jakarta.
Cukup lama pria itu di dalam mobil sambil memandangi toko perhiasan tersebut. Sampai akhirnya dia menekan nomor seseorang lalu menghubungi nomor itu.
"Kosongkan restoran untuk hari ini, akan ada acara spesial, tolong kalian dekor secantik dan seindah mungkin, aku akan mengadakan makan malam bersama seseorang yang spesial," ucap mark sebelum dia mengakhiri panggilannya secara sepihak.
Mark menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan kasar. Dia mengusap tengkuknya yang terasa tegang, mengingat dirinya akan berbicara dengan sang kekasih hari ini.
Pria tampan berwajah dingin dan kaku itu keluar dari dalam mobilnya. Kaki jenjangnya dia bawa melangkah menuju toko perhiasan tersebut.
Mark melangkah dengan wajah dingin namun menarik hati para wanita. Kedatangannya langsung disambut oleh pemilik toko yang kebetulan sedang berada di dalam toko tersebut.
Tentu saja mark langsung disambut dengan penuh hormat oleh pemilik toko karena dia mengenali siapa pria itu, asisten presdirJ.B grup yang sering tampil di hadapan publik dan terkenal dengan wajah dingin tanpa ekspresi nya itu.
"Selamat datang tuan ada yang bisa kami bantu?" Sapa pemilik toko.
"Aku ingin memilih cincin untuk melamar kekasihku, bisa tolong tunjukkan cincin terbaik dari toko kalian?" Tanya Mark dengan nada dingin dan datar yang mampu membuat siapa saja ketakutan saat mendengar suaranya.
"Ba..baik tuan, silakan ikut saya" ucap pemilik toko itu sambil menunjukkan jalan.
"Devi ambilkan cincin keluaran terbaru milik kita, bawa semuanya dan tunjukkan pada tuan ini," titah pemilik toko ya g biasa disapa Miss Nia itu.
"Baik Miss," ucapnya.
"Mohon tunggu sebentar pun akan segera kami siapkan," ucap Miss Nia yang dibalas anggukan kepala oleh Mark.
Tak beberapa lama pelayan tadi datang dengan membawakan sederetan cincin terbaik yang dikeluarkan oleh toko perhiasan tersebut.
"Berikut adalah cincin-cincin keluaran terbaru dari toko kami tuan, dan semuanya adalah cincin dengan kualitas terbaik," jelas Miss Nia.
Mark menatap semua cincin itu satu persatu, dia meneliti sekiranya mana yang paling cocok untuk dikenakan oleh sang kekasih.
"Hmmm Apa ada yang lain?" Tanya Mark yang merasa kurang puas dengan cincin yang ada dihadapannya itu.
"Tapi ini yang terbaik tuan, " jawab Miss Nia namun jawaban Miss Nia sungguh membuat wajah Mark semakin dingin.
"ahh Bagaimana kalau begini saja tuan, tolong deskripsikan Bagaimana kepribadian gadis yang akan anda lamar," ucap Miss Nia dan benar saja setelah Miss Nia mengutarakan usulnya itu air muka Marc seketika itu berubah menjadi lebih tenang dan tidak semenakutkan sebelumnya.
"Bisa mati aku jika berhadapan dengan manusia kaku ini, sungguh sangat menegangkan, hufftt," Miss Nia bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Dengarkan dengan baik aku akan menjelaskannya Hanya sekali saja," ucap Marc dengan suara datarnya itu.
Glekk
Miss Nia menelan kasar salivanya saat mendengar suara Mark yang dingin dan tajam yang seketika itu juga langsung membuat bulu kuduknya merinding.
__ADS_1
"Baik tuan," jawabnya gugup.
"Dia adalah seorang gadis dengan kepribadian lembut, namun terkadang bisa juga menjadi kasar katakanlah sedikit barbar, hatinya sangat baik penuh perhatian, mandiri dan banyak menanggung duka, wajahnya cantik rambutnya panjang dan tubuhnya mungil, dia seseorang yang memiliki suara yang sangat lembut bahkan makanannya juga sangat enak, " jelas Mark.
"Pilihkan cincin sesuai dengan sifat yang sudah kukatakan tadi," ucap Mark menghentikan penjelasannya, pria ini tidak terlalu suka berbicara panjang lebar dengan orang lain, Dia hanya akan berbicara panjang lebar jika diperlukan seperti saat ini.
Satu-satunya kesempatan yang paling bisa untuk melihat seorang Mark berbicara panjang lebar adalah ketika dia melakukan presentasi atau konferensi pers di hadapan media.
Mar hanya bisa berbicara banyak dengan Luna, Andin dan sahabat-sahabatnya yang lain.
"Huffft ini sebuah tantangan yang sangat sulit," batin Miss Nia.
Miss Nia mengambil sebuah cincin yang sangat indah dengan permata berwarna merah di atasnya, cukup sederhana namun sangat elegan jika dipakaikan di jari manis seseorang.
"Sesuai dengan deskripsi dari tuan Mark, saya bisa menebak bahwa wanita yang akan tuan lamar adalah seseorang dengan sifat keibuan maka dari itu cincin ini adalah yang paling tepat untuk anda berikan pada calon istri anda," ucap Miss Nia sambil menyerahkan cincin permata merah itu.
Mark tersenyum tipis, pilihannya tepat untuk datang ke toko perhiasan itu.
" Toko Anda memang tidak pernah mengecewakan pelanggan Miss Nia, tolong segera bungkuskan cincin itu," ucap Mark.
Mendengar pujian yang sangat langka dari seorang mark, Miss Nia ikut senang karena pilihannya disukai oleh pria itu.
Mereka pun membungkus cincin tersebut dan menyerahkannya kepada Mark setelah melakukan pembayaran.
Sementara Mark melakukan urusannya, di gedong aksesoris yang diberi nama "The Lunar" Andin sedang sibuk dengan semua pekerjaannya begitu juga dengan yang lain.
Gadis itu membukakan pintu dan terlihatlah bawahannya yang terngah engah sedang berdiri di depan pintu.
"Ada apa?" Tanya Andin, kebetulan Ferdi sedang keluar untuk menjemput Anna dan Rose sedang berada di lantai paling atas untuk melatih karyawan baru.
"Hah... Nona ada yang membuat keributan di depan gedung!" Ucap karyawan pria itu.
"keributan?" Ucap Andin.
"Iya, ayo cepat kita lihat, mereka mencari nona katanya," ucap karyawan itu.
Mendengar ucapan bawahannya, Andi sedikit terkejut Siapa yang mencarinya di kota besar seperti ini? Bahkan memiliki keluarga di Jakarta saja Dia tidak punya, lalu Siapa yang mencarinya?
Pertanyaan itu timbul begitu saja di dalam kepala Andin. Mereka berdua melangkahkan kaki mereka menuju luar gedung.
Terlihat beberapa orang berpakaian hitam sedang dihalau oleh pengawal yang di siapkan Gama, Bima dan Ken untuk berjaga di sekitar gedung itu jika suatu saat terjadi seperti kejadian saat ini.
"Ada apa ini!" Ucap Andin heran.
"Nona mereka memaksa untuk masuk ke dalam gedung, saat kami tanya mereka tidak mau mengatakan mereka siapa," ucap pengawal yang berjaga di depan gedung itu.
"Hmm baiklah," ucap Andin.
__ADS_1
"Kalian siapa dan apa mau kalian?" Tanya Andin yang keluar dari dalam gedung itu namun masih di kawal ketat oleh pengawal agar mereka tidak berbuat jahat pada Andin.
"Nona Andin mohon ikut kami baik baik, jika anda melawan maka tempat ini akan hancur seketika!" Ucap pria berbaju hitam dengan badan tinggi besar itu.
drap... Drap.. Drap..
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki puluhan orang yang jumlahnya hampir mendekati angka seratus berkerumun di sekitar area gedung itu sambil membawa alat pukul.
Para pengawal yang berjaga di depan gedung tersebut seketika terkejut melihat jumlah mereka.
Tentu saja mereka kalah jumlah dengan orang orang berbaju hitam yang datang mencari Andin ke tempat itu.
"Siapa kalian sebenarnya, apa mau kalian, Aku bahkan tidak mengenal kalian kenapa kalian mencariku?" Ucap Andin dengan nada kemarahan, wanita ini tidak takut dengan ancaman mereka dia hanya takut kalau sampai orang-orang di dalam gedung itu akan dalam bahaya karena para pria itu mencari dirinya.
"Jangan banyak omong!!" Bentak pria botak itu sambil menarik tangan Andin dengan kasar namun langsung di tepis oleh pengawal yang bertugas menjaga Andin dari para bajingan seperti mereka.
"Sial, jumlah mereka banyak sekali," gum pengawal itu sambil melirik teman teman pengawal lainnya.
"Jangan coba coba mendekati nona kami jika hidup kalian masih ingin selamat!" Ancam pria yang melindungi Andin itu.
"Grhhh.... Aku hanya berbicara sekali ikut aku atau tempat ini akan kukatakan dengan tanah hari ini juga!!!" Ancam pria itu yang masih menahan kawanannya untuk tidak menyerang para pengawal yang berjaga di sana.
Andin menelan kasar Salivanya, jika tadi dia tidak takut sekarang Gadis itu benar-benar diliputi oleh ketakutan akibat suara bentakan dari pria botak di depannya itu.
"Apa mau kalian!" Teriak Andin marah.
"Kami hanya ingin bawa Anda bertemu dengan bos kami ini perintah, menurut lah jika tidak, akan lebih banyak korban di sini!" Ucap Pria botak itu.
"Pergi kalian aku tidak mau ikut!!!" Andin berteriak kencang.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😉
kira kira siapa ya?
Dindinnya Mark
bang Mark beli cincin, mukanya datar begitu, siapa yang gak takut coba
__ADS_1