
Mark menjelaskan apa yang terjadi pada kedua iblis jadi jadian yang menjelma menjadi orangtua Andin.
Jaka dan Zea di hari dimana Andin di jual pada tuan Bara langsung di bekuk oleh anak buah Aiden dan di bawa ke markas milik Ken atas perintah langsung dari Ken karena dia ingin menghancurkan Jaka yang merupakan saudara pria psikopat yang membeli dia dan adiknya sewaktu kecil.
Zea dan Jaka diikat di pergelangan kaki dan tangan mereka, mulut mereka di tutup dengan lakban hitam dan kepala mereka di tutup dengan kain hitam.
Mereka di bawa ke sebuah tempat terpencil dan di kurung dalam sebuah rumah yang sangat jauh dari perkotaan.
Ken dengan menggunakan helikopter mendatangi tempat itu bersama Aiden dan Bima. Ketiga pria tampan itu berjalan dengan sangat santai saat sampai di tempat sepi itu.
"Akan kau apakan mereka?" tanya Aiden pada Ken.
"Hummm mungkin hukuman yang sama dengan pak tua yang tidak tau diri itu!" ucap Ken dengan seringai licik di wajahnya.
"Pak tua yang mana? Bara? mantan Ayahmu atau psikopat itu?" tanya Aiden bingung.
"Ck....yang mana pun jadi, kalian lihat saja nanti!" tukas Ken.
"Jangan kasar kasar Ken, mereka juga manusia," ucap Bima.
"manusia setan!!" lanjutnya lagi dengan suara ketus.
"Cih...ayo masuk!" ujar Ken.
Mereka memasuki ruangan itu, tampak mereka di sambut oleh beberapa anak buah mereka yang berjaga disana.
Ken, Aiden dan Bima duduk di sofa panjang dalam ruangan itu, di depan mereka terdapat dua manusia jadi jadian yang tega menjual anak kandung mereka sendiri demi uang dan kemewahan, sungguh mengerikan!
"Buka penutup kepala mereka!" ucap Ken.
Penutup kepala mereka di buka dan tampaklah wajah manusia setan di depan mereka. Ken menatap mereka dengan tatapan dingin.
"Emphhh....emphhh...emphhh..." Jaka dan Zea meronta-ronta saat melihat siapa pria di depan mereka.
Ken tersenyum sinis menatap mereka.
"cihh...apa lihat lihat?" ketus Aiden.
"Buka penutup mulutnya!" titah Ken lagi.
Srakkk
"Uhuuukkk...uhukk...haaahh...haaahh..." mereka berdua akhirnya bisa bernapas lega setelah mulutnya di buka.
"Kenapa kalian menculik kami bajingan!!!?!" teriak Jaka tepat setelah lakban di taro dari mulutnya.
"Lepaskan kami, shhhh....kau membuat kulitku rusaaaaakkkk!!" teriak Zea histeris saat melihat luka di beberapa bagian tubuhnya.
"jiahh....hhahaha, kau masih memikirkan kulitmu padahal hidupmu sedang dalam bahaya, naif sekali kau nyonya hahahah," Aiden tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Zea. Ken dan Bima hanya menatap datar pada mereka.
"Apa yang kau lakukan pada kami? kenapa kau menculik kami, dan siapa kalian hah!" kesal Jaka, ia mencoba lepas dari ikatan itu namun tidak bisa karena ikatannya sangat kuat.
"Ken kita langsung ke intinya saja, aku bosan disini, lebih baik aku mendengar Omelan Luna daripada harus mendengar suara setan setan ini!" ketus Bima.
"Kau benar juga, ahh kenapa aku jadi merindukan gadis itu ya, kita percepat saja," ujar Aiden.
__ADS_1
"Ck....kalian diamlah," ketus Ken.
"Dan kau pria tua, kau pasti mengenal siapa pria ini kan?" ucap Ken sambil menunjukkan foto pria psikopat yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur di dalam ruangan yang terlihat seperti kamar.
"Jack! di...dia....," Jaka terkejut saat melihat foto saudaranya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah terlihat, tentu saja tidak terlihat dia desekap di hutan bung!
"Hah...kau masih mengenali saudaramu bukan, kau dan wanita ini akan mengalami hal yang sama dengannya!" ucap Ken berteriak.
"Jangan berteriak Ken, suaramu serak nanti!" goda Aiden.
"Ck...Aideeennnn...." geram Ken, bisa bisanya Aiden bercanda di tengah keadaan serius seperti ini.
"Upss.... lanjutkan lah heheh," balas Aiden.
Tuk
"Kau diam dulu Aiden," bisik Bima sambil menggetuk kepala Aiden.
"Kau siapa kau,kau apakan saudaraku? siapa kau sebenarnya?" teriak Jaka.
"Hmm karena kalian akan tinggal disini selamanya, aku akan memberitahukan siapa diriku," ujar Ken sambil bangkit berdiri dan berjalan mengitari mereka.
"Pertama aku adalah kakak Luna, kedua Luna adalah sahabat Andin darah daging kalian atau lebih tepatnya darah daging wanita di sampingmu itu!" ucap Ken.
"Maksudmu apa?" ucap Jaka.
"Kau pasti sudah tau kalau Andin bukan darah dagingmu kan bodoh, kau itu impoten!" ketus Ken.
Zea terbelalak, dari mana pria di depannya itu bisa tau semua rahasia kelamnya, begitu juga dengan Jaka, pantas saja Jaka dengan mudahnya ingin mencicipi tubuh gadis malang itu.
"dan yang terakhir aku adalah salah satu anak yang dibeli oleh saudara psikopatmu itu, kau pasti ingat dua anak yang tinggal di rumah besar Jack belasan tahun yang lalu kan?" ucap Ken yang kini dalam posisi menunduk di depan Jaka, wajahnya berada tepat di depan pria itu.
Jaka terbelalak, dia ingat dengan jelas dua anak yang selalu disiksa di mansion besar milik Jack.
"Ahh...jadi kau anak lelaki itu, ternyata kau masih hidup hahah, bagaimana dengan saudara perempuanmu itu, kali terakhir ku ingat tubuhnya diletakkan di jalanan setahuku dia masih bernafas waktu itu dan hampir mati sepertinya," ucap Jaka menyeringai, sepertinya dia bisa memanfaatkan situasi ini pikirnya.
Ken terkejut dengan ucapan Jaka, begitu pula dengan Aiden dan Bima, mereka berdua langsung bangkit berdiri saat mendengar itu.
"Apa maksudmu bajingan? bukankah si pria tua itu sudah membunuh adikku hah? apa maksudmu dia masih hidup waktu itu?" geram Ken sambil menarik kerah baju pria tua itu.
"Ck.....waktu itu adikmu belum mati, tapi sekarang pasti dia sudah mati dengan keadaannya waktu itu, " ucap Jaka.
"cihh aku sedikit kasihan dengannya, kakinya sudah membusuk dan tubuhnya lemah lebih baik waktu itu ku bunuh saja dia, tapi aku tidak suka membunuh anak-anak setidaknya aku membiarkannya mati di jalanan waktu itu," tambahnya lagi tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Brughh
Brughh
Brughh
Wajah Jaka di hantam oleh Ken berkali-kali, amarahnya kembali membuncah apalagi saat mendengar ucapan pria itu tentang adiknya.
"Si....a.....laaaannn...!!!" teriak Ken yang kini di puncak amarahnya, ia menghantam tubuh pria itu dengan sekuat tenaga sampai babak belur.
Zea menangis histeris saat melihat tubuh Jaka di hantam habis habisan, ia sangat takut, bukan takut karena kehilangan suaminya tapi takut bonyok di hantam tangan Ken dan malah merusak wajahnya.
__ADS_1
"Ken berhenti kau bisa benar-benar membunuhnya dengan tanganmu!" ucap Bima berusaha menahan tangan Ken.
"Kau tenang dulu!" bentak Aiden sambil menarik tangan Ken hingga pria itu mundur ke belakang.
Jika keadaan sudah seperti ini maka Aiden dan Bima akan mengambil alih keadaan, mereka tidak bisa membiarkan Ken membunuh seseorang.
Aiden dan Bima maju ke depan dan membiarkan Ken duduk di belakang.
"Kau bicaralah yang jelas, dan kau wanita tua kau pasti tau sesuatu kan?" ucap Bima menatap keduanya secara bergantian.
"Tentu aku tahu, aku akan memberitahukan kepada kalian dengan syarat.." ucap Zea dengan berani.
"Syarat?" ucap Aiden dan Bima saling bertatapan lalu mereka tersenyum devil.
"Katakan!" ucap Aiden sambil menyeringai. Zea malah merinding ketakutan saat melihat seringai di wajah Aiden.
"Emm...kaa...kalian ha..harus melepaskan kami terlebih dahulu maka aku akan memberitahukan semuanya, setelah itu biarkan kami pergi dari tempat ini!"ucap Zea.
"Hmmm? kau jelaskan dahulu maka kami akan melepaskan kalian itu yang jadi syaratnya," ucap Aiden merubah kesepakatan.
"Kalau begitu aku tidak akan berbicara," ucap Zea.
"Cihh....kau masih berani tawar menawar dengan kami, setuju atau tidak sama sekali!!" ucap Aiden dengan tegas.
Zea ketakutan, "ba..baiklah akan ku jelaskan tetapi kalian harus melepaskan kami nanti!" ucap Zea dengan suara bergetar, lain halnya dengan Jaka yang sudah tidak berdaya.
"Deal!" ucap Aiden dan Bima.
Zea pun menjelaskan bahwa adik Ken masih hidup waktu itu, memang saat di video itu Nana tidak bergerak sama sekali seperti sudah mati, namun tak disangka ternyata gadis kecil itu masih bertahan.
Tubuh Nana di buang di jalanan dekat hutan di kota Bali dalam keadaan mengenaskan. Banyak luka di tubuhnya dan pergelangan kakinya hampir putus karena sudah membusuk.
Semuanya dijelaskan oleh Zea. Ken, Aiden dan Bima membeku mendengar penuturan Zea, seketika mereka teringat pada Luna, gadis cantik yang mereka jumpai di Bali bersama sahabat mereka.
Zea mengatakan bahwa kemungkinan hidup anak kecil itu sangat tipis, kalaupun hidup pasti dia tidak bertahan lama.
Kan, Aiden dan Bima hanya diam, setelah mereka mendengar penjelasan Zea mereka bertiga keluar tanpa sepatah kata dan langsung berangkat lagi menuju Jakarta dengan helikopter mereka.
Jaka dan Zea dilepaskan sesuai kesepakatan mereka. Anak buah Ken tidak melakukan apa apa pada mereka dan hanya membebaskan mereka begitu saja lalu pergi dari tempat itu menggunakan helikopter seperti tuan mereka.
Jaka dan Zea berusaha mencari jalan keluar dari tempat itu, belum setengah jalan mereka sudah tidak bernyawa lagi dan tubuhnya bahkan tidak bersisa, mengapa?
Sebelum berangkat, anak buah Ken melepaskan Singa peliharaan Ken yang berjumlah 10 ekor dan akhirnya menyerang dan memangsa kedua orang itu.
Entahlah, apa ini setimpal dengan yang sudah mereka perbuat pada Andin, Luna dan Ken? tapi mereka meninggal mengenaskan tanpa jejak di hutan belantara.
Tuan Bara sendiri di kurung di balik jeruji atas berbagai tuduhan yang membuatnya dipenjara seumur hidup.
.
.
.
like, Vita dan komen guys, 😉😉
__ADS_1
Haissshhh,...reviewnya lama banget ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜