Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
87


__ADS_3

Ken, Aiden dan Luna tiba di rumah besar keluarga Park, jam menunjukkan pukul 10 malam.


Sejak pulang dari pesta tadi, Luna tampak diam, gadis yang biasanya cerewet itu tidak mengatakan apa-apa, ia hanya larut dalam pikirannya sendiri.


Ken dan Aiden menatap cemas pada gadis itu, sebaik apa pun Luna menyembunyikan kesedihannya tetap saja terlihat oleh kedua pria itu.


"Luna, jangan banyak pikiran ya dek, jangan sampai sakit hanya karena kejadian tadi, Kami tidak mau terjadi apa-apa padamu," ucap Aiden sambil menepuk bahu gadis itu, tapi dia hanya diam saja.


"Luna bicaralah, kenapa kau diam saja, jangan begini, kakak tidak suka, katakan saja, kumohon jangan seperti ini," ucap Ken sambil menggenggam tangan Luna dengan erat.


Mereka sekarang berada di dalam ruang santai rumah besar itu.


"Siapa nama wanita tadi kak?" Tanya Luna dengan nada datar dan tatapan dingin.


"Laura namanya Laura!" Ucap Ken langsung menjawab pertanyaan Adiknya.


"Baiklah," ucapnya.


Luna menatap Ken dan Aiden bergantian, dia tahu ada raut kekhawatiran di mata kedua pria itu.


Sedetik kemudian Luna tersenyum lembut, senyuman yang sangat tulus dan menyejukkan hati, gadis itu memeluk kedua kakaknya dengan erat.


Ken dan Aiden sempat terkejut, mereka saling menatap namun mereka lega Luna kembali tersenyum.


"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, jangan khawatir lagi, kalian akan melihat kekuatan seorang Luna, pembalasan dendam akan segera di mulai!" Ucap Luna seraya melepaskan pelukannya dengan seringai licik di wajahnya.


Glek


Aiden dan Ken menelan kasar Saliva mereka.


"Sejak kapan gadis cantik ini berubah menjadi nenek sihir jahat?"ucap Aiden dengan mata berkedip kedip heran sambil melihat wajah Luna.


"Pffthh hahahh, Na kau dikatai nenek sihir, hahahah memang cucok sih hahahah," Ken tertawa terbahak-bahak.


Luna mengerucutkan bibirnya, ia menatap kesal pada kedua pria itu. Sambil berkancah pinggang ia menatap keduanya dengan intens.


"Upsss... keceplosan hahahah, Ken ayo Laaariiiiii ada nenek siiihiiiirrr ngamuk hahahahah,"Aiden tertawa terbahak-bahak sambil berlari kencang meninggalkan Luna begitu juga dengan Ken.


"Hahaha, dasar nenek sihir tukang marah," ledek Ken sambil berlari.


"Kaaakkk...Keeennn, Kaaakk Aiiideeennnn...!" Teriak Luna kesal, ia berlari mengejar mereka di dalam ruangan besar itu.


Jadilah mereka bertiga kejar kejaran seperti anak kecil di dalam ruangan itu sambil tertawa.


"Wleeekk...Luna jelek Luna Jelek hahahaha....." Aiden meledek Luna sambil menjulurkan lidahnya kini pria itu ada di atas sofa.


"Luna coba tangkap kakak hahahah....gak kena gak kena, hahahhah," Ken menunjukkan bokongnya pada Luna sambil meledek gadis itu ia berlari.


"Sini kalian!!" Teriak Luna kesal.


Luna mengejar Ken sekuat tenaga, sayangnya Ken malah mempermainkan Luna .


Target Luna selanjutnya adalah Aiden karena Ken terlalu lincah, namun sama yang di kejarnya sudah seperti cicak yang melompat kesana kemari sangat sulit di tangkap.


"Haahhh....haaahh...kemari kalian dasar kurang umur!!" Pekik Luna kesal dengan tingkah kedua manusia itu.


"Hahahah, tangkap dong tangkap, kan nenek sihir punya sapi terbang eh sapu terbang maksudnya hahahah," tawa Aiden.


" ayo sini ayo sini hahahahah," goda Aiden yang malah menyempatkan diri mengecup pipi Luna saat ia melewati gadis itu.

__ADS_1


Cup


"Arghhhhh.....pipi kananku ternodai kak Aiden!!!" Teriak Luna sambil menggosok gosok pipinya.


Cup


Satu kecupan lagi mendarat di pipi Luna yang lain.


"Tiiidaaakkkk.....yang ini kena bibir kak Keennn arghhhhh, dasar pria pria tua!!"teriak Luna kesal


"Ahahahahah hahahhahah,"


Luna masih kekeh mengejar mereka, nafasnya tersengal-sengal mengejar kedua manusia tengil itu.


Gubrakkk


Mata Luna tertuju pada sesuatu di depannya yang jatuh membentur lantai dengan keras tapi dengan posisi yang sangat aneh.


"Pffthh hahahaha hahahhahah, rasain ahahahahah," Luna tertawa terbahak-bahak, cepat-cepat ia mengeluarkan ponselnya lalu mengabadikan moment itu dengan sebuah jepretan kamera.


Cekrek


Brak


Aiden mendorong tubuh Ken dari atas tubuhnya, bibir mereka bersentuhan tidak sengaja karena Ken terjatuh tepat di hadapan Aiden.


"Arhhhh...tiiidaaaakkkkk bibir mahaaaalkuuuu!!" Teriak Aiden histeris sambil menggosok gosok bibirnya dengan kedua tangannya.


"Arghhhh bibirku tidak perjaka arhhh tidaaakkk," teriak Aiden frustasi.


Sementara Ken dia terdiam mematung seperti orang gila sambil memegangi bibirnya yang baru saja bersentuhan dengan bibir kenyal milik Aiden.


"Aku...sudah tidak perjaka!" Wajah Ken lesu, ia malah bengong tak bisa berbuat apa-apa.


Di sisi Lain, Luna tertawa terbahak-bahak melihat wajah puas keduanya setelah kejadian itu. Luna sampai terduduk di lantai sambil memukul-mukul lantai karena terlalu lucu.


Karena tidak hati-hati, Ken dan Aiden yang sama-sama berdiri di atas sofa terjatuh dan akhirnya terjadilah kejadian paling tidak bisa mereka lupakan seumur hidup mereka.


Aiden dan Ken bersitatap,


"Arghhhhh........ tiiidaaaakkkkk," teriak Keduanya langsung bangkit berdiri lalu berlari ke kamar masing-masing untuk mencuci bibir mereka berharap bibir nya kembali seperti semula padahal bentuk tetap seperti itu sejak dulu.


Luna tertawa terbahak-bahak, ia beranjak ke kamar, beruntung kamar di rumah itu kedap suara sehingga tidak akan terdengar jika ada yang berbuat keributan seperti tadi.


Luna masuk ke dalam kamarnya, ia menutup pintu lalu dengan segera membersihkan dirinya.


Di kamar Aiden dan Ken mereka saling merutuki, entah kesialan apa yang menimpa mereka hari ini.


"Sialan kau Ken, kau sudah mengambil ciuman pertamaku!!" Gerutu Aiden sambil menggosok gosok bibirnya dengan sabun pembersih wajah.


"Arghhhh...ini karma karena mengerjai gadis kecil itu,haiisshhh!" Kesal Aiden.


"Awas kau Aiden, kau membuatku terjatuh dan menimpamu, haisshh sial ciuman pertamaku arghhhh kenapa harus bibir pria sialan itu arkkhhhhh," Ken mengeraskan rahangnya, ia begitu geram, kesal sekaligus marah.


"Haissshhh ini karma !!" Ucap Ken sambil menggosok bibirnya dengan pembersih.


Bagaimana bisa ciuman pertama kedua pria itu....ah...sudahlah.


Sementara itu di dalam kamar, Luna yang sudah bersih-bersih duduk di depan meja rias.

__ADS_1


Ia menatap semua skin care yang tertata rapi di meja riasnya, banyak sekali dan selalu tersedia disana, ia tahu suaminya yang menyiapkan itu semua untuknya.


Dengan lembut Luna memoles krim malam ke wajahnya. Setelah selesai dengan serangkaian skin care rutinnya Luna beranjak menuju tempat tidur.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia melihat nama seseorang disana, salah satu kakak yang juga sangat posesif padanya siapa lagi kalau bukan Bima.


"Halo kak ada apa?" Tanya Luna sambil melambai pada Bima sebab mereka sedang melakukan video call.


"Apa kalian sudah di rumah? " Tanya Bima.


"Sudah kak, kakak bagaimana disana? Apa pekerjaanmu sudah beres? Kapan kakak pulang? Jangan terlalu lelah kak, nanti kakak bisa sakit, kalau kakak sakit nanti kita tidak bisa berkumpul bersama, kakak makan yang benar jangan makan yang aneh-aneh!" Oceh gadis itu.


Inilah yang diharapkan Bima saat menelepon Luna, ia ingin mendengar ocehan gadis yang sudah dianggapnya seperti adik kandungnya itu.


"Pekerjaan kakak masih ada kendala,tapi besok kakak akan pulang ke Jakarta, kakak tidak lelah dan makan dengan benar kok," jawab Bima dengan Lembut walaupun sebenarnya dia merasa sangat lelah baik tubuh maupun pikirannya.


"Ahhh baguslah," ucap Luna sambil tersenyum manis.


"Ehh...kak ada panggilan dari Gama, gimana dong, atau kita gabung aja kali ya biar Video Call bertiga," ucap Luna saat melihat notifikasi di ponselnya.


"Oh, gak papa Luna, kakak juga ada kerjaan nih kamu lanjut aja sama Gama, toh besok kita ketemu," ujar Bima.


"Baiklah, selamat malam kak, oh iya Luna kirim foto ke kakak nanti di lihat ya," ucap Luna sambil tersenyum.


"Baiklah selamat malam Luna cantik!" Ucap Bima mengakhiri panggilannya.


Luna menyempatkan diri mengirimkan foto yang di ambilnya tadi pada Bima, setelah itu dia mengangkat panggilan suaminya.


"Halo sayang!" Ucap Luna menyambut suaminya dengan senyuman sumringah.


"Kenapa lama jawabnya sayang?" Tanya Gama sambil mengerucutkan bibirnya.


"Heheh, maaf tadi habis di telpon kak Bima," jawab Luna.


"Ohhh jadi kamu mengabaikan panggilanku karena Bima yang telpon nih?" Ujar Gama berpura-pura berwajah kecewa.


"Ck...jangan mulai deh sayang, tadi kan Kak Bima yang telpon duluan, terus kamu nelpon pas kita lagi ngomong, justru kamu yang gangguin kita," Tukas Luna.


"Ya jadi aku pengganggu ya, kalau gitu aku matiin deh," ucap Gama cemberut.


"Ya elah ngambek, ya udah matiin, emang kamu gak kangen sama istri kamu ini ya?" Ujar Luna menatap Gama dengan tatapan mengejek.


"Hehehe, kangen banget sayang, padahal baru beberapa jam kita pisah," ucap Gama sambil tersenyum.


"Aku juga kangen, " ucap Luna sambil menatap wajah suaminya di layar ponsel itu.


"Kapan kamu pulang? Jangan lama lama ya, di kamar aku sendirian, gak enak gak ada kamu," ucap Luna dengan wajah cemberut.


"Sabar ya, setelah urusan disini selesai dan pengobatan ku berhasil aku akan pulang," ujar Gama.


"Baiklah, kamu yang semangat ya, kamu pasti bisa sembuh!" Ujar Luna.


"Terimakasih sayang," ucap Gama.


" Sayang aku mau cerita," ucap Luna dengan wajah yang tiba-tiba sendu.


.


.

__ADS_1


.


jangan Lupa like, vote dan komentarnya ya reader 😊😊😊


__ADS_2