Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
60


__ADS_3

..."Aku lebih baik mati jika disiksa seperti ini terus, Tuhan tolong aku!!!"...


...-Andin-...


..."Kenapa aku sakit saat melihat dirinya disiksa? perasaan apa ini?"...


...-Mark Lee-...


...****************...


Di sebuah rumah sederhana di Desa Bali yang tenang tampak kemarahan menyelimuti rumah itu.


Plakkk


Plaakk


Sreettttt


"Dasar anak kurang ajar! tidak tau diri, tidak tau diuntung!!!" bentak seorang pria paruh baya yang guratan wajahnya sangat mirip dengan seorang gadis yang terjatuh ke lantai setelah mendapatkan tiga tamparan dan jamb**kan di rambutnya.


"Am..ampunn...Pa...am...ampuuunnnn, hiks hiks hiks hiks," gadis yang tak lain adalah Andin itu bersimpuh di bawah kaki Papanya memohon ampun.


Selama sebulan ini dia mendapatkan penyiksaan dari Papanya. Awalnya Andin bekerja di sebuah panti jompo, gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.


Ayah dan ibunya tidak bekerja, mereka melimpahkan semuanya pada anak mereka satu-satunya.


Dua bulan yang lalu mereka memaksa gadis itu bekerja di sebuah panti jompo setelah memaksanya bekerja di sebuah cafe yang pemiliknya seorang pria tampan dan kaya.


Sebulan lalu ia dipaksa keluar dari panti jompo dan di suruh bekerja sebagai pelayan wanita di bar dengan maksud supaya ada pria tampan yang mengambilnya sebagai istri atau simpanan pun tak masalah yang penting pria itu kaya.


"Aku menyuruhmu tidur dengan pria itu di hotel supaya kita bisa menikmati uangnya, tapi apa yang kau lakukan? kau malah membuatnya kesakitan dasar wanita j*l**ng!!!" bentak Papa Andin sambil memukul wanita itu dengan tangannya sendiri.


Plakk


bughhh


Papa Andin menghajar habis-habisan gadis itu, sedangkan ibunya hanya tersenyum sinis menatap Andin yang tidak berdaya di lantai, bahkan seluruh tubuhnya kembali mengalami memar, luka yang kemarin saja belum sembuh di tambah lagi dengan luka saat ini.


Hancur sudah dunia Andin, tak ada yang menyayangi di dunia ini. Bahkan orang yang sangat disayanginya ia tinggalkan agar tidak khawatir padanya.


Orangtuanya memang terkenal keras dalam mendidik Andin. Mereka tidak segan-segan memukul gadis itu di hadapan warga desa. Inilah yang menjadi titik kekhawatiran Luna, ia tahu kalau gadis itu pasti dalam bahaya.


"Pokoknya hari ini juga kau harus tidur dengan pria tua itu, untung juga kau masih perawan, dia mau membelimu dengan harga yang sangat fantastis hahahaahha,"


Papa Andin tertawa sepuas-puasnya, beberapa hari yang lalu mereka pergi ke hotel untuk menyerahkan Andin pada seorang pengusaha kaya yang tertarik padanya, namun Andin berhasil lepas dari pria hidung belang itu.

__ADS_1


Andin memukuli pria itu saat akan beraksi untuk menyentuh tubuhnya. Mengetahui hal itu Papa Andin murka, ia menyeret Andin keluar dari kamar itu, setelah nya mereka berpapasan dengan seorang pria tua hidung belang.


Papa Andin menawarkan gadis itu pada pria tua yang terlihat bernafsu ketika menatap Andin yang memang termasuk gadis cantik dan mempesona.


Papa Andin mendekati gadis yang tersungkur di lantai rumah yang dingin itu.


Pria itu menarik rambut Andin hingga membuat gadis itu menatap ke arahnya. Papa Andin melihat wajah polos anak kandungnya sendiri dengan seringai jahat, ia mengelus wajah itu dengan jarinya.


"Seandainya kau tidak ditawari dengan harga 3 M untuk keperawananmu, aku sudah terlebih dahulu mencicipi tubuh manismu ini anakku sayang," ucap Papa Andin dengan tatapan psikopath dan n@..fsu yang mulai membuncah memandang dada gadis itu.


Air mata Andin berjatuhan, hatinya hancur seketika saat mendengar ucapan dan tatapan penuh ***** ayah kandungnya sendiri.


"S****t !!" ucap Papa Andin saat merasakan sesuatu di bawah sana mulai bangkit.


Brukk


Ia melemparkan kepala Andin hingga membentur lantai dan gadis itu pingsan tak sadarkan diri akibat benturan yang cukup keras di dahinya.


"Ma besok dandani gadis buluk ini, kita akan menjualnya pada pria tua itu, dia akan membayar mahal untuk keperawanan gadis ini hahahah," ucap pria itu sambil bangkit berdiri.


"Tapi sebelum itu layani aku dulu, ini sudah sangat sesak!" ucap pria itu dengan tatapan penuh hasrat pada istrinya sambil menunjuk sesuatu yang sudah tegak di bawah sana.


"Astaga kau memang sudah gila sayang, kemarilah aku akan memberi servis khusus padamu," ucap wanita itu dengan tatapan menggoda pada suaminya.


"Kenapa kau begitu membencinya, dia juga anak kandung kita, seharusnya beri ruang agar dia bernafas sedikit," ucap wanita itu.


"Ohh...emmphhh....apa kau mau menjalani peran ibu yang baik sekarang Zea?" ucap Papa Andin yang biasa dipanggil Jaka, kini pria itu tengah bermain di dada istrinya.


"Ck...dia juga darah daging kita, setidaknya beri dia sedikit kelonggaran," ucap Zea berdecak kesal.


"lagi pula kalau dia mati, pria itu tidak akan jadi memberi uang banyak pada kita, kau gunakan akal sehatmu sedikit sayangku," ucap Zea yang akan pikirannya masih bisa bekerja dengan seadanya.


"Hmmm...terserahmu lah, pokoknya besok kita akan membawanya pada pria itu, setelah itu kita pergi ke luar negeri, aku sudah bosan di negara ini!" ucapnya sambil menegakkan badannya di depan istrinya menunjukkan pusaka yang tegak berdiri di hadapan liang kenikmatannya.


"Emphhh... baiklah, kau memang psikopat tapi aku sangat menyukai itu, kau sama saja dengan saudara gilamu itu," ucap Zea di tengah kenikmatan dunia yang kini sedang memenuhi hasratnya.


"Kami berbeda sayang, dia itu gila dengan anak-anak, kalau aku masih waras aku tidak akan membunuh atau menyiksa anak-anak sebelum mereka tumbuh dewasa seperti dia pastinya," ujar Jaka dengan wajah dipenuhi hasrat.


Mereka melakukan aktivitas panas mereka sampai beberapa ronde. Bagaikan tidak pernah lelah padahal umur mereka hampir kepala lima, mereka melakukannya dengan berulang kali dan itu di depan tubuh anaknya sendiri yang tidak sadarkan diri.


Entah apa alasannya, Zea dan Jaka sangat membenci anak kandung mereka itu, anak hasil percintaan panas mereka yang bagi mereka hanya menjadi beban.


Zea sedikit pun tidak mempunyai kasih sayang sebagaimana sosoknya sebagai seorang ibu, apalagi Jaka ia sangat membenci kehadiran gadis berusia 23 tahun itu.


Sewaktu kecil, Jaka berniat memberikan gadis itu pada saudaranya memang sangat gila dan golongan psikopat garis keras.

__ADS_1


Hanya saja karena sedikit iba, Zea melarangnya dan mengatakan bahwa dia akan bermanfaat bagi mereka suatu saat nanti.


Dan benar saja saat mereka kehabisan akal mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka, Andin dimanfaatkan bekerja sebagai babu.


Tak ada warga desa yang tahu, sebab jika di luar mereka akan tampak harmonis, walaupun terkadang mereka memukulnya di hadapan umum, mereka beralasan itu hanya satu bentuk kasih sayang mereka agar anak gadis mereka tidak salah arah.


Keesokan harinya tepat pukul sembilan pagi mereka bangun dari tidur mereka yang melelahkan.


Byurrr.....


Jaka menyiram tubuh Andin dengan air yang sangat dingin.


Andin melenguh, luka lukanya yang masih berbekas terasa sangat nikmat perih, kepalanya juga sakit dan tubuhnya sangat lemah.


"Ergghhh..."


"Cepat bangun anak sialan!!" bentak Jaka dengan suara kerasnya.


"Sayang jangan berteriak, berikan saja uang padanya, lalu suruh beli makan ini sudah terlalu siang kita akan terlambat nanti," ucap Zea yang sudah memakai pakaiannya.


"Mm...kau pergilah beli makanan untuk kami, ingat seperti biasa! beli juga untukmu agar kau punya tenaga melayani pria itu!" ucap Jaka sambil melemparkan beberapa lembar uang ke wajah Andin.


Andin hanya diam, ia bangkit berdiri dan memungut uang itu.


"Cepat!!!" bentak Jaka.


Andin keluar dari rumah dengan perasaan sakit, ia berlari sekuat tenaga menjauh dari rumah itu.


"Aku harus lari, hiks hiks tapi kemana," ucap Andin yang kini terus berlari tanpa arah hingga ia sampai di dekat jembatan rumah Luna.


"Luna, aku akan kesana hiks hiks Luna tolong aku, tolong aku Luna," tangis Andin tersedu-sedu, kakinya sudah sangat lelah ia memilih berjalan menuju rumah itu.


Namun saat seseorang menghentikan dirinya.


.


.


.


Like, Vote dan komen πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‰


kasihan Andin😒😒


Apa Andin di buat meninggal aja?

__ADS_1


__ADS_2