
Semua mata tertuju pada seorang gadis yang menghampiri mereka sambil berlenggak lenggok dengan pakaian seksinya yang menggoyahkan iman para pria yang matanya jelalatan.
Lain halnya dengan Luna, gadis itu cuek saja ia terus melanjutkan makannya. Ken dan Aiden hanya melirik ke arah gadis itu lalu perhatian mereka kembali pada Luna yang terlihat sangat santai.
"Anak pelakor datang, eh..ups calon pelakor juga sepertinya," gumam Luna sambil mengunyah cakenya, ia tersenyum tipis.
Ken dan Aiden tidak percaya dengan apa yang mereka dengan dan lihat.
"Mampus, senyumnya sangat menyeramkan!" Batin Aiden saat melihat senyum tipis di bibir Luna.
"Sifat Mama benar-benar turun pada kami berdua," batin Ken.
"Hai kak Aiden, Ahh kak Ken kenapa kakak tidak pulang ke rumah kita?" Ucap Gadis itu seraya ingin duduk di samping Ken tepatnya diantara Ken dan Luna.
Lun menggeser tubuhnya lalu duduk miring sehingga tak tersisa tempat untuk gadis yang adalah Laura itu.
"Nyam nyam nyam, kak kau mau?" Ucap Luna pada Aiden, dan Aiden mengangguk.
"Hei nona tolong geser sedikit aku mau duduk di samping kakakku," ucap Laura sedikit membentak Luna.
Teman - teman Aiden memperhatikan mereka, mereka cukup terkejut melihat Luna yang tidak menggubris Laura.
Mereka tau Laura itu gadis seksi yang sangat terkenal dan di gadang gadang menjadi calon nyonya Park di J.B Group, tentu hal ini karena rumor yang sengaja ia sebarkan dengan mengatakan bahwa dia adalah kekasih Gama.
"Eh maaf siapa ya? Kakakmu yang mana disini?" Ucap Luna pura pura tidak tau.
"Dia kakakku!" Ucap Laura sambil menunjuk Ken yang sedang menatapnya dengan kesal dan geram.
Luna masih dengan posisi duduknya yang miring.
" Ohhh ya sudah duduk saja, ini kak Aaaa..." Ucap Luna cuek dan malah melanjutkan suapannya pada Aiden.
"Geser!" Ketus Laura.
"Ck....sayang apa dia adikmu? Kenapa dia sangat tidak sopan padaku?" Ucap Luna yang langsung mengubah posisi duduknya dan bergelayut manja di lengan Ken seperti seorang anak kecil.
"Sa..sayang?" Batin teman teman Aiden.
"Mulai lagi," batin Ken dan Aiden.
"Sayang? Kau siapa? Apa kau calon kakak iparku?" Tanya Laura tiba-tiba berubah menjadi lembut, ia ingin duduk di samping Luna namun Aiden langsung menggeser tubuhnya dan mendekati Luna dengan duduk miring.
"Ck...tuh kan dia bahkan tidak mengenaliku, dia bilang kalau dia adikmu, kenapa dia tidak kenal padaku sih sayang, honeyku, sweetyku, cintaku," ucap Luna dengan suara imut seperti anak-anak sambil membelai wajah kakaknya.
"Aku saja tidak kenal dengannya sayang, aku mana punya adik sepertinya," ucap Ken melakukan aktingnya dengan mengecup pipi Luna.
Cup
"Jangan ngambek ya, aku benar benar gak tau," balas Ken yang dianggukkan oleh Luna.
Aiden berusaha menahan tawanya sekuat tenaga saat melihat akting mumpuni kakak beradik itu.
"Jadi kau siapa nona? Kekasihku tidak mengenali mu kenapa kau mengaku sebagai adiknya?" Tanya Luna dengan tatapan tidak suka pada Laura.
"A..aku...aku benar benar adiknya kak Ken, dan..a..aku aku kekasihnya Gamaliel Park sahabat Kak Ken!" Ucapnya dengan lantang dan berani sehingga membuat semua orang menatap ke arah Laura yang mengaku sebagai kekasih seorang tuan Gama yang terkenal dingin dan kejam.
"Pffthh hahahaha hahahaa, hahahaha, maafkan aku hahahah," Luna tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Laura.
__ADS_1
Teman-teman Aiden, Laura bahkan kedua pria tampan itu terkejut mendengar suara tawa Luna.
"Huahahaha, kalian dengar ucapannya kan hahahah, apa kalian percaya itu hahahah, aduh maafkan aku Tante eh ups hahaha, maaf kak, hanya saja kau terlalu lucu hahah," Luna tertawa sambil memegang perutnya.
"Ck...aku memang kekasihnya Gama, kenapa kalian tidak percaya?" Ketus Laura yang langsung duduk di sisi lain dimana Ken duduk.
Ingin rasanya Laura mencabik-cabik gadis itu, namun ia berusaha menjaga imagenya di depan orang orang penting di pesta itu.
"Hahahah, sayang mana ponsel ku tadi, akan kita buktikan apakah ucapan nona ini benar, aduh perutku sampai keram hahah," Luna berusaha mengendalikan dirinya.
Ken menyerahkan ponsel Luna, dia hanya diam saja menyaksikan aksi adiknya itu.
"Apa kau akan menghubungi Gama?" Tanya Aiden.
"Iya, sebentar ya, ummm namanya aku simpan apa ya?" Ujar Luna sambil berpura-pura berpikir.
"Nah ini, my handsome boy!" Ucap Luna sambil menunjukkan layar ponselnya berisi kontak Gama yang diberi foto pria itu saat tidur.
Laura membelalakkan matanya, bagaimana bisa gadis yang tidak tau asal usulnya dari mana ini memiliki nomor Gama pikirnya.
Aiden geleng-geleng kepala, sebenarnya ia ingin tertawa keras disana tapi ia masih bisa menahan dirinya.
"Kita hubungi Pria tampan ini ya," ucap Luna.
"Eh kebetulan dia nelpon, kita angkat ya," Luna mengangkat panggilan video itu lalu menyalakan mode loud speaker.
"Astaga kalian kemana saja, kenapa baru mengangkat panggilanku sekarang hah? Apa kalian masih di pesta itu? Mana Ken dan Aiden,kenapa kau senyum senyum seperti itu, jangan tersenyum nanti orang lain lihat, kenapa kau sangat cantik, kenapa kau tidak mengangkat panggilanku sayaaaangggg," cerca Gama yang langsung bernafas lega saat istrinya mengangkat panggilannya.
"Heheh maaf, kami sedang makan tadi, apa kau sudah makan malam? Kenapa tidak langsung menelepon tadi saat sudah sampai, kenapa wajahmu pucat, apa salepnya udah di oles?" Tanya Luna.
"Ohh begitu, aku sudah makan, tadi istirahat dulu aku kelelahan dan sedikit demam tadi tapi tidak ada masalah sekarang demamnya sudah sembuh, salepnya sudah di oles," ucap Gama menjawab semua pertanyaan Luna sambil tersenyum.
Tak ada yang tau hubungan seperti apa yang dimiliki keduanya.
"Sayang," ucap Luna sambil mengedipkan matanya dan tersenyum sumringah. Gama mengerti maksud gadis ini, pasti ada sesuatu yang akan di lakukan oleh gadis itu pikirnya.
" Nona, bicaralah dengan kak Gama, bukankah kau kekasihnya? Kak dia mengaku sebagai adiknya kak Ken dan baru saja dia bilang kalau dia kekasihmu," jelas Luna dengan suara manja seperti anak-anak.
"Apa itu benar hmm?"tanya Luna dengan mata berkedip kedip.
"Memang siapa itu? Coba arahkan kameramu padanya," ucap Gama dengan nada bicara yang sudah berubah, kali ini suaranya terdengar sangat dingin.
"Ini dia," ucap Luna mengarahkan ponselnya pada Laura.
"Ha? Siapa itu? Aku bahkan tak ingat wajahnya, berani sekali kau mengaku sebagai kekasihku nona!" Bentak Gama.
Bahkan bentakan Gama versi virtual saja bisa membuat semua orang yang mendengar mereka bergetar ketakutan.
"Tuan Gama marah!" Batin teman teman Aiden.
"Sa...saya Laura tu..tuan, Bu..bukankah Anda mengatakan akan memberi saya kesempatan menjadi kekasih anda?" Ucap Laura tanpa tau malu.
"Kekasih? Hahahhaha,jangan bermimpi bodoh!" Bentak Gama
"Pfftttthhh..dia kepedean sekali," bisik teman wanita Aiden.
"Kasihan sekali dia dipermalukan sampai dua kali," bisik yang lain.
__ADS_1
"Hahahhahahahaah," seseorang tertawa sangat keras, akhirnya tawa yang di tahan Aiden pecah, ia tak sanggup menahan tawanya di depan mereka.
"Aiden tertawa?" Teman temannya melongo saat melihat pria itu tertawa terbahak-bahak, sebuah pemandangan yang sangat langka.
"Sayang mana wajahmu, jangan arahkan kameranya ke wajah manekin itu!"kesal Gama.
"Ah maaf maaf, aku merindukan mu!!" Ucap Luna kembali berbicara pada suaminya.
"Hmm aku juga, cepatlah pulang jangan lagi disana, tempat itu tidak baik untuk kalian," ujar Gama.
"Baiklah, kalau begitu nanti ku telepon lagi, bye bye sayang!" Ucap Luna.
"Bye " balas Gama.
Luna mengakhiri panggilannya, ia menatap Laura dengan tatapan tajam.
"Ck..ck..ck.. sebenarnya anda siapa nona? Kenapa mengaku sebagai kekasih kak Gama dan adiknya kak Ken, bahkan mereka saja tidak ingat dengan Anda!" Ketus Luna.
"Ck...aku memang dekat dengan mereka, lalu kau siapa?" Balas Laura.
"Aku kekasihnya Ken," ujar Luna sambil tersenyum.
"Lalu kenapa kau begitu dekat dengan Aiden dan Gama? Kau siapa? Aku tak pernah melihatmu!" Kesal Laura.
"Hmmm? Pengen tau ya? Atau mau tau banget?" Goda Luna.
"Ck..aku pergi saja, kak Ken pulanglah ke rumah, kami merindukan mu!" Ucap Laura sambil beranjak pergi dengan wajah kesal, wajahnya memerah karena dipermalukan dua kali oleh gadis itu, ia mencoba menguasai dirinya agar citranya tidak buruk di depan orang-orang penting itu.
"Pffthh hahahahha, hahahahah, kak Ken pulanglah kami merindukanmu nyenyenyenye hahahhahah," Luna tertawa terbahak-bahak.
"Kau lucu sekali Luna, kau bisa bisanya membuat gadis itu kalah telak hahahah," Aiden menepuk kepala Luna dengan lembut.
" Luna di lawan hahah," kekeh Luna.
" Kak Ken, kenapa diam saja hmm?" Tanya Luna lembut. Aiden memberi kode kepada teman-temannya agar pergi dari sana, dan mereka pergi dengan tenang.
Ken langsung memeluk Luna dengan erat dan menepuk pundak gadis itu.
"Kalau kau mau menangis jangan di tahan ya," ucap Ken.
Deg
Luna terdiam, bagaimana kakaknya bisa tau kalau dia sedang sedih ketika melihat secara langsung anak hasil perselingkuhan Papa mereka selama bertahun-tahun.
Hanya saja Luna sangat pintar menyembunyikan rasa sakitnya dengan tawanya yang begitu keras dan puas.
Aiden menepuk punggung Luna yang sedang dipeluk oleh Ken. Dia paham kalau gadis itu sedang sedih sekarang.
"Ayo kita pulang kak, hiks hiks hiks," Luna menangis pelan, ia berusaha menahan dirinya agar tidak menangis tersedu-sedu.
Akhirnya mereka pulang dengan perasaan tak karuan.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya 😊😉😉😊