Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Hilang


__ADS_3

Vanya berlari dengan berlinang air mata, dia menghamburkan pelukannya pada Alex. Dia memeluk erat suaminya sambil menangis tersedu-sedu tanpa memperdulikan tatapan mata orang yang melihat dirinya hanya berbalut piyama, sebenarnya dia sedang cuti kerja karena moodnya tidak bagus.


"Ada apa sayang" ucap Alex khawatir, dia tidak bisa melihat istrinya menangis dan bersedih, kalau bisa jangan pernah Vanya mengeluarkan Ari mata kesedihan.


Vanya masih belum bicara, Alex memeluk Vanya dengan erat, dia dapat merasakan kesedihan dari istrinya itu.


"Hiks hiks hiks.... Maafkan aku, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih, maafkan aku sayang, maaf karena membuatmu khawatir," tangis Vanya tersedu-sedu.


Mendengar itu Alex menatap wajah istrinya yang sudah sembab dengan air mata yang mengalir deras dari kedua pelupuk matanya.


"Husshhh jangan sedih sayang, jangan menangis,lagi, kalau kamu tidak menangis dan tidak sedih maka rasa khawatir ku juga hilang, tenang ya, semua akan baik baik saja," ucap Alex menenangkan istrinya dengan lembut.


Hal inilah yang membuat para karyawan Alex takjub dengan pria itu, Dia benar-benar sangat menghargai istrinya dan bersikap lembut dengan Vanya di depan mereka, tentu saja Ini membuat siapapun bahkan Chika sampai geram dibuat nya karena terbakar api cemburu.


"Sial, sia sia aku ngomporin wanita mandul itu selama ini, kenapa mereka gak pisah juga sih,!!" Cika berdiri menatap mereka sambil menggerutu kesal.


Alex masih memeluk istrinya, dia menatap wajah itu, bahu Vanya masih terlihat naik turun karena terisak.


"Maaf ya," lirih Vanya lagi sambil menatap wajah Alex dengan mata berkaca-kaca.


"Iya sayang, gak apa apa, jangan sedih lagi ya, aku khawatir, kan udah jelas aku bilang, mau kita punya anak atau tidak, nggak bakalan ada yang bisa memisahkan kita sayang, termasuk..." Alex berbalik sambil menatap seseorang dengan tatapan marah sambil mengeraskan rahangnya.


"TERMASUK DIRIMU CIKA!!!" Bentak Alex dengan mata berapi api.


Cika terbelalak kaget begitu juga dengan karyawan yang lain, Alex sengaja berbicara di depan mereka semua agar semua orang tahu bahwa Alex tidak akan pernah meninggalkan Vanya.


Cika cukup terkejut dengan bentakan dari Alex bahkan membuatnya sampai jatuh sekali lagi ke atas lantai yang keras.


Brukk...


"Ke... Kenapa saya Pak?" Ucap Cika yang sedang berpura-pura menjadi korban padahal dia yang menghina dan mengejek hanya karena tidak bisa memiliki anak pada usia pernikahan mereka sudah 4 tahun.


"Hah... Cuih!!!" Alex menatap jijik ke arah Cika.


Dia masih setia memeluk Vanya, dia tak akan membiarkan seorangpun merusak hubungannya dengan sang istri termasuk para ulet keket yang berkeliaran dan berusaha menggoda dirinya.


"Kau pikir aku tidak tau apa yang kau katakan pada istriku akhir akhir ini wanita BANGSAT !!!!!" Pekik Alex sampai pembuluh darah nya tercetak jelas di leher dan kepala pria itu.


Glekkk


Menyeramkan, hanya itu satu satunya kata yang bisa menggambarkan kemarahan seorang Alex saat ini. Mereka tak pernah melihat Alex sampai semarah itu, kali ini dia benar benar berubah menjadi setan karena ada yang berani mengusik wanita yang dicintainya.


"Ta...tapi pak... Sa...saya tidak melakukan apa pun, saya hanya mengatakan fakta kalau Vanya tidak bisa punya anak itu saja," ucap Cika sambil bangkit membela diri dan berusaha menyudutkan Vanya.


"Mungkin dia yang terlalu kepedean, saya menyampaikan itu karena peduli pada Pak Alex yang....."


"DIAM KAU WANITA JAL4NGGG !!!!" Alex berteriak marah, wajahnya memerah tapi dia masih memeluk istrinya dengan erat, dia tak ingin Vanya di sakiti dengan kata kata itu lagi.


Para karyawan sampai menghentikan pekerjaan mereka dan menatap kearah Alex Chika dan Vanya, mereka bahkan tidak menyangka sama sekali kalau Cika akan melakukan hal seekstrim itu untuk mendapatkan Alex.


"Kau pikir kau akan lepas dari hal ini? Tidak akan pernah Cika, kau ku pecat hari ini juga dan kau akan ku kirim ke negara asalmu di Afrika!!" Ucap Alex dengan kemarahan yang benar benar tak bisa di bendung lagi.


"Afrika?" Ucap Cika, seketika dia ingat dnegan nasibnya yang malang karena menjadi budak disana, niatnya memang dari awal sudah buruk, dia berusaha mencari pria pria kaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, di awal masuk sebagai sekretaris Alex dia tampak seperti seseorang yang profesional namun akhir akhir ini dia tampak menunjukkan sifat aslinya yang membuat Alex merasa risih.


"Tidak.... Kumohon jangan kirim aku kesana, tidak Pak kumohon!!!!" Teriak Cika samjil memohon mohon di depan Vanya dan Alex.


"Cih.... Pengawal bawa dia dan segera kirim ke negara asalnya, " ucap Alex datar, dia lalu membawa istrinya masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Kalian bekerjalah ingat kejadian ini dan Jangan sampai terulang lagi," titah Alex yang dianggukkan oleh Karyawannya.


Sebenarnya beberapa hari lalu, Alex mendapatkan informasi dari Luna kalau Vanya ternyata memiliki alasan hingga dia depresi tentang belum memiliki anak.


Luna yang merasa aneh dengan Vanya yang dia kenal sebagai orang yang periang tiba tiba banyak berubahnya dan sering menghindar dari mereka, ternyata penyebabnya adalah sekretaris Alex sendiri yang mengejek dan merendahkan Vanya saat wanita itu akan berkunjung ke rumah kerja suaminya.


Luna mengirimkan sebuah video berisi rekaman di mana tampak jika menjelek-jelekkan dan menghinakan bahkan sampai membuat wanita itu dan tidak jadi menemui Alex di kantornya.


"Kau harus sadar Vanya kau itu hanya seorang wanita mandul yang tidak berharga, toh sebentar lagi Alex akan meninggal dirimu, kau pasti tidak dibutuhkan lagi karena kau bukan wanita yang sempurna!!!" Ejekan Cika itu begitu jelas terngiang di kepala Alex, banyak lagi yang dikatakan Cika sehingga membuat mental Vanya drop.


Pantas saja akhir akhir ini Vanya jarang mengunjungi rumah kerja suaminya, ternyata ada belatung busuk yang harus di basmi.


Dia benar benar marah saat mendapati info itu, akhirnya jawaban dari kegelisahannya ditemukan dan hari ini dia membasmi belatung itu dengan tangannya sendiri.


"Tidak Pak kumohon... Aku mohon maaf sebesar-besarnya, aku mohon ampuni aku sekali ini saja hiks hiks hiks, kumohon Pak, nyonya Vanya maafkan aku, aku.... Aku bersalah maafkan aku,..." Tangis Cika tersedu sedu sambil mengakui kesalahannya di depan Alex dan Vanya.


Vanya berhenti, dia berbalik dan menatap Cika yang meringsut di atas lantai sambil memohon maaf.


Vanya menatap suaminya seolah meminta ijin untuk berbicara, dan Alex paham.


"Cika... Ku harap kamu merasakan apa yang kurasakan saat kamu menghina ku dengan cara seperti itu, hatiku robek karena perkataan mu, tega sekali kau sebagai seorang wanita melakukan itu, sakit sekali saat kau dihina karena tidak bisa memiliki anak," ucap Vanya, tanpa dia sadari air matanya kembali menetes.


Deghh


Cika tersadar kalau dia salah, tetapi Mereka terlanjur sakit hati dengan semua ucapan Cika.


"Sudah sayang, ayo masuk, bawa wanita itu dan kirim dia ke tempat yang ku maksud," ucap Alex.


Cika hanya bisa diam dan pasrah, ini semua salahnya, seharusnya dia bisa bekerja dengan tenang dan meniti hidupnya dari nol, tetapi dia malah menghancurkan semuanya.


"Sayang kau baik baik saja kan? Jangan khawatir lagi, semua masalahnya sudah beres, kau tak perlu merasa sedih lagi," ucap Alex sambil mengusap kedua pipi istrinya dnwgan lembut.


Vanya menatap suami dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf karena tidak jujur padamu, maaf aku pernah membentak mu, maaf karena aku membuatmu khawatir maaf karena aku banyak salah hiks hiks hiks," ucap Vanya sambil menangis lagi di pelukan suaminya, entahlah sepertinya Vanya punya banyak stok air mata.


"Husshhh sudah jangan bicarakan itu lagi, mulai hari ini kita tidak perlu membahas tentang anak jika itu akan membuatmu sedih," ucap Alex.


Namun Vanya menggelengkan kepalanya, dia menatap suaminya sambil memegang wajah pria itu.


"Aku ingin membahasnya bersama mu setiap hari ," ucap Vanya yang malah membuat Alex bingung.


Vanya merogoh sesuatu dari dalam kantongnya, dia mengeluarkan tisu dan menunjukkan dua buah test pack pada Alex.


Alex menyerngitkan keningnya, sebab dia selalu melihat istrinya kecewa saat sudah melihat alat itu.


"Ini," ucap Vanya, dengan air mata mengalir deras di wajahnya.


Alex melihat test pack itu dan ...


"Dua garis merah!!!" Ucap Alex terbelalak, dia menatap Vanya dengan tatapan tak percaya, Vanya mengangguk sambil mengusap perutnya tentu saja air matanya masih mengalir deras.


"Dia sudah hadir disini sayang, Malaikat kecil kita sudah hadir disini hiks hiks hiks" ucap Vanya menangis haru.


Tadi pagi saat akan berangkat ke rumah kerja Alex, Vanya merasakan mual yang benar benar parah, hingga dia teringat dengan waktu datang bulannya sudah telat dua Minggu.


Dengan ragu ragu dia mengambil test pack dan mengecek, dia sudah biasa dan tidak terlalu banyak berharap, tetapi ternyata Tuhan telah mempercayakan malaikat kecil di dalam rahimnya.

__ADS_1


Greppp


Alex memeluk istrinya dengan erat, dia ikut menangis dengan kabar mengharukan ini, dia benar benar tidak bisa berkata-kata apa pun lagi, yang dia tau dia harus semakin banyak mengucap syukur.


"Kita punya anak sayang, hiks hiks hiks.... Ahhhh aku tak menyangka, malaikat kecil kami akhirnya tiba di sini," ucap Alex yang menangis sambil memeluk Vanya dengan erat.


Cup.... Cup... Cup...


Alex menghujani wajah Vanya dengan kecupan, dia benar benar bahagia sekarang, dia... Ahhh sungguh luar biasa kebahagiannya hari ini.


"Terimakasih sayang," ucap Alex.


Kemudian dia mengusap perut Vanya dengan lembut lalu mengecupnya.


"Selamat datang anak Papa," ucap Alex lalu kembali memeluk istrinya.


Lama mereka berpelukan hingga tiba-tiba ponsel Alex berbunyi.


Drrrtt... Drrrtt


"Sebentar sayang, ada panggilan dari Aiden!" Ucap Alex.


Alex mengangkat panggilan itu dan menyalakan mode Loud speaker.


"Halo Alex cepat pulang!!! Bawa Vanya, Celine di culik!!!" Ucap Aiden panik.


Deghhh


Mereka berdua saling menatap, dan sama khawatirnya dengan Aiden.


"Baik!" Ucap Alex.


"Sayang, Celine... Kenapa bisa?" Ucap Vanya .


Alex mengusap wajah istrinya," hufff tenang ya, kita akan cari tau hal ini," ucap Alex.


Dia mengambil jaketnya dan memakaikannya pada istrinya yang tampak pucat, mereka harus segeralah ke kediaman Aiden.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉😊


Celine hilang!!!


Baca juga karya Author:


👉 Istri cantik Suami Bucin


👉Oh My Dev-iil


👉 Suamiku si Tampan Buruk Rupa


👉 Devano My Monster

__ADS_1


__ADS_2