
Kini seluruh tim pencarian sudah bergegas menuju gedung terbengkalai di salah satu sisi kota, Sebenarnya gedung itu adalah milik Tomi kekasih gelap Sarah sekaligus rival bisnis Bima. Celine di bawa ke tempat itu.
Di dalam sebuah ruangan yang tampak seperti kamar, Celine terkulai lemas di atas kasur, tubuhnya penuh luka, lingerie merah merona dipasang dengan paksa di tubuhnya, kedua kaki dan tangannya diikat ke ujung masing masing tempat tidur.
Seorang pria yang tak lain adalah Jerry kini tengah berdiri menatap tubuh indah milik Celine di depan kasur berukuran king Size itu.
Matanya menatap lapar pada tubuh Celine.
“Lepaskan aku... hiks hiks... hiks... aghhh... tolong kumohon,” tangis gadis itu memohon agar dia dilepaskan.
Jerry tersenyum jahat, sepertinya dia benar benar sudah gila dengan gadis itu.
“Hahahha, kenapa kau minta dilepaskan Celine sayang, aku akan menikmati tubuhmu yang indah ini, kau akan jadi milikku sayang,” ucap Jerry sambil mengelus paha gadis itu membuat Celine benar benar ketakutan, dia menangis histeris, suara teriakannya begitu terdengar di seluruh ruangan itu.
“hahahha, teruslah berteriak sayang, aku ingin terus mendengar suaramu, aku tau kau hanya istri kontrak bajingan itu, aku,.... hanya aku yang bisa memilikimu,” ucap Jerry sambil mengelus wajah Celine yang tak bisa bergerak.
“Tidak.... kumohon, lepaskan aku... hiks hiks kumohon lepaskan akuuuuu.... Jerry pria bajingan kauuu...” teriak celine, bibirnya bergetar ketakutan namun suaranya begitu lantang, dia tak bisa bergerak sebab tubuhnya benar benar lemah karena Sarah memukulinya saat tiba di tempat itu.
Plaaakkkk
Satu tamparan mendarat di wajah Celine, Jerry menatap wanita itu dengan amarah membuncah.
“Cuih.... pergi kau, jangan sentuh aku,” teriak Celine sambil meludah tepat di wajah Jerry yang begitu dekat dengan wajahnya. Jerry menjadi gelap mata, dia menatap Celine dengan tatapan penuh kemarahan.
Plakkk..... Plakkkk..... Plakkkk...
Jerry memukuli wajah Celine sampai memar membuat Celine menangis kesakitan. Dia merangkak ke atas tempat tidur dan duduk di atas tubuh Celine sambil membuka Pakaian atasnya, dia benar benar sudah gelap mata sekarang.
“Hahahaha, kau benar benar menarik sayangku, hari ini kita akan melalui malam yang indah,” bisik Jerry dengan nada yang sensual tepat di telinga Celine, dia menyentuh tubuh Celine dengan kedua tangannya, mulut Celine diikat dengan dasi pria itu, Celine hanya bisa meronta ronta dia menangis sekuat tenaga berharap ada yang menyelamatkan dirinya.
“Bima... hiks hiks tolong au.... bimaaaa.... Bimaaaaa....” teriakan dari mulut Celine yang tidak terdengar dengan jelas.
“Pria bodoh mu itu akan mati di tangan mereka Sayang, lagi pula kami sudah pasti berhasil menculik anak dari presdir J.B grup yang lebih berpotensi menghasilkan uang hahahah, nikamati saja sayang, aku akan pelan pelan,” ucap Jerry sambil menj**lat leher Celine membuat wanita itu bergetar ketakutan, air matanya mengalir dengan deras.
“BERANINYA KAU MENYENTUH ISTRIKU BANGSAAAATTTTTT.....” Teriakan Bima menggema di seluruh ruangan itu. Jerry menoleh, dia terbelalak saat Bima bisa masuk ke dalam kamar yang jelas jelas tersembunyi itu.
__ADS_1
Pria itu menerjang tinggi dan menendang Jerry hingga dia terjatuh ke atas lantai dan kepalanya membentur dinding dengan sangat kuat.
Brukkkk.....
Bima menghajar Jerry habis habisan, pria itu membalas serangan Jerry meski terlihat sempoyongan.
Bugghh.... brukk... bagghhh...., krekkk.... krakkkk.... takkk
Kekuatan Bima benar benar seratus kali lipat saat melihat istrinya di sentuh oleh pria lain, hatinya hancur dan merasa tidak berguna sebagai seorang laki- laki.
“Beraninya kau menyentuh Celine, dia wanitaku bajingan, dia istriku, dia orang yang kucintai, beraninya kauuuu....” Bima memutar tangan pria itu hingga lengannya patah, perut Jerry di tendangnya berkali kali hingga mulut pria itu mengeluarkan darah.
Wajah pria itu sudah hancur lebur, kedua matanya lebam, gigi giginya rontok , dia terkulai lemas hampir mati di tangan Bima.
“Bima.... “ panggil Celine dengan suara lemah.
Bima langsung berbalik, dia melihat betapa menyedihkannya tubuh istrinya. Dibukanya jaketnya dan di tutupinya tubuh Celine yang terbuka. Dengan Cepat Bima melepaskan ikatan di tubuh Celine. Dia duduk dan menatap istrinya.
“Sayang..... jangan takut... aku disini, aku disini sekarang, maafkan aku,” lirih Bima, air matanya menetes, sia memeluk Celine dengan erat, hatinya sakit saat istrinya diperlakukan tak senonoh oleh bajingan itu.
“Akhirnya kau datang... hiks hiks hiks.... aku.. aku takut kau tidak datang, aku takut tak bisa melihatmu lagi...... hiks hiks hiks...” Celine menangis tersedu sedu, dia memeluk Bima dengan sangat erat, tubuhnya masih bergetar ketakutan akibat kejadian tadi.
“Aku takut... aku benar benar takut.... aku takut kehilanganmu, maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik, maaf sayang,” ucap Bima, suaranya terdengar bergetar, dai menatap wajah Celine yang penuh luka.
“Ku dipukuli? Ini pasti sakit maafkan aku,” ucap Bima yang dengan hati hati menyentuh wajah Celine, dia juga menatap Bima yang menangis.
“Aku mencintaimu, au takut kehilanganmu, maafkan aku Celine,” ucap Bima.
Mendengar pengakuan Bima membuat Celine tersenyum padahal tubuhnya sangat lemah, karena dia di campur dan di pukuli oleh sarah dan Jerry.
“Aku juga mencintaimu, sangat mencintai,” ucap Celine sambil mengusap pipi Bima sambil menahan sakit. Bima begitu senang mendengar ucapan Celine, dia memeluk istrinya dengan erat.
“Kita pulang, aku akan membereskan mereka,” ucap Bima sambil menggendong tubuh celine yang dia bungkus dengan jaketnya.
Beberapa menit yang lalu, Bima dan timnya yang sudah mengepung gedung itu memulai aksi mereka.
__ADS_1
“Kak kalian harus cepat Jerry sepertinya akan masuk ke dalam ruangan dimana kak Celine di sekap, untung ponselnya menyala, aku bisa melacaknya,” ucap Luna yang standby dengan Christan menyadap seluruh kamera dan ponsel yang mereka bisa sadap, dan beruntung mereka dapat banyak view dari ruangan ruangan di gedung tua itu.
“Baiklah, aku dan Christo akan masuk setelah anak buah mereka di lumpuhkan,” ucap Bima.
“Kita mulai operasinya,” ucap Gama yang sudah siap dengan walkie talkienya yang terhubung dengan semua anak buahnya.
Aiden, Mark, dan Alex sudah berada di posisi mereka masing masing dimana Alex mengepung dari bagian belakang gedung, Aiden darii bagian kiri gedung dan Mark di bagian kanan menunggu aba aba dari Gama. Merkea semua bersembunyi dan menatap ke arah anak buah Tomi yang menjaga di sekitar gedung itu.
Ternyata Tomi sudah menyiapkan semuanya, anak buah yang mereka kira Cuma sekitar 20 oang ternyata ada 40 orang yang berjaga di tempat itu sungguh harus penuh dengan tak tik.
“Semuanya Siap?” ucap Gama melalu walki talkienya.
“Siap,” ucap mereka.
“ Bersiap menembakkan Obat Bius dengan senjata kalian masing masing,” ucap Gama.
Aiden, Alex dan Mark memberi kode pada anggotanya masing masing, mereka yang bersembunyi di antara pohon, rumah penduduk dan bebatuan mengarahkan senjata mereka ke arah target.
“Aku hitung mundur tiga.... dua .... satu,” Gama memberikan kode pada mereka dan...
Alex, Aiden dan Mark memberikan kode lagi dan...
Jleb... jleb.... jlebb....
Tembakan pistol dengan peredam berhasil melesat dan mengenai target masing masing, benda serbentu seperti suntik yang di tembakkan oleh mereka berhasil melumpuhkan anak buah Tomi yang berjaga di luar.
Brukk... satu persatu kehilangan kesadaran karena mereka menggunakan obat Bius jenis terbaik dengan dosisi paling tinggi yang bisa menyebabkan mereka tidur sampai 3 hari lamanya.
‘Beres,” ucap Aiden, Alex dan Mark bersamaan.
“Baik, kita tunggu kabar dari Ken, dia sedang berjuang disana, semoga tidak ketahuan,” ucap Gama pada seluruh timnya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen