
..."Kalian semua memang aneh, sangat aneh tapi aku juga jadi ikutan aneh hahahahh"...
...-Gamaliel Park-...
...****************...
Gama tertawa terbahak-bahak melihat rekaman CCTV yang merekam aktivitas mereka semua di rumah besar yang lebih tepatnya disebut sebagai sebuah istana karena ukurannya yang sangat besar dan luas.
Kejadian beberapa menit yang lalu.........
Luna melangkahkan kakinya dengan riang menuju dapur. Para pelayan menyapa Luna dengan hormat sambil menunduk.
Luna membalas sapaan mereka dengan senyuman yang sangat cantik membuat para pelayan terkesima dengan wajah natural nan cantik bagaikan malaikat itu.
"Selamat pagi semuanya, kenalkan aku Luna, salam kenal ya," sapa Luna sambil tersenyum manis.
"Selamat pagi nyonya muda," ucap mereka sambil menunduk hormat sambil tersenyum lalu kembali menegakkan tubuh mereka.
"Selamat pagi nona-nona manis," balas Luna mengikuti apa yang mereka lakukan dengan wajah seimut mungkin.
Para pelayan terkekeh dengan tingkah lucu gadis itu, mereka sempat berpikir bahwa Luna gadis yang sombong namun nyatanya dia sangat ramah persis seperti yang diceritakan rekan mereka yang semalam menemani Luna berkeliling.
"Nah gini kan seru, jangan tegang-tegang dong, kita bukan lagi ujian atau nunggu surat panggilan dari polisi kan heheheh," celetuk Luna.
Luna berjalan menuju dapur dan disambut oleh Bi Eni kepala pelayan di rumah itu.
"Selamat pagi nyonya ada yang bisa saya bantu?" ucap Bi Eni dengan hormat.
"Emm...tidak ada bi, aku hanya ingin memasak, tapi tampaknya mereka berdua seperti ku kenali, " ucap Luna sambil menatap dua pria yang memakai apron dan tengah memasak di dapur dengan lihai dan telaten.
"Loh kak Ken dan Kak Bima yang masak ya, hmm aku kalah cepat, aku kesana dulu ya Ni mau bantuin mereka," ujar Luna yang dianggukkan oleh Bi Eni.
"Selamat pagi tuan-tuan tampan!" sapa Luna pada Ken dan Bima yang asik dengan masakan masing-masing.
Memang sudah biasa mereka memasak di rumah itu, para pelayan sudah mengerti jika tuan mereka lebih suka dengan masakan kedua pria tampan itu.
"Pagi Luna, eh cepat banget bangunnya, emang kamu gak lelah?" ucap Ken menoleh ke arah Luna yang tampil cantik.
"Nggak lelah kok kak," ucap Luna sambil nyengir cantik yang membuat Bima dan Ken gemas.
"Prfffffttthhh....uhuk uhuk uhuk," Seseorang berjalan dari arah kulkas sambil menyemburkan minumannya saat melihat penampilan Luna yang berbeda dari biasanya.
"Wow amazing, tuan putri dari mana kah anda nona?" ucap Aiden yang terkejut bahkan sampai menyemburkan air minum.
"Jangan ngeledek kak," ketus Luna.
"Eh bukan ngejek emang fakta kok, iya kan Ken, Bim," ucap Aiden.
"Iya benar cantik kok," jawab Ken dan Bima.
"Hehehh, iya dong," balas Luna.
"Lagi masak apa kak?" tanya Luna sambil memperhatikan mereka dengan seksama.
"Masak ikan goreng, sup sapi sama kerupuk juga," jawab Ken.
"Ohhh, ada yang Luna bisa bantu gak?" tanya Luna lagi.
__ADS_1
"Gak usah Luna, kamu duduk manis aja, atau kalau nggak bangunin Anna sama Ferdi," ujar Bima yang tak mau Luna ikut di dapur.
"Gak mau, aku mau buat hidangan penutup ya, kalian masak aja biar aku kerja disini," ucap Luna sambil mulai mengeluarkan bahan untuk membuat kue sebagai hidangan penutup makan pagi yang sudah dirancangnya tadi.
Aiden hanya menonton saja, jujur saja ia tidak tahu menahu soal urusan masak memasak, ia biasanya hanya menikmati yang sudah jadi saja.
Setelah bahan-bahannya dikeluarkan, saatnya Luna memulai aksinya membuat hidangan penutup.
Ken yang sudah selesai dengan masakannya memperhatikan Luna dengan seksama.
Luna terlihat kesulitan membuka bungkus tepung, ia menarik tapi tidak juga bisa. Melihat Luna kesusahan Bima mengusulkan agar Ken yang membuka.
"Biar Ken aja yang buka Lun," ucap Bima yang masih fokus dengan sesi platingnya namun ia juga memperhatikan Luna.
"Nggak usah biar aku aja kak, ini mudah kok," tolak Luna yang masih berusaha membuka bungkus tepung itu.
"Udah sini kakak aja yang buka," ucap Ken berusaha meraih bungkus tepung itu. Tapi yang namanya Luna tidak akan mau pekerjaannya dicampuri.
"ishhh biar Luna aja kak," balas Luna sambil membalikkan badannya membelakanginya Ken dan Bima.
"Kasih aja Luna," ucap Bima.
"Nggak mau, Luna bisa kok," balas Luna yang masih setia dengan usahanya.
"Ck...kamu keras kepala banget sih, siniin biar kakak yang buka!" ucap Ken yang kini sudah di depan Luna dan mencoba mengambil bungkus tepung itu.
"Biar Luna aja kak, gak percayaan banget sih, Luna juga bisa loh," ucap Luna menahan bungkus tepungnya.
"Ck...kasih aja Luna, biar cepat," ujar Bima yang matanya mulai sakit saat melihat Luna berusaha membuka plastik itu dengan wajah yang ditekuk seperti sedang mengejan.
"Ishhh...Luna bisa loh kakak!!" tegas Luna yang keras kepala sambil menarik bungkus tepung itu dari Ken.
Para pelayan begitu terkejut saat melihat ketiga pria tak tersentuh itu sedekat itu dengan seorang gadis.
"Siapa gadis ini sampa sampai ketiga pria menyeramkan itu bisa berbicara santai dengannya," batin pelayan di tempat itu.
Luna Ken terus menerus berdebat, Bima sudah memperingatkan Luna agar gadis itu membiarkan Ken yang membuka bungkus plastik nya namun nihil Luna tidak mendengarkan.
Aiden sendiri asik duduk di kursi di ruangan itu sambil mengunyah buah apel di tangan kanan dan tangan kirinya asik merekam aksi mereka.
Mereka terus berdebat hingga akhirnya....
Srakkkkk
bungkus tepung terbuka dan tepung tumpah kemana-mana, yang paling parah adalah Luna, wajahnya putih, rambutnya juga terkena tepung, leher dan pakaiannya juga.
Luna menutup mata nya, ia berputar mencoba meraih tisu di meja namun....
prakk
Wadah berisi coklat cair dan gula tumpah ke pakaian Luna.
Luna mengucek matanya, ia membuka matanya, ia terbelalak saat melihat tubuhnya belepotan dengan tepung.
Sedangkan Ken hanya terkena sedikit saja, Luna menatap mereka dengan tatapan marah.
"Pffthh hahahaha," ketiga pria itu tertawa melihat wajah Luna yang acak-acakan, bajunya juga kotor.
__ADS_1
"Arghhhh....ishhh kan Luna udah bilang biar Luna aja, inikan jadinya Luna kotor lagi, isshhh....kalian jahat huh," gerutu Luna kesal.
"Aishhh....kenapa malah ketawain Luna sih, arghhhh...aku sebal ishhhh, kan jadi kotor begini,Kak Kennnnnn,ini berantakan semua kenapa kakak lepasin tepungnya sih,"Gerutu Gadis .
"ahahahahah, Luna kau sudah seperti kuntilanak sekarang hahahah," ledek Aiden dengan tawa terbahak-bahak.
"Pfhhtt....hahhahah, ondel ondel dari Bali hahahah,"ejek Bima dengan tawa yang tak kalah kera.
"Adududuh....maaf ya neng Kunti, kak Ken emang sengaja hehehehe," Ken juga ikut tertawa bersama mereka berdua.
Para pelayan baru kali ini mendengar suara tawa ketiga pria itu, sungguh sebuah hal langka yang sulit ditemukan.
Luna menggerutu kesal, wajahnya muram, kakinya dihentak-hentakkan ke lantai, Luna menggerutu meninggalkan mereka bertiga yang sedang tertawa terbahak-bahak mengejek dirinya.
"Awas aja ya nanti aku balas kalian dasar pria kurang umur....arghhh salah apa aku sampai bertemu manusia jadi jadian seperti kalian!" gerutu Luna yang masih bisa di dengar oleh mereka bertiga.
Ken,Aiden dan Bima saling menatap, seketika itu juga tawa mereka kembali pecah.
...****************...
Melihat video itu, Gama tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya sebelum Luna selesai membersihkan dirinya.
"Kalian memang selalu saja bertingkah konyol, aku tau ini pasti akal-akalan kalian saja yang ingin mengerjai gadisku, hahahah dasar triple somplak!" tawa Gama .
Namun tiba-tiba ia berhenti tertawa dan memasang wajah biasa saja sebab si ratu mengomel sudah keluar dari kamar mandi, ia tidak ingin diomeli karena menertawakan istrinya sendiri.
"Kau sudah selesai?" tanya Gama sambil menatap Luna dengan senyuman manis di wajah Gama.
"Sudah, kau mau mandi?" tanya Luna.
"Iya aku mau mandi tolong bantu aku," ucap Gama yang dianggukkan oleh Luna.
Luna membantu Gama masuk ke kamar mandi setelahnya ia meninggalkan Gama disana, sembari menunggu Gama, Luna mencari pakaian untuk suaminya.
Ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Luna, ia melihat ponselnya, matanya terbelalak saat melihat isi pesan masuk itu.
"Ondel ondel Made in Bali hahahaha"
Begitulah caption dalam foto itu.
"Kaaaakkkk.....Aaaiiiiideeeeennnnnnn!!!"teriak Luna kesal saat melihat Aiden mengirim foto wajahnya yang belepotan dengan emoticon tertawa.
"Bwahahahahha, kalian dengar itu kan hahahah," Aiden tertawa terbahak-bahak saat mendengar suara teriakan Luna dari dalam kamar, Aiden, Ken dan Bima sedang ada di depan kamar Gama.
Ketiganya cekikikan mendengar suara teriakan kesal Luna.
Jujur saja memang mereka sengaja menggoda gadis itu karena bagi mereka wajah kesal Luna sangat menggemaskan..
.
.
.
Like, vote dan komen 😊😉😉😉😊
__ADS_1
ada ada aje lu bang Aiden, bangKen sama bang Bima juga sama sablengnya 🤣🤣🤣🤣