
(Author sarankan putar musik yang seru sambil baca ini, biar suasananya makin terasa, kalau author milih lagu "Uptown funk" oleh Mark Ronson ft. Bruno Mars, biar seru hihihi ðŸ¤ðŸ¤)
"Turn on the music!!" teriak Ken dan Bima yang sudah siap di posisi mereka masing-masing.
Dum Tas Dum Tas Dum Dum Tas Dum Tas......
Musik dinyalakan, waktunya beraksi bagi dua model dadakan. Aiden mengambil mic yang dipinjam dari penyanyi jalanan yang biasa nongkrong di gang itu dan memulai bagian sebagai MC kawakan.
"Cek ...ehemm... tes-tes satu dua,"
Semua pengunjung yang mulai berdatangan ke area itu menoleh ke arah sumber suara. Mata mereka tertuju pada area Lapak Luna. Alunan musik dengan vibe yang seru membuat semua mulai bergoyang.
"Perhatian semuanya, hari ini kita akan menyaksikan penampilan paripurna dari kedua model dadakan kita yang tampan dan seksi pastinya," ucap Aiden sambil mengedipkan matanya.
"wuhuuuu.....keren!" teriak para pengunjung yang terlihat mulai berkerumun ( sebelum Covid 19 menyerang).
Ada pengunjung yang berdiri di dekat lapak Luna, ada yang duduk berjejer dan mulai membentuk barisan di kedua ruas jalan.
"Dari sisi kiri, mohon beri jalan untuk model tampan kita," ucap Aiden dengan suara lantang menunjuk Bima yang sudah siap di sudut gang sebelah kiri Aiden.
Bima bergaya dengan gaya maskulinnya, menunjukkan otot-otot tubuhnya serta perut sixpack hasil kerja kerasnya.
Bima memakai topi dan baju sejenis cardigan rajut karya Ferdi,di kepalanya terpasang hiasan kepala yang di desain oleh Luna, di telinga kirinya ada anting cantik yang menggantung disana, Cardigan cokelat tanpa dalaman dipadukan dengan celana jeans hitam legam serta sendal jepit kreasi Ferdi menjadi perpaduan yang unik dan menarik.
Di lehernya tergantung kalung cantik desain Luna serta gelang gelang unik di kedua tangannya.
"Dari Sisi Kanan, ini dia pria paling cool sedunia!" Teriak Aiden sambil menunjuk ke sudut kanan dimana Ken dengan tatapan dinginnya tengah berdiri dengan memasukkan satu tangannya ke kantong sedang tangan yang lain menggenggam buket bunga rakitan Luna.
Ken dengan kulit putihnya memakai kain rajut merah menyala yang sangat kontras dengan kulitnya, perut sixpack nya jangan lupa, wajah tampan itu terlihat sangat mempesona, apalagi dengan kalung berbentuk bintang laut yang tergantung di lehernya serta ikat kepala berwarna cokelat dengan lurik hitam dan putih di kepalanya.
Keduanya siap dengan gayanya, para pengunjung membentuk dua barisan penonton dan jangan lupakan alunan musik yang terus berbunyi membuat semua pengunjung dari anak anak sampai kakek nenek bergoyang menikmati alunan musik pop itu.
Dum....tas....Dum...tas....
"Let the show begin!!!" teriak Aiden dari lapak milik mereka.
"Suittt...suitttt, let's go!!"
"wuhuhuuuu.....keren!!" teriak para penonton histeris saat melihat kedua pria tampan itu mulai beraksi dengan gaya mereka masing-masing bahkan MC-nya juga tak kalah tampan membuat para gadis tertarik dengan mereka.
Bima dan Ken melenggang dengan jalan ala Cat walk di peragaan busana, aura kece dan supel dari Bima berpadu dengan Aura dingin namun keren dari Ken.
Bagaikan melihat penampilan Api dan Air menjadi perpaduan yang sempurna.
Bima berjalan dengan gaya maskulin sambil tersenyum manis ke setiap penonton.
__ADS_1
"Enjoy the show girls!" ucap Bima sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah kerumunan gadis di sisi jalan.
"Aahhhhhh....keren sekali!" teriak mereka histeris.
"Aku padamu bang!!" teriak mereka.
"Wahh.... keren sekali mereka!" teriak pengunjung yang terkagum-kagum dengan aksi mereka.
Dari sisi lain, Ken dengan aksinya yang cool melenggang dengan tatapan datar dan dingin namun menarik hati. langkahnya mengikuti irama musik yang terus berbunyi.
Dengan satu tangan di kantong dan yang lain memegang buket bunga, Ken berjalan dengan gaya cool menatap lurus ke arah depan tanpa memperdulikan para wanita yang sudah hampir serangan jantung karena aksinya yang membuat siapa saja terpana.
"Wohoooo....beri tepuk tangan meriah bagi para model kita yang tampan!!" teriak Aiden dari lapak.
Terdengar tepuk tangan meriah di seluruh pasar itu.
"Mari kita saksikan penampilan duo combo tampan kitaaaaaa!!!" teriak Aiden sambil menaikkan volume musik.
Ken dan Bima menampilkan sebuah tarian tepat di depan lapak mereka, semua orang berkerumun di sekita lapak sambil menatap mereka kagum, ada yang mengambil foto, merekam dan ada juga yang malah ikut menari bersama mereka.
Dum Tas ..
Dum Tas
Dum Tas
"Wohoooo....ei...ei...ei...ei....hiyaaaaaa," teriak Aiden memanaskan suasana
"Gam mereka konyol sekali hihihi,"kikik Luna dari belakang Gama, menurutnya ketiga pria itu sangat lucu.
"Kau benar, aku tak menyangka mereka bisa melakukan hal konyol ini," ucap Gama sedikit terperangah dengan aksi ketiga sahabatnya.
Semua menari dengan riang gembira namun tiba-tiba musik berhenti.
Ken dan Bima berdiri seperti manekin di depan lapak mereka.
Semua orang menatap mereka.
"Ehemmm.... perhatian semuanya!" ucap Aiden suara tegas dan terkesan menguasai, aura kepemimpinannya sangat jelas membuat orang-orang patuh dan mengarahkan perhatian mereka pada pria itu.
"Kalian melihat pakaian dan aksesoris yang dipakai oleh dua model kita ini bukan? sangat menarik iya kan?" ucap Aiden yang memulai promosi barang-barang jualan mereka.
"Khusus hari ini kami menyediakan berbagai macam aksesoris unik dan langka, buat kaum pria jika ingin tampil tampan seperti mereka berdua buruan dibeli barangnya!' teriak Aiden.
"Untuk kaum wanita, semakin banyak kalian membeli maka semakin besar kesempatan kalian untuk memeluk kedua pria tampan ini!" ucap Aiden dengan seringai licik di wajahnya
__ADS_1
" Jangan sampai ketinggalan! kuota terbatas, kesempatan memeluk hanya untuk sepuluh orang pertama dengan total belanja yang sudah ditentukan!" ucap Aiden.
"Ahhhh....kyakkk...aku dulu!!!" teriak mereka histeris dan berbondong-bondong membeli semua aksesoris yang terpajang di lapak itu.
"Ingin rasanya ku jahit mulutnya itu!"geram Ken yang merasa kesal dengan tawaran yang diberikan Aiden.
Bima menatap Aiden dengan tatapan Pembunuh, namun yang ditatap malah cekikikan karena berhasil menjahili sahabatnya.
"Hahahaha, puas aku mengerjai kalian hari ini hahaha," tawa Aiden sambil menatap kedua sahabatnya yang sudah membasah wajah muram.
Luna, Gama dan Ferdi melayani para pembeli, Luna dan Ferdi membungkus barang sedangkan Gama bertanggungjawab sebagai kasir, sungguh sebuah kerja sama yang baik diantara mereka.
"Wah barangnya bagus semuanya, kalau begitu daya mau pesan 20 jenis ya dek mau dibawa ke Medan buat oleh-oleh sama karyawan," ucap seorang Ibu-ibu yang memborong aksesoris Luna dan barang jualan Ferdi dengan tatapan berbinar-binar saat melihat karya itu.
"Baiklah Bu, silahkan ibu tuliskan Nomor ponselnya dan dan memilih desain yang ibu mau serta membayar DP terlebih dahulu, Ibu bisa berbicara dengan suami saya," ucap Luna sambil menunjuk Gama.
"Terimakasih nak," ucap Ibu itu sambil tersenyum.
Jualan mereka hari ini laris manis, bahkan semua barang Ferdi terlebih dahulu ludes, membuat pria itu begitu senang. Hanya dalam waktu tiga jam semuanya habis tak bersisa, sehingga mereka bisa pulang cepat hari ini.
Aiden, Luna, Gama dan Ferdi duduk membentuk lingkaran sambil berbincang dan menghitung penghasilan mereka hari ini. Lain halnya dengan Ken dan Bima yang masih harus berurusan dengan seorang gadis centil yang memborong banyak dagangan mereka karena dijanjikan bisa jalan bareng mereka oleh Aiden.
"Sialan kau Aiden!" geram Ken dan Bima.
Mereka sedang menemani gadis itu berkeliling selama setengah jam dan ini baru sudah 20 menit, sepuluh menit lagi mereka harus bersabar mendengar suara cempreng gadis itu .
"Kak Aiden licik ya ngerjain kak Ken sama kak Bima," ucap Luna sambil asik menulis dan menghitung pendapatan mereka hari ini.
"Hahahah, itu teknik marketing paling ampuh, kita harus bisa memanfaatkan semua situasi dan kondisi, lagian laku semua kan hehehehe," tawa Aiden puas.
"Aku tak bisa membayangkan bagaimana wajah mereka berdua sekarang hahahah," balas Gama tertawa puas.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan, membuat mereka menoleh.
"Aaaaaiiiiideeeeeennnnnn.......!!!!" teriak Ken dan Bima sambil berlari ke arah mereka sekuat tenaga dengan wajah kesal dan marah.
"Arhhh....harimau lapar datang hahahhaha," tawa Aiden yang sudah bersiap-siap untuk lari.
.
.
.
Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya teman-teman 😊😉😊😉😊
__ADS_1