Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B&C (Masalah)


__ADS_3

Bima mengangkat panggilan telepon itu, karena sedang makan dia mengaktifkan mode loud speaker dan sudah menjadi kebiasaan pria tampan itu.


"Halo Bima, Bimm tolong aku, aku butuh bantuanmu, aku ... aku disiksa oleh Jerry kumohon, tooolong aku!!" ucap seseorang disana yang tak lain adalah Sarah yang mendapat nomor ponsel Bima dari informan yang di sewanya.


"Papa itu cuala nenek lampil, ihhkkk ngapain telpon Daddy," ucap Si kembar yang langsung mengenali suara perempuan itu.


"Siapa yang?" bisik Gama pada istrinya Luna.


"Mantan kak Bima, " balas Luna yang membuat Gama terkejut.


Dia menatap sobatnya yang dia tau kalau Bima sempat depresi karena mantannya itu.


Tutt...


Bima langsung mematikan ponselnya, wajahnya langsung kesal saat mendengar suara perempuan itu yang menurutnya mengacaukan moodnya.


"Tapi aneh kak, dari mana dia tau nomor pribadi kakak? itu kan cuma orang kantor yang tau, apa kakak pernah kasih nomor kakak sembarangan?" tanya Luna yang curiga dengan sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


"Lah bener na, si Bima kan gak mungkin kasih nomor ke sembarang orang, apa jangan jangan ada mata mata?" ucap Aiden.


"Bim, coba ingat ingat, kamu kasih nomor ke siapa aja, apa pernah sembarangan?" tanya Gama dengan serius.


Bima memikirkan perkataan sahabat sahabatnya, benar kata mereka tak mungkin dia asal memberikan nomor ponselnya ke sembarang orang.


"Atau jangan jangan dia yang meminta langsung pada sekretaris ku?" ucap Bima.


Sementara mereka menebak, si kembar dan Luna tengah asik dengan gadget di tangan Mereka langsung menerobos sistem Keamanan dan melacak dimana wanita itu berada sebelumnya.


Ketiganya begitu serius sampai tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh yang lainnya.


"Bima apa ada seseorang yang kamu curiga i?" tanya Aiden.


"Entah, aku juga bingung, tak mungkin bawahanku asal kasih nomor ponsel," ucap Bima.


"na, gimana menurut..." Gama terdiam saat menoleh ke arah istri dan anak kembarnya yang sudah stay dengan gadget mereka.


Mereka menoleh ke arah ketiga orang beda generasi itu, yang bisa mereka lakukan hanya geleng-geleng kepala dengan semua kelakuan ketiga orang itu.


"Kalau ada masalah begini mah cepat kalau ada tiga hacker di rumah ini," ucap Aiden sambil menatap mereka bertiga.


"Kamu benar sayang," timpal Mikha.

__ADS_1


Mereka tidak lagi memikirkan siapa gerangan yang membocorkan Nomor ponsel Bima kepada Sarah sebab Luna dan si kembar telah melakukannya.


"Dapat Mom!" seru si kembar.


"Mama juga," ucap Luna.


"Sini Mama lihat," ucap Luna.


Mereka meletakkan gadgetnya di atas meja makan, dengan penuh kehati-hatian, Luna melihat apa saja yang didapatkan oleh kedua anaknya.


Matanya terbelalak saat melihat hasil penelusuran mereka mengenai perempuan itu.


Di gadget Christan berisi rekaman CCTV daerah mana saja yang dilewati dan didatangi oleh wanita itu, di Ponsel Christo tertera semua transaksi dan kegiatan atau jadwal wanita itu dan di ponsel Luna tertera apa yang dilakukan wanita itu.


"Astaga kak Bima, perempuan ini benar benar bukan main, dia mencari informasi tentang kita semua!" ucap Luna dengan wajah terkejut dan benar benar tidak percaya.


"Beberapa hari ini dia menguntit kita bahkan mengawasi rumah ini," ucap Luna seraya berbisik.


Gama mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu untuk Luna.


"Na," panggil Gama membuat wanita itu menoleh.


"Jangan bicarakan disini, kita tidak tau entah di rumah ini dia mengirim mata mata, nanti kita bahas di markas, sepertinya kantor dan tempat ini berbahaya," isi pesan Gama pada Luna.


"Ahhh... baiklah, tapi aku tidak tau bagaimana dia melakukannya, bagaimana cara dia mendapatkan nomor kak Bima ya," ucap Luna dengan suara agak di keraskan.


"Ahh sudahlah tak usah dibahas kita lanjut makan siang saja," ucap Bima dengan mengedipkan matanya kepada yang lain dan mereka mengerti.


Si kembar duduk dengan tenang, mata mereka tertuju kepada beberapa titik di rumah itu, begitu juga dengan Baby Aurel.


"Papi... Ini apa?" ucap Aurel sambil mengangkat sebuah benda kecil seperti alat perekam suara yang dia buka dari bawah meja di depannya.


Mata mereka terbelalak namun sebisa mungkin mereka tetap tenang.


"Sshhh... jangan dibilang nanti ketahuan, itu punya pencuri, jangan bilang-bilang," bisik Mikha sambil mengambil benda itu tanpa menunjukkan gelagat curiga.


Mereka semua terdiam sejenak, Si kembar menunjukkan sesuatu pada Mama dan papa mereka melalui gadget mereka.


Gama dan Luna terbelalak kaget, mereka melihat rekaman kamera tersembunyi yang diretas oleh si kembar yang memang memiliki kemampuan di atas anak rata rata, di usia mereka hampir menginjak lima tahun mereka sudah sangat piawai menggunakan komputer dan meretas sistem jaringan, ini juga diajarkan oleh Luna Mama mereka sejak dini.


Mungkin sedikit aneh, tetapi kedua bocah itu sudah menunjukkan ketertarikan mereka pada dunia peretasan sejak usia mereka 2 tahun, di usia tiga tahun mereka sudah lancar membaca dan semakin berkembang hingga saat ini.

__ADS_1


Ada empat kamera tersembunyi yang masing masing di letakkan di dekat kamar Bima, di depan ruang santai, di lantai dua dan di ruangan kerja.


Serta lima alat penyadap suara, dua di dalam ruang makan, dua di ruang santai dan satu di ruang kerja.


Dan Baru dipasang Malam kemarin oleh seseorang yang mereka tau persis siapa itu.


Gama mendesah berat, Bima, Aiden dan Mikha tahu kalau mereka sedang menghadapi masalah besar saat ini, sepertinya ada yang mulai berani bermain main dan mengkhianati mereka.


"Ya sudah makan dulu yuk," ucap Luna berusaha bersikap senormal mungkin, pantas saja sejak tadi dia merasa seperti diawasi.


Mereka semua makan dalam diam dan berusaha bersikap dengan normal.


"Pekerjaan siapa ini? apa Sarah mencari tau semua tentang kami? Tak mungkin dia sampai senekat itu? atau apa ada penghianat di dalam mansion besar ini, tapi siapa?" Batin Bima.


"Sepertinya anak anak harus diungsikan, akan berbahaya jika mereka tetap di mansion ini," batin Gama sambil menatap Baby C dan Aurel.


"Pelayan baru itu benar benar mencurigakan, tapi kurasa ini bukan perbuatan mantan kak Bima, akan ku pastikan nanti, pokoknya aku akan mengamankan anak anak terlebih dahulu," pikir Luna.


Sementara mereka larut dengan pikiran mereka masing-masing, seseorang dari balik pintu mengintip mereka dengan dengan tatapan sinis dan tajam.


"Tunggu giliran kalian, aku akan membalaskan kematian Keluargaku, kau harus merasakan penderitaan yang sama dengan yang ku alami Luna, Gama dan kalian semua, lihat saja aku akan membunuh anak anak kalian itu!!" batin orang misterius itu.


Tanpa dia sadari, Christan tengah menatapnya melalui kamera CCTV yang terhubung dengan ponselnya, tatapan anak itu begitu dingin dan datar, bahkan suasana di meja makan semakin suram, Christo juga memasang wajah yang serupa saat dia memergoki satu pelayan lagi yang tampak mencurigakan.


Luna menyadari ekspresi kedua putranya, Gama dan yang lain juga sama mereka tau pasti ada yang tidak beres dengan video dalam ponsel si kembar.


"Jika sampai hal ini berkaitan dengan Sarah, maka bersiaplah menemui ajalmu Sarah, kau telah berani bermain main dengan keluarga ku maka aku tidak akan segan segan mempermainkan hidupmu!!" batin Bima yang melanjutkan makan siangnya dengan diam dan tenang.


Hening, suasana sangat hening, semuanya paham dengan apa yang terjadi, dan ini bukan kali pertama mereka menemukan penghianat di dalam rumah besar itu.


.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😊


Wuiihh tegang wehh, siapa kira kira orang itu? cewek apa cowok!??

__ADS_1


__ADS_2