Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
140


__ADS_3

Suara dehaman seseorang membuat mereka melirik ke arah pria yang tak lain adalah Gama pria bodoh kesayangan Luna.


"Cih pencemburu," cibir Aiden yang malah memeluk Luna dengan erat membuat Gama mendelik tajam ke arah Aiden.


"Hehehe, sudah ayo masuk," ucap Luna.


"Halo Aunty Maureer!" Sapa Luna pada Nyonya Maureer yang ikut bersama mereka.


"Halo Aunty!" Sapa Gama sambil tersenyum.


"Halo Luna, Gama senang bertemu dengan kalian," sapa Nyonya Maureer ramah.


"Ayo masuk, tapi jangan ribut ya, Kak Ken masih tidur," ucap Luna.


"Eh kak Rose!" Panggil Luna saat melihat Rose di belakang mereka berempat.


"Masuk kak!" Ucap Luna yang dianggukkan gadis itu.


Mereka masuk ke dalam ruang perawatan Ken dan duduk di sofa dalam ruagan itu.


"Bagaimana keadaan Ken?" Tanya Bima.


"Kak Ken sudah mulai membaik kak, terkadang dia mual dan muntah tapi sudah tidak separah beberapa hari lalu," ucap Luna.


"Hmmm syukurlah," ucap Bima.


"Ehh na dia siapa?" Bisik Aiden yang duduk di samping Luna.


"Ohh iya, Kaka Rose kemarilah jangan berdiri disana!" Panggil Luna pada Rose yang hanya diam dan berdiri di dekat pintu.


Rose berjalan menghampiri mereka, Luna berdiri dan menggandeng tangan Rose.


"Perkenalkan ini kak Rose," ucap Luna.


"Kakaknya Upin dan Ipin ya? Wah kok nyasar kesini neng?" Celetuk Aiden.


Plukk


bughhh


pletakk


Pukulan telak mendarat di kepala Aiden tentu pukulan dari sahabat sahabatnya.


"Kau diam, atau mau ku jahit mulutmu?" Ketus Gama.


"Heheheh iya iya maaf," cengir Aiden sambil menggaruk kepalanya.


"Lanjut sayang," ucap Gama lembut.


"Cihh....kalau sama istrinya aja ngomongnya lembut banget kalau ngomong sama yang lain kayak katak krokokkk.... krokokkk....krokokkk," ledek Aiden yang nggak bisa diam kalau sudah kumpul begini.


"Aiiideeennnn!!" Gerutu mereka semua membuat Aiden tergelak.


"Nak tenang dulu biar Luna melanjutkan kata-katanya," ucap Nyonya Maureer sambil menepuk punggung pria itu.


"Baik Mama," ucap Aiden manja.


"Cih.....manjaaa!" Ledek mereka semua.


"Hahahahahah," ulah Aiden memang selalu mengundang gelak tawa huh ada ada aja kamu Aiden.


"Jadi begini loh, kak Rose akan bantu Luna merawat kak Ken selama di rumah sakit, nah kalau kak Ken udah pulih total maka kak Rose akan kerja di toko aksesoris," jelas Luna.


"Owchhh.... begitu, saya sih yes!" Celetuk Aiden lagi.

__ADS_1


Mereka merotasikan kedua bola mata mereka karena tingkah pria absurd ini.


"Kak Aii dengar dulu, nanti nge julidnya, kita julid bareng," ucap Luna .


"Ashiiiaap bos!" Seru Aiden sambil nyengir kuda.


"Nah kak Rose akan bekerja mulai hari ini," jelas Luna yang dianggukkan oleh mereka semua.


"Kak perkenalkan mereka kakak kakak ku, dia kak Bima, kakak yang disana kak Alex yang paling ribut itu kak Aiden dan beliau Anuty Maureer Mama kak Aiden," jelas Luna memperkenalkan mereka semua.


"Halo tuan tuan dan nyonya, saya Rose Gretta salam kenal," sapa Rose sambil membungkuk hormat.


"Baiklah kalau begitu aku jelasin tugas kak Rose dulu ya, sayang kamu mandi gih pakaianmu sudah kusiapkan di atas meja, setelah itu kita bicara, kalian hutang penjelasan!" Celetuk Luna.


"Baik nona cerewet!" Jawab Mereka.


Luna membawa Rahel mendekati Ken yang baru saja bangun karena mendengar suara percakapan mereka.


"Kakak sudah bangun," ucap Luna menghampiri kakaknya sambil tersenyum.


"Loh tuan ini kan tuan yang kemarin," batin Rose saat melihat Ken yang terbaring di atas bed rest.


"Ada apa ribut-ribut ?" Tanya Ken.


"Kak Aiden,Kak Bima,Kak Alex dan Aunty Maureer pulang ke Indonesia, Luna belum sempat tanya kejelasannya," ucap Luna .


"Ohh...," Ucap Ken, matanya tertuju pada gadis di samping Luna.


"Ha...halo tuan," sapa Rose gugup, Luna terkikik geli saat melihat ekspresi Rose yang gugup dan meremas ujung bajunya karena terlalu gugup.


"Ahh...kita bertemu lagi nona," sapa Ken ramah sambil melirik pelaku utama dalam drama ini.


"Ada ada saja gadis ini,"pikir Ken.


"Kalian sudah pernah bertemu? Wah kebetulan sekali ya," ucap Luna bersandiwara.


"Ahh....cuma kebetulan Luna," balas Rose merasa canggung.


"Baiklah, Kak Ken mulai hari ini kak Rose yang akan mengurus segala keperluan kakak selama di rumah sakit," ucap Luna.


"Setelah itu aku ingin melihat kalian membangun rumah tangga dan kak Rose akan mengurus mu selamanya hahahah eakk eakkk eaak," kikik Luna dalam hatinya.


"Hey kenapa bukan kamu aja yang urus kakak? Kakak gak mau jauh dari kamu," ucap Ken tak rela.


"Ck....kakak ini manja sekali, Luna akan tetap disini tapi tugas mengurus kakak, Luna serahkan pada kak Rose, Luna juga harus ngurus Gama, Anna sama ngurus toko kakakku sayang," ucap Luna memberi pengertian.


"Ck....baiklah tapi kau harus disini juga," ucap Ken.


"Siap kakak sayang," ucap Luna smabil tersenyum manis.


"Wah gadis ini sepertinya benar-benar disayangi oleh semua keluarganya, tentu saja disayang dia baik, cantik dan berhati malaikat siapa yang tidak sayang padanya," batin Rose yang malah menatap Luna sambil tersenyum tipis.


"Ekhhmmm..kak Rose terpesona ya dengan kecantikan Luna?" Goda Luna sambil menepuk lengan Rose pelan.


"Iya, ehh upss....hehehhe maaaf," kekeh gadis itu sambil menggaruk tengkuknya merasa gugup dan malu apalagi di depannya ada Ken yang menatapnya sedari tadi.


"Heheh, kakak bisa aja," kekeh Luna.


"Nah biar Luna jelaskan tugas kakak ya, jadi kakak mengurus semua keperluan kak Ken mulai makan, tidur, obat, pakaian, kebersihan, dan cek up kesehatan setiap hari untuk melihat perkembangan penyakit kak Ken," ujar Luna.


"Emmm...kalau boleh tau tuan Ken sakit apa ya?" Tanya Rose.


"Kak Ken mengidap meningitis tapi masih stadium awal dan sudah mulai membaik, hanya saja kakak masih sering mual dan muntah apa lagi tengah malam," jelas Luna.


Rose mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Nah kak Ken gak boleh minum air dingin kasih yang hangat hangat kak biar mualnya kurang, pagi makan bubur, sekitar jam 11 makan buah, jam 1 Siang makan siang jam 3 makan buah dan jam 6 sore makan malam," ucap Luna.


"Obatnya di minum sesuai dengan jadwal makan tiga kali sehari, nanti ada kok keterangan dan suster akan membantu kakak untuk dosis harian kak Ken," tambah Luna.


"Kaki kak Ken nggak boleh dingin, kakak harus pasang kaos kaki setiap malam dan oleh minyak kayu putih ke punggung kakak biar rileks dan nggak kaku karena leher kak Ken paling mudah sakit," ujar Luna.


"Kalau sudah sore kakak kompres bahu dan leher kak Ken pakai handuk hangat biar nyerinya berkurang, gimana kak ngerti kan?" Tanya Luna.


"Ngerti, " jawab Rose paham dengan semua yang diucapkan Luna.


Ken tertegun dengan adiknya sendiri yang begitu perhatian dan merawatnya dengan benar-benar baik, Luna bahkan tak pernah lupa dari semua jadwal yang diucapkannya tadi, jika dia tak di rumah sakit maka Mark yang akan melakukan tugas itu.


Terkadang Ken melihat kalau Luna kelelahan tetapi gadis itu benar-benar melakukan tugasnya dengan baik dan tidak akan berhenti sebelum semuanya beres, padahal dia masih harus melayani suaminya dan mengurus adiknya Anna.


"Luna," panggil Ken.


"Ada apa kak? Kakak butuh sesuatu?" Tanya Luna.


Ken mengangguk pelan," bisa Kaka peluk kamu?" Tanya Ken.


Luna tersenyum, memberikan pelukan adalah hal paling dia sukai, Luna merentangkan kedua tangannya dan memeluk pria itu.


"Dengan senang hati kakakku sayang," ucap Luna sambil memeluk Ken.


"Terimakasih banyak Luna, kakak janji kakak akan sembuh!" Ucap Ken yang memeluk adiknya dengan erat.


"Hmmm amiinn," seru Luna.


"Ekhmmm...."


"Uhukk...uhuk,"


"Heemmm..."


"A..Aaa, erghh uhukk, heemm,"


Terdengar berbagai jenis dehaman yang berbeda saat Ken memeluk Luna. Luna melepaskan pelukannya dan melihat suara siapa gerangan itu.


"Loh?" Luna terkejut saat melihat raut cemburu di wajah ke empat pria tampan di depannya yang sudah berdiri dengan saling memangku tangan.


"Kau curi kesempatan dalam kesempitan ya Ken!!" Ketus Aiden yang menarik Luna ke sampingnya.


Ken merotasikan kedua bola matanya,


"Cih dasar kumpulan om om tukang cemburu!!" Ledek Ken.


"Ohhh mulai bisa meledek ya," goda Bima.


"Ckk....sana kalian, dia adikku!" Ucap Ken.


"Adik kami!" Ucap Bima, Alex dan Aiden mengoper Luna kesana kemari.


"Hey dia istriku!"ucap Gama tak mau kalah, dia menarik Luna ke pelukannya.


Luna menatap jengah ke arah mereka semua.


"Hello, apa aku ini mainan di oper sana di oper sini?" Celetuk Luna.


"Hahahhahah, " mereka tergelak, Rose merasa canggung dengan mereka dan ada sedikit rasa iri saat melihat Luna begitu di sayang bahkan diperebutkan seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen 😊😊😊😉


Mari seru seruan bareng Luna CS!!!!🤗🤗


__ADS_2