Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
196 Kampus Mikha


__ADS_3

Aiden dan Mikha keluar dari dalam mobil milik Aiden. Tampak Mikha terus diam dan menunduk, dia mengepalkan kedua tangannya untuk menetralkan rasa takutnya, baru kali ini dia menunjukkan rupanya yang begitu cantik dan sempurna di kampusnya.


Rasa takut dengan tatapan orang lain kini menyelimuti hati dan pikiran gadis itu, Kampus baginya adalah tempat yang menakutkan karena dia mendapat perlakuan tidak baik disana.


"Bagaimana ini," batin Mikha.


Grepp


Aiden menggenggam tangan istrinya dengan erat untuk memberikan kekuatan pada gadis itu. Mikha menatap Aiden, tampak raut ketakutan tergambar jelas di wajah gadis itu.


Aiden tersenyum lembut, dia menggenggam tangan Mikha sambil Merapikan anak rambut gadis itu. Mikha menguncir rambutnya ke atas sehingga wajahnya dapat dilihat dengan jelas.


Mata cantik yang khas itu dapat dilihat dengan jelas sehingga menambah pesona gadis itu.


"Apa kau takut?" tanya Aiden.


Mikha mengangguk sambil menatap mata Aiden. Pria itu tersenyum dia menepuk pucuk kepala Mikha.


"Tenang ada aku, ingat kamu harus bangkit, apa pun yang mereka lakukan dan katakan anggap saja sebagai nyanyian kodok yang lagi mencari pasangannya, heheh," kekeh Aiden.


"Kenapa kodok?" ucap Mikha.


"Karna suara mereka begini krokok krokogkorokkok hahhahahah," jawab Aiden sambil menirukan suara kodok.


"Hahaha kamu bisa aja," kekeh Mikha yang selalu bisa tertawa jika di dekat Aiden.


"Nah gini kan cantik,istri Aiden harus kuat gak boleh lemah, aku akan menemanimu seharian ini!" ucap Aiden.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu?"tanya Mikha.


"Tenang saja,ada Kaleb yang mengatur semuanya, lagi pula aku lebih sering bekerja dari ponsel karena itu akan sangat mudah," ucap Aiden.


"Ya sudah ayo masuk dengan percaya diri!" ucap Aiden yang dibalas anggukan boleh Mikha.


Dengan erat Aiden menggenggam tangan Mikha, dia tidak mau lagi membuat istrinya itu sakit seperti kejadian terakhir saat Mikha pingsan.


Mereka memang masih dalam tahap mengenal satu sama lain, namun karena sifat Aiden yang pintar mencairkan suasana mereka bisa lebih dekat seperti saat ini.


Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan, Aiden memakai pakaian layaknya anak kuliahan yang gaul dan pasti pakaian trend saat ini, begitu juga dengan istrinya, Aiden menyiapkan segala keperluan Mikha dan semuanya adalah yang terbaik tentu saja tanpa persetujuan gadis itu, karena menurut Aiden ini adalah tanggung jawabnya sebagai seorang suami.


Suami? ya Aiden sejak awal sudah berkomitmen akan menjadikan Mikha satu satunya wanita di dalam hidupnya, dia tak akan mengulang kejadian yang sama seperti orang tuanya karena itu semua meninggalkan bekas yang sangat dalam di hati seorang Aiden.


Meski belum saling mencintai, dia percaya bahwa cinta akan segera menghampiri mereka.


Padahal tanpa mereka ketahuilah benih-benih cinta itu sudah tumbuh semakin besar di dalam hati mereka masing masing.


Kedatangan pasangan ini sontak menjadi perhatian seisi kampus, apalagi penampilan Mikha yang jelas jelas langsung berubah padahal hanya beberapa hari dia tidak masuk kampus tetapi tubuh benar benar berubah.


"Bu.. bukannya itu si gendut itu?" bisik salah satu mahasiswa saat melihat Mikha yang tampak sangat cantik dengan pakaian casualnya yang serasi dengan Aiden.


Bahkan Aiden tampak seperti anak kuliahan.

__ADS_1


"What sejak kapan si gendut itu busa berubah seperti itu!" pekik yang lain terkejut.


Wajah yang cantik, mata yang menarik, tubuh yang langsing,kulit yang mulus serta di dampingi oleh seorang pria tampan yang pastinya langsung dikenali orang.


"I..itu Aiden Maureer!!" pekik para mahasiswi saat melihat salah satu pria paling fenomenal yang terkenal karena berbagai gosip yang menimpa serta terkenal karen prestasi dan ketampanannya kini ada di kampus mereka.


"Ada apa ?" tanya seorang mahasiswi dengan pakaian seksi, rambutnya bergelombang warna warni, wajahnya dipoles dengan make up sehingga cantiknya tampak sangat dipaksakan.


Pakaian branded dan tas serta aksesoris branded menggantung di tubuhnya.


tuk tak tuk tak


sia berjalan dengan angkuh di antara para mahasiswa diikuti oleh tiga teman sepermainannya yang memiliki gaya dan style yang tak kalah kece dengan dirinya.


"Wah Bianca punya saingan, Mikha bahkan lebih cantik dari Bianca!" bisik yang lain namun masih bisa di dengar oleh mereka.


"Bianca bukankah itu si gendut?" bisik Vera temannya.


"Masa iya? apa apaan ini!! beraninya dia tebar pesona di kampus ini!" ketus Bianca sambil berjalan dnegan cepat diikuti teman temannya.


Dia menghampiri Aiden dan Mikha yang berjalan dengan santai menuju ruangan kelas Mikha.


"Hohohoh... lihat siapa ini!" ucap Bianca dari belakang Aiden dan Mikha, namun ucapannya tak di gubris oleh keduanya.


Aiden menggenggam erat tangan Mikha dan mengatakan supaya tidak menolah ke belakang. Aiden dengan sengaja merangkul bahu Mikha takut kalau gadis di belakang mereka berbuat yang aneh aneh.


" Ck... sialan berani sekali kau tidak mendengar ku Dasar kerbau!!!" pekik Bianca, mahasiswa lain yang menyaksikan itu langsung pergi saat melihat tatapan tajam dari ketiga teman Bianca, tak ada yang berani ikut campur dengan mereka berempat karena mereka memiliki orangtua yang punya pengaruh besar di kota itu.


"Ayo sayang tunjukkan ruanganmu yang dipenuhi lalat bau itu!" Ucap Aiden sedikit keras seolah menyindir Bianca dan teman-temannya.


"Baiklah," ucap Mikha dengan suara sedikit bergetar, Aiden paham dia langsung menenangkan Mikha dengan mengusap bahu istrinya.


"Woy kerbau dengar gak kita manggil!!!!" teriak Vera sambil berjalan maju ke depan dan menghadang mereka.


Matanya langsung terbelalak saat melihat siapa pria yang ada di samping Mikha, pria yang menatapnya dengan tatapan tajam dan bersiap membunuh mangsanya.


Gleekkk


Brukkkk


Seketika Vera mundur ketakutan dengan mata terbelalak, bahkan dia sampai terjatuh ke lantai membuat Bianca dan dua temannya yang lain terkejut, mereka langsung menghampiri Vera dan membantunya berdiri.


"Sial, apa yang kalian lakukan pada teman...Tu..tuan A.. Aiden," ucap Bianca tak percaya dengan sosok yang dikenalnya itu.


Temannya yang lain juga Shock saat melihat sosok pria yang merangkul bahu Mikha dengan posesif.


Aiden menatap mereka dengan tatapan tajam dan dingin, seketika tubuh mereka terbujur kaku padahal Aiden belum melakukan apa apa pada mereka.


Mikha menatap suaminya dengan tatapan heran, tentu saja heran, bagaimana keempat manusia jahat itu terbujur kaku di hadapan Aiden.


"Kenapa mereka sampai terdiam begitu saat melihat Aiden?"batin Mikha heran.

__ADS_1


Aiden menatap mata istrinya sambil tersenyum seolah mengatakan " Tenang ya,"


"Tu.. tuan Aiden, senang bertemu dengan Anda!" sapa Bianca sambil tersenyum dan menunduk hormat di depan Aiden begitu juga dengan teman temannya.


"Tadi begitu garang seperti ular kobra kenapa kalian sekarang seperti cacing kepanasan, terlihat kalian sangat gelisah, apa kalian melakukan sesuatu yang salah?"tanya Aiden, dia melirik tangan dan bahu mereka yang tampak bergetar ketakutan.


"Ahhh ti tidak tuan, kami hanya senang bertemu dengan tuan Aiden, ini suatu hal yang sangat jarang terjadi, betapa beruntungnya kami bisa melihat tuan di kampus ini," ucap Bianca dengan mulut manisnya.


"Hmmm manis sekali mulut jal4ng ini!" batin Aiden dengan tatapan dinginnya.


"Ohh begitu, lalu siapa yang kau panggil kerbau nona?" tanya Aiden sambil menatap tajam ke arah Vera yabg bergetar ketakutan.


"Sa.. saya salah orang tuan,"ucap Vera takut.


"Hmmm salah orang ya, baiklah sana pergi!" titah Aiden.


"Ba.. baik tuan,tapi boleh kami berbicara dengan gadis itu?" tanya Bianca sambil menunjuk Mikha yang sedari tadi tunduk dan merangkul pinggang Aiden untuk menghilangkan ketakutannya.


"Siapa? gadis mana?"tanya Aiden.


"Mikha tuan, kami ada urusan dengan dia,emm dia dia punya utang pada kami!" ucap Flora berbohong.


"Utang?" ucap Aiden sambil menaikkan satu alisnya.


"Eghhh seandainya aku bisa memukul perempuan maka sudah kubunuh kalian semua saat ini juga!!!!" geram Aiden.


"I..iya tuan, benarkan Mikha, kemarin kamu meminjam uang Flora, dan ada beberapa hal yang ingin kamu bicarakan dengan kami, iya kan?" ucap Bianca sambil menatap Mikha dengan tatapan mengancam.


Mikha diam ketakutan, nada tinggi Bianca kembali mengingatkan gadis itu dengan tindakan bullying yang dilakukan Bianca dan teman-temannya.


"Mikha apa yang dikatakan mereka itu benar?" tanya Aiden sambil mengusap bahu Mikha dengan lembut agar gadis itu tenang.


Mikha menatap Aiden, pria itu tampak mengangguk pelan.


"Huffft...." Mikha membuang nafas berat.


Gadis itu mengepalkan tangannya, dia menenangkan pikirannya dan mengumpulkan keberaniannya.


"Ayo lakukan, kamu pasti bisa bangkit, ada aku disini!" bisik Aiden tang dianggukkan oleh Mikha.


Mikha menegakkan kepalanya dan menatap tajam ke arah Bianca dan teman-temannya.


Glekkk


"Kenapa si kerbau ini jadi menyeramkan?" batin mereka.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊😉😊


Wahh kira kira apa yang akan dilakukan Mikha ya????


__ADS_2