Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
181 ( OTW )


__ADS_3

Aiden menepuk pucuk kepala gadis itu. Dia mengeluarkan sesuatu dari kantong kemejanya dan memberikannya pada Mikha.


"Usaplah air matamu, nanti Bunda berpikir aku memukulmu," ucap Aiden.


"Terimakasih tuan," ucap Mikha menerima sapu tangan itu.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Aiden.


"Silahkan tuan, " ucap Mikha.


"Kenapa kau tidak meminta pertanggungjawaban kepada ku, kenapa kau pergi tanpa meninggalkan jejak apa pun," ucap Aiden.


"Sa.. saya takut tuan," ucap Mikha jujur, dia mengepalkan kedua tangannya sambil menunduk menahan air matanya.


"Bicaralah yang jelas Mikha," Ucap Aiden.


"Saya takut tuan akan menuntut saya atas kejadian itu, saya takut tuan akan mengusik anak anak panti, lebih baik saya menanggung semua ini daripada harus berimbas pada Bunda dan anak-anak panti," ucap Mikha.


"Lalu bagaimana kalau aku tidak datang dan kau malah mengandung, apa yang akan kau lakukan Mikha," tanya Aiden dengan serius.


"Entahlah tuan, saya juga tidak yakin karena itu belum terjadi, tapi mungkin saja saya akan pergi dari panti dan hidup sendiri," ucap Mikha dengan jujur.


"Hidup sendiri dan menanggung semua beban itu sendirian? arhhhh... syukurlah aku langsung menemui mu disini, dasar gadis bodoh!" kesal Aiden.


"Lalu siapa pria yang memberikan minuman itu padamu?" tanya Aiden.


"Rekan kerja saya tuan, saya juga tidak tau apa isi minuman itu," ujar Mikha.


"Hufffthhhh... mengesalkan sekali, sudah berapa lama kau bekerja di hotel itu?" tanya Aiden yang mulai memanas.


"Sekitar 3 bulan tuan, saya berkerja paruh waktu sebagai pelayan," ucap Mikha.


"Bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Aiden.


"Saya sedang di semester akhir," ucap Mikha.


"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan kuliahmu itu?" tanya Aiden, sebenarnya Aiden berusaha mencari tau lebih banyak tentang gadis yang akan dinikahinya besok itu walaupun sebenarnya dia sudah tau banyak sekali bahkan sampai yang tidak diketahui gadis itu sendiri.


"Sa.. saya akan berhenti jika tuan ingin saya berhenti kuliah," ucap Mikha meskipun sebenarnya sangat berat dia berjuang untuk bisa kuliah saat umurnya 21 tahun disaat orang seumuran dengannya sudah lulus, dan hingga usianya 25 tahun dia akan menyelesaikan kuliahnya namun kejadian buruk ini menimpa dirinya.


pletak


"Dasar bodoh! kau ini benar benar gadis bodoh!!" ketus Aiden sambil menyentil kening Mikha dengan wajah kesal.


"Awhhh...." Mikha meringis kesakitan.


"Mudah sekali kau mengatakan akan mengakhiri kuliah yang sudah kau perjuangkan, ck... ck.. ck.. dasar naif, selesaikan kuliahmu sampai tuntas, jangan takut dengan biayanya mau kau kuliah sampai S2, S3, S4 atau Es teler kek pokoknya selesaikan apa yang mau kau capai, dasar gadis nakal hargai dirimu sedikit," ketus Aiden sambil berkancah pinggang menatap kesal pada Mikha.


"Aku yang menanggung semuanya, toh kita akan menikah," ucap Aiden lagi.


"Tapi tuan," ucap Mikha merasa tak enak.


"Tapi.. tapi.. tapi itu gak enak di dengar yang enak tuh Tape, udah gak usah mikir yang aneh aneh, kita keluar ayo, aku akan bilang sama Bunda Grace!" ucap Aiden sambil menarik tangan Mikha.


"Tunggu tuan,bisakah kita tidak memberitahukan hal ini pada Bunda? Mikha takut Bunda marah," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bunda nggak marah sayang," ucap Seseorang yang ternyata sedari tadi mendengar percakapan mereka bersama Ferdi di dekat pintu kamar.


Sebenarnya, Ferdi sudah memberitahukan kejadian sebenarnya pada Bunda Grace. Sungguh Bunda Grace sempat syok saat mendengar anak kecil yang dirawatnya sejak bayi mengalami hal seperti itu.


Namun perasaannya lega saat tau Niat Aiden datang ke tempat ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka meski mereka sama sama di jebak.


"Bun..Bunda," ucap Mikha terkejut, dia sampai menutup mulutnya saat melihat Bunda Grace masuk dan menemui mereka.


Bunda Grace mendekap erat tubuh Mikha, wanita renta itu mengeluarkan air matanya, dia juga turut sedih dengan apa yang menimpa Mikha namun dia bahagia karena Mikha bertemu pria yang tepat dan bertanggungjawab.


"Jangan mengkhawatirkan bunda, Bunda udah dengar dari Nak Ferdi, kamu jangan sembunyikan hal sepenting ini dari bunda sayang," ucap Bunda Grace.


"Maafkan Mikha Bunda, hiks hiks hiks," Mika kembali menangis dalam pelukan Bunda Grace.


"Ohh anakku sayang, jangan menangis ya, semua akan baik-baik saja, kamu jangan takut, Bunda yakin nak Aiden pasti pria yang bertanggungjawab," ucap Bunda Grace.


"Sudahi tangismu nak, dan ini saatnya kamu keluar dari tempat ini, dan membangun keluargamu sendiri," ucap Bunda Grace lagi.


"Maafkan Mikha Bunda," ucapnya lagi.


Bunda Grace mengusap air mata gadis itu dan merapihkan rambutnya.


"Bunda rasa sudah saatnya kamu buka bantalanmu ini, sangat tidak cocok untukmu sayang," ucap Bunda Grace.


"Eh.. ta...tapi Mikha," dia terdiam, sepertinya masih ada sesuatu tentang bantalan itu.


"Kamu harus bisa bangkit nak," ucap Bunda Grace.


"Ada apa dengan bantalan jeleknya ini Bun?" celetuk Aiden.


"Hufffthhhh bunda rasa biar Mikha yang menceritakan padamu nak," ucap Bunda Grace.


"Nanti akan ku jelaskan," ucapnya sambil menunduk.


"Baiklah,"


"Lalu kapan pernikahan kalian diadakan nak?" tanya Bunda Grace.


"Besok Bun, besok acaranya akan di laksanakan, dan kurasa lebih baik Mikha ikut dengan kami malam ini Bun supaya persiapannya bisa lebih cepat, besok bunda akan di jemput menuju tempat pernikahan diadakan, acaranya tidak besar aku tak ingin dia dalam bahaya," ucap Aiden sambil menatap Mikha yang terus menunduk.


"Bagaimana Mikha? kamu setuju kan? lebih cepat lebih baik," ucap Bunda Grace.


"Mikha setuju Bun," jawabnya pelan.


"Kalau begitu kumpulkan barang-barangmu, bawa yang penting saja," ucap Aiden.


"Baik tuan,kalau begitu saya permisi sebentar untuk bersiap siap," ucap Mikha yang dianggukkan oleh mereka.


Mereka juga keluar dari kamar kosong itu dan kembali ke ruang tamu.


Sementara itu di rumah besar Park mereka semua sedang menunggu kedatangan Aiden dan Ferdi,sudah cukup lama kedua pria itu pergi.


"Sayang gimana nih?" ucap Luna sedikit khawatir.


"Tenang saja, Aiden itu pria yang tenang kalau menghadapi masalah, paling bentar lagi juga udah ngember lagi," celetuk Gama sambil mengunyah buah nenas di mulutnya.

__ADS_1


"Mau?" tanya Gama pada istrinya.


"Mau," jawab Luna sambil menerima potongan nenas itu.


"Hoaaammmmm," Anna menguap dan meregangkan tubuhnya.


"Kak, Anna boleh nggak tidur dulu, besok mau ujian lagi," ucap Anna yang sudah bisa menghilangkan traumanya meski hanya bisa berbaur dengan kakak kakak tampannya dan beberapa orang yang dianggapnya bisa dipercaya.


"Tidur lah sayang, mau kakak temani?" tanya Luna ingin bangkit berdiri.


"Ehh..ehh.. jangan, kakak aku ngeliat kakak jalan aja udah sesak, kayak pinguin gitu, udah duduk aja disitu," ucap Anna.


"Ck.. berani kamu ya ngejek kakak, ini ponakanmu loh," ucap Luna.


"Hehehehe ya nggak dong kakak sayang, Eghhh kakakku makin cantik aja," ucap Anna sambil menghamburkan pelukannya pada Luna.


"Selamat malam ya kak, ummah, ummah ummmah," ucap Anna sambil mengecup pipi Luna dan perut Ibu hamil itu.


Dugg.. dugg.. dugg


Lagu dan lagi bayi kembar merespon tante muda mereka.


"Wah ponakan Tante senang ya, wah selamat malam sayang, sehat sehat ya jagain Mamanya," ucap Anna sambil mengusap perut kakaknya.


"ya udah Anna ke kamar dulu ya Kak," ucapnya.


"Ekhmmm.... " mereka semua berdeham menatap Anna yang hanya mengucapkan selamat malam pada Luna.


Anna memutar malas kedua bola matanya, sejak dia bisa berbaur dengan kakak kakaknya dia harus melakukan satu ritual sebelum tidur yang selama beberapa bulan tidak bisa dilakukan karena traumanya.


Anna memeluk dan memberikan ucapan selamat malam pada semua kakaknya, dia senang sekaligus merasa lucu dengan hal ini.


"Selamat malam semuanya, Anna tidur dulu,"" ucapnya setelah selesai dengan ritual sebelum tidurnya.


"Selamat malam Princess Anna!" seru mereka semua sambil tersenyum.


"Heheheh, bye bye kakak pinguin, kiri kanan kiri kanan kiri kanan wleekkk hahahahhaha," ledek Anna sambil menirukan jalan pinguin membuat mereka semua tertawa melihat tingkah gadis kecil itu.


"Hahahahahaha, "


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉😊😉


OTW Sah bang Aiden wohohoho🤣🤣


Aiden: Thor sakarepmu 🙃 ejek aja teross


Alex: bersyukur situ udah dapat, lah aku masih gini gini aja, ya kan Thor.


Author: ya udah bang Alex sama Thor aja.

__ADS_1


Alex :najis Thor, pantes ngenes idih...


Author: gue suntik mati apes Lo Lex!!


__ADS_2