Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
123


__ADS_3

Tuk.....


Tak.....


Tuk....


Tak....


Terdengar suara jam dinding yang beraturan di dalam ruangan penyekapan di markas besar J.B grup.


"Erghh....sialan, kenapa mereka menyiksaku disini, arghhh ini semua karena Jae Sung sialan itu!!" Geram Laura yang baru bangun dari tidurnya.


"Ma, bagaimana ini kapan kita akan keluar dari tempat menjijikkan ini, arghhh punggungku sampai sakit, aku seharusnya duduk tenang menikmati pijatan spa langganan ku hari ini!" Rengek Laura pada Mamanya yang juga dikurung di sel bersebelahan dengannya.


Mereka tidur dia atas kasur yang keras dengan lantai yang dingin dan ruangan yang lembab serta pencahayaan yang kurang baik.


Sudah seminggu mereka disekap disana, dan tak ada tanda-tanda kalau mereka akan dikeluarkan dari ruangan penuh sesak itu.


"Mama juga bingung Laura, kenapa Ken sampai mengurung kita disini? Siapa sebenarnya gadis bernama Luna itu?" Tanya Gisel sambil menggaruk garuk tangannya yang terasa gatal terkena gigitan nyamuk.


"Entah aku juga bingung Ma, Ken mengatakan kalau gadis itu kekasihnya tapi Gama mengatakan kalau dia adalah istrinya, tapi dia juga dekat dengan Bima, Aiden dan Mark!" Jelas Laura.


"Sudah jelas kalau gadis itu adalah istrinya Gama, kalian tidak dengar percakapan mereka beberapa hari yang lalu? Atau telinga kalian sudah tidak berfungsi?" ledek Melly yang bersikap lebih tenang daripada kedua wanita itu.


"Ck....tan ini juga salah suami Tante, kita jadi disekap begini, aduhh kulitku jadi rusak begini arhhhh," kesal Laura seraya menatap benci pada Melly.


"Ck....ck...ck Gisel kamu ajarin anak kamu itu ngomong, tau diri dikit Napa, kalau bukan karena bantuan suamiku kalian gak bakal bisa dapatkan harta tuan Anderson!" Ledek Melly dengan ketus.


"Sudah kalian ini selalu saja bertengkar, sekarang kita harus cari cara supaya bisa keluar dari tempat ini, arhhh si anak sialan itu kenapa tidak mati saja dulu bersama adiknya itu arhhhsial!!" Gerutu Gisel.


"Adik? Apa Ken punya adik?" Tanya Melly.


"Tentu saja dia punya adik, kau ini pikun atau apa sih Mel?" Ledek Gisel.


"Aku lupa Sel, aku mana ingat berapa anak suamimu itu, ck...jika mengingat kejadian dulu aku kasihan dengan wanita itu, bisa bisanya dia ditipu selama pernikahan mereka," ujar Melly.


"Heyy kasihan? Dia yang merebut Anderson dariku, sudah nasibnya meninggal seperti itu, cihhh apanya yang kasihan? Itu Karma untuk pelakor!" Ketus Gisel.


"Kau juga pelakor bodoh, lalu kau Laura, apa hubungan mu dengan suamiku? Mumpung kita membahas hal itu sekarang, apa hubunganmu dengan suamiku? Seingatku Gama menyindir sesuatu tentang kalian!" Ucap Melly dengan sorot mata tajam yang sudah siap menerkam Laura.


Laura terkejut dengan ucapan Melly tantenya, dia terlihat gugup namun seketika itu dia menepisnya. Laura membalas tatapan tajam Melly.


"Hubungan apa maksud Tante, tentu hubungan kami sebatas keponakan dan paman apa lagi memang? Kau ini ada ada saja Tan, apa Tante sudah kena penyakit pikun?" Sindir Laura.


"Lalu apa maksud perkataan Gama waktu itu? Apa maksudnya hah? Apa jangan jangan kau sama seperti Tiara? Wanita penggoda itu menggoda suamiku,apa kau juga seperti itu gadis J4lang itu!!!??" Teriak Melly marah, sejak saat Gama menyindir mereka di perusahaan, Melly tak bisa berhenti memikirkan perkataan Gama.

__ADS_1


Dia teringat dengan kejadian satu tahun lalu saat suaminya ketahuan bermalam dengan Tiara yang menjadi tunangan Gama.


Saat itu Melly benar-benar histeris, hanya saja Jae Sung si pria bermulut manis berhasil meredam kemarahan wanita itu tentu sjaadengan menyelesaikannya di atas ranjang.


"Siapa kau sebut Jal4ng Mel? Jangan kau hina anakku, dasar perempuan mandul! Pantas saja Jae Sung menghianatimu!" Ketus Gisel yang kesal mendengar anaknya dihina.


"Diam kau pelakor, anak dan ibu sama saja, sama sama perebut milik orang, aku yakin anak angkatmu itu tidak akan diam saat tau kalau kau adalah dalang dari kematian ibu mereka!" Teriak Melly yang kemarahannya sudah di atas ubun-ubun.


"Memang apa yang kulakukan hah? Aku hanya mempercepat kematiannya, toh kau juga ikut!" Ketus Gisel.


Laura yang mendengar pembicaraan kedua wanita itu menjadi panik, bagaimana mereka bisa dengan segampang itu membongkar kejahatan mereka saat sedang disekap di kandang singa, ini sama saja dengan mempercepat kematian mereka.


"Ma, Tan diam!!" Bentak Laura kesal.


"Kau yang diam, dasar gadis tidak tau diri kau sama saja dengan Mamamu itu!" Bentak Melly dengan suara keras dan penuh amarah.


"Diam kau Melly, jangan membentak anakku!!" Kesal Gisel.


"Ck...dasar pelakor, kau itu pembunuh, semoga saja mereka tau kalau kau yang meracuni Nyonya Anderson, kau pasti akan langsung mati!!!" Teriak Melly drngan kencang, dia benar-benar kesal dan marah saat ini.


"Hei mandul, itu juga idemu bodoh! Kau yang mengusulkan itu!!" Kesal Gisel.


"Ma, Tan bisa tidak kalian diam hah? Apa kalian tidak sadar dengan apa yang kalian ucapkan?" Gerutu Laura .


Gisel dan Melly terkesiap, mereka sadar telah melakukan kesalahan paling besar dalam hidup mereka.


"Mampus, ini semua gara gara kau , dasar kakak tidak tau diri!!" Kesal Gisel menatap Melly, mereka adalah saudara kandung seayah dan seibu yang otaknya sama sama kotor dan licik.


"Anakmu yang mulai, kalian sama sama pelakor mata duitan, kau jelaskan apa kau juga menggoda sumiku hah?" Bentak Melly, seandainya mereka tidak di tahan dalam sel yang berbeda,mungkin saja Laura sudah habis dihajar oleh Melly.


"Kenapa jadi aku Tan, sudah ku bilang aku tidak ada hubungan apa apa dengan suamimu itu!!" Balas Laura dengan suara tak kalah keras.


"Hahhh, kau J4lang sial4n!!!" Teriak Melly.


"Jangan menghina anakku, kau tidak tau apa-apa Mellyyyy!!!" Balas Gisel yang tak kalah marah dengan Melly.


"Diam kau pelakor, jangan ikut campur!!" Kesal Melly.


"Kau jelaskan apa hubunganmu dengan Jae Sung, apa kau tidur dengannya hah? Berapa kau di bayar pria munafik itu? Apa kau tidak tau aku sudah sering memergoki kalian jalan ke hotel berdua sialan, kau keponakanku teganya kau menusukku dari belakang!!!" Ucap Melly dengan kilatan amarah yang mejadi-jadi .


"Dasar wanita tidak tau diri, kau wanita mur4han, sudah berapa banyak pria kau tiduri hah?!" Teriak Melly lagi.


Mendengar ucapan tantenya, Laura menjadi geram dan amarahnya kian membuncah. Dia menatap tajam ke arah Melly, ingin rasanya dia mencabik-cabik wanita paru baya itu saat ini juga.


"Aku memang tidur dengannya kenapa apa kau marah, hahahahah tante Tante, betapa munafiknya dirimu, kau tak bisa memberikannya kepuasan maka aku bersedia melakukan itu selama dia memenuhi keinginanku," balas Laura dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Gisel terbelalak kaget dengan pengakuan putrinya,selama ini dia mendidik putrinya agar menjadi gadis yang tidak sama seperti dirinya namun buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


"A...apa?!!!!" Teriak Gisel dengan mata berkaca-kaca.


Laura terdiam, dia tidak pernah memberitahukan hal ini pada ibunya sebab ia tau wanita itu tidak pernah mengajarkan Laura menjadi seorang pelacur, meskipun dia diajarkan cara mendapatkan seorang pria incaran seperti Gama.


Bagi Gisel menjaga segel tetap aman salah satu cara untuk mendapatkan pria kaya incarannya, metode itu yang dia lakukan untuk menggaet tuan Anderson dan ternyata caranya berhasil.


"Ma...Bu..bukan seperti..." Laura terdiam saat melihat Gisel menangis kecewa dengan putrinya.


"Diam kau!!" Bentak Gisel.


"Bodoh sekali kau mau tidur dengan pria bajingan itu!!" Teriak Gisel kesal.


"Arghhhh kenapa kau bodoh sekali Laura!!!" Kesal Gisel.


"Cih....sudah ku bilang kalian sama persis!" Ketus Melly.


"Diam kau Mel, sebaiknya pikirkan cara keluar dari tempat menjijikkan ini, aku tidak peduli lagi denganmu Laura, kau tidak mendengarkan aku!" Bentak Gisel.


"Hahahahha, kalian berdua lucu sekali, satu pembunuh satu lagi pelakor, lucu sekali keluarga kalian hahah," ledek Melly seraya tertawa.


"Lebih baik aku mandul daripada harus punya anak seperti dirimu Laura!" Ucap Melly.


Brakkkk


Pintu di buka dengan kasar hingga suaranya menggema di seluruh ruangan itu.


Gisel, Melly dan Laura tekesiap saat melihat sosok yang masuk dengan aura kesetanan itu.


Sorot mata yang tajam, rahangnya mengeras, saraf sarafnya menegang, wajahnya memerah menahan Amarah, suara gertakan giginya membuat siapapun merinding, dia mengepalkan tangannya, bersiap untuk mencabik-cabik tiga mangsa empuk di hadapannya.


Dia adalah Ken, pria itu mendengar semua pembicaraan mereka dari awal sampai akhir.



.


.


.


.


like, vote dan komentarnya jangan upa gaessπŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2