Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Kronologi


__ADS_3

Saat ini mereka semua telah berkumpul di rumah keluarga Maurer. Aiden menghubungi mereka semua setelah mendapat kabar dari Bima bahwa Celine telah di culik.


"Bima apa yang terjadi!" Ucap Gama yang baru tiba bersama dengan Luna dan si kembar, beberapa menit yang lalu mereka sedang asyik menikmati waktu bersama keluarga mereka. Namun panggilan dari Aiden membuat mereka terburu-buru meninggalkan taman hiburan padahal baru setengah jam mereka bermain di sana.


"Celine di culik,"ucap Bima sambil menangis.


"Bagaimana bisa? Beberapa jam yang lalu dia pamit masih aman aman saja,ada apa?" Tanya Ken lagi.


Dia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya,


Bima sedang duduk manis di kantornya, Dia baru saja selesai melakukan rapat penting bersama atasan-atasan di perusahaannya untuk membicarakan mengenai pembukaan anak perusahaan di negara China.


Saat dia sedang memikirkan istrinya dan akan menelepon, tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Drrrtt.... Drrrttt.... Drrrtt


Tampak terukir jelas senyuman di wajah Tampan itu kalau melihat nama yang tertera di layar ponselnya yaitu nama sang istri yang tak akan pernah dia lepaskan sekalipun.


"Halo Celine, kenapa nelpon kangen ya sama bang Bima?" Goda Celine.


"Ishhh pede banget kamu, aku nelpon mau ngasih tahu kalau aku mau datang ke perusahaanmu boleh kan?" Tanya Celine dari seberang telepon.


Mendengar ucapan Celine mata Bima bersinar bahagia sebab sang istri mau datang ke perusahaannya tanpa harus dia yang mengajak terlebih dahulu.


"Tentu saja boleh aku akan menunggumu disini sayangku hahahhaha," ucap Bima dengan setengah bercanda.


"Ck... Ck... Ck... Dasar tukang gombal!" Ejek Celine.


"Nggak apa-apa aku kan gombalnya cuma sama kamu aja hahhahaha,"ucap Bima sambil tertawa terbahak-bahak.


"Haiishhhh.... Kamu mah gitu," ucap Celine.


"Sayang aku lapar nih bawain makan ya, apa aja boleh deh, " ucap Bima.


"Oh menunya apa aja boleh nih?" Tanya Celine memperjelas.


"Boleh," ucap Bima.


"Kalau Aku bawa pasir dan batu Kamu mau makan nggak?" Tanya Celine.


"Mau kok asal kamu juga ikut makan hahhaahhah," jawab Bima.


"Hishh... Eh... Mau ngapain... Jangaannn... Bima.. Bim... Lepasin sayaaaa!!!!" Terdengar suara Celine berteriak dari seberang sana yang sontak membuat Bima menjadi panik dan khawatir.

__ADS_1


"Celine, sayang halo... Celine.... Celine ada apa!!!!" Teriak Bima dari teleponnya.


"Bima... To... Tolong aku... Arhhhhhh.... Brukk.... Plaaakkkk....," Kelemahan suara teriakan salin sebelum akhirnya Celine tak menjawab panggilan Bima lagi.


Rumah suara ribut-ribut di sekitar tempat di mana saya berada, Bima diam terpaku dia tak mendengar suara istrinya lagi.


"Celine... Halo Celine... Sayang halo... ceelll jangan buat aku takut!!!!" Teriak Bima dengan wajah panik sekaligus takut kalau terjadi apa-apa dengan istrinya.


Brakkk....


Bima menghancurkan seluruh isi ruangannya dia benar-benar kacau saat ini.


"Halo.... cel!!!" Panggil Bima lagi sebab sambungan teleponnya masih belum terputus.


"Hahahahahha.... Hahhahahah..... Ternyata seorang Bima Satria memiliki kelemahan, cepat datang ke Jalan xx jika kau masih ingin mendapatkan istrimu yang cantik dan seksi ini seutuhnya, kami akan bermain denganmu terlebih dahulu, mungkin tubuhnya akan menjadi mainan baru yang menyegarkan bagi kami hahahhahah," ucap orang misterius dari seberang sana sebelum ponsel Celine benar-benar dimatikan.


Mata Bima terbelalak jantungnya berdegup kencang, istrinya dalam bahaya saat ini.


Bima berlari sekencang-kencangnya, kakinya menuntunnya untuk segera masuk ke dalam lift, dia menelepon Aiden untuk memberitahukan kepada semua orang kalau Celine diculik oleh seseorang.


Dia benar-benar panik saat ini, Bima menyetir seperti orang kesetanan dia menyalip kanan kiri menikung dengan kecepatan penuh sampai orang-orang yang mengendarai mobil di sekitarnya mengumpat kepada pria gila itu.


Kembali ke masa kini mereka semua menatap kearah Bima yang tampak tidak berdaya dengan kabar diculiknya istri yang sudah mencuri hatinya.


Mereka juga sama khawatir nya dengan Bima, mendengar hilangnya Celine membuat mereka semua panik dan takut kehilangan wanita yang sudah mereka anggap sebagai keluarga mereka.


"Kita lakukan operasi pencarian!" Ucap Mark yang berjalan sambil membawa ponselnya, dia sudah melacak letak terakhir di mana Celine berada.


"Baik, ayo percepat, kita hanya punya waktu sedikit! Sudah berapa lama sejak kau berbicara dengan Celine?" Tanya Alex.


"Sekitar 20 menit yang lalu," jawab Bima.


"Anak anak siapkan ponsel kalian!!" Panggil Luna yang sudah menyingsingkan kedua lengan bajunya dan mengikat rambut ke belakang.


Aiden dan Gama segera mempersiapkan ruangan dan komputer di bantu oleh Vanya dan Mikha.


"Anya kamu gak usah ikut ya sayang, kamu pucat banget soalnya," ucap Alex yang membuat mereka semua menoleh kearah Vanya.


"Loh kak Vanya kenapa?" Tanya Luna kaget melihat wajah Vanya yang sembab dan pucat.


"Dia sedang hamil na," ucap Alex yang sontak membuat mereka semua terkejut namun Vanya menyadarkan mereka.


"Nanti saja kita bahas mengenai masalah kehamilanku sekarang ayo kita cepat mencari Celine, dia sedang dalam bahaya!!!" Ucapnya dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Ahh benar, astaga anak kalian merupakan angin segar di tengah bencana, aku yakin dia akan menjadi orang hebat nanti ucap Aiden," sambil bergegas menuju ruang kerja.


"Selamat Alex, Vanya"Sebuah kata-kata yang tak lupa mereka ucapkan pada mereka berdua sebab kehadiran bayi Alex dan Vanya adalah sebuah berkah bagi mereka.


Bahkan Vanya sendiri yang mendengar itu sampai tertegun, di masa genting seperti ini mereka masih sempat mengucapkan selamat kepada dirinya atas kehamilannya sungguh sebuah keluarga yang sangat harmonis.


Rose memegang pundak Vanya sambil mengusap punggung wanita itu, "ayo kamu istirahat dulu, wajahmu sangat pucat, kita melihat mereka dari belakang saja ya," ucap Rose yang di balas anggukan kepala oleh Vanya.


Ken menyiapkan tempat duduk yang nyaman untuk kedua ibu hamil itu, dia tentu masih bisa memfokuskan perhatiannya sementara yang lain fokus untuk menyiapkan alat-alat mereka untuk segera mencari Di mana keberadaan Celine.


"Sayang, Vanya kalian berdua duduk disini ya, jangan stress, jangan panik, Andin kamu temanin mereka ya sama baby J, kalau ada apa apa langsung kasih tau" ucap Ken yang di balas anggukan kepala oleh mereka bertiga.


Kini tim operasi pencarian Celine telah siap di depan komputer mereka masing-masing dengan cepat, Luna, Si kembar Baby C, Alex, Mark, Aiden, Gama, dan Ken melacak keberadaan Celine.


Sedangkan Bima dia sudah lemas, tak bisa berpikir jernih, dia terus menghubungi ponsel Celine namun tak ada hasil.


Mereka saling membagi tugas, Luna dan si kembar mencari keberadaan Celine melalui ponsel yang sudah dimatikan ,meski agak sulit karena dimatikan mereka masih bisa melacak Celine dengan menggunakan sinyal ponsel tersebut.


Alex, Mark, Aiden meneliti seluruh Kamera CCTV yang dilalui oleh Celine.


Gama dan Ken melacak lokasi yang dikunjungi Celine apakah ada orang yang mengikutinya.


Sejenak Luna berpikir jika cara yang mereka lakukan seperti ini maka akan memakan waktu yang cukup lama sementara nyawa Celine ada di genggaman para penculik itu.


"SEMUA BERHENTI!!!" Teriak Luna membuat mereka terkejut sekaligus heran.


.


.


.


.


like, vote dan komen ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š


jangan lupa baca karya author yang lain :


๐Ÿ‘‰Suamiku si Tampan Buruk Rupa


๐Ÿ‘‰Devano My Monster


๐Ÿ‘‰Oh My Dev-iil

__ADS_1


๐Ÿ‘‰istri cantik Suami Bucin


__ADS_2