Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
111


__ADS_3


Dengan tergesa-gesa Gama melajukan mobilnya menuju markas besar J.B grup yang letaknya di sebuah gedung milik J.B group.


"Dimana kau sayang, maafkan aku....arhhhh....bodoh sekali kau Gama!" Teriak Gama frustasi sambil beberapa kali memukuli kemudi mobilnya.


Pria itu melaju dengan pesat, menyalip mobil mobil di depannya. Sepanjang jalan banyak pengemudi yang mengumpat pria itu. Syukur jalanan tidak macet, bahkan Bima, Ken dan Aiden yang sudah pergi terlebih dahulu bisa di salip oleh pria itu.


"Mampus, si Gama kumat!" Ucap Aiden sambil melajukan mobilnya mengejar Gama.


"Astaga kenapa tidak kuajak tadi si bodoh itu bersamaku!" Gerutu Ken saat melihat mobil Gama melesat seperti kilat melewati dan menyalip mobil yang ada di depannya.


Salah sedikit saja pria itu akan membuat seseorang menjanda seumur hidupnya.


Dengan kemarahan nyang sudah di ubun-ubun, Gama melangkahkan kaki memasuki gedung markas besar J.B grup dimana para pengawal di latih dan diberi pengarahan dalam melaksanakan tugas .


Brakkk


Pintu di buka dengan sangat kasar, Gama tidak lagi menghiraukan sapaan para pengawal yang melihatnya masuk.


"Dimana dia?" Tanya Gama dengan suara dingin dan datar pada Mark.


"Ke sebelah sini tuan!" Ucap Mark yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Mark menuntun Gama menuju tempat dimana Jae Sung disekap.


Dengan tatapan tajam, amarah yang membuncah, Gama mengeraskan rahangnya, mengepal kedua tangannya, mata dan wajahnya memerah menahan amarah, saraf-saraf nya sampai tercetak jelas di kulit putih pria itu.


"Bajingaaannn, kemari kau!!!" Teriak Gama saat sampai di ruangan dimana Laura, Gisel, Melly dan Jae Sung ditahan.


Jae Sung yang tiba di tempat itu benar-benar terkejut saat melihat Laura, Gisel dan istrinya Melly sudah di dalam ruangan itu dalam kondisi terikat di sel mereka masing-masing.


Gama berjalan mendekati Jae Sung yang diikat di sebuah kursi, mata Gama tidak lepas dari pria itu.


Gama menggenggam dengan keras rahang Jae Sung sehingga pria tua itu menatapnya.


Tampak raut ketakutan di wajah Jae Sung baru kali ini dia melihat Gama sampai semarah itu pada seseorang. Gisel, Laura dan Melly yang melihat itu sama takutnya juga, pria itu benar-benar menyeramkan saat ini.


"Katakan dimana istriku!" Ucap Gama dengan suara menahan amarah, dia benar benar ingin membunuh pria itu saat ini juga namun dia harus meredam keinginannya agar bisa menemukan dimana istrinya berada.


"Ka...ta......kaaannn............di.......maaa.....naaaa...istriku!" Tegas Gama sekali lagi sambil mencengkram rahang Jae Sung dengan kuat sehingga meninggalkan bekas kemerahan pada kulit pria itu.


"Aku benar-benar tidak tau dimana istrimu yang cacat itu!" Balas Jae Sung dengan mata sinis, ia benar-benar tidak bisa bergerak dan melakukan perlawanan fisik, tapi mulutnya benar benar bisa melawan.


Mendengar hinaan Jae Sung pada istrinya, Gama benar benar gelap mata, namun seketika ia mengingat wajah istrinya yang menangis.


jika dia membunuh pria itu sekarang maka pasti Gama akan mendekam di penjara sementara Luna masih belum ditemukan.


Gama melepaskan rahang Jae Sung dengan kasar. Dia menarik nafasnya untuk menetralkan perasaannya.

__ADS_1


"Sekali lagi kutanya dimana istriku berada? Kau apakan dia? Kemana kalian membawanya?" Tanya Gama.


"Aku tidak tau, aku benar-benar tidak tau dimana istrimu yang cacat itu, bahkan kami saja tidak bisa melacak keberadaan gadis itu, mungkin saja dia diculik dan di jual organ dalamnya!" Ucap Jae Sung.


"Bahkan anak buah-ku saja tak sanggup membawanya ke markas ku, pasti dia di culik oleh komplotan musuhmu, cihh kau yang membuat istrimu sendiri di dalam bahaya, rasakan itu !" Ucap Jae Sung memprovokasi Gama agar pria itu semakin frustasi dan hancur sehancur-hancurnya.


"Mungkin saja musuh bisnis mu, atau bahkan mungkin Tiara atau Alex, ck...ck..ck..kasihan sekali kau keponakanku, kalau kau butuh bantuan aku bisa melacak keberadaan istri cacatmu itu sekarang, bagaimana hmm?" Tawar Jae Sung dengan segala rencana liciknya.


"Benarkah kau bisa membantuku?" Ucap Gama menatap datar pada Jae Sung.


"Termakan, hahaha kau sangat mudah dihasut bodoh!" Batin Jae Sung.


"Tentu saja aku bisa menemukan istrimu saat ini juga, maka dari itu lepaskan dulu ikatanku, akan kutunjukkan dimana istrimu berada, sebab kami yang tau posisi terakhir istrimu itu!" Ujar Jae Sung dengan seringai jahat di matanya.


"Baiklah, pengawal ambil Cap!" Titah Gama.


Ken, Aiden dan Bima begitu juga dengan Rendy yang mengikuti mereka dari belakang berlari tergesa-gesa memasuki ruangan itu, mereka sangat hapal dengan tempramen Gama yang benar-benar sulit dikendalikan.


Sesampainya mereka di dalam ruangan itu, mereka terbelalak dengan apa yang mereka lihat.


Gama sedang menaruh besi panas di bahu pria itu yang berbentuk cap dengan tulisan "PEMBUNUH" .


Cesssshhhhh


"Arghhhhh......apa yang kau lakukan baaaajiiingaaannnn!!!" Teriak Jae Sung merintih kesakitan.


Laura, Melly dan Gisel yang menyaksikan hal itu seketika meradang sendiri. Mereka benar-benar ketakutan saat melihat iblis keluar dari tempat persembunyiannya selama ini.


"Lepaskan aku!!!"teriak Laura histeris, dia benar-benar ketakutan.


"Tangan!" Ucap Gama.


Pengawal yang berdiri di samping Gama menarik paksa kedua tangan tuan Jae Sung.


Ceeeesshhhhhhhh


Satu besi panas mendarat sempurna di tangan kanan Jae Sung, kulit pria itu terbakar hingga melepuh dan meninggalkan bekas di kulitnya.


"Arghhhh....bunuh saja aku jika kau menyiksaku seperti ini!!" Teriak tuan Jae Sung kesakitan.


Cesshhhhh


Satu lagi besi panas yang menyala nyala itu mendarat dengan kasar di tangan kiri Jae Sung.


"Ini untuk semua kejahatan yang telah kau lakukan pada keluargamu sendiri, dan ini sebagai pengingat bahwa kedua tanganmu ini secara tidak langsung sudah membunuh kakak kandungmu sendiri!" Ucap Gama dengan nada yang benar benar datar dan dingin.


Bughh


"Dan yang terakhir, terima ini bajingan bangsat!!" Teriak Gama.

__ADS_1


Bukghhh


"Itu untuk rencana licikmu pada istriku!" Ucap Gama melayangkan satu tinjuan ke wajah Jae Sung.


Meski pria itu adalah pamannya, baginya kejahatan tidak dapat di toleransi sebab sama saja membiarkan penjahat itu kesempatan untuk berulah kembali.


"Mark segera urus proses hukum untuk bajingan ini, aku ingin dia dijatuhkan hukuman oenajra seberat-beratnya, dan pastikan dia tetap hidup suapay selama hidupnya dia menderita!" Titah Gama sambil melemparkan besi panas itu ke lantai.


Tuan Jae Sung segera dibawa ke pihak berwajib dan akan dijatuhi hukuman sesuai peraturan yang berlaku.


Gama duduk di kursi dalam ruangan itu, ia benar-benar pusing. Tuan Jae Sung memang benar-benar tidak tau dimana letak istrinya saat ini.


Gama memijit pelipisnya, ia begitu terpuruk saat ini selama ia tidak bisa menemukan keberadaan istrinya.


Ken mendekati Gama yang tampak berantakan, ia benar-benar tidak tega melihat sahabatnya terpuruk seperti itu, tapi ini juga karena kebodohan Gama.


"Beristirahatlah, biar kami selesaikan ini, kau sudah terlalu lelah, jika terus begini kau tidak akan bisa menemukan Luna," ujar Ken.


"Mana bisa aku beristirahat jika keadaannya begini Ken, aku...arghhh....semua ini salahku!" Teriak Gama frustasi.


"Ck...pergilah pulang, Bima bawa dia ke rumahku, biar dia Istirahat disana," ujar Ken pada Bima yang segera dianggukkan oleh pria itu.


"Ayo Gam, kau harus istirahat, Luna akan benar-benar mengomeli kami jika kau terbaring sakit!" Ucap Bima sambil menyeret paksa Gama.


Gama menurut saja, di benar-benar sudah lelah, hati dan pikirannya berkecamuk, ia sangat khawatir dengan keberadaan istrinya saat ini.


Setelah kepergian Gama, Aksi sebenarnya akan dimulai oleh Ken.


Setan itu kembali lagi dengan seringai licik di wajahnya.


"Hai Mama ups....Mama?" ucapnya sambil menaikkan satu alisnya.


" hahahah mimpi kau jal4ng!" Ucap Ken yang kini duduk di depan sel Gisel dan Laura dengan seringai jahat di wajahnya,


lain dengan Aiden yang malah duduk selonjoran di sudut ruangan sambil mengutak-atik laptopnya mencari keberadaan Luna.


"Satu iblis pergi, muncul iblis lainnya!"batin Mark yang masih berjaga disana.



.


.


.


jangan lupa likenya biar author gak lupa up 😏😏


Okeee, author up kalian kasih sesuatu kek heheheheh, like yang banyakkkkkkk guysss

__ADS_1


__ADS_2