Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
100


__ADS_3

Gama dan Luna dengan bergandengan tangan dengan senyum mengembang di wajah mereka keluar dari dalam ruangan pribadi pria itu.


Tampak Ken, Aiden, Bima dan kedua Asisten Gama duduk di sofa menunggu mereka.


Sebelumnya Mark sudah memeriksa kamera itu dan ia berhasil menyadap ponsel tuan Jae Sung yang terhubung langsung dengan kamera kecil itu.


"Kalian sudah baikan?" Tanya Ken yang dijawab anggukan oleh Luna dan Gama.


"Ciee yang udah baikan, tapi pfhhtt hahahah, woy kalian lihat mereka baik-baik hahhaha, seperti raksasa dan kurcaci hahahah," Aiden terbahak-bahak saat melihat perbedaan tinggi badan Luna dan Gama.


Yang lain ikut memalingkan wajah, dan sama seperti Aiden mereka ikut tertawa melihat pasangan itu, padahal mereka sendiri tidak sadar kalau tinggi badan mereka juga beda jauh dari Luna.


"Cih...kalian nggak sadar ya kalau kalian juga raksasa, ini ibarat aku anak kecil yang tersesat sama enam om om di perusahaan besar ini," ujar Luna yang membuat mereka semua tergelak.


"Iya deh iya terserah kamu," ujar Bima.


"Ya udah kalau gitu kami balik duluan ya Gama, Luna, ada urusan kantor nih," ujar Ken langsung bangkit berdiri diikuti oleh Bima dan Aiden.


"Nanti ke rumah kan kak?" Tanya Luna.


"Pasti dong, kita mau gangguin kalian kangen kangenannya hahahah," tawa Aiden.


"Iya kita ke rumah besar Park kok," ucap Ken dan Bima sambil tersenyum.


"Oke sampai jumpa kak!" Ucap Luna sambil melambaikan tangan pada kakak kakaknya.


"Bye sayangku!!" Ujar mereka bertiga menggoda Luna membuat Gama memicingkan matanya menatap tajam ke arah tiga pemuda yang tidak mengacuhkan keberadaannya.


Gama menari Luna ke belakangnya,


"Jangan lihat-lihat kalian sudah puas bersamanya selama dua Minggu sekarang sampai selamanya Luna milikku!" Ketus Gama seperti anak kecil yang tidak mau kehilangan mainannya.


"Buuuuciiiiinnnnn hahahahahahah," Ken, Bima dan Aiden tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal Gama.


Mereka keluar dari ruangan itu dan pergi menuju tempat tujuan mereka.


Sedangkan Luna dan Gama masih di dalam ruangan kerja Gama. Mata Luna sangat risih melihat kamera yang masih menempel di sisi komputer suaminya.


"Kak Mark itu kenapa kameranya belum di ambil sih?" Ucap Luna.


"Kita masih membutuhkan kamera itu Nona, saya meretas ponsel tuan Jae Sung dan memasang rekaman kosong ke dalam ponselnya sehingga mereka hanya bisa melihat ruangan ini kosong," ujar Mark.


"Ohh...gitu, jadi kamera yang itu, itu dan itu buat apa?" Tanya Luna menunjuk beberapa kamera tersembunyi di sisi ruangan Gama yang letaknya cukup tidak disangka sangka dan tersembunyi.


Mark terkejut, ia sudah sangat teliti menyembunyikan kamera kecil itu di ruangan tuannya, ternyata masih ada yang bisa menebaknya.


"Mampus aku!" Batin Mark.


"Jelaskan!" Ucap Gama dengan suara serius.


"Ah...be..begini tuan, sa..saya yang memasang kamera itu untuk berjaga-jaga jika ada kejadian seperti yang dilakukan tuan Jae Sung," ucap Mark dengan suara bergetar, kemarahan Gama aadalah hal paling menyeramkan yang tidak ingin ia hadapi.


"Owh...begitu, bagus lanjutkan!" Ujar Gama yang membuat Mark bisa bernafas lega.


"Tuan benar benar berubah total!" Batin Mark dan Rendy.

__ADS_1


"Sayang kita keluar saja yuk," ajak Gama.


"Kita kan belum pernah kencan sejak menikah, jadi kamu mau nggak kencan bareng suami tampanmu ini hmm?" Tanya Gama.


"Apa kamu gak capek sayang, istirahat aja dulu, kamu juga baru sembuh," jawab Luna yang sedikit khawatir dengan suaminya.


Gama menggelengkan kepalanya sambil tersenyum Lembut ke arah Luna.


"Ya sudah kalau begitu kita kencan hehehe," seru Luna sambil mengangkat tangan mereka berdua dengan senyum sumringah.


"Mark, kak Ren, kami keluar dulu kalian lakukan tugas kalian!" Ucap Gama.


"Siap Tuan!" Jawab mereka berdua dengan tegas.


Luna dan Gama keluar dengan bergandengan tangan dengan senyum mengembang sempurna di wajah mereka masing-masing.


"Kau tau tidak?" Tanya Luna.


"Nggak tau," jawab Gama.


"Belum kutanya sayang," ujar Luna memutar kedua bola matanya.


"Hehehe, katakanlah sayangku," ucap Gama sambil merangkul bahu istrinya membuat mereka semakin dekat, tangan Luna merangkul pinggang suaminya.


"Aku benar-benar merindukanmu, rasanya sepi meskipun banyak orang di rumah," ucap Luna sambil berjalan.


Mereka masuk ke dalam lift dan turun ke lantai satu.


"Tapi bukannya kalian banyak menghabiskan waktu selama dua Minggu ini hmmm? Bahkan setelah aku pergi kalian langsung berpesta," ujar Gama.


"Benarkah? Kalau begitu kita buat pesta saja bagaimana?" Tanya Gama.


"Hmmm pesta apa? Emang ada yang mau dirayakan? Ulang tahun kamu dan Anna kan masih lama, Kak Ken juga belum ulang tahun, yang lain juga," ucap Luna dengan polosnya.


Gama tersenyum lembut dia sangat senang dengan gadis cerewet tapi polos di sampingnya itu.


"Hmmm... bagaimana kalau kita buat resepsi pernikahan kita?" Usul Gama.


Mendengar ucapan suaminya Luna berhenti, dia menatap Gama sebentar lalu kembali memalingkan wajahnya ke depan.


"Nggak perlu sayang, kita kan udah nikah buat apa ngadain acara begituan, itu namanya pemborosan tau," ujar Luna.


"Bener nih kamu gak mau?" Ucap Gama.


Luna mengangguk sambil tersenyum dan menatap suaminya. Gama memandang mata gadis itu untuk mencari keraguan disana namun tidak dia temukan.


"Ya sudah kalau kamu menolak, aku mah bisa apa atuh," ujar Gama sambil mencolek gemas hidung istrinya.


"Heheheh, kita mau kemana sayang?" Tanya Luna saat mereka turun dari lift, Gama masih merangkul istrinya begitupun dengan Luna ia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.


"Kamu maunya kemana?" Tanya Gama.


"Aku mana tau jalan Jakarta sayang, kamu dong yang nentuin," ujar Luna sambil sedikit menggelitik perut suaminya.


"Hahahah, aduhh geli sayang, ya udah kita cari makan aja ya, banyak loh kuliner di restoran Jakarta," ucap Gama memberikan usul.

__ADS_1


"Hmmm kalau gitu aku mau kuliner street food, aku gak mau ke resto atau cafe pasti membosankan!" Celetuk Luna.


"Street food, kamu yakin? Aku takut gak higenis entar kamu sakit gimana?" Ucap Gama sedikit tidak setuju dengan pilihan istrinya.


"Sayang, street food jaman sekarang itu udah banyak yang higenis, mereka mana mau jualan gak higenis bisa bisa bangkrut dong usaha mereka, kamu ini ada ada aja," ucap Luna.


"Hmmm....baiklah nona manis kita kencan di tempat yang kamu mau!"ucap Gama.


"Let's go!" Seru Luna sambil tersenyum.


Semua aksi mereka membuat karyawan yang melihat mereka melongo mengangakan mulut mereka, untung tak ada lalat yang masuk bisa bisa keselek lalat mereka.


"Apa aku tidak salah lihat? Presdir tersenyum semanis itu ? Arhhhhh.....aku jatuh hati pak Presdir!!"


"Ya Tuhan hari ini aku melihat sepasang malaikat sedang jalan berdua"


"Wah siapa gadis cantik itu? Sepertinya dia kekasih tuan Gama, lalu Laura?"


"Wah Laura punya saingan nih, ku foto ah hahahah, biar panas!"


"Wow ini berita terbesar yang dalam sejarah romansa pak presdir!"


Para karyawan bergunjing apalagi melihat kemesraan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu.


Karena terlalu asik mengobrol seolah olah dunia milik berdua dan yang lain termasuk author dan reader hanya ngontrak mereka sampai tidak memperdulikan sapaan para karyawan, Hufftt...bucin!!


Gama membukakan pintu untuk istri tercintanya, ia menjadikan tangannya pelindung kepala istrinya agar tidak tersandung saat masuk ke mobil, sungguh perhatian!


Setelah itu, pria tampan itu masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan perusahaan J.B group.


Di dalam mobil Gama dan Luna terus menerus mengobrol.


"Sayang kita tukar pakaian dulu ya, masa iya kamu pakai gaun begitu, entar kamu gak nyaman, kita cari pakaian yang nyaman dan gak bikin kamu kedinginan, aku gak mau kamu sakit," ujar Gama.


"Iya bawel, kamu ternyata cerewet banget ya hahaha," ledek Luna menertawakan suaminya sendiri.


"Heheh, ketularan dari kamu sayang," jawab Gama.


"Aku mana cerewet," balas Luna.


"Ck...kamu cerewet tau nggak," ucap Gama sambil mengacak-acak rambut istrinya.


"Ck... berantakan sayang," gerutu Luna.


"Hahahha, makin cantik," ucap Gama.


"Ck..." Luna hanya berdecak sebal sambil mencebikkan bibirnya.


.


.


.


Jangan lupa, like vote dan komen 😉😉😊😊

__ADS_1


__ADS_2