Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
40


__ADS_3

Mark asisten Gama yang paling setia, tampak sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri sebuah desa kecil di daerah kota Bali yang indah.


Sudah beberapa hari ini ia ingin menemui tuannya dengan segera, ia sangat khawatir dengan kondisi tuannya.


Karena sibuk mengurus perusahaan,Mark tidak bisa fokus dengan tuannya, ia harus menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik dan memastikan bahwa perusahaan bisa ditinggal sementara waktu.


Dia sedikit lega saat tahu bahwa ketiga sahabat baik tuannya mau membantunya, sehingga ia memberitahu alamat tuannya pada mereka.


Mark adalah teman masa kecil Gama dan Anna, sudah sejak kecil mereka bersama. Keluarga Park sudah menganggap Mark sebagai bagian dari keluarga mereka.


Mark adalah anak mendiang asisten pribadi Daddy Gama yang meninggal saat Mark berusia 10 tahun karena serangan jantung sedangkan Ibunya pergi meninggalkannya dan ayahnya saat usianya 5 tahun tepat sebelum mereka masuk ke dalam keluarga Park.


"Tunggu aku tuan, aku tak akan membiarkan tuan celaka, aku sudah tau siapa dalang di balik ini semua!" ucap Mark sambil memukul setir mobilnya, ia geram ketika mengetahui dalang dibalik kecelakaan orangtua Gamaliel Park.


Mark melenggang masuk ke kawasan desa kecil dekat kota yang tidak terlalu padat penduduk.


Daerahnya yang asri, tatanan rumah yang apik serta banyak mural hasil kreasi anak muda terpampang jelas sepanjang jalanan desa itu.


Mark melajukan mobilnya, karena kesulitan melihat letak pasti rumah tempat tuannya tinggal saat ini, Mark berhenti ketika melihat dua orang gadis tengah menyapu jalanan.


"Permisi nona, apa anda mengenal nona Luna Christina?" tanya Mark pada dua gadis ya g tak lain adalah Cindy dan Kiki ya g sedang menjalankan masa hukuman mereka.


"Kenal tuan, ada apa ya?" tanya Cindy sedikit bergidik ngeri saat melihat wajah tampan namun datar dan dingin milik Mark.


"Bisa tunjukkan arah ke rumahnya?" ucap Mark yang bertanya tanpa turun dari dalam mobil.


"Anda hanya tinggal lurus saja terus tuan, nanti akan ketemu sebuah jembatan besi, di ujungnya rumah Luna, hanya rumah itu yang berada di sana tuan,"jawab Cindy.


"Ah...baiklah, terimakasih nona saya permisi," ucap Mark dengan nada datar dan dinginnya.


"Sama-sama tuan," balas Cindy dan Kiki.


Mark melajukan mobilnya menuju arah yang ditunjukkan oleh Cindy dan Kiki tadi.


"Eh...Cin, itu siapa lagi yang cariin Luna, kenapa ada orang kaya yang mau ketemu sama dia? " ucap Kiki sambil menyenggol lengan Cindy.


"Entah aku juga gak tau Cin, lebih baik kita tidak usah ikut campur lagi dengan kehidupan Luna atau kita akan terkena hukuman lagi," balas Cindy.


"Cihh...ada apa denganmu? bukankah kau sangat membencinya? aku tidak menyukai gadis itu, dia terlalu sombong," ketus Kiki.


"Aku sadar tidak seharusnya aku membenci gadis itu," ucap Cindy yang memilih melanjutkan pekerjaannya.


"Ck...ck...ck... sepertinya otakmu juga sudah rusak!" ledek Kiki.


Cindy hanya geleng-geleng kepala dengan ucapan temannya itu. Cindy menyadari kesalahannya dan berniat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan yang sangat mengejutkan adalah ketika Cindy tidak pernah lagi tampil menor dan memakai pakaian berlebihan.

__ADS_1


"Hai Cin," sapa Andre.


"Hai Dre, kenapa disini?" tanya Cindy sambil tersenyum ramah. Sejujurnya Cindy masih menyukai pria itu, namun sebisa mungkin ia menahan perasaannya.


"Dasar sok manis," ketus Kiki.


"Hanya lewat saja, aku bantu boleh ya," ucap Andre.


"Eh tapi ini kan hukuman kami," balas Cindy merasa tak enak.


"Tak apa Cin, aku juga seharusnya kena hukum kan, jadi selama kalian dalam masa hukuman aku juga akan bantu," balas Andre yang mulai melakukan pekerjaannya.


"Ahh... terserah kamu saja," ucap Cindy, sedangkan Kiki memandang mereka dengan tatapan tidak suka.


Sementara itu, Mark terus mengemudi dan akhirnya sampai di rumah yang di tuju, ia melihat tiga mobil milik sahabat tuannya terparkir rapi di depan rumah yang cukup sederhana namun terlihat nyaman itu.


Mark keluar dan memandang sekeliling.


"Bagaimana tuan Gama bisa tinggal di tempat kecil ini? ini terlalu sederhana, pasti tidak nyaman disini, apa aku harus merenovasi ulang tempat ini?" gumam Mark sambil melihat-lihat lokasi itu.


Mark mengetuk pintu namun tak ada jawaban, tampak tidak ada orang disana.


Mark menyalakan ponselnya dan melacak keberadaan tuannya melalui alat pelacak pada ponsel tuannya serta alat pelacak di tubuh tuannya.


Tiba-tiba suara cempreng seorang gadis yang sangat melekat di telinganya setelah pertemuan mengesalkan mereka di sebuah toko buah membuyarkan konsentrasi pria tampan nan dingin itu.


"Lunaaaaa......!!!!" teriak wanita cantik dengan gaun berwarna cream, rambut hitam panjang serta poni cantik membuat wajahnya terlihat imut namun tidak sesuai dengan perilakunya yang aneh dan mulutnya yang cerewet.


"Lunaaaa.....bukaaa... pintunya!" teriak Andin sambil menggedor-gedor pintu rumah biru itu. Padahal sudah jelas pintu terkunci dan tidak ada orang disana. Tapi yang namanya Andin pasti selalu begitu.


"Haissshhh..Luna kemana sih?" gerutu Andin sambil menghentakkan kakinya ke atas tanah dan menatap kesal ke arah pintu Luna.


"Lunaaaaaa......." teriaknya lagi seperti orang gila membuat Mark melihat gadis itu dengan tatapan kesal. Sedari tadi ia diam menunggu agar gadis itu pergi namun tidak juga pergi.


"Hei mulut beo!" kesal Mark sambil berdiri dari mobilnya.


Andin yang tidak merasa semakin menjadi-jadi, ia mengetuk kaca jendela, pintu rumah dan memanggil Luna berulangkali.


"Gadis Beo!!" teriak Mark kesal karena sudah pusing melihat gadis itu bolak balik mengintip rumah itu.


Andin menatap ke arah Mark, ia terkejut saat melihat pria yang membuatnya kesal kemarin ternyata ada di tempat ini.


"Apa kau bicara padaku tuan sombong!" ketus Andin sambil clingak clinguk melihat sekeliling siapa tau ada orang lain yang dimaksud pria itu.


"Tentu saja, hanya kau gadis Beo di muka bumi ini, kenapa kau ribut sekali, kau tidak lihat pintu dikunci? berarti tidak ada orang di rumah, kau hampir saja memecahkan gendang telingaku!" ketus Mark .

__ADS_1


"Siapa suruh kau disitu tuan sombong! lagi pula mau apa kau di rumah sahabatku hah?' ucap Andin dengan tatapan penuh selidik.


"Terserahku, itu bukan urusanmu, aku hanya menemui tuanku disini!" ketus Mark yang kembali duduk di atas mobilnya dan memainkan ponselnya.


"Pergi kau dari sini, kau sepertinya orang yang mencurigakan, jangan jangan kau pencuri!" tuduh Andin yang kini mendekat pada Mark.


Mark yang dituduh pencuri, seketika itu mengangkat kepalanya dan menatap tajam pada gadis itu.


Yang ditatap malah menatapnya dengan tatapan lebih tajam lagi.


"Apa kau lihat lihat dasar manusia sombong, kuteriaki maling baru tau rasa kau, digotong warga ke alun-alun desa!" kesal Andin.


"Nona nona.....selain mulut beo kau juga bodoh ternyata, ini jauh dari perumahan desa, dan hanya rumah ini disini, mau berteriak pun tak akan ada yang mendengar mu selain batu dan pepohonan disini," ejek Mark yang kembali fokus pada ponselnya.


"Dasar pria menyebalkan, dasar kulkas berjalan kau!" balas Andin marah.


Saking kesalnya, Andin menarik ponsel Mark dan membuangnya entah kemana. Mark yang sedang melacak keberadaan tuannya menjadi naik pitam saat ponselnya di buang.


"Apa yang kau lakukan gadis bodoh!" bentak Mark, kali ini pria itu benar-benar marah.


"Apa kau dasar pria sombong, egois kau sangat sombong !!!" balas Andin tak kalah marah.


"Kemana ponselku gadis bodoh! kau tau tidak harga ponsel itu bahkan bisa membeli tubuhmu itu!" ucap Mark dengan tatapan marah dan kesal.


Plakkkk


Satu tamparan telak melayang di wajah seorang Mark. Mark terkejut, baru kali ini ada seorang gadis yang berani menampar wajahnya.


Tampak mata Andin berkaca-kaca, hatinya sakit saat mendengar pria itu menilai dirinya.


"Aku juga manusia, aku seorang wanita tak pantas kau mengatakan kata-kata busukmu itu, kau pikir kau bisa membeli tubuhku? cih kalian para laki-laki sama saja, kalian hanya menginginkan tubuh wanita!" ucap Andin yang kini malah berderai air mata.


"Dan kalian para wanita sama saja, hanya mengincar harta, tahta dan ketenaran!" balas Mark.


"Andinn.." teriak seorang gadis yang baru keluar dari mobil saat melihat sahabatnya mulai menangis.


.


.


.


kok jadi gitu sih Mark? dasar dua manusia keras kepala!!🤪🤪


Like, Vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2