
Luna diletakkan diatas brankar, Gama tersenyum menatap wajah Luna yang sangat cantik menurutnya.
Dia membaringkan putra pertamanya di sebelah kanan Mama mereka dan putra kedua di sisi yang lain.
Melihat apa yang dilakukan Gama, para dokter dan perawat benar benar tidak kuat, mereka juga menangis dalam diam.
"Sayang, Putra kita menunggu kamu, cepat bangun, aku juga menunggu kamu, jangan lama tidurnya, kami butuh ratu kami," bisik Gama sambil mengecup kening istrinya.
Kedua bayi kembarnya bangun dari tidurnya mereka mencium aroma Mama mereka membuat keduanya menangis ikut memanggil sang Mama agar bangun meski sudah dinyatakan meninggal.
Gama menitikkan air mata, dia tidak sanggup, hanya saja dia berharap agar ada keajaiban dan sang istri hidup kembali.
Beberapa menit mereka menunggu namun tak ada tanda kalau Luna akan kembali
"Lunaaaaa," Gama menangis dia benar-benar histeris kali ini, hatinya benar-benar hancur, dia memeluk Luna dan kedua buah hatinya berharap seseorang yang sudah dinyatakan meninggal kembali membuka matanya.
"Eghh.. sayang, kau membuatku sesak," suara yang dia rindukan akhirnya terdengar kembali, Gama menatap wajah Luna, dia tersenyum bahagia dia mengecup wajah istrinya yang akhirnya sadar itu.
"Akhirnya kau bangun sayang," ucap Gama sambil menangis dan memeluk Luna
"Tentu saja aku bangun, tiga pria tampan sedang menunggu dan membutuhkan ku, mana bisa aku pergi meninggalkan kalian sayang," ucap Luna sambil tersenyum, dia memeluk kedua bayinya.
"Terimakasih sudah kembali, terimakasih Tuhan istriku pulang,' ucap Gama dengan air mata bercucuran.
Semua yang menyaksikan hal itu terkejut bukan main, sungguh sebuah keajaiban. Keyakinan hati Gama bahwa istrinya akan bangun kembali ternyata benar benar terjadi.
Bak sadar kalau sang Ibu telah kembali, bayi kembar Luna kembali tenang.
Dokter segera menangani Luna, si kembar di pindahkan ke dalam inkubator bayi. Gama mendampingi Luna, dia tetap tenang dan menemani istrinya yang hidup kembali.
Mendengar berita dari dokter, seluruh keluarga besar mereka benar benar tidak menyangka seseorang yang sudah dinyatakan meninggal kembali hidup
Luna sudah ditangani oleh Dokter, dan dokter menyatakan bahwa Luna aman dan sehat, bahkan kondisinya sungguh prima.
Mereka semua bernafas lega, kini hanya ada air mata kebahagiaan disana. Untuk pertama Kalinya Luna memberikan ASI kepada si kembar yang tampak benar benar tenang.
"Baru kali ini aku menemukan mukjizat seindah ini dalam dunia medis, sungguh luar biasa karya Tuhan," ucap Dokter Vanya yang berdiri di samping Alex.
Mereka semua setuju dengan ucapan Vanya, mereka berkumpul dalam ruangan VIP yang benar benar luas itu untuk melihat si kembar dan Ibunya yang kembali dari kematian.
"Kamu benar Vanya, bagaimana kalau kita mewujudkan hal seindah itu di hidup kita juga?" Ucap Alex yang tiba tiba berdiri di depan Vanya dan memegang kedua tangan gadis itu membuat Vanya terkejut untuk kali pertamanya Alex memegang tangannya.
Mereka semua menoleh ke arah Alex dan Vanya.
__ADS_1
Aiden dan yang lainnya senyum senyum sendiri melihat apa yang akan dilakukan oleh Alex.
"Ma.. maksudnya bagaimana Lex," tanya Vanya bingung.
"Emmm.... Vanya aku ingin mengatakan ini sejak jauh hari, hanya saja aku belum memiliki momen yang tepat, dan kurasa hari ini adalah momen paling tepat untuk menyatakan hal ini," ucap Alex sambil menatap Vanya dengan serius.
Mereka memang tidak berpacaran, namun Alex dan Vanya sama sama menunjukkan perasaan mereka.
" Aku mencintaimu Vanya, mau kah kau menikah denganku?" Ucap Alex sambil berlutut dengan sebuah cincin di tangannya dia arahkan pada Vanya.
Vanya benar benar tidak bisa berkata-kata lagi, dia dilamar di depan semua orang, perasaan nya akhirnya dibalas oleh pria idamannya, dia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Alex.
" Ta.. tapi kita bahkan tidak berpacaran,kau langsung mengajakku menikah," ucap Vanya yang malah membuat mereka semua tergelak mendengar jawaban gadis itu.
" Kalau pacaran, kita bisa melakukannya setelah menikah, aku sudah memantapkan hatiku untuk meminangmu, apa kau tidak punya perasaan yang sama denganku? Apa kau tidak menyukaiku?" Tanya Alex yang memasang wajah kecewa.
"Aku suka, aku sangat menyukaimu sejak hari pertama kita bertemu!!" Vanya cepat cepat menjawab pertanyaan Alex membuat pria itu tersenyum.
" Kalau begitu maukah kamu Vanya Bella Saphira menikah denganku?" Tanya Alex sekali lagi.
"Aku mau!" Seru gadis itu sambil tersenyum bahagia, dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Alex.
Prokk
Prokk
Prokk
"Yes.... OTW nikah yihuuuuuuuuuuu!!!" Seri Alex beranjak kehilangan, dia benar benar bahagia, dia memeluk Vanya dengan erat dan mengecup pucuk kepala gadis itu .
"Terimakasih Vanya, terimakasih gadis cantik I Love you to the moon, till the Mars, move to the Sun, go to the starr around the world, over the hills back to the mountain and so far far away, l love so much hahahahhahaa" teriak pria itu yang tidak bisa mengkondisikan rasa bahagianya.
Plak... Bughh.. brukk... Tak
Jika biasanya Aiden yang jadi sasaran, kali ini Alex yang menerima pukulan dari semua sahabat sahabat nya .
"Dasar mulut toa, sadar tak sih disini ada baby, jangan ribut ribut yang tenang, ku jahit mulutmu tau rasa!!" Celetuk Aiden menirukan gaya Gama saat memarahi dirinya.
"Pfftttthhh hahahhahaha" mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Aiden.
"Ck... Aku itu senang loh, iya kan sayang," ucap Alex sambil mengedipkan matanya pada Vanya yang dibalas dengan cara yang sama oleh Vanya, mereka semua tergelak dengan tingkah pasangan itu.
"Ehh by the way nama mereka siapa?" Tanya Ken di tengah gelak tawa itu, dia sedari tadi fokus melihat Baby Twins yang tampak nyenyak tidur di pangkuan Gama dan Luna.
__ADS_1
"Sayang berikan mereka nama," ucap Gama pada istrinya.
" Aku?" Ucap Luna yang dibalas anggukan kepala oleh Gama.
Luna tersenyum, dia menatap anak pertamanya yang ada di pangkuannya.
"Untuk putra pertama ku akan kuberi nama Christiano Gama Park, dan untuk yang kedua Christoper Liel Park, mereka akan menjadi saudara yang saling melengkapi dan menjadi orang hebat di masa depan nanti," ucap Luna sambil menatap kedua bayinya
"Wahhh nama yang hebat na, kamu menggabungkan nama kamu dan Gama ya" ucap Ken.
"Ya aku ingin mereka menjadi anak anak yang taat dan penuh kasih, kuharap mereka tumbuh menjadi seperti Papa mereka, pria yang baik hati, perhatian, siaga, dan rendah hati," ucap Luna sambil menatap wajah suaminya.
"Tapi kurasa mereka akan mewarisi sifat cerewetmu sayang" ucap Gama menggoda istrinya.
"Kalau itu nilai plusnya hahahahahha," seru Luna sambil tertawa.
"Tak bisa kubayangkan bagaimana nanti baby C akan tumbuh menjadi anak anak yang cerewet seperti ibunya tetapi disaat yang sama pendiam seperti ayahnya" celetuk Andin.
"Ya kamu benar Din, mereka akan tumbuh menjadi anak anak yang hebat," tambah Mikha sambil mengusap perutnya yang masih rata di kehamilannya yang hampir menginjak usia tiga bulan.
Hari itu kebahagiaan mereka lengkap sudah, kelahiran Baby C disambut meriah oleh seluruh anggota keluarga.
"Wah jadi sekarang yang akan punya balon besar itu istriku, karena balon nya Luna udah meletus Tus tus hahahhahaha" Aiden tiba tiba berbicara membuat mereka semua tergelak.
"Ihkk kamu ini ya," ucap Mikha sambil menjewer telinga Aiden.
"Awhhhh awhhh sakit sayangku nanti anak anak malu kalau papi mereka punya telinga panjang karna di tarik sama mami mereka," celetuk Aiden.
"Bwahahaahahhahaha," mereka semua tertawa,kebahagiaan yang sungguh lengkap.
Mereka tidak satu darah, tetapi persaudaraan mereka bahkan melebihi saudara kandung. Sungguh sebuah kaharmonisan yang indah.
Ini bukan akhir bagi kisah mereka, masih banyak perjalanan yang harus mereka lewati, hari ini dan seterusnya.
Terimakasih telah membaca Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh, kisah ini boleh berakhir hari ini tetapi.... Masih ada sekuel berikutnya hahahhaha see you soon my lovely reader.
Yuk jumpa di karya author yang lain, silahkan Klik profil Author ya, 😉
👇👇👇👇👇
Istri Cantik Suami Bucin
Oh My Dev-iil
__ADS_1