Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
72


__ADS_3

ðŸĒJ.B Group


Semua karyawan digegerkan dengan kedatangan CEO mereka yang sangat jarang terlihat. Biasanya Gama hanya akan datang ke perusahaan itu jika ada urusan yang mendesak, itu pun tidak terlihat oleh karyawan.


Kedatangan Gama kali ini disambut dengan penuh hormat oleh setiap karyawan, Gama datang ke perusahaan bersama Bima yang memang juga sedang ada urusan dengan perusahaan Gama terkait masalah kerja sama perusahaan mereka.


Mark dimana? dia sekarang sedang bersama Andin di rumah sakit tentu ini atas perintah Gama yang tidak mau istrinya khawatir karena tidak ada yang menjaga Andin disana, apalagi Luna dan Ferdi sedang sibuk dengan toko online mereka.


" Selamat datang tuan!" sambut Rendi, pria kepercayaan Gama selain Mark tentunya. Gama disambut oleh Rendi dan beberapa petinggi lain yang berdiri di belakangnya.


"Hmm.." Gama hanya berdeham.


Dingin, datar, seram dan sorot mata yang tajam begitulah wajah Gama saat ini. Siapapun yang melihat wajah tampan itu pasti akan bergetar ketakutan.


Aura Gama selama setahun ini semakin berlipat ganda tingkat keseramannya sejak kecelakaan itu. Sebelumnya, Gama masih sering tersenyum dan menyapa karyawannya dengan ramah, namun seolah semua itu sirna yang karyawan dapatkan hanyalah wajah tegas yang membuat siapa saja senam jantung jika bertatapan dengan pria itu.


Gama bersama Bima, Rendi dan petinggi jajaran eksekutif itu berjalan beriringan masuk ke dalam perusahaan.


Hari ini mereka akan melakukan rapat tahunan yang biasa dilakukan setiap satu semester. Jika tahun lalu Gama tidak ikut, maka tahun ini ia mengambil alih rapat.


Bima mendorong kursi roda Gama menuju lift khusus untuk Gama sedang bawahannya menaiki lift khusu karyawan.


"Apa yang akan kau lakukan terhadap mereka?" tanya Bima.


"Kita akan mengikuti permainan mereka, dan untuk sementara aku butuh bantuan anak buah milikmu, mereka yang terbaik dalam menjaga keamanan Luna dan Anna, aku tak mau mereka dalam bahaya," jawab Gama.


"Kenapa tidak langsung kau basmi saja, apa menyenangkan melihat mereka tersenyum dengan wajah jeleknya itu? kau sudah tau kan perbuatan mereka terhadap keluarga mu? aku tidak mau Luna dan Anna sampai kenapa-kenapa," tukas Bima.


"Ck....kau sekarang ketularan cerewet dari Luna ya," ledek Gama


"Apa kau pikir aku sebodoh itu sampai membiarkan mereka tetap tertawa dengan mulut kotornya itu, aku sudah mempersiapkan hal ini, Luna dan Anna juga sudah tau," jelas Gama sambil menyunggingkan bibirnya.


"Jadi Anna dan Luna sudah tau penyebab kecelakaan itu? wah kau cepat sekali dalam bergerak, pantas saja kau menjadi seorang Presdir," celetuk Bima.


"Ck.... mengingat kata ' Presdir' selalu membuatku frustasi," ujar Gama dengan suara resah.


"Maksudmu?" ucap Bima sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Luna, dia tidak percaya kalau aku seorang Presdir, memang dasar gadis itu sangat keras kepala," ucap Gama.


"Hahahah, dia gadis yang unik,kau pasti bahagia mendapatkan seorang istri seperti dia," ujar Bima.


"Kau benar, hidupku berubah 180 derajat sejak bertemu dengan gadis itu, dan asal kau tau, dia adalah temanku sewaktu aku dirawat di rumah sakit karena jatuh dari tangga, saat itu usiaku sepuluh tahun dan kami sedang liburan di Bali," ujar Gama.


"What? wah apa ini kisah cinta masa kecil hahah, aku tak menyangka itu bro!" jawab Bima.


"Lalu apa dia tau kalau kau adalah teman masa kecilnya?" tanya Bima.

__ADS_1


"Belum, aku belum sempat mengatakannya, mungkin akan ada momen lebih tepat nanti, dari penuturannya dia menunggu kedatanganku karena hanya aku saat itu yang mau berteman dengannya" jawab Gama.


"Pasti dia akan sangat senang saat mengetahui kalau kau adalah teman masa kecilnya," ujar Bima.


"Entah, gadis itu tak bisa di tebak, dia bisa saja menganggapku berbohong," ketus Gama.


Mereka sampai di lantai 56 dimana rapat akan dilaksanakan.


" Hahah, kau benar, aku sangat menantikan tingkahnya ketika mengetahui kebenaran itu," ujar Bima sambil tertawa sebelum wajahnya benar-benar berubah setelah keluar dari lift itu.


"Hmm kau benar, aku juga menantikannya," ucapnya sambil menatap lurus ke depan. Netra hitamnya tertuju kepada tiga orang yang berdiri dengan senyuman manis di wajah mereka.


"Pembunuh!" batin Bima dan Gama, mereka berjalan sambil menatap lurus, di belakang mereka muncul bawahan yang juga baru tiba di lantai itu.


"Hay Gama!" sapa seorang gadis seksi dengan senyuman di wajahnya. Di belakangnya ada seorang pria paru baya dan wanita paruh baya berdiri sambil tersenyum menyambut Gama.


Bima dan Gama melenggang masuk ke dalam ruangan rapat tanpa menanggapi ketiga orang itu. Rendy menatap sinis ke arah dua paruh baya yang dia tahu bahwa mereka adalah dalang kecelakaan keluarga besar Park, tentu Rendy sangat membenci mereka.


"Jangan menghalangi jalanku gadis bodoh!" bisik Rendy saat melewati gadis itu, seketika tubuhnya merinding mendengar suara menyeramkan itu.


Para petinggi perusahaan masuk ke dalam ruang rapat. Saat ketiga orang itu akan masuk, pintu langsung ditutup oleh Rendy dengan seringai jahat di wajahnya.


"Yang tidak berkepentingan dilarang masuk!" ucap Rendi.


Blam !!!


Pintu ditutup sedikit keras untung saja tidak mengenai wajah pria paruh baya itu.


Sedangkan gadis seksi itu adalah anak dari saudara perempuan istri pria itu. Dan ternyata saudaranya itu adalah ibu tiri Luna dan Ken. Maka gadis seksi itu adalah saudara tiri Luna dan Ken.


Ken sudah mengetahui seluruh seluk beluk keluarga itu, meski butuh waktu cukup lama, akhirnya Ken tau seluruh silsilah keluarga wanita pengganggu yang masuk ke dalam rumah tangga Papa dan Mamanya.


Selama bertahun-tahun Ken mengawasi mereka, bahkan ia dengan sengaja meminta Gama menerima lamaran pekerjaan gadis seksi itu hanya untuk mengawasi tingkahnya dan menunggu pembalasan yang setimpal untuk mereka.


Gama, Bima, Aiden dan Ken adalah tipe manusia pendendam. Namun di antara mereka yang paling parah adalah Ken, ia bahkan tidak segan-segan menghancurkan pembuat masalah dengan mempermalukan mereka di depan umum.


Ken masih mencari momen paling pas untuk membuat wanita itu hancur berkeping-keping.


Kembali lagi dengan ketiga orang tadi..


Mereka bertiga berdecak kesal karena tidak di gubris sama sekali oleh Gama. Padahal mereka tidak tau segala aktivitas mereka di awasi oleh seorang monster pendendam di rumah besar Park dengan aura menyeramkan.


"Dasar keponakan tidak tau diri!" kesal wanita itu.


"Apa kau tidak bisa berusaha lebih lagi untuk menggoda pria lumpuh itu Laura? dimana bakat penggoda mu itu hah?" bentak pria yang biasa di sapa tuan Jae Sung itu.


"Ck...akan kuusahakan om, kalian tau sendiri kan kalau dia jarang ke kantor, ke rumahnya pun aku akan di tolak," ketus gadis itu.

__ADS_1


"Sudah kalian jangan ribut disini,kita pikirkan lagi nanti caranya, kenapa dia sulit sekali di sentuh, " gerutu wanita itu.


"Jika kau tak sanggup melakukannya maka aku akan mencari Tiara, hanya dia yang bisa meluluhkan pria itu!!" ujar wanita itu.


"Tiara? maksud Tante Melly mantan tunangannya itu? ck...ck...ck Tan kau tidak tau kalau Tiara sudah lama tidak nampak? Tiara menghilang tan!" ucap Laura.


"Ck....sial sekali, padahal dia bisa kita peralat seperti dulu, hanya saja dia bodoh termakan omongan asisten Gama sehingga semua rencana kami berantakan, kau jangan samapi seperti gadis bodoh itu!" ucap Melly.


"Memangnya kenapa dengan asistennya itu Tan?" ucap Laura penasaran.


"Hei jangan membahas itu disini ayo kita pergi!" ucap tuan Jae Sung.


Sementara itu di sebuah rumah sederhana di Finlandia, seorang pria berambut gondrong dengan jenggot dan kumis yang tidak dicukur tengah menatap layar komputernya dengan amarah yang membuncah.


Brakkk


"Arghhhh......dasar bajingan!!!" teriak pria itu, bahkan ia sampai membuat wanita yang duduk di belakangnya bergetar ketakutan.


Lain halnya di kediaman keluarga Park, Ken tampak menyergitkan keningnya ketika mendengar rekaman suara ketiga orang itu. Ada sesuatu yang mengganjal dari pembicaraan mereka.


"Apa maksudnya ini?" gumam Ken.


"Kak, sepertinya ada sesuatu dengan mantan asisten Gama yang dulu, apa kalian sudah mencari tahu secara keseluruhan?" tanya Luna yang ternyata sedari tadi berdiri di belakang Ken dan mengamati rekaman CCTV kantor yang terhubung langsung dengan komputer milik Gama di ruangan itu.


"Eh...Luna, sejak kapan kamu disitu?kamu udah tau semua ini?" tanya Ken yang sedikit terkejut mendengar suara Luna.


"Dari tadi aku disini, kakak yang terlalu serius, mereka berdua dalangnya kan? lalu gadis itu siapa? kenapa dia mirip dengan wajah pria jahat itu?" tanya Luna.


Ken terdiam, dia tau kalau adiknya itu sangat pintar, kejeliannya dalam meneliti sesuatu tidak bisa dianggap remeh.


"Dia anak wanita ular itu!" ucap Ken dengan mata berapi-api menatap layar itu.


"Ohh...jadi dia yang mau menggoda suamiku? ck....ck...ck.. pasti ini akan sangat seru hahahah," Bukannya khawatir Luna malah tertawa terbahak-bahak.


"Astaga apa kau sudah gila?" ledek Ken.


Plakkk


Luna memukul lengan kakaknya dengan kuat.


"Aku tidak gila kak, hanya saja instingku mengatakan bahwa aku harus membalas kematian Mama!" tukas Luna.


.


.


.

__ADS_1


like, Vote dan Komen 😊😉


Wah saudara psikopat ini mah ðŸ˜ĩðŸ˜ĩ


__ADS_2