
Sarah menatap Bima dengan tatapan kesal, "Bima aku diejek oleh bocah ingusan itu, Mama mereka pasti tidak mengajari mereka dengan baik," ucap Sarah dengan nada sarkas.
Luna bersikap biasa saja, karena dia tidak merasa kalau dirinya tidak mengajari anak anaknya dengan baik.
Lain halnya dengan keempat pria itu mereka benar benar geram dengan ejekan Sarah terhadap Luna.
"Pergi kau!!! Mau apa kau mendatangiku, kau sudah tidak berarti apa apa lagi bagiku!!!"kesal Bima.
"Cihh aku tau kau masih mencintaiku Bima, kau hanya marah karena kejadian itu, sudah kukatakan aku di jebak oleh pria murahan itu, dia selalu mengingat mantan kekasihnya saat bersamaku," ucap Sarah dengan angkuhnya.
Si kembar yang tidak menyukai Sarah saat pertama kali melihatnya, diam diam berjalan menjauh dari mereka.
Kedua bocah itu mencari cari sesuatu di Mall yyyyy6yyyyy6 itu. Lalu mata mereka tertuju pada seorang gadis berwajah datar dan dingin tengah duduk mencoba sepatu sport di toko sepatu tak jauh dari toko perlengkapan bayi.
"Adek kita tanya ante itu," ucap Christan yang dibalas anggukan oleh Christo.
Mereka berdua berjalan ke arah gadis yang sedang duduk di kursi sambil mencoba sepatu nya.
Baby C memasang wajah sedih dan berjalan pura pura takut ke arah perempuan itu.
"Hiks hiks hiks... Abang... Huaaa gimana ini Itto Ndak dapat talinya," rengek Christo saat mereka berdua berada tepat di depan perempuan berwajah dingin itu.
"Hiks hiks hiks, Abang uga Ndak tau, nanti kita dimayahi Ama ante elek itu hikss hiks hiks" Christan ikut menangis.
Sontak gadis itu terkejut saat melihat kedua bocah menggemaskan itu berdiri di depannya, dia menoleh ke kanan kiri mencari siapa kiranya yang kehilangan kedua bocah tampan itu.
"Loh kalian kenapa?" Tanya gadis itu menghampiri keduanya.
Baby C menoleh ke arah gadis berjaket hitam itu, yang wajahnya benar-benar hangat setelah berbicara dengan mereka tidak sedingin dan sedatar tadi.
"Hiks hiks hiks Anteeee, kita Agi Cali tali, tapi Ndak ketemu hiks hiks hiks" ucap Christan dengan air mata buayanya.
Kedua bocah ini memang sangat hebat dalam akting dan sangat pintar menilai orang persis seperti kedua orangtuanya.
"Tali untuk apa?" Tanya Perempuan itu.
"Untuk ante yang lagi bicara sama Mama dan uncle disana hiks hiks hiks" ucap Christo menunjuk Luna dan yang lainnya yang masih terlibat dalam adu argumen.
"Haaa?" Dia menoleh ke arah yang dimaksud si kembar, matanya terbelalak saat melihat perempuan yang cukup dia kenali berdiri di hadapan tiga orang yang tampak berkharisma itu.
"Loh itu Sarah mau apa j4l4ng itu disini? Apa dia akan menggoda suami orang , cih sekali murah4n akan selamanya murah4n," batin perempuan yang biasa disapa Celine itu.
__ADS_1
"Ante, ante punya tali Ndak, kalau kita gak bawa talinya nanti Ante jelek itu malahin kita," ucap Christan.
"Tali ya? Umm sebentar Tante lihat ya," ucap Celine sambil merogoh tasnya dan ya dia menemukan tali yang sudah di gulung gulung kecil dan selalu dia bawa di dalam tas entah untuk apa gunanya.
"Ini ambillah, Tante bawa banyak, kalian berikan padanya," ucap Celine dengan senyuman hangat menatap kedua bocah itu.
"Heheh telimakacih ante cantik, " seru kedua bocah itu yang seketika itu juga berubah raut wajahnya menjadi berbinar binar.
"Sama Sama tampan," ucap Celine sambil mengelus gemas kedua pipi bocah itu. Siapa yang tidak gemas dengan bocah yang tingginya sudah sebesar anak enam tahun, lincah, tampan, pipi gembul dan kulit putih bersih dengan pipi kemerah-merahan, membuat mereka sangat menggemaskan.
" Nama kalian siapa?" Tanya Celine.
"Aku klisttan dan dia adik kembalku clisto "ucap Christan memperkenalkan diri mereka pada Celine.
"Cuma beda Tujuh menit doang ante heheh," celetuk Christo.
"Ohh jadi kamu Christan dan kamu Chrito?" Ucap Celin yang dianggukkan oleh keduanya.
"Kalau ante?" Tanya di kembar bersamaan.
"Perkenalkan nama Tante Celine, " Ucap nya sambil tersenyum manis.
"Wah cantiikkk" celetuk keduanya dengan mata berbinar menatap Celine yang memang sangat cantik kalau dia tersenyum.
"Nggak usah Ante, kita bisa kok," jawab Christan yang dianggukkan oleh Christo.
"Ya sudah sana, hati hati jalannya jangan lari lari, nanti jatuh" ucap Celine.
"Baik Ante, ummah" ucap keduanya sambil mengecup pipi Celine dengan sayang membuat hati Celine menghangat, dia benar benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh si kembar itu.
"Bye Anteeee" ucap keduanya sambil berjalan menuju Luna dan yang lainnya.
Celine menatap kedua bocah itu dan memperhatikan mereka apakah sampai atau tidak, dia tersenyum senang dengan kedua bocah yang tampak sangat menggemaskan itu.
Namun selanjutnya dia terbelalak dengan apa yang dilakukan oleh kedua bocah itu.
Baby C diam diam berjalan dan menyebarkan tali itu mengelilingi kaki Sarah, jika di tarik dari kedua sisi akan menjerat kaki wanita itu saat dia berjalan.
"Ya ampun mereka benar Benar nakal, hahahah tapi menyenangkan melihat hal seperti ini," batin Celine yang tersenyum tipis dengan wajah datarnya itu.
Sementara itu Luna melirik kedua anaknya, dia juga sudah sangat kesal dengan ocehan wanita sombong yang merendahkan dirinya tepat di depan wajahnya, ingin rasanya Luna mengeluarkan taringnya dan mencakar cakar wanita itu, namun kedua anaknya telah melakukannya untuk dirinya.
__ADS_1
"Pergi kau aku tak perlu bicara dengan mu lagi," ketus Bima.
"Ck... Bima dengarkan aku dulu, aku dijebak sudah berapa kali ku katakan," ucap Sarah tak mau kalah.
Luna menutup telinga dengan kedua tangannya karena merasa suara Sarah terlalu melengking dan berusaha sekuat tenaga mendapatkan perhatian dari seorang Bima.
"Kumohon dengarkan aku," ucapnya.
"Kak dengar saja dulu siapa tau penting" ucap Luna.
"Ck... Malas Na, mantan ya mantan tinggal buang ke tempat sampah kalau memang dari awal dia udah menjadikan dirinya sendiri sampah!!" Ucap Bima dengan nada sarkas.
Mendengar ucapan Bima membuat Sarah geram sendiri karena Bima sudah tidak semudah saat dia menaklukkan hati pria itu dulu.
Jika dulu Bima mudah dihasut dan dibujuk, setelah menghadapi penderitaan hidup, Bima menjadi lebih bijak dalam menanggapi segala sesuatu, jika dia tidak tau mau mengambil keputusan tentang sesuatu dia akan bertanya pada sahabat sahabatnya.
" Ohhh cuma sampah ternyata, kirain berlian yang dibuang ternyata imitasi yang sok soan mau jadi berlian, ya udah ayo pergi aku udah lapar nih," ucap Luna yang memang sudah lapar karena dia berniat keluar untuk mencari makan yang lezat bersama kedua putranya namun mereka malah bertemu dengan Bima dan Aiden.
"Lapar ya Na, kakak juga ya udah yuk, " ajak Aiden.
"Bima tunggu aku, aku mau ngomong, aku menyesal aku masih mencintai kamu, aku... Aku menyesali perbuatanku dulu!!" Ucap Sarah dengan mata berkaca-kaca mengeluarkan air mata palsu, satu satunya cara untuk menahan Bima.
"Cuihh... Air mata palsumu tak lagi bekerja untukku," ucap Bima dengan sorot mata tajam membuat Sarah menelan kasar salivanya sendiri.
"Cinta? Cuihh jual cintamu pada pria pria kaya di luar sana, mungkin mereka akan menerima cintamu yang busuk itu," ucap Bima.
Sarah mengepalkan kedua tangannya, dia melangkahkan kakinya dengan wajah merah padam karena kesal dan marah namun.....
"Taariiikkk" teriak si kembar yang sudah bersiap siap di posisi mereka.
Keduanya menarik tali yang mereka pegang sekuat mungkin hingga membelit kaki Sarah membuat wanita itu terjatuh ke lantai dan melukai lututnya.
Brukkk... Brakk
"Awhhh ....aaaaahhhhh....ssshhhhh sial sial sial, dasar anak anak kurang ajar berani sekali kaliaaann" teriak Sarah bangkit berdiri ingin memukul si kembar namun tiba tiba sebuah tangan menariknya dengan kasar.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😊😊