
Bima dan Celine masuk ke dalam rumah, dengan bantuan Bima Celine membawa barang-barangnya masuk ke dalam rumah itu.
untuk sementara waktu menunggu rumah besar Park aman, mereka akan tinggal bersama di sana dan merencanakan bagaimana pembalasan mereka selanjutnya.
"Kalian sudah datang?" sambut Luna yang melihat kedatangan mereka berdua.
"Eh Na, mana yang lain?" tanya Bima.
"Di dalam kak, masuk yuk, kak Celine ayo," ajak Luna sambil menggandeng tangan Celine.
"Kakak?" ucap Celine.
"Karena kak Celine sudah menikah dengan kak Bima, Maka dari itu kakak adalah kakak iparku," ucap Luna.
"Iya kan kak Bim," ucap Luna .
"Tentu saja Nana," ucap Bima.
Mereka pun masuk ke dalam rumah itu dan berjalan menuju kamar mereka. Celine begitu terkejut saat mengetahui kalau mereka harus tidur dalam satu kamar yang sama.
"kenapa kita harus tidur 1 kamar? apa tidak ada kamar lain Di rumah yang begitu besar ini?" ucap Celine.
"Tidak ada kak, semua kamar penuh, dan kamar lainnya dalam masa perbaikan, karena rumah ini sudah lama tidak ditempati," jelas Luna dengan senyuman penuh misteri di wajahnya.
"Pasti ini semua ulah mereka, dasar nakal, di rumah Aiden kan banyak kamar, memang dasar mereka ini mau mengerjai kami saja," batin Bima.
"Ta..tapi," Celine tergagap.
"Kenapa? lagian kan wajar saja kalau kalian tidur dalam satu kamar yang sama, kalian kan sudah sah menjadi suami istri jadi nggak masalah sih," ucap Luna.
"ya sudah aku mau cek si kembar dulu,kalau kalian lapar turunlah ke bawah, kami sudah makna malam tadi, kalian terlalu lama," ucap Luna meninggalkan mereka di kamar ya g sudah dia siapkan dengan yang lainnya Bebe saat yang lalu.
"Tapi kamarnya," ucap Celine.
"Hei santai saja, kau pikir aku pria bajingan yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan," ucap Bima yang dnegan santai masuk ke ruang ganti dan meraih handuknya untuk segera mandi.
"Susun barang barangmu di ruang pakaian," ucap Bima menunjuk ruangan kecil di dalam ruang kamar itu.
"Baiklah," jawab Celine pasrah.
"Astaga apa kami harus tidur di kamar yang sama? ahhhh kenapa harus begini? bukankah ini hanya pernikahan kontrak?"gumam Celine sambil mengusap wajahnya.
__ADS_1
Sementara itu di sebuah hotel ternama di Jakarta, Sarah sedang duduk di atas pangkuan seorang pria yang tak lain adalah lawan bisnis Bima.
Mereka baru saja menghabiskan malam panas mereka dan kini sedang beristirahat untuk mengambil tenaga menuju ronde berikutnya.
"Sayang kapan kau berhasil menarik bajingan itu dan menghancurkannya? kenapa lama sekali hmm?" ucap pria itu sambil memainkan rambut Sarah yang menempel di dadanya.
"Pelan pelan, aku harus memainkan sandiwara ini dengan baik sayang, kita harus masuk pelan pelan ke rumah itu, kau tau kan kalau Bima juga berhubungan dengan J.B grup dan Shine grup, kita harus bisa menghancurkan mereka semua," ucap Sarah.
"Bagaimana kau akan masuk ke rumah itu?" tanya pria yang biasa disapa James itu.
"Aku sudah mengirim penyusup ke rumah itu James, dan mereka belum sadar sampai saat ini," ucap Sarah dengan seringai licik di wajahnya.
"Ahhh kau memang yang terbaik sayang," ucap James.
"Kenapa kau malah ingin menghancurkan mereka semua?" tanya James.
"Aku hanya ingin Bima semakin hancur sayang, aku tidak suka melihat dia bahagia, dan lagi wanita dan anak kembarnya itu mempermalukan aku waktu itu, aku benar benar harus membuat perhitungan dengan mereka, " ucap Sarah.
"Apa.kau tidak terlalu kejam sayang, mereka hanya wanita lemah dan anak anak," ucap James.
"Mereka pantas mendapatkan itu, aku sudah mengirim seseorang untuk mengacaukan keluarga kecil mereka itu, akan kubuat dia kehilangan anak anaknya," ucap Sarah.
James adalah saingan bisnis Bima yang selalu berada jauh di bawah Bima. Padahal memang karena dirinya yang tidak kompeten membuat dia tertinggal jauh dari Bima.
James dan Sarah sudah berkencan selama dua tahun bahkan saat Sarah masih dalam status istri Jerry.
Mereka yang awalnya bertemu di Club malam dan tidur bersama berakhir saling mencintai hingga saat ini, entahlah itu cinta atau obsesi, mereka yang tau semuanya.
Hingga saat Sarah tau kalau saingan bisnis kekasih gelapnya adalah Bima, dia pun menyusun rencana matang untuk menghancurkan Bima dan meraup keuntungan sebesar-besarnya dari pria itu dengan kembali mengikat nya atas nama cinta.
Padahal mereka tidak tau bahaya apa yang sedang mengintai mereka di luar sana karena telah berani bermain main dengan keluarga besar Park.
Tanpa mereka ketahui, Luna, Gama, Ken, Alex ,bahkan Mark sudah bekerja seribu langkah lebih cepat di bandingkan dengan mereka, hanya tinggal tunggu tanggal mainnya maka semua rencana mereka hancur berantakan.
Bahkan Bima dan Celine yang sibuk dengan urusan mereka tidak tau mengenai pergerakan yang telah dilakukan oleh mereka semua.
Sarah dan Jerry sudah dipasangi alat pelacak bahkan ponsel dan seluruh alat elektronik mereka sudah disadap, begitu juga dengan dua penyusup yang ada di rumah besar Park.
Seperti saat ini Luna, Si kembar, Aiden, Mikha, Baby Aurel bersama Gama sedang berada di ruangan kerja Aiden, seluruh alat terpasang di dalam ruangan itu, bahkan mereka sudah tersambung dengan tim mereka di Korea dan Australia.
Mereka mengumpulkan semua data dari orang-orang mencurigakan yanb membuat mereka tak tenang.
__ADS_1
"Sayang apa kamu udah bilang ke BI Eni?" tanya Luna yang sedang memainkan komputernya dengan si kembar di masing-masing sisinya dan Gama di meja lain tengah memeriksa berkas lain.
"Sudah sayang, aku bilang kalau kita semua liburan mendadak ke Korea," ucap Gama.
"Baiklah, ahhh aku sudah berhasil menghubungkan semua kamera, coba semuanya lihat dan amati yang ada di depan kalian!" ucap Luna.
Mereka melihat seluruh bagian rumah besar Park yang sudah dipantau dengan kamera CCTv tersembunyi yang dipasang oleh Gama dulu di seluruh ruangan rumah besar itu.
"Wahh kamu hebat Na, bisa dapat semua!" ucap Aiden.
"Itu berkat dua bocah ini," ucap Luna sambil memandang kedua anaknya yang begitu serius memperhatikan layar komputer.
Hanya hitungan jam, Luna dan timnya yaitu si kembar berhasil mencari tau siapa gerangan wanita yang berani beraninya menyusup ke rumah besar Park.
Dan yang lebih mengejutkan adalah saat wanita misterius itu masuk ke kamar mereka masing-masing, mata jeli si Kembar yang turun dari Luna Berhasil menemukan sebuah kamera dan penyadap berukuran mikro yang terjatuh dari kantong wanita itu saat masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
"Ma, Pa pelempuan jelek itu bawa bawa kamela ke Kamal Clito dan Abang Clistan!" ucap Christo sambil menghubungkan gambar yang ditangkapnya ke seluruh komputer.
"Sial, beraninya dia bermain main dengan keluarga ku!" geram Gama.
"Tapi siapa dia? aku tak pernah melihatnya," ucap Mikha.
"Benar Na, dia siapa? wajahnya begitu asing, aku tak mengenali nya," ucap Alex.
"Dia seseorang yang sangat kita kenal," ucap Luna.
"Nak munculkan data datanya!" ucap Luna dengan wajah dingin, tampaknya wanita itu benar benar marah saat ini.
Si kembar menunjukkan seluruh data pencarian bahkan sampai data operasi, rute penerbangan, pembelian, belanja, dan pekerjaan orang tersebut.
Mata mereka terbelalak saag melihat sosok wanita yang memang benar benar mereka kenal.
"Laura!!" ucap mereka terkejut.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😊😉
__ADS_1