
Lima bulan kini telah berlalu, drama mual muntah mulai pergi meninggalkan pasangan yang sangat harmonis dan penuh dengan tawa dan bahagia itu.
Kediaman besar Park tak lagi pernah sepi, kakak kakak tampan Luna tinggal di rumah besar itu, Rose juga tinggal disana bersama-sama dengan mereka.
Kamar-kamar di rumah besar itu terisi oleh keluarga besar mereka, ya mereka kini menjadi sebuah keluarga besar, lebih dari sekedar hubungan sahabat.
Luna berdiri menatap bunga bunga di taman belakang sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit di kehamilannya menjalani 6 bulan, tubuhnya semakin berisi pipinya gembul dan nyeri punggung sering di alaminya apalagi kakinya semakin membengkak.
"Hmmmm... Ahhhhh"Luna menghirup udara segar di pagi hari.
Semua orang sudah pergi bekerja, Kini tinggal Luna di rumah besar itu bersama Gama yang memilih membawa pekerjaannya ke rumah daripada harus meninggalkan istrinya di rumah.
Mark dan Rendy bergantian bertugas mengurus perusahaan. Jika ada rapat penting barulah Gama meninggalkan istrinya di rumah. Luna tidak dibatasi pergi kemanapun, tapi ibu hamil itu memilih tinggal di rumah daripada harus keluar dan membahayakan dirinya meskipun pasti akan banyak pengawal menjaga ibu hamil itu.
Rose saat ini sedang menemani neneknya yang semakin hari semakin banyak lupa.
Bima sendiri sudah kembali menata hatinya, hanya saja untuk jatuh cinta lagi mungkin akan sulit bagi pria itu, dia sekarang sedang berada di Swiss mendampingi sang kakak yang akan melahirkan anak keduanya.
Greeppp
"Sedang apa sayang?" Tanya Gama yang memeluk istrinya dari belakang.
Luna tersenyum, dia menggenggam tangan suaminya yang kini berada di atas perutnya yang buncit itu, dokter mengatakan bahwa Luna mengandung anak kembar yang sangat sehat dan kuat, janin Luna benar-benar kuat sekuat Ibunya.
"Sedang menikmati udara pagi," ucap Luna.
"Apa kamu gak kedinginan? Ini masih pagi dan langit juga mendung sayang," ucap Gama yang menaruh kepalanya di ceruk leher istrinya.
"Nggak sayang, kami sedang ingin menikmati suasana ini," ucap Luna sambil mengelus perutnya.
Gama tersenyum,dia benar-benar bersyukur memiliki seorang istri yang begitu baik dan bahkan memberikannya anak-anak yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini.
Gama melepaskan pelukannya, dia merangkul istrinya.
"Duduk disini sayang, jangan terlalu lama berdiri nanti pinggang kamu sakit, " ajak Gama membawa Luna ke sebuah kursi panjang di dekat taman itu.
Mereka berdua duduk disana, Gama mengelus perut buncit istrinya, semakin hari istrinya semakin menggemaskan apalagi karena hamil anak kembar membuat selera makan ibu muda itu semakin tinggi.
Cup
"Anak-anak Papa sehat-sehat ya sayang, Papa mencintai kalian," ucap Gama setelah mengecup perut istrinya.
Dug... Dugg
Mata Gama terbelalak saat merasakan tendangan kecil dari perut istrinya. Luna juga menatap suaminya sambil tersenyum, ini kali pertama Gama merasakan gerakan bayinya secara langsung.
"Sayang mereka bergerak, mereka merespon ucapanku hahahhah," ucap Gama dengan mata berbinar binar, dia meletakkan kepalanya di perut istrinya.
"Halo anak anak Papa!" Sapa Gama lagi dengan senyum bahagia di wajahnya.
Dug..dug.. dug
"Wah,ahahhahahah mereka merespon aku sayang, hahahha aku tidak sabar menantikan kelahiran kalian sayang, baik-baik ya di perut Mama, Papa dan Mama sayang kalian," ucap Gama sambil mengelus dengan sayang perut istrinya bahkan memberikan banyak kecupan disana.
Luna tersenyum bahagia,dia benar-benar bahagia melihat suaminya menyayangi dan mencintainya dengan tulus.
__ADS_1
Namun tiba-tiba ingatan akan penghianatan ayahnya pada sang Mama kembali terngiang membuat Luna takut akan mengalami hal yang sama.
"Sayang," ucap Luna lirih.
Menyadari perubahan mood istrinya yang sangat ekstrim, Gama memperbaiki posisinya dan menatap istrinya yang sudah berkaca-kaca menatap dirinya.
"Sayang kenapa? Kenapa menangis hmm?" Tanya Gama khawatir, ada saja alasan wanita cantik itu menangis, hal hal kecil saja membuatnya menangis tersedu-sedu.
"Aku takut huaaaa...." Tangis Luna tersedu-sedu .
"Takut kenapa sayang, hmm kenapa?jangan menangis, jangan takut, ada aku ada aku disini jangan takut,ada apa?" Tanya Gama panik,dia langsung memeluk istrinya dengan erat.
"Katakan, kenapa kamu takut?" Tanya Gama.
"Hiks.. hikss... Aku.. aku takut kamu akan pergi meninggalkan kami seperti yang dilakukan papaku dulu, aku.. aku takut kamu bertemu orang yang lebih sempurna saat aku jadi jelek karena melahirkan, aku takut kamu meninggalkan aku saat aku tak secantik dulu, aku.. aku takut kamu pergi hiks... hikss... hikss..," tangis Luna tersedu-sedu dalam pelukan suaminya.
Gama terbelalak, dari mana istrinya mendapatkan pikiran pikiran buruk seperti itu, tak akan mungkin ada orang lain yang bisa menggantikan Luna di hatinya, dan dia tak akan bisa hidup tanpa Luna pastinya.
"Sayang, jangan mengatakan yang tidak akan pernah terjadi, jangan berkata yang tidak-tidak aku tidak suka kamu berpikir terlalu jauh!" Ucap Gama dengan nada sedikit marah membuat Luna tersentak.
Ini kali pertama Gama memarahi dirinya setelah sekian lama.
"Sayang ," ucap Gama sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi gemuk istrinya sambil menatap dalam dalam netra biru tua istrinya itu.
"Dengarkan aku, jangan pernah kamu berani memikirkan hal hal seperti itu, hanya bajingan yang meninggalkan istri dan anak-anaknya, dan aku bisa memastikan bahwa aku bukan orang seperti itu!" Ucap Gama dengan tegas.
"Aku tidak mungkin meninggalkanmu dan anak anak kita, hanya berpisah sehari saja dari kalian sudah membuatku gila, aku selalu khawatir apa kamu akan makan dengan lahap, tidur dengan lelap, apa kakimu sakit,apa punggung mu pegal, apa kamu mau makan sesuatu, siapa yang menemanimu, siapa yang menjagamu, apa kamu kedinginan, apa kamu bosan dan banyak lagi" ucap nya dengan tatapan serius.
"Setiap saat setiap detik,semua yang kulakukan dan kukerjakan hanya untuk kebahagiaan keluarga kecil kita, jangan pernah memikirkan hal yang bahkan tidak akan pernah kulakukan, yang bahkan terlintas di dalam pikiranku pun tak pernah, aku akan bersamamu sampai akhir hayat kita!" Ucap Gama.
"Huaaaa... Sayang.. hiks hiks.. hiks, maafkan aku, maaf sudah berpikir yang tidak-tidak!" Ucap Luna sambil memeluk suaminya dengan erat.
Gama membalas pelukan Luna, dia mengecup kepala istrinya menghujani wanita itu dengan penuh cinta dan perhatian.
"Jangan menangis lagi, jangan memikirkan hal hal buruk, kamu hanya boleh berpikir tentang kebahagiaan, kamu dan anak anak kita adalah segalanya bagiku tak mungkin aku bisa meninggalkan kalian," ucap Gama.
"Segalanya hanya tentang kamu dan anak anak kita, kalian adalah rumah untukku pulang, kalian tempatku melepaskan segala penat setelah bekerja seharian, aku benar-benar menyayangi kalian," ucap Gama sambil mengelus perut istrinya.
"Hiks.. hiks... Hikss... terimakasih sayang, aku mencintaimu," ucap Luna sambil menatap suaminya.
Gama menatap istrinya dia mengusap wajah istrinya dan membersihkan sisa air mata istrinya dengan tangannya sendiri.
Cup
Gama mengecup bibir istrinya sambil tersenyum.
Cup
Luna membalas kecupan suaminya, mereka saling menatap dan ciuman panjang antara keduanya terjadi, Gama *****4* bibir istrinya dengan lembut, menyalurkan perasaan cinta pada sang istri.
Baginya Luna bukan sebagai media pemuas n4fsu, baginya Luna adalah segalanya, apa yang dia lakukan adalah untuk kebahagiaan istri cantiknya yang selalu ceria dan sangat cerdas.
Lama mereka berciuman, menyalurkan segala hasrat.
"Tuan sepertinya tuan harus memerik... Eh upssss, " Mark terbelalak saat melihat Luna dan Gama sedang berciuman, cepat-cepat dia menutup matanya dan pergi memberikan ruang bagi mereka.
__ADS_1
"Astaga, lain kali aku harus jaga jaga, bisa bisa aku menatap pemandangan seperti tadi lagi, huffft..." Ucap Mark sambil mengusap wajahnya.
Puk... Puk.. puk
"Semangat Mark, huffft!!" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Setelah menyelesaikan urusan suami istri di belakang, Gama merangkul istrinya masuk ke dalam rumah, dengan perlahan dia membantu istrinya berjalan.
"Sayang apa kamu gak capek? Kamu naik kursi roda aja ya," ucap Gama khawatir.
"Nggak masalah sayang, kalau aku kebanyakan duduk juga bakal bermasalah saat lahiran nanti, aku mau persalinan nanti lancar dan gak ada masalah, bergerak bisa mengurangi pegal pegal di kaki dan punggung ku,"ucap Luna.
Gam mengelus kepala istrinya, dia membawa istrinya ke ruang santai.
"Sayang aku mau nonton, oh iya bisa minta tolong ambilin kacang goreng di lemari dapur?" Tanya Luna.
"Bentar ya sayang, kamu duduk dulu!" Ucap Gama.
Luna duduk dengan perut buncitnya, karena hamil kembar perut Luna sudah membesar lebih besar dari ibu hamil pada umumnya.
"Sebentar aku ambil ya," ucap Gama.
"Sama jeruknya juga ya,"ucap Luna.
"Iya sayang," ucap Gama sambil menepuk pucuk kepala istrinya.
Tiba-tiba....
Gubraaakkkk
Pintu depan di buka dengan kasar membuat Luna, Gama dan beberapa pelayan terkejut bukan main.
"Tooooloooooongggg!!!!" Teriak seseorang yang masuk dengan penampilan acak-acakan.
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😉😉😉
author hanya berharap kalian sekiranya memberikan like dan berikan komentar kalian tentang karakter dan cerita Author,
Author sangat menghargai dukungan dan apresiasi dari kalian, salam hangat dari..
"Dari bang Alex tampan mempesonah,"
"Gue yang paling tampan broohh!!" Sahut Aiden.
"Ekhnmm.. kakak kakak yang budiman seperti nya saya yang paling tampan iya kan reader !!😉😉" Dari Bang Ferdi
Alex&Aiden :🙃🙃
Author :🤦🏼♀️🤦🏼♀️ narsis banget sih
__ADS_1