
Gama menbawa istrinya yang semakin hari semakin cantik menuju sebuah taman hiburan.
Dia tau Luna ingin ke taman hiburan karena istrinya mengigau ingin ke taman hiburan saat tidur semalaman.
"Sayang, ummm... Aku.. aku mau," Luna meragu.
"Mau apa hmm?" Tanya Gama yang fokus menjalankan mobilnya.
"Mau makan rujak, beliin ya please," pinta Luna sambil mengatupkan kedua tangannya di depan Gama.
"Heheheh kamu imut sekali, mau makan rujak ya, hmmm kalau begitu kita cari dulu ya sayang," ucap Gama melirik istrinya sebentar lalu kembali fokus ke jalanan.
"Terimakasih, ummm..." Lagi lagi Luna terdiam.
"Ada lagi?" Tanya Gama.
"Sama es cream pedas, terus salmon goreng pakai selai strawberry tapi kamu yang goreng, boleh ya?" Ucap Luna.
Gama terbelalak, menu apa ya g di pesan istrinya pikirnya.
Gak memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, dia menatap istrinya sambil menyerngitkan keningnya heran dengan permintaan Luna yang aneh aneh itu.
"Kamu yakin mau makan itu? Mana ada es krim rasanya pedas kamu gak boleh makan pedas pedas nanti sakit perut," omel Gama.
" lalu salmon di goreng pakai selai? Kalau makan rujak aku bisa cariin, Tapi kalau menu yang itu nggak baik buat kamu sayang," ucap Gama, dimana dia mencari es krim yang rasanya pedas lalu Salmon pakai selai sungguh aneh permintaan istrinya itu pikirnya.
"Emm.... Maaf," ucap Luna pelan.
"Hmmm sudah ya kita cari rujak aja, kamu nggak boleh makan yang aneh-aneh," tegas Gama yang di jawab anggukan pelan oleh Luna.
Gama melajukan mobilnya, hanya saja sesuatu membuatnya terkejut sekaligus tersadar kalau dia sudah melakukan kesalahan.
Degghhh...
Luna menangis, istrinya terisak namun mulutnya ditutupi dengan kedua tangannya agar suaranya tidak kedengaran. Gama segera mencari tempat parkir, dia memberhentikan mobilnya.
"Sayang maafkan aku, maaf," ucap Gama panik saat melihat istrinya terisak, air mata Luna mengalir begitu saja membasahi pipinya.
"Hiks... Hiks.. hiks.. a...aku terlalu merepotkan ya," ucap Luna sambil menangis tersedu-sedu.
"Oh Tuhan drama apa lagi ini," batin Gama.
"Tidak, kau tidak menyusahkan, kenapa kau berpikiran seperti itu, maafkan aku, aku melakukan kesalahan maaf sayang," ucap Gama yang langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya.
Luna masih menangis tersedu-sedu, Gama berusaha menyenangkan istrinya agar tidak stres mengingat kehamilan Luna dalam masa rentan.
"Bodoh sekali kau gama, Rose sudah mengingatkan kalau Luna sangat sensitif tapi apa yang kau lakukan pada istri dan anakmu!!" Batin Gama merutuki dirinya sendiri.
"Maaf aku terlalu banyak minta ya sayang, maafkan aku hiks hiks hiks," tangis Luna, dia merasa sedih saat mendengar ucapan Gama tadi.
Sebenarnya jika Gama memberi penjelasan dia tidak akan sesedih itu, tetapi Gama menolak permintaannya dengan tegas membuat dirinya merasa sedih.
"Nggak, kamu gak salah, aku yang salah, sudah jangan menasngis ya, kita Beli es krimnya nanti, lalu aku akan memasak ikan salmon nya, jangan nangis ya sayang," ucap Gama sambil mengelus wajah istrinya.
Seketika Luna kembali tersenyum, moodnya benar-benar cepat berubah.
"Benarkah?" Ucap Luna sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Gama mengangguk sambil membersihkan air mata istrinya.
"Iya tapi jangan menangis ya, maaf aku menolak permintaan mu tadi, bukan maksudku menolaknya aku hanya tidak ingin kamu dan baby kenapa-kenapa karena makan makanan sembarangan dan ummm aneh," jelas Gama .
Luna tersenyum, dia mengecup pipi suaminya membuat Gama diam membeku, istrinya ini benar-benar tidak terduga, pikirnya.
Cup
"Iya aku tau, kita beli es krim rasa coklat saja tapi tiga ya yang besar hehehh, terus ikan salmonnya ganti ke martabak kacang cokelat aja sayang, aku mau tiga juga," ucap Luna.
"Kamu yakin? Nggak mau menu yang tadi?" Tanya Gama meyakinkan Luna.
Luna mengangguk sambil tersenyum manis. Gama ikut tersenyum dia mengelus wajah istrinya.
"Setelah kupikir pikir rasanya pasti nggak enak, mending beli menu yang normal aja heheheh," kekeh Luna.
"Baiklah,ayo kita berangkat, rujaknya bagaimana sayang?" Tanya Gama.
"Ohh iya, beli rujak dulu ya beli tiga juga heheheh," kekeh Luna yang sudah tersenyum ceria meski Matanya merah karena manangis.
"Baiklah nyonya Park kita segera meluncur!!" Seru Gama menyalakan mobilnya.
"Let's goooooo...." Seru Luna penuh semangat, Gama tersenyum melihat istrinya yang kembali ceria.
Gama melaju di jalanan ibu kota mencari penjual rujak untuk istrinya, saat melihat ada penjual rujak, Gama meminggirkan mobilnya dan segera keluar untuk membeli pesanan istrinya.
"Terimakasih pak, kembaliannya buat bapak saja," ucap Gama setelah membayar dengan uang lebih.
Gama kembali ke dalam mobil, dia melihat istrinya yang tengah menatapnya dengan mata berbinar binar apalagi saat melihat bungkusan rujak di tangannya.
"Ini sayang," ucap Gama sambil masuk ke mobil dan menyerahkan pesanan istrinya.
"Siapa tau kurang, aku juga jadi pengen hehehhe," jawab Gama.
"Ohhh... Oke," jawab Luna yang langsung membuka bungkusan plastik itu dan menikmati rujak yang benar-benar menggugah seleranya.
"Seger," seru Luna memakan rujaknya sambil tepuk tepuk tangan bahagia karena rasa rujaknya sesuai keinginannya.
"Enak?" Tanya Gama yang sudah melajikan mobil.
"Hu..uh, enak kamu mau? Aku suapin ya sayang," ucap Luna.
"Boleh," jawab Gama.
Akhirnya sepanjang perjalanan Luna memakan rujaknya sambil menyuapi suaminya, dia menyisakan satu bungkus untuk di makan di taman bermain.
"Enak banget," seru Luna kegirangan.
"Suka banget ya, kita beli lagi nanti," ucap Gama.
"Hmm gak usah sayang ini aja udah cukup, atau kamu mau lagi?" Tanya Luna.
"Nggak, aku juga udah cukup," jawab Gama.
Sampai di lampu mereka mereka berhenti. Luna menatap lampu merah itu, Gama memperhatikan istrinya yang tampak serius melihat lampu merah itu seperti sedang menghitung waktu.
Cup
__ADS_1
Satu kecupan mendarat di pipi Luna membuat ibu hamil itu tersipu malu dan langsung menoleh ke arah Gama.
"Heheh, selagi sempat ini lagi," ucap Luna sambil menunjuk bibirnya.
Cup
Gama mengecup bibir istrinya sambil tersenyum.
"Nakal kamu ya," ucap Gama.
"Kan kamu juga mau, hehehe," kekeh Luna.
Lampu kembali hijau, mereka melaju mejui taman hiburan.
Sesampainya disana, Gama membayar karcis untuk masuk, dia menggandeng tangan istrinya dengan erat.
"Wahhh besar sekali!" Seru Luna menatap taman hiburan itu dengan mata berbinar-binar.
"Kamu pernah ke taman hiburan?" Tanya Gama.
"Sewaktu kecil pernah beberapa kali bersama Mama, setelah itu tidak pernah lagi," lirih Luna.
"Jangan bersedih, ayo kita nikmati," ucap Gama sambil menarik tangan istrinya masuk ke dalam taman hiburan itu.
Luna begitu menikmati kegiatan bersama suaminya, sejak Luna hamil Gama sadar kalau iya sangat jarang membawa Luna keluar, kali ini dia ingin membuat Ibu dari anak-anaknya itu merasakan kasih sayang yang tidak didapatkannya selama belasan tahun hidupnya jauh dari keluarga.
Sementara Gama dan Luna menikmati waktu mereka bersama, di kantor Aiden tampak pria itu sedang khawatir dan panik.
Aiden mondar-mandir kesana kemari di dalam ruangan kantornya membuat sang Mama jadi pusing karena anaknya itu berjalan kesana kemari seperti setrikaan.
"Ada apa Den, kenapa kamu panik begitu?" Tanya Nyonya Maureer.
Aiden menghela nafas, dia duduk di samping Mamanya.
"Aku tadi melihat pacar Bima bersama pria lain Ma, aku khawatir dengan si bodoh itu!" Ucap Aiden.
"Apa kamu gak langsung bilang aja sama nak Bima den?" tanya Nyonya Maureer yang juga khawatir jika Bima.malah tersakiti.
"Dia itu keras kepala Ma, kita harus bermain kasar dengan si batu itu!" ketus Aiden.
Nyonya Maureer mengelus punggung Aiden agar anaknya itu tidak panik.
"Kita kabari yang lain, apa kamu tau seseorang yang bisa menyelesaikan hal ini? minta lah bantuan padanya!" ucap Nyonya Maureer.
"Ada, aku akan meminta bantuannya, kali ini Bima tidak boleh termakan omongan ular ular beludak itu lagi!" ucap Aiden.
.
.
.
.
Hay reader sayang, jangan lupa untuk selalu taruh jempol likenya ya, karena jujur saja like kalian memberikan semangat buat author.
terimakasih 🤗🤗🤗
__ADS_1
Salam dari babang tamvan Aiden dan Luna si cerewet!!"