Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
165


__ADS_3

Di lobi sebuah hotel mewah berbintang lima di kota Jakarta seorang wanita seksi dengan gaun ketat di atas lutut tanpa lengan berwarna merah menyala sedang berjalan bergandengan bersama seorang pria muda dan tampan.


Tampak mereka berjalan dengan begitu serasi dan saling melemparkan canda tawa satu sama lain. Mereka berjalan masuk ke dalam hotel itu setelah melakukan check on.


Ting...


Tiba-tiba ponsel gadis itu berbunyi, pertanda pesan masuk.


"Sayang tunggu sebentar," ucapnya sambil membuka pesan dari ponselnya.


"Siapa?" Tanya pria itu.


"Entah, aku tak tau nomor siapa ini Niel," ucap wanita yang adalah Clara yang sedang berkencan dengan Niel rival bisnis Bima di Bali.


"Baca, siapa penting, atau mungkin dari si bodoh itu," ucap Niel dengan wajah masam dan kesal.


Clara mengelus dada pria itu lalu menatapnya dengan tatapan menggoda.


"Jangan cemburu sayang, aku akan memberi servis yang menyenangkan untukmu hari ini," bisiknya dengan tatapan sensual sambil menyentuh perut pria itu.


"Hmm... Cepatlah," ucap Niel yang mulai tak bisa menahan dirinya.


Clara membuka pesan itu, ada sebuah video di kirimkan ke dalam ponselnya.


"Video apa ini? " Ucap Clara .


"Erhmm... Ah... Sayang lebih cepat ahh... Ahhh..."


Suara erangan seseorang terdengar dalam video yang di kirimkan ke ponsel Clara tentu saja tak ada nomor pengirimnya.


Clara dan Niel terbelalak saat melihat diri mereka bercumbu di video itu, mata mereka tertuju pada pesan setelah video itu di buka.


"Wahh erangan yang bagus, apakah pakaian sopanmu waktu di kantor adalah topeng dari dirimu yang asli, CLARA!"


" ummm..... hai Niel milikmu ternyata sangat kecil hahahhahahahaha, sekecil bisnismu hahahhahahahah, "


Isi pesan teror yang di kirimkan dari dua manusia minim akhlak yang jika sudah bergabung hasilnya menggemparkan seperti ini.


Mereka berdua saling menatap, Clara bergetar ketakutan begitu juga Niel, mereka benar-benar terkejut saat melihat ada rekaman aduhai masuk ke dalam ponsel Clara.


Ting


Satu pesan lagi masuk, suara notifikasi ini terasa seperti pesan horor yang membuat serangan jantung.


Dengan wajah cemas, Clara membuka pesan berikutnya.


"Lihat lah seluruh layar di tempat kalian berada, ahh... Pastikan kalian melihat karena cuma 3 detik!!!"


Clara dan Niel semakin ketakutan, mereka menatap Layar yang ada di lobi hotel itu.


"Emmhh... Ahhh.. ahh,"

__ADS_1


Video berdurasi tiga detik muncul di semua layar LCD yang dipasang di lobi perusahaan itu.


Para pengunjung terbelalak kaget apalagi Niel dan Clara.


"Astaga video apa itu, cuma tiga detik tapi erangannya sangat hooottt," ucap para pengunjung yang mendengar video itu.


Clara dan Niel cepat-cepat pergi dari lobi menuju kamar mereka, mereka sangat malu padahal tak ada wajha mereka di video itu, yang ada hanya gambar buram.


"Bagaimana ini Niel, siapa yang melakukan ini!!" Pekik Clara frustasi, dia mengacak acak rambutnya dan berjalan kesana kemari sambil menggigit kukunya.


Mereka sudah berada di dalam kamar hotel yang mereka pesan.


"Ck... Bisa kau berhenti Clara, aku semakin pusing melihatmu mondar mandir seperti itu!" Bentak Niel, pria itu duduk di pinggir ranjang sambil memikirkan siapa kiranya yang mengirimkan video dan pesan itu.


"Arhhhh.... Aku pusing, kalau begini rencana kita menghancurkan perusahaan si bodoh itu akan berantakan, bagaimana mereka bisa mendapatkan video itu !!" Gerutu Clara sambil memijit pelipisnya.


"Sial!" Ketus Niel.


"Kita cari tau, aku akan menyuruh seseorang untuk menyelidiki hal ini," ketus Niel.


"Argghhh... Bagaimana kalau sampai si bodoh itu tau??" Ucap Clara lagi sambil mengacak-acak rambutnya.


"Mana ponselmu!"


Clara memberikan ponselnya,


"Ck... Bahkan nomornya saja tak ada, lalu siapa yang bisa melakukan hal ini, sepertinya ponselmu kena hack!!!" Ucap Niel setelah melihat pesan itu kembali.


"Sepertinya kita harus bergerak cepat jika ingin benar benar menghancurkan si bodoh itu, aku akan mulai menyerang keluarganya yang berada di Swiss, kau mulailah curi semua dokumen penting perusahaannya dan usahakan dia menandatangani surat pengalihan properti itu!" Titah Niel.


"Baiklah, aku tidak sabar ingin melihat si bodoh itu hancur!!" Ucap Clara.


"Siapa kira-kira pengirim video itu??" Pikir mereka.


Sementara mereka dilanda kekhawatiran, di apartemen Alex tampak dua mahusia yang kelicikannya di atas rata-rata sedang tertawa terbahak-bahak menatap layar komputer mereka seperti tengah menonton film komedi.


"Bwahahahahahah, Luna lihatlah wajah si kunyuk itu, saat ku bilang miliknya kecil dia lang menutupinya bagian bawahnya ahahahhaahahaha, sepertinya dia butuh obat kuat hahahhahahahaha," Aiden tertawa terbahak-bahak.


"Hahahhahahah, wajah perempuan licik itu sampai pucat kak hahhaha, lihatlah tubuh seksinya itu bergetar ketakutan hahahha, pasti kerek tidak bisa tidur nyenyak malam ini hahha, " tambah Luna.


"Hahahah, kau benar kurasa untuk melakukan adegan 21++ pun mereka tak lagi berselera huahahahahahaha," Aiden terpingkal-pingkal hingga.....


Brakkkk...


"Pfftt hahahahahhahaha," Alex tertawa dari seberang meja saat melihat Aiden terjatuh menghantam lantai yang dingin dan keras itu.


"Astaga hati hati Kak, hahahahhahahahahahah,"


Mereka tertawa bersama-sama dengan ulah mereka sendiri.


"Luuunaaaaa!!" Teriak seseorang dari pintu masuk Apartemen.

__ADS_1


Brakk


Pintu di dorong dengan kasar, seseorang berlari tergesa-gesa memasuki apartemen mewah itu.


"Haah... Haahhhh... Haaah... Luna, kau tidak apa apa kan, ada yang luka? Ku dengar tadi suara seseorang terjatuh, kau tidak apa-apa kan?"


Gama panik sambil memutar-mutar tubuh istrinya dan mengecek keadaan Luna.


Aiden dan Alex terbelalak melihat tingkah posesif si calon Papa ini.


"Hahahahha, yang jatuh bukan aku sayang,btapu kak Aiden, kamu ini kenapa sih, sampai lari lari begitu, duduk dulu sini," ucap Luna sambil menarik kursi di sebelahnya.


"Huuffttt kupikir kau jatuh tadi, saat di lorong apartemen, ku dengar seseorang terjatuh, aku panik dan langsung lari aku takut kau kenapa-kenapa," ucap Gama sambil memeluk istrinya dengan erat tanpa malu dengan dua duta jomblo sejagat raya yang menatap mereka dengan tatapan iri.


"Jiahhh buciiiiinn!!!!" Ketus Alex dan Aiden.


"Ck... yang jomblo diam aja gak usah ikut campur, ini urusan suami istri!" Ledek Gama dengan melemparkan tatapan sinis ke arah Aidne dan Alex.


"Hahahah, kalian ini selalu saja berdebat, sudah duduk dulu sayang, ada yang mau kamu tunjukkan padamu," ucap Luna.


Gama menurut, dia duduk di kursi di samping Luna, Aiden berdiri di belakang mereka bersama dengan Alex sambil menatap layar komputer berisi percakapan Niel dan Clara.


Sebenarnya Luna menyadap ponsel Clara dan Niel, sehingga dia bisa mendapatkan video video itu meski buram tetapi pelakunya tau bahwa itu suara mereka.


"Bagaimana perkembangan penyelidikan kalian?" Tanya Gama.


"Kami sudah mengirim teror pertama, tapi sepertinya mereka akan bergerak cepat, kita harus melindungi keluarga kak Bima di Swiss," jelas Luna.


"Sepertinya pria itu terhubung dengan dunia bawah, kita tidak tau seberapa besar kekuatan dunia bawah yang diikutinya, aku takut mereka akan menyerang keluarga Bima disana dan mengancam si bodoh itu!" Ucap Aiden.


"Aku akan mengatasi masalah di Swiss, keluarga Bima akan di pindahkan sementara ke Belanda, kurasa rumah keluarga Maureer akan aman untuk mereka, bagaimana Aiden apa kau setuju?" Tanya Alex.


"Baiklah, mereka akan aman bersama Ben dan Joshua," ucap Aiden.


"Lalu bagaimana dengan si bodoh yang dimabuk cinta itu?" Tanya Gama.


"Aku akan mencoba bicara dengan kak Bima dan menunjukkan bukti-bukti ini, jika memang dia tidak percaya maka kita akan langsung menjalankan rencana selanjutnya!" Ucap Luna.


"Baiklah," jawab Mereka bersama-sama.


"Tapi harus bersama kami!" ucap mereka lagi bersamaan.


Luna menatap tiga pria tampan itu, lalu dia tersenyum.


"Baiklah tuan muda yang yang tampan hahahah," kekeh Luna.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😊😉


__ADS_2