Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
170


__ADS_3

Bima sudah mulai bisa tenang, beruntung dia berbicara dengan Luna. Dengan penuh perhatian Luna memberikan nasehat dan menguatkan kakaknya agar tidak terlalu terpuruk.


"Luna tau kalau ini pasti akan sulit buat kakak, tapi kak, Luna yakin kakak akan menemukan seseorang yang benar-benar mencintai kakak dengan tulus," ucap Luna.


Bima menatap Luna, matanya sembab, air matanya sudah mengering wajahnya benar-benar kacau namun ada satu hal yang semakin disyukurinya.


"Terimakasih Na, terimakasih dek, kakak benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan wanita sebaik, secerdas, secerewet kamu tanpa kalian semua kakak pasti sudah hancur saat ini," Ucap Bima.


"Terimakasih sudah membuka mata kakak, terimakasih tidak membiarkan Kakak terjatuh, terimakasih banyak," tambahnya lagi.


Ya, Bima sangat bersyukur bertemu dengan Luna, gadis cantik yang selalu mengomeli mereka dan selalu mengoceh tentang ini itu dan menjadi tempat curhat yang paling menyenangkan.


Dia juga bersyukur memiliki teman-teman yang selalu setia mendampingi dirinya tanpa pernah sekalipun meninggalkan dirinya meski tau kalau dia orang yang keras kepala.


"jiahh... makanya kak, jadi orang jangan keras kepala, kak Aiden sampai pusing tujuh keliling waktu pertama kali melihat ulat keket itu sama si Niel Niel itu masuk ke hotel, kakak gak tau aja tadi kak Aiden harus sampai melesat ke perusahaan kakak sebelum kakak menandatangani dokumen itu, "


"Kalau dibilangin dengar dulu, nanti sama kayak Gama tau rasa, nyesal kakak!!


"Jangan keras kepala, kalau udah ada yang ingetin langsung pikir kenapa mereka bilang seperti itu,"


"Terus kalau jatuh cinta boleh boleh aja tapi jangan sampai tergila gila sampe gak tau udah pacaran sama siluman!!"


"Suka boleh tapi jangan jadi bego, yang susah siapa kakak kan? ck...ck..ck percuma seorang CEO tapi mikir begitu aja gak bisa dasar lemah!!"


"Kalau mau pacaran sama seseorang tuh kalau boleh liat liat dulu dianya yang asli, lihat dia di luar kantor, cari tau dikit tentang keadaannya, secara logikanya nih gimana kalau kakak malah pacaran sama istri orang, lah berabe kan? mikir dong kak huh... capek aku ngomong!!!" omel Luna panjang kali lebar.


Bima tersenyum mendengar Omelan si gadis cerewet itu, meski terdengar sakit tapi secara logika perlu kita lakukan, bukan hanya pakai perasaan cinta yang tulus kalau begitu bakal kena tipu dong.


Pakai perasaan boleh tapi logika juga harus main, biar seimbang. Jangan pacaran kalau belum yakin dengan sifat asli orang itu.


"Iya iya kakak paham, maaf sudah membuat kalian khawatir, maaf karena keras kepala, dan terimakasih untuk semuanya," ucap Bima dengan tulus.


Luna tersenyum, dia senang kalau Bima tampaknya lebih tenang dari yang dia pikirkan.


"Sebagai balasannya kakak masakin Luna Ayam penyet ya kak, Luna pengen makan masakan kakak, baby twins juga pengen boleh ya pleaseee.." pinta Luna dengan mata berbinar-binar.


"Hahahaha, apa aja yang kamu mau dek, mau dimasakin kapan?" tanya Bima.


"Hmm nanti malam, kakak selesaikan dulu masalah kakak, Luna bantu ngerjain si Niel itu heheheheh," ucap Luna sambil tersenyum jahil.


"Baiklah, nanti kakak masak di rumah besar Park, kakak keluar dulu, kamu mau istirahat?" tanya Bima.


"emm mau keluar, " ucap Luna.


"Yakin? kamu gak pusing, mual atau mau muntah gitu?" tanya Bima sedikit khawatir.


"Nggak, Luna udah baikan, sepertinya baby twinsnya senang uncle mereka udah baikan," ucap Luna.


"Heheheh, baiklah ayo, tapi kamu jangan dekat-dekat dengan kami nanti, kakak takut dia berbuat sesuatu," ucap Bima.

__ADS_1


"Tenang aja kak, kita punya kak Rose," ucap Luna sambil tersenyum.


"Rose?" tanya Bima.


"Kenapa dengan dia?" tanya Bima.


"Kak Rose itu ahli bela diri, dia berlatih diam-diam, Luna tau waktu Luna cari info tentang kak Rose," bisik Luna.


"Wah sepertinya para pria di geng ini punya jodoh yang bar bar ya ," celetuk Bima.


"Bar bar iya, tapi sekalinya sayang eghh terbuai hahhaha," kekeh Luna.


Bima tersenyum, mereka pun keluar dari ruangan kamar itu.


Namun betapa terkejutnya mereka berdua melihat Aiden yang tampak berantakan dengan celana pendek dan kaos oblong putih milik Alex yang dipinjamnya.


"Loh kak Aii kenapa berantakan gitu??" ucap Luna khawatir, dia melepaskan tangan dari Bima dan mendekati Aiden namun tiba-tiba...


grepp


"Sayang jangan dekat-dekat Aiden, dia bau nanti kamu mual-mual," ucap Gama yang baru keluar dari toilet karena masih muntah-muntah.


Dia langsung menarik Luna ke pelukannya dan memakaikan masker ke wajah Luna.


"Ck.. aku udah wangi Gama!!" ketus Aiden sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.


"belum, buktinya aku masih muntah-muntah, kau bau sekali huweekkk eghh... oeeekkk, Bim pegang Luna jauhkan dia dari si bodoh itu!!" ucap Gama sebelum dia benar-benar menghilang di balik pintu menuju kamar mandi.


"Ck.. itu karma na, baby twins sepertinya sedang menghukum Papa mereka karena meninggalkan kamu waktu itu!" celetuk Aiden.


Plakkk


"Jangan ngomong sembarangan goblok!!" ketus Ken tepat setelah memukul kepala Aiden.


"Arhhhh shhhh.... Keeennn sakit dodoll!!" gerutu Aiden sambil mengusap kepalanya.


Bughh


Aiden memukul perut Ken hingga membuat pria itu ikutan meringis kesakitan.


"Akghhh... oh jadi ngajak berantem nih ceritanya hah? ngajak berantem, sini kau dasar otak udang !!!" balas Ken.


bughh...


bughh....


plakk


krekk

__ADS_1


Aiden dan Ken malah berkelahi seperti anak kecil di hadapan Luna dan Bima.


"ck... ck... ck.. Kak Bima kesana yuk, biarkan dua manusia kurang umur ini berkelahi disini," ucap Luna.


Bima tersenyum dia kalau Aiden dan Ken berusaha menghibur dirinya yang sedang terpuruk dan Bima sangat menghargai itu.


"Wuiihh tontonan Gratis, boleh lah ya kan Mark!" ucap Alex yang sifat ngeselin nya mulai muncul.


Andin menggelengkan kepalanya melihat kedua manusia yang malah menonton Aiden dan Ken berkelahi seperti sedang menonton pertandingan tinju antar negara.


"Ck... eh kak Bima,Luna" ucap Andin menghampiri Luna dan Bima.


"Gimana keadaan kamu udah mendingan? babynya baik baik saja kan?" tanya Andin sambil menggandeng tangan Luna.


"Kak Bim gimana? siap membasmi ulet keket?" cerocos Andin sambil terkekeh.


"Hahahah, siap semoga saja aku tak melakukan hal yang tidak-tidak," ucap Bima sendu.


plukk


"Kak Bim semangat! ayo permalukan si ulet keket bermuka dua !" ucap Andin sambil menepuk bahu Bima dan menyemangati pria itu.


"Terimakasih Andin, kalian semua membuatku terharu huh," ucap Bima..


"Ihhh.. kak Bima lebay, geli deh," ledek Luna.


"Hahaha, sepertinya kak Bima bakal cepat move on, semoga Nemu yang tepat ya kak Bim!" seru Andin.


"Hmmm, kita lihat saja," ucap Bima.


"ihkkk kak Bimaa, jangan patah semangat !!" ketus Luna sambil mencubit perut Bima.


"Arhh... shhh aw iya iya bawel, gak patah semangat, tapi masih cari semangat, shhh sakit tau!!" ucap Bima sambil menggeliat kesakitan karena cubitan super dari Luna.


Mereka masuk ke ruang depan dimana Rose menjaga Clara yang terlelap.


Namun yang dilihat mereka membuat mereka syok.


"Kak Roooseeee!!!" teriak Andin dan Luna bersamaan.


Mendengar teriakan kedua gadis itu, para pria berlari menuju ruang depan, Ken langsung melepas Aiden saat mendengar nama kekasihnya di panggil.


"Rose ada apa deng... Rose!!!" teriak Ken panik saat melihat di leher Rose hampir tertancap sebuah belati panjang dan tipis dan di belakangnya ada Clara yang membekuk Rose dan mengunci pergerakan gadis itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😉😉😉😉


show-nya babang Aiden diundur dulu hahhahahahaha(tawa jahat author)


__ADS_2