Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
83


__ADS_3

Aiden, Ken dan Luna bersiap-siap untuk berangkat menuju lokasi dimana mereka akan menjalankan rencana mereka.


Luna tampak menggerai rambut birunya yang panjang, ia memakai kaos hitam dan celana hitam dilengkapi Cardigan bercorak bunga-bunga kesukaannya, sepatu boot hitam dan tak lupa aksesoris di leher dan telinganya.


Luna memoleskan bedak ke wajahnya, dengan smokey eyes dan lip tint pink yang memberikan kesan Swag sekaligus fresh sangat cocok dengan kepribadiannya yang ceria.


"Wow perfect !" Seru Luna menjentikkan jarinya dan menunjuk dirinya sendiri di cermin dengan senyuman manis dan cantiknya.


Luna keluar dari kamarnya, ia membawa tas selempang kecil berisi dompet dan ponselnya. Luna melihat seorang pria tampan dengan wajah kharismatik sudah menunggunya disana.


"Wow pretty Swag my little girl!" Seru Ken sambil mengangkat kedua jempolnya.


"You too big bro, that's charismatic!" Seru Luna sambil menghampiri kakaknya yang berpenampilan sangat tampan.


Ken memakai kaos putih dengan kemeja kotak kotak berwarna biru, celana jeans hitam dan sneaker putih, wajahnya yang kharismatik dan tampan membuatnya semakin menarik, apalagi dengan perpaduan rambut blondenya yang begitu kontras dengan kulitnya.


Kulit putih mulus tanpa jenggot maupun kumis, rambut sedikit panjang, mata sipit dengan tatapan dingin, hidung mancung dan bibir merah muda Alami menjadi perpaduan seksi yang bila di lihat oleh kaum wanita, otomatis mereka akan jatuh cinta dengan pria itu.


"henmmm.....menurutkuuu," Luna berjalan memutari Ken sambil melihat penampilan Ken dari ujung kepala sampai ujung kakinya, Luna mengitari Ken sambil berpangku tangan, jari telunjuknya bergerak di bibirnya menandakan gadis itu sedang memikirkan sesuatu.


"Ck...ahhhh," Luna berhenti di depan Ken sambil berdecak dan menatap Ken dengan menyipitkan matanya.


"Kenapa?" Tanya Ken sambil mengecek penampilannya sendiri.


Lun mengarahkan jarinya membentuk frame kotak dengan jari telunjuk dan jempol kedua tangannya, lalu mengarahkannya pada Ken, Luna melihat Ken melalui frame jari itu.


"Perfect, hemm kak Ken kutarik kembali kata-kataku beberapa waktu lalu, kau ternyata semakin tampan kak, wajah kakak seperti porselen tampan !" Ucap Luna sambil mengacungkan kedua jempol nya.


"Baru nyadar neng? Makanya jangan nistakan kakak sendiri," ucap Ken sambil menyentil kening Luna .


"Heheheh, dulu wajah kakak kek bapak bapak,serem hahahahah, apa lagi kemaren ada kumis sama jambangnya, kek om om hahahah," ledek Luna sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ck...dasar kamu ini ya, seneng banget ngejek kakaknya, awas loh kualat nanti!" Balas Ken.


"Jiahahahahah, kan Luna udah tarik lagi omongan Luna hahahha," ucap Luna.


"Terserah kamu deh," ucap Ken sambil mencubit gemas kedua pipi adiknya yang menggemaskan itu.


"Sini kakak peluk," ucap Ken sambil menarik Luna ke dalam pelukannya, ia sangat menyukai momen seperti ini dimana ia bisa menghabiskan waktunya bersama adik kesayangannya.


Luna membalas pelukan Ken, ia juga sangat senang dengan kembalinya ingatannya, dia begitu beruntung memiliki seorang kakak seperti Ken yang selalu menaruh perhatian pada dirinya.


"Yo what's up broo!!!" Seru Aiden sambil turun dari tangga.


Penampilannya kali ini benar benar sesuatu, hati perempuan mana yang tidak akan meleleh bahkan sampai menguap jika melihat penampilan hot pria tampan tapi rada rada nggak waras ini.


Luna dan Ken melepaskan pelukan mereka, mata mereka tertuju pada gaya keren dan hot Aiden, wajah tampan, hidung mancung, bibir merah tipit, rambut panjang, mata indah, kulit mulus, badan tinggi berotot sungguh kenyataan yang sangat sulit di gapai.


"Wow.....so hot kak Ai!" Seru Luna sambil menatap penampilan Aiden dari ujung kepala sampai ujung kakinya.


"That's perfect bro!" Ucap Ken mengacungkan satu jempolnya.

__ADS_1


"Hahahah,i am the hottest okay!" Seru Aiden sambil membentuk huruf O denagn jarinya.


Aiden memakai kemeja lengan pendek berwarna merah menyala dengan corak putih yang sangat cocok dengan kulit maskulinnya, ia memadukan kaos itu dengan jeans hitam dan sepatu sport merah.


Jangan lupakan jam tangan berwarna hitam yang sangat elegan bertengger di tangan kirinya.


Empat kancing baju dari atas di biarkan terbuka sehingga menampakkan tubuh kekarnya yang padat dan tulang belikatnya yang menggoda dengan leher jenjang mulusnya.


"Wahhh, kak Aiden benar-benar super star!" Seru Luna dengan mata berbinar-binar.


"Hohohohoh, Iya dong, nggak ada yang bisa menandingi ke tampan seorang Aiden !" Celetuk Aiden yang kini sudah berada di dekat mereka.


"Wow you look so Swag little girl!" Seru Aiden ketika ia menyadari penampilan Luna yang perfect.


"Tentu saja kak Ai, " jawab Luna dengan percaya diri.


"Dan Ken, kau cukup tampan hari ini, tapi tidak lebih tampan dariku!" Ucap Aiden sambil mengelus rahangnya dengan jari telunjuk dan jempolnya sambil menatap Ken.


"Aku sudah tampan dari lahir, jangan salahkan aku nanti jika aku akan merubah gayaku dan kau siap siaplah kehilangan posisi sebagai pria tertampan!" Ucap Ken dengan tatapan dingin yang begitu keren dan memikat hati.


"Hohoho, kita lihat saja brother!"seru Aiden.


"Okey kita sudah siap, sebelum itu....eh Ferdi!" Ucap Luna saat melihat Ferdi lewat.


Ferdi menoleh pada mereka, ia sedang membawa bahan prakarya milik Anna yang diminta di ambilkan oleh gadis itu.


Brukk


"Sejak kapan ada artis di rumah ini?" Celetuk Ferdi sambil mengucek matanya memastikan apa yang dilihatnya itu benar atau tidak.


"Astaga, apa aku tidak salah lihat?" Ucap Ferdi masih diam di tempatnya, Luna, Ken dan Aiden menatap Ferdi dengan bingung.


"Kak Fer kok la........alaaaamaaaakkk jaangggg, sejak kapan ada artis di sini!!" Teriak Anna terkejut saat menyadari keberadaan tiga manusia super keren dan kecen itu.


Anna baru datang dari ruang belajar mencari Ferdi yang pergi terlalu lama menurutnya padahal baru 3 menit sejak ia meminta bantuan Ferdi, emang dasar gadis itu nggak sabaran.


"Pfhhtt hahahahahah, Fer tutup mulutmu bau jengkol tau hahhahah," ledek Aiden yang langsung menyadarkan Anna dan Ferdi yang melamun menatap mereka.


"Wah...kalian keren sekali, wow Luna jarang banget penampilannya begini, wihh kayak artis artis luar ya, mantap" seru Ferdi.


"Kalian mau kemana kak? Kok keren begini? Terus kenapa gak ngajak kita? " Tanya Anna.


"Kita mau......" Luna menjelaskan rencana mereka pada Ferdi dan Anna serta alasan mengapa mereka tidak perlu ikut.


"Ohh begitu toh, oke lanjutkan kak, by the way kalian bertiga keren banget!!" Celetuk Anna sambil mengeluarkan ponselnya.


Cekrek


Anna mengambil foto candid mereka yang sangat keren sebab paras mereka benar-benar cocok menjadi model.


"Fer bisa tolong fotoin kita nggak, aku mau kirim ke Gama," ucap Luna sambil menyerahkan ponselnya.

__ADS_1


"Okey," jawab Ferdi.


Akhirnya mereka mengambil beberapa gambar dengan pose yang ya begitulah fotogenik.


"Kalau begitu kami berangkat dulu ya, " ucap Ken.


"Kalau Gama nelpon kasih tau aja kami keluar, tapi rencananya jangan dibocorkan, nanti gak seru," ujar Luna.


"Oke siap kak!" seru Anna.


"Kami berangkat dulu," ujar mereka lagi.


"Hati-hati kak, bye!!" Ujar Anna dan Ferdi.


Mereka bertiga keluar dari rumah besar Park, para pengawal sudah menunggu, mereka akan dimkawal oleh 6 orang anak buah, sebenarnya lebih tepatnya mengkawal Luna karena dia adalah titik kelemahan kedua pria itu.


Sementara itu di kota Bali dan Seoul Korea Selatan tampak dua pria itu memasang wajah berbeda.


"Ck....tau begini aku tidak akan kembali ke Bali hufftthh," desah Bima saat melihat foto yang di kirim Luna.


Lain di Korea, tampak Gama memasang wajah kesal.


"Astaga apa yang akan mereka lakukan malam malam begini? Lalu kenapa penampilan mereka begitu? Dan Luna kenapa harus secantik itu sih sayang? Kenapa kau pakai baju seperti itu, arghhhhh mereka ini membuatku frustasi!!"ucap Gama sambil memijit pelipisnya.


"Mana di telpon gak di angkat lagi, haissshhh!!"gerutu Gama.


Sementara itu di dalam mobil yang dikemudikan oleh Ken dengan Aiden di sampingnya dan Luna di belakang, sedang cekikikan karena mereka bertiga mendapatkan panggilan dari sang pria tampan yang sedang berada di luar negeri.


"Hahahahah, pasti dia marah besar nanti hahahah," Aiden, Ken dan Luna tertawa terbahak-bahak dengan ulah mereka.


.


.


.


jangan lupa likenya 😊😊😊


pemanis


Luna Swag girl



Kenzo cool Man



Aiden the Hottest


__ADS_1


__ADS_2