Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
180 ( Aiden dan Mikha)


__ADS_3

"Ma.. maaf tuan, maafkan saya," ucap Mikha langsung mengambil tissue dan melap sepatu serta ujung celana Aiden yang basah.


"Sudah tak apa," ucap Aiden mengambil tangan gadis itu.


"jangan menunduk ke bawah seperti itu, cepat ambilkan sapu dan sekop dan bawakan kardus, pecahan beling ini harus dibersihkan nanti bisa melukai orang lain," ucap Aiden.


"Ba.. baik tuan," ucap Mikha lalu gadis itu pergi ke dapur mengambil apa yang diminta Aiden.


"Maafkan Mikha tuan, sepertinya dia sedang banyak pikiran, maaf atas kekacauan ini," ucap Bunda Grace.


"Tak apa Bunda, ini hal biasa, apa gadis itu sudah lama disini?" tanya Aiden.


"Sejak dia masih baru lahir dia sudah di panti ini, kedua orangtuanya membuangnya di depan panti," jelas Bunda Grace.


"Waktu itu musim hujan, Bunda masih remaja waktu itu, dan Bunda menemukan dia terletak di depan panti ini hanya berlapis kain pembungkus yang tipis, dia masih merah tampak baru lahir beberapa hari," jelas Bunda Grace dengan mata berkaca-kaca.


"Bunda melakukan hal yang benar dengan menyelamatkan kakak itu," ucap Ferdi.


Mikha datang dengan membawa apa yang diminta Aiden, dengan cepat Aiden berdiri dan menggulung lengan kemejanya lalu mengambil alih sapu dan sekop yang di ambil Mikha.


"Bunda boleh temani saya melihat-lihat panti ini?" tanya Ferdi.


"Ahh boleh nak tapi teman kamu," ucap Bunda Grace.


"Tak Apa Bun nanti biar saya di temani oleh dia," ucap Aiden.


"Baiklah," ucap Bunda Grace lalu dia pergi bersama Ferdi melihat lihat gedung panti itu.


"Bisa bantu geserkan kursinya, siapa tau ada beling disana jangan sampai anak anak menginjak nya," ucap Aiden.


"Ba..baik tuan," ucap Mikha gugup.


Aiden membersihkan pecahan beling itu dengan seksama dan memasukkan pecahannya ke dalam kardus kecil agar tidak berceceran dan menyingkirkan ke tempat sampah.


"Boleh tunjukkan toiletnya, saya ingin membasuh tangan saya," ucap Aiden dengan lembut, dia berusaha agar gadis itu tidak takut dan nyaman dengannya.


" Ahh ke sebelah sini tuan," ucap Mikha menunjukkan jalan menuju pintu belakang.


Aiden dan Mikha berjalan ke belakang, Aiden membersihkan dirinya, setelah itu dia keluar dan melihat Mikha yang tampak sangat gugup dan takut namun berusaha dia sembunyikan.


"Sekali lagi saya minta maaf atas kelalaian saya tuan," ucap Mikha sambil membungkuk meminta maaf pada Aiden.


"Tak apa, oh iya siapa namamu?" tanya Aiden.


"Saya Mikha tuan," ucapnya sambil terus menunduk.


"Perkenalkan saya Aiden," ucapnya sambil tersenyum lembut.


"Berapa usiamu?" tanya Aiden.


"25 tahun tuan," ucap Mikha.


"Ahh, apa pekerjaanmu?" tanya Aiden lagi.


"Saya bekerja paruh waktu tuan sekaligus kuliah," ucapnya.


"Apa kau punya kekasih?" tanya Aiden.


"Eh?"


"Maaf apa aku terlalu banyak bertanya?" ucap Aiden merasa tidak enak.


"Ahh ti.. tidak tuan," jawab Mikha gugup.

__ADS_1


"Jadi apa kau punya kekasih?" tanya Aiden.


"Tidak tuan, mana ada yang mau menjadi kekasih saya tuan," ucap Mikha sambil menundukkan kepalanya .


"Kenapa?" tanya Aiden.


"Apa tuan tidak lihat tubuh saya? mana ada orang yang Sudi berdampingan dengan orang seperti saya," ucap Mikha merasa rendah diri.


"Ahh kalau begitu mulai hari ini kau akan jadi kekasihku, karena tak ada yang mau padamu dengan demikian tak akan ada yang mengganggu hubungan kita," ucap Aiden.


"A.. apa tuan? maksud Anda?" Mikha terbelalak dengan ucapan pria tampan yang kembali dengan mulut embernya yang selalu sembarang bicara.


"Ahh aku hanya bercanda Mikha," ucap Aiden.


"Huuffttt.. " Mikha menghela.


"Sudah, ayo temani aku melihat-lihat tempat ini," ucap Aiden.


"Kemari tuan akan saya tunjukkan," ucap Mikha.


Aiden dan Mikha berjalan beriringan sambil melihat-lihat tempat itu.


"Oh Tuhan bagaimana ini, apa dia akan mengenaliku, hiks hiks hiks kesucianku sudah direnggut apa yang harus kulakukan, aku juga tak bisa menyalahkannya, bagaimana ini?" gumam gadis itu.


Aiden melihat Mikha yang tampak sedih dan murung, bahkan tak pernah dia melihat gadis itu tersenyum sedikit pun.


"Hidupnya pasti sulit, dan aku semakin mempersulit dirinya,arhhh kenapa aku bisa sampai terjebak dalam hal seperti ini??" ucap Aiden dalam hatinya.


Mikha dan Aiden terus berjalan dengan Mikha yang menunjuk ruangan-ruangan yang dipakai untuk kegiatan anak-anak.


"Emm Mikha, apa kau tidak mengenaliku?" tanya Aiden tiba-tiba, dia langsung memegang tangan Mikha membuta gadis itu terperanjat.


"Ma..maksudnya tuan, sa... saya baru melihat anda hari ini," ucap Mikha gugup, dia merasa tidak nyaman dengan posisi mereka, Aiden menyudutkannya ke dinding dan menatap matanya dengan dalam serta memegang tangannya.


"Katakan apa kau mengenalku, Mikha?" bisik Aiden.


Mikha bergetar ketakutan.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar suara langkah kaki dari arah tangga,


Sreett


dengan cepat Aiden menarik Mikha masuk ke dalam salah satu kamar yang kosong dan bersembunyi disana.


Aiden menyandarkan tubuh Mikha di sudut ruangan dengan posisi seperti tadi, jarak mereka sangat dekat, pandangan mereka saling bertemu.


"Kau mengenalku kan, kejadian di hotel semalam, kau gadis itu kan?" bisik Aiden lagi.


Mikha terbelalak kaget, bagaimana bisa pria itu mengenali dirinya padahal penampilannya jelas jelas berbeda dengan dirinya saat di hotel.


"Sa ..saya tidak mengerti maksud Anda tuan," ucap Mikha dengan suara bergetar ketakutan.


"Jangan berbohong Mikha, bagaimana kalau aku memberitahukan Bunda Grace atau menuntut kalian tentang hal itu," ucap Aiden masih menatap mata Mikha, sebenarnya Aiden hanya ingin gadis itu berkata jujur dengan demikian dia bisa bertanggungjawab dan menikahi gadis itu.


"melakukan apa tuan, sa.. saya tidka melakukan apa apa dengan anda, dan jangan bawa bawa panti ini," ucap Mikha dengan suara bergetar, tampak mata gadis itu berkaca-kaca.


"Aku tau ini hanya bantalan Mikha, ini bukan tubuh aslimu, apa aku harus membongkar ini?" ucap Aiden sedikit mengancam.

__ADS_1


Mikha benar benar tak bisa berkata apa apa lagi, semua rahasianya terbongkar hari ini


Brukk


Mikha langsung meringsut ke lantai dan berlutut di depan Aiden sambil memohon pada pria itu.


"Tu... tuan saya mohon jangan mengusik panti ini, sa.. saya akan bertanggung jawab, tuan bisa menuntut saya tapi jangan panti ini, kasihan anak-anak mereka masih kecil saya mohon hiks hiks hiks, jangan beritahukan hal ini pada Bunda, saya tidak mau dia kepikiran," ucap Mikha memohon dengan deraian air mata di depan Aiden.


Degh..


Jantung Aiden bagai dihunus pedangan saat mendengar gadis itu memohon pada dirinya.


Aiden berjongkok di depan Mikha, dia tidak tega dengan gadis itu, dia benar-benar kasihan dan hatinya terasa pilu.


"Bagaimana kau masih memikirkan orang lain padahal kehormatanmu saja sudah direnggut Mikha," batin Aiden dengan mata bergetar menatap Mikha.


"Sa.. saya mohon tuan, sa.. saya yang salah hari itu, maafkan saya telah merugikan anda, maafkan saya tuan," pinta Mikha sambil menangis tersedu-sedu.


Greppp


Aiden menarik gadis itu dalam pelukannya,meskipun Aiden ceplas-ceplos tetapi perasaannya sangat sensitif, dia tidak suka melihat perempuan menangis di depannya.


"Jangan menangis, bagaimana kau bis memohon untuk orang lain sedangkan dirimu sendiri juga mengalami hal yang menyedihkan, aku hanya butuh kejujuranmu," ucap Aiden.


puk...


puk...


puk..


"Aku akan bertanggungjawab Mikha, mari kita menikah, aku tau ini dadakan tetapi aku bukan pria bajingan yang akan meninggalkan seorang wanita yang tanpa sengaja tidur denganku, aku akan bertanggungjawab," ucap Aiden sambil menepuk nepuk punggung gadis itu.


"Hiks... hikss...hikss..." Mikha tak tau harus bilang apa, jujur saja Mikha benar Benar sedih dan terpuruk akibat kejadian itu.


Kesuciannya direnggut begitu saja, meski ia tau ini juga kesalahannya yang sembarang meminum minuman dari rekan kerjanya.


"Maafkan saya tuan,maaf telah membuat kekacauan ini," ucap Mikha masih menangis.


"jangan menyesali yang sudah terjadi Mikha, aku akan bertanggungjawab, persiapkan dirimu kita akan menikah besok," ucap Aiden.


"Be.. besok?" ucapnya tak percaya.


"Ya, lebih cepat lebih baik, kurasa benih itu pasti mulai tumbuh di perut mu, jangan menanggung beban ini sendirian, aku juga dijebak waktu itu, kita jalani bersama," ucap Aiden sambil membantu Mikha berdiri.


"Tapi tuan,"


"Tak ada penolakan Mikha, aku hanya akan berhubungan badan dengan satu orang wanita seumur hidup ku dan itu adalah dirimu," ucap Aiden sambil memegang kedua bahu Mikha.


"Aku tau kita baru kenal, aku tau ini sangat mendadak tetapi aku ingin bertanggungjawab atas kejadian ini, kalau aku egois aku mungkin akan menghiraukan hal ini, tapi aku laki laki berprinsip Mikha, aku tidak mungkin membiarkan dirimu tersiksa dengan kejadian ini, lelaki mungkin tak berbekas, tapi kamu, itu akan membekas seumur hidupmu," ucap Aiden.


"jadi dengar, besok persiapkan dirimu, kita akan menikah, " ucap Aiden lagi.


Mikha mengangguk pelan, dia juga tidak tau harus berbuat apa lagi, benar yang dikatakan Aiden, dan dia juga bersyukur karena pria itu mau bertanggungjawab.


.


.


.


.


jangan lupa like vote dan komen 😉😉😊

__ADS_1


wah bang Aiden keren banget, gentle banget woyyyn


__ADS_2