
Mereka semua menyiapkan acara secara diam diam tanpa sepengetahuan Luna. Sambil melontarkan canda tawa mereka menyusun semuanya dengan teratur dan cepat.
Aiden dan Mikha pergi ke pasar untuk belanja langsung kebutuhan untuk acara makan malam mereka, Rose dan Ken yang baru saja tiba langsung ikut bergabung dan membawa barang barang yang dititip oleh Alex, Bima dan Mark tadi.
Gama keluar dari kamar setelah memastikan istrinya istirahat sebentar, karena sudah menjadi kebiasaan Luna untuk tidur beberapa jam saat siang atau sore hari.
"Loh kemana semua orang?" pikir Gama yang melihat rumahnya tampak kosong dan tak ada siapa pun disana, yang ada hanya pelayan yang bekerja melakukan tugas mereka.
"Bi Eni, yang lain dimana?" tanya Gama saat melihat Bi Eni lewat dari ruang pelayan.
"Mereka semua di taman belakang tuan," jawab Bi Eni.
"Baik bi, terimakasih," ucap Gama yang dianggukkan Bi Eni.
Gama menggaruk kepalanya, sebenarnya apa yang sedang terjadi pikirnya.
Pria tinggi itu berjalan menuju taman belakang dimana mereka semua berada dan sedang repot repotnya mendekor taman belakang itu.
Gama masuk melalui pintu belakang, dia terbelalak kaget saat melihat taman belakang yang sudah berubah hampir 80% dari biasanya.
"Lah ngapain woi!!" teriak Gama saat melihat mereka semua sibuk kesana kemari melakukan berbagai persiapan untuk pesta taman belakang.
"Eh kak Gama, Luna mana? dia gak bangun ka" tanya Andin yang langsung menghampiri Gama dan melirik siapa tau Luna ikut bersama Gama.
"Nggak, dia lagi tidur, ini ada apa Din?' tanya Gama bingung.
"Kita mau buat acara kejutan buat Luna, dia kan lagi ngidam pengen lihat badut jadi kita wujudkan sekarang, " ucap Andin.
"Oh iya bener kamu, wah bagus banget ini," ucap Gama yang teringat dengan keinginan istrinya itu, bahkan sampai terbawa mimpi, ingin melihat mereka semua berpenampilan seperti badut, lebih tepatnya para lelaki harus jadi badut malam ini.
"Tapi Gimana kalau hujan?" tanya Gama.
"Jangaaaannnnn!!" teriak mereka kesal dan.....
Byuuuurrrr...
air hujan mulai menetes tepat setelah Gama mengucap kata kata keramat itu, padahal sedari tadi mereka sudah wanti wanti agar tidak turun hujan.
"Gaaammaaaaaa... kak..Gaaammaaaaaa!!!!" teriak mereka sambil menatap marah ke arah Gama.
Gama terkekeh geli saat melihat ekspresi kesal sekalligus marah di wajah sahabat sahabat nya.
"Pfftttthhh hahahhahaha, hahhahahah, hujan," kekeh Gama.
"Ck... ah kak Gama gak seru ihkk, kenapa Kakak malah datang kesini kan jadi hujan," gerutu Anna yang melihat tetesan air hujan mulai turun.
"Gama Kau buat kacau saja arhhhhh" teriak Alex frustasi, padahal dia sudah sangat bersemangat menyiapkan acara kecil ini.
"Hahahaha tenang tenang," ucap Gama sambil tertawa terbahak-bahak, padahal yang lain sudah menatap kesal ke arah dirinya.
"Tenang gimana Paok, ini udah bakal batal deh acaranya!!!" ketus Ken sambil melemparkan sebuah sendok ke arah Gama namun berhasil dihindari pria itu.
"Hahahah tenang aja, kalian gak lihat muka Mark yang udah nahan tawa hahahah," kekeh Gama sambil mengeluarkan sebuah remote kecil dari kantongnya.
"Kenapa?" tanya Ferdi yang penasaran.
"Lihat saja nanti," ucap Mark sambil tersenyum dan meneruskan pekerjaannya dengan serius.
"Kenapa Gam? jangan bercanda deh!" ucap Bima mulai kesal.
__ADS_1
klik...
trakk.... tak... trakkk... kraakkk.
Sebuah atap berwarna cokelat dengan bagian atas yang transparan keluar dari sisi tiang penyangga yang ada di sisi kanan, iri depan dan belakang area taman itu tepat setelah Gama menekan remot kecil itu.
"Wahhhh keren!!" celetuk Ferdi yang menatap kagum pada atap yang tiba tiba muncul itu.
"Wow, hebat ya, kok bisa gini?" ucap Andin sambil berjalan dan menatap ke atas.
brukk
"Hati hati Andin, kamu jatuh nanti," ucap Mark yang berhasil menangkap tubuh kekasihnya karena berjalan tanpa melihat jalan dengan benar.
"Hehehhe, kan ada kamu," balas Andin sambil malu malu yang membuat Mark gemas sendiri.
"Wahh kak sejak kapan ada ini?" tanya Anna yang super antusias.
"Sejak kamu lahir dan senang main di taman belakang, Mom dan Dad membuat atap otomatis ini," ucap Gama sambil menepuk pucuk kepala adiknya.
"Tapi gak pernah lihat Gam," ucap Ken.
"Ya iyalah, orang kita gak pernah main disini," jawab Gama.
"Keren banget, kalau begini acaranya akan berlangsung dengan baik dong," ucap Alex.
"Ya sudah ayo cepat atur semuanya, kita akan melakukannya di bawah atap ini !" ucap Alex.
Mereka semua bekerja dengan senang hati, Gama sesekali pergi menuju kamarnya hanya untuk mengecek kondisi istrinya.
Sementara itu di dalam mobil Aiden, tampak mereka berdua melaju menuju supermarket untuk membeli kebutuhan mereka untuk acara yang akan mereka laksanakan nanti.
"Hmm ada apa?" tanya Mikha sambil menoleh pada Aiden.
"Bagaimana dengan matamu? apa kau bisa melihat dengan baik setelah kejadian itu?" tanya Aiden yang tiba tiba teringat dengan mata istrinya yang rusak akibat air keras yang dimasukkan dalam obat tetes matanya.
"Hmm? mataku? ahhh sudah tidak berfungsi lagi," jawab Mikha dengan santai sambil tersenyum manis.
Ckiiiiiittttttttt....
Aiden terkejut, dia menekan rem secara mendadak saat mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, mata Aiden terbelalak saat tau kalau Mikha hanya bisa melihat satu sisi saja.
"Kenapa tiba tiba di rem, kita bisa bahaya loh," tegur Mikha yang terkejut karena Aiden menginjak rem secara mendadak.
"Ma..maaf, aku hanya terkejut dengan ucapanmu, lalu bagaimana kau menjalani kegiatanmu selama ini, apa itu tidak sulit?" tanya Aiden yang benar benar terkejut.
"Awalnya tentu saja akau menderita Aiden, tapi seiring waktu aku jadi terbiasa, jadi ini bukan apa apa untukku," ucap Mikha sambil tersenyum manis.
Aiden menatap wajah Mikha yang tersenyum dengan sangat tulus. Dia spontan menarik Mikha dalam pelukannya, entah mengapa Aiden jadi merasa bersalah.
Degg... deg.. deg..
Jantung keduanya berpacu dengan cepat, apalagi Mikha dia benar benar terkejut sekaligus gugup dengan perlakuan suaminya yang tiba tiba itu.
"Apa kau menanggung semuanya sendirian selama ini?" tanya Aiden yang masih belum melepaskan pelukannya.
"Tentu saja, aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini," ucap Mikha.
"Hufff kenapa aku jadi merasa sedih sih, ahhh aku jadi merasa bersalah karena telah menambah bebanmu waktu itu," ucap Aiden sambil menatap mata Mikha.
__ADS_1
Mikha tersenyum lembut, hubungan mereka sudah semakin dekat saat ini sehingga mereka merasa nyaman satu sama lain.
"Kamu kan bertanggungjawab jadi nggak ada beban lagi," ucap Mikha.
"Iya sih, kalau nggak begitu aku gak bakalan ketemu perempuan secantik, sebaik dan semanis kamu dong hahahahah, ahh gak jadi nyesal ahhh," kekeh Aiden sambil tersenyum seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
"Hahahahah kamu aneh ah," kekeh Mikha.
"Heheh aneh, tapi tampan iya kan Mikha?" goda Aiden sambil mencolek hidung Mikha yang membuat gadis itu tersipu malu, jantungnya jangan ditanya, sudah hampir meletus.
"Hahahah kamu menggemaskan sekali, " ucap Aiden sambil mencubit gemas kedua pipi Mikha.
"Kau membuatku malu," cicit Mikha dengan wajah merah merona.
"Hahahah, benarkah? tapi kamu lucu sih," kekeh Aiden.
"Udah ah makin malu tau," ucap Mikha.
Aiden tersenyum, dia memeluk Mikha sekali lagi namun dnegan Lembut.
"Apa di hatimu sudah ada aku Mikha? karena disini sudah terukir namamu, aku mencintaimu Mikha," ucap Aiden yang sontak membuat Mikha terbelalak kaget, dia menatap Aiden untuk mencari tau apa itu benar dan yang dia temukan adalah sebuah kejujuran.
Mikha menangis haru, dia membalas pelukan Aiden tanpa menjawab apa apa. Aiden hanya tersenyum dia tau mungkin ini terlalu cepat tetapi dia memang sudah mulai jatuh cinta pada Istrinya itu.
"Apa kau tidak mau menjawabku?" tanya Aiden.
"Aku.. aku masih berusaha," jawab Mikha yang masih ragu dengan rasa di hatinya.
"Hehehe apa yang kamu ragukan sayang hmmm? apa aku kurang tampan? atau aku kalah tampan dengan adikmu itu?" goda Aiden.
"Hahahah, bukan itu, aku hanya ingin memastikan sesuatu," ucap Mikha sambil tersenyum.
"Memastikan apa?" tanya Aiden sambil menatap Mikha.
"Memastikan ini," ucap Mikha sambil mengecup bibir Aiden sekilas lalu dia menunduk dan memegang dadanya yang berdebar begitu hebat.
Aiden terpaku, dia terdiam dengan serangan tiba tiba dari istrinya.
"Aku.. sepertinya mulai mencintaimu," bisik Mikha sambil tersenyum lalu menunduk.
Mendengar hal itu, tanpa basa basi Aiden langsung menarik tengkuk Mikha dan mengecup bibir ranum istrinya.
Mikha terkejut, namun dia tak menolak karena hatinya sudah berpaut pada sang suami yang selalu memperlakukan dirinya dengan lembut.
Beruntung mereka di area yang diijinkan parkir, kan gak enak pas lagi ciuman eh malah kenang surat cinta dari pak polisi gara gara salah parkir.
"Terimakasih, terimakasih banyak Mikha," ucap Aiden sambil menatap wajah cantik istrinya.
"Terimakasih juga Aiden," balas Mikha sambil tersenyum.
"Woohoooo akhirnya aku bisa fall in love dan gak bertepuk sebelah tangan hahahhaha hahahahah terimakasih sayangkuuuu!!!" teriak Aiden kegirangan, Mikha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😉😉
__ADS_1
cieee yang lagi fall in love, hahahahah selamat Den!!!