Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
97


__ADS_3

Sebuah mobil mewah produksi negara Brittania Raya dengan merk Dagang Swaptail Rolls Royce sebuah mobil mewah yang kisaran harganya mencapai Rp. 180 M berhenti di depan gedung J.B Group.


Sang Pengemudi membuka pintu dan langsung berjalan ke pintu penumpang lalu membukakan pintu bagi orang di dalam mobil itu.


Tap


Seorang pria tampan dengan wajah oval, kulit mulus, alis tebal, bibir tipis, hidung mancung, Mata Mongoloid khas negeri ginseng dengan rambut di sisir ke belakang keluar dari dalam mobil mewah itu.


Pria tampan dengan tinggi 188 Cm itu mengenakan Setelan jas formal keluaran rumah fashion ternama dari Italia.


Jas hitam dipadukan dengan kemeja putih dan dasi hitam, celana dan sepatu dengan warna senada dengan jas yang dipakai pria tampan dan berkharisma itu.


Tak lupa di tangan kirinya tersemat jam tangan yang jika ditaksir harganya mencapai ratusan juta rupiah cukup untuk membiayai kehidupan satu kampung selama setahun penuh.


Pria itu disambut oleh para pengawal yang berbaris di depan gedung perusahaan itu.


"Selamat datang tuan!" Ucap mereka.


"Hmm," pria itu hanya berdeham.


Sorot mata tajam, wajah tegas, aura yang kuat dan mendominasi. Satu kata untuk menggambarkan pria ini....


"Sempurna!"


Hanya dengan melihat Penampilan pria ini maka pantas dianugerahi gelar pria paling sempurna di dunia. Selain sempurna kata kata yang tepat untuk menggambarkan pria itu adalah mahal, ekslusif, limited edition, idaman para wanita dan yang paling penting, tidak tersentuh!


"Apa semua sudah beres kak Ren?" Tanya Pria yang tak lain adalah Gama itu.


"Sudah tuan!" Serunya sambil menunduk.


Pria itu melangkahkan kakinya ke dalam perusahaan bertepatan saat ia melihat gadis kesayangannya terjerembab ke lantai, dia menyaksikan langsung bagaimana gadis yang mengaku ngaku sebagai kekasihnya itu membuat istri kesayangannya terluka.


Drapp


Drapp


Drapp


Dengan langkah tergesa-gesa Gama langsung mendekati istrinya, ia membungkuk dan mengulurkan tangannya pada Luna yang terjatuh.


Semua mata karyawan terpaku melihat kedatangan pria tampan yang tak lain adalah Presdir mereka itu.


"Sialan kau Laura!!" Batin Gama sambil memeluk istrinya yang menangis sesenggukan dan mengomeli dirinya.


"Wahh tuan Presdir sudah sembuh!!"


"Presdir kembali!"


"Tuan sudah sembuh!!"


Para karyawan yang melihat hal itu begitu terkejut dengan kedatangan Presdir mereka yang yang sudah sembuh dan bisa berjalan dengan normal seperti dahulu kala.


Pesonanya membuat siapapun menjilat ludah mereka sendiri atas perkataan mereka dulu saat pria itu masih dalam keadaan lumpuh.


"Astaga dia ternyata setampan itu, baiklah aku akan memenangkan hatimu Gama, aku pasti bisa!" Batin Laura dengan senyuman smirk di wajahnya dan Aiden serta Gama menyadari hal itu.


"Tapi siapa sebenarnya gadis itu, bukankah dia kekasih kak Ken?" Gumam Laura sambil menatap mereka hingga sebuah membuatnya tersentak kaget untuk tidak sampai terjungkal.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan padanya bodoh!!" Bentak Gama dengan suara marah, tatapan mata pria itu tampak berapi api melihat Laura yang malah diam memandang mereka.


"Aideeennnn!!" Teriak Gama marah.


Aiden melangkah melewati Laura.


"Ini semua karena ulahmu wanita jal4ng, aku akan memastikan kau tidak tidur nyenyak malam ini!" Bisik Aiden saat ia melewati Laura.


Laura terpaku diam, ia terbujur kaku dengan ultimatum Mengerikan dari Aiden.


"Maaf aku sedang menjawab panggilan tadi," ujar Aiden yang merasa bersalah membiarkan Luba berjalan sendirian.


"Apa kau tidak lihat ini berbahaya Aiden, lihat lututnya sampai berdarah!" Ucap Gama panik namun masih dalam posisi memeluk Luna dari depan.


"Ck....sial, ini karena gadis bodoh itu!" Ketus Aiden dengan tatapan marah.


"Siapa gadis itu? Mengapa kedua Presdir itu sampai sepanik itu melihat dia terluka?" Banyak karyawan yang bertanya tanya namun mereka tak mendapat tatapan jawaban apa pun dan hanya bisa menyaksikan kejadian menggemparkan itu.


"Hei kau wanita Sialan, apa yang kau lakukan padanya!" Aiden ikut membentak Laura.


"Sa..saya tidak melakukan apa pun tuan, saya sudah memperingatinya tadi kalau lantainya licin, malah saya yang jadi korban disini karena disiram oleh gadis itu," ujar Laura dengan wajah munafiknya yang sangat memuakkan.


"Tuan Gama lagi pula saya yang terluka, seharusnya tuan membantu saya, bukan membantu gadis yang tidak tau asal usulnya itu, sa..saya saya kan kekasih Anda tuan!" Ucap Laura dengan lantang sehingga membuat semua karyawan bergunjing tentang mereka.


Gama mengeraskan rahangnya, lain halnya dengan Luna, gadis itu semakin memeluk Gama dengan erat, ada rasa tidak suka di dalam hatinya saat Laura mengaku ngaku sebagai kekasih suaminya.


Gama paham dengan suasana hati istrinya, ia membalas pelukan Luna dan mendekapnya dengan lembut.


"Ada apa ini?"


"Om...hiks hiks hikss, aku di pukul oleh gadis itu dan mereka malah menyalahkan aku telah berbuat jahat padanya," ujar Laura sambil mengadu pada tuan Jae Sung dan istrinya yang baru tiba di tempat itu.


Gama mengeraskan rahangnya melihat tiga orang yang benar-benar akan dia hancurkan berkumpul di depannya.


Mendengar ada yang datang, Luna mengangkat kepalanya lalu membisikkan sesuatu pada Gama.


"Sayang menunduk sebentar!" Ujar Luna dengan suara parau.


Gama menurut dan menunduk.


"Jangan bilang aku ini istrimu, aku akan membantumu membuat perhitungan dengan mereka, perkenalkan saja aku sebagai adik angkatmu jika kau memang mau mengungkap identitas ku!" Bisik Luna pelan sehingga hanya mereka berdua yang tau pembicaraan itu.


"Sepertinya Luna akan beraksi," batin Aiden.


"Tapi..." Gama meragukan ucapan Luna.


Luna membalasnya sambil tersenyum dan mengangguk lembut.


"Huuffttt baiklah!" Ujar Gama.


Sebenarnya tanpa Luna bilang pun, Gama memang belum siap memperkenalkan Luna sebagai istrinya ke hadapan publik sebelum semua dendamnya terbalaskan.


Gama sudah sempat khawatir jika Luna akan marah padanya, ternyata tebakannya salah, gadis itu selalu di luar perkiraan.


"Kenapa kau kasar dengan calon istrimu Nak?" Ucap Melly dengan suara Lembut munafiknya itu.


Mendengar kata calon istri, ingin rasanya Luna bersumpah serapah di hadapan mereka. Gadis itu memiliki mempererat pelukannya pada Gama dan mencium aroma khas suami tampannya yang selama dua Minggu lebih berpisah darinya.

__ADS_1


"Hmm harum sekali, akhirnya aku mendapatkan aroma terapiku kembali," batin Luna yang menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Siapa maksudmu pak Tua?" Ketus Gama.


"Laura, dia adalah calon istrimu!" Ucap Jae Sung.


"Ahhh calon istri ku? Apa kau tidak salah menjodohkanku dengan wanita bekas pakai pria hidung belang atau lebih tepatnya wanita bekasmu!" Ucap Gama dengan nada mengejek.


Tuan Jae Sung dan Laura membeku, Melly menatap tajam ke arah mereka berdua, dia yakin pasti ada yang tidak beres dengan Suami dan keponakannya itu.


"Hahahahah, apa maksudmu nak," ucap Tuan Jae Sung terbata dengan tawa kikuk karena gugup dan takut rahasia terkelamnya terbongkar.


"Nak ? Siapa anakmu bangsat!" Ketus Gama yang langsung menggendong Luna ala bridal style, ia berjalan meninggalkan mereka disana dan memasuki lift khusus Presdir.


"Gama! Apa wanita jal4ng di pangkuanmu itu lebih penting dari calon istrimu sendiri!!" Senggak tuan Jae Sung yang mulai berani.


"Dia bahkan lebih berharga dari nyawa kalian semua bangsat!!" Bentak Gama dengan suara penuh amarah.


"Jangan marah marah, kau cepat tua nanti, aku tidak mau jadi janda muda," bisik Luna sambil menepuk dada suaminya, Aiden yang berdiri di belakang mereka mengulum senyum mendengar ucapan gadis itu.


Mereka meninggalkan Tuan Jae Sung, Melly dan Laura yang diam membeku dengan bentakan pria itu.


Siapa gerangan gadis dalam pangkuan Gama itu, pertanyaan ini bukan hanya muncul di kepala mereka tapi di seluruh kalangan karyawan kantor itu di buat penasaran dengan sosok Luna.


"Sial! Siapa gadis itu!" Geram tuan Jae Sung.


"hiks hiks hiks, kau jahat Gama aku kan kekasihmu!" teriak Laura tanpa tau malu untuk mencari perhatian para karyawan di tempat itu.


"cih dasar banyak drama, sudah dipermalukan tapi masih tetap ngeyel, munafik!" ejek rekan rekan sekantornya.


"Laura aku tak menyangka kau gadis munafik!" ucap salah satu rekan kerjanya yang lewat dan berhenti untuk menyindir dirinya.


"Cihh, pergi sana kau!" ketus yang lain.


"arhhhhh....sialan bukan ini yang ku mau!!" gerutu Laura yang bahkan gagal mencari simpati karyawan Gama.


sementara itu di dalam lift, tampak Gama terdiam kaku, ia tak lagi menggendong Luna sebab Luna kini berdiri di hadapannya bersama Aiden dengan wajah seram meminta penjelasan.


"Je...Las ...Kannn!!!" ucap mereka berdua dengan wajah kesal.


"i..iya, sabar, nanti kujelaskan," ucap Gama gugup.


.


.


.


like, vote dan komenπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


kita menuju kepada kehancuran Jae Sung CSS


Natikanlah para reader!!


visual Gama 🀩🀩


__ADS_1


__ADS_2