Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B & C ( Mall)


__ADS_3

Bima dan Aiden berbalik saat mendengar suara perempuan yang jelas Bima tau siapa itu.


Degh..


Wanita yang memilih menikah dan mengkhianatinya dengan teman Bima sendiri kini berdiri di depannya sambil tersenyum manis seolah olah tidak terjadi apa apa dengan mereka di masa lalu.


Aiden menatap Bima yang tampak melamun, dia tau sahabatnya itu dulu sangat mencintai wanita itu sebelum dia memiliki pacar pacar lain.


Dengan inisiatif, Aiden menyenggol bahu Bima membuat pria itu tersadar lalu menatap wanita itu dengan tatapan dingin dan datar, benar benar dingin sampai membuat orang bergidik merinding melihatnya.


"Wah Bima gak nyangka kita jumpa disini, sudah berapa lama ya? Enam tahun kan kita tidak bertemu," ucap wanita itu sambil tersenyum manis berusaha sok dekat dengan Bima dengan berdiri di dekat pria itu dan menyentuh lengannya.


Dengan cepat Bima bergerak dan menepis tangan wanita itu, hatinya yang dulu hancur berkeping-keping kini sudah membatu akibat perempuan itu.


"Aku tidak mengenalmu," ucap Bima langsung beranjak pergi dengan membawa keranjang belanjaan nya menuju kasir diikuti oleh Aiden.


"Bima tunggu, kenapa kau begitu cuek padaku, apa karena masa lalu?" Tanya wanita itu sambil memegang tangan Bima dan menghentikan langkah pria itu.


Bima geram dengan wanita itu,dia berbalik menatapnya dengan tatapan marah.


"Lepaskan tanganku Sarah!!!!" Ucap Bima sedikit membentak.


"Tidak aku tidak mau, biarkan aku menjelaskan apa yang terjadi dulu, aku...aku menyesal, aku ditipu oleh pria itu Bima, dia kasar dia sangat kasar padaku!!" Ucap Sarah sambil menatap Bima dengan mata penuh harap.


Aiden menatap curiga pada wanita itu, "aneh kenapa tiba tiba wanita j4l4ngg ini datang dan menemui kami disini, seperti sudah direncanakan saja, padahal jelas jelas aku dan Bima memakai masker, bagaimana dia tau?" Batin Aiden.


"Cih...menyesal? Heh penyesalanmu sudah terlambat Sarah, jangan menemuiku lagi!!!" Ucap Bima dmegan tegas lalu melepaskan tangan Sarah dengan kasar.


"Bima aku bisa jelaskan, sudah kubilang aku dihasut dan di tipu aku..." Sarah berhenti saat terdengar suara menggemaskan di telinganya.


"Daddy Bimaaaaaaa..... Papiii Aiiiiii" Teriak dua orang anak kecil yang sangat tampan, yang berlari ke arah Bima dan Aiden bersama seorang wanita cantik siapa lagi kalau bukan Luna dan Baby C.


"Jangan lari!!" Ucap Bima dan Aiden panik saat melihat dua bocah gembul itu berlarian sambil tertawa ke arah mereka.


"Hahahhaha... daddyyy... Daddy, Daddyy" teriak keduanya sambil bersorak ria, kini mereka berdua menempel di kaki jenjang Bima seperti anak cicak yang menempel di dinding.

__ADS_1


Jika melihat Bima baby C akan duduk memeluk kaki Bima, dan biasanya Bima akan menggerakkan kakinya dengan kedua anak itu di kaliny membuat keduanya tertawa bahagia persis seperti Mama mereka.


"Sayang kenapa lari lari, nanti jatuh sakit loh," ucap Bima sambil menunduk dan mengusap kepala dua bocah itu.


"Heheheh, maaf Daddy, kita mau ain Ama Daddy, ain Tati ain Tati hahahhaha ( main kaki, main kaki)" cerocos keduanya sambil tertawa terbahak-bahak.


Bima dan Aiden tersenyum mendengar cerocosan dua bocah tampan yang cerewet nya persis seperti Luna dan bisa tiba tiba jadi kulkas lima pintu seperti Papa mereka.


"Iya kita main, tapi nanti pulang ke rumah ya, nggak baik main disini," ucap Bima sambil menatap mereka.


"E..em.. no no no Daddy!" Ucap keduanya sambil menggerakkan jari telunjuk mereka.


"Mau ain dicini, potona ain dicini, (Mau main disini, pokoknya main disini," ucap Christiano yang biasa dipanggil baby Christan dan baby Christoper yang biasa dipanggil baby Christo.


"Sayang, dengar dengaran sama Daddy ya, sini Mama jelaskan," ucap Luna memanggil kedua buah hatinya.


Baby C menoleh pada Luna dan melepaskan pelukan mereka dari kaki Bima. Keduanya sangat menurut dan sangat menyayangi Luna dan Gama, para paman mereka akan menjadi sasaran kejahilan mereka di rumah.


"Napa tidak boyeh Mam? Kita kan pakai cepatu jadi ndak atuh kok," ucap Christo sambil memeluk lengan Luna dan Christan di sisi yang lain.


"Oohhh...." Ucap keduanya dengan bibir membentuk huruf o, pipi gembul berwana merah jambu mereka tampak sangat menggemaskan.


"Nah kalau di Maal seperti ini jangan jauh jauh dari orangtua, supaya tidak bahaya, paham kan anak anak Mam?" Ucap Luna sambil mengusap lembut kepala dua jagoannya.


"Paham Mam hehehe" ucap keduanya sambil mengacungkan jari jempol mereka yang terlihat sangat imut.


Luna tersenyum lalu hendak menggendong kedua babynya, "No Mom anan endong kita, kita udah becal, anan di endong, anti tanan Mom sakit(no Mom jangan gendong kita, kita sudah besar jangan di gendong nanti tangan mom sakit)" tolak Christan.


"Iya Mama, pegang tanan kita aja, kita Ndak nakal kok," tambah Christo.


"Heheh baiklah sayang," ucap Luna sambil mengusap pucuk kepala bayi kembarnya yang sangat menggemaskan itu.


"Kak kenapa kalian malah disini? Dan siapa?" Ucap Luna sambil melirik Sarah yang sedari tadi diam menatap mereka heran dan bingung.


"Ahh Bima malah nyasar kesini, biasalah gak tahan lihat barang barang baby akhirnya melancong kesini, kamu sama siapa? Terus Mikha gak tau kan?" Tanya Aiden pada Luna yang datang bertiga dengan si kembar.

__ADS_1


"Siapa wanita ini? Dia tampak sangat glamor padahal pakaiannya sederhana, dan kenapa dua bocah ingusan itu memanggil Bima Daddy, menurut informanku dia belum menikah, apa dia menikah diam diam? Dan wanita ini istrinya?" Batin Sarah sambil menatap si kembar dengan tatapan tidak suka, Luna dan Baby C tau itu dan mereka bisa mencium bau mencurigakan dari wanita itu.


Si kembar membalas tatapan Sarah dengan tatapan tidak suka dan benar benar dingin seperti Papa mereka.


"Aku tadi datang sendiri kak, kak Mikha gak tau kok tenang aja semua aman, tadi kak Mikha lagi jagain Baby Aurel tidur," ucap Luna sambil berjalan menghampiri mereka dan menggandeng tangan Bima sementara si kembar berdiri di dekat Aiden.


"Ohh kirain dia tau," ucap Aiden.


"Ya udah yuk, kita cari hadiahnya," ucap Bima sambil menggandeng tangan Luna.


"Bima!"panggil Sarah yang merasa kesal karena di cueki terus oleh Bima.


Mereka menoleh sebentar, " ehh kakak gimana sih itu ada yang mau ngomong kok gak ditanggapi?" Tanya Luna.


"Mungkin kalena nenek itu jelek Mama, Daddy kan Ndak suka sama ondel ondel kayak Papi Alex yang benci Ama Badut," celetuk Christan yang sontak membuat mereka terkikik dengan celetukan savage dari bayi yang sebentar lagi akan menginjak usia lima tahun itu.


"Pffthh hahahah, sayang gak boleh gitu" ucap Aiden terkekeh.


"Idihh...Papi Aiden mah gitu, bilang Ndak boleh tapi diketawain uga kok," ledek Christo sambil menunjuk Aiden dengan jari kecilnya.


"Hehehe ya kan lucu sayang," kekeh Aiden.


Lain halnya dengan Sarah, dia malah kesal karena dikatain nenek nenek oleh bocah bocah kecil itu.


"Ck..ck..ck.. inilah anak jaman sekarang gak sopan sama orang tua, kalian gak diajari ya dek, mana sopan santun kalian, pasti Mama kalian gak becus mengurus kalian," ejek Sarah.


"Sarah!!!!" Bentak Bima yang sontak membuat seluruh pengunjung menoleh ke arah mereka.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😉😊

__ADS_1


__ADS_2