Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Domino 2


__ADS_3

Luna terkulai di atas tanah, mereka semua membelalakkan mata mereka melihat apa yang terjadi di depan mereka.


Laura benar-benar sudah gila dia mencekik christan membuat bocah itu mengalami sesak nafas.


"Lunaaaaa..... Christannnn" Mereka semua benar-benar panik saat ini, Laura cara mengarahkan pistolnya ke kepala Christan.


"Hahaahhaa kalian semua akan kehilangan orang orang ini hahaha sama seperti aku yang kehilangan kedua orang tuaku kalian semua akan ku musnahkan hari ini!!!!!! " Laura tertawa terbahak-bahak di depan mereka, tatapan matanya begitu tajam Dia benar-benar menggila hari ini.


Saat yang lain sedang berada di dalam gedung, Laura yang mendapatkan informasi entah dari siapa, mengenai posisi Luna dan keluarganya saat ini, dengan segera dia bergegas menuju gedung terbengkalai itu dengan membawa segala kabencian dan dendam dalam dirinya.


Dia masuk ke tempat itu lalu menyelinap ke dalam sebuah mobil Van dimana Luna dan Christan berada, dia tahu posisi Luna dan Christan berdasarkan pesan yang diterimanya dari orang misterius.


Pesan dari orang misterius yang mengatakan bahwa dia memiliki dendam kepada keluarga Park, dia mengatakan bahwa akan membantu Laura untuk memusnahkan seluruh keluarga Park.


Orang asing itu mengatakan bahwa dia mengenal jelas siapa Laura, Gisel dan tuan Anderson.


Mendengarkan kabar penarik ini Laura dengan segera bergegas keluar dari kediaman keluarga Park secara sembunyi sembunyi sebab dia diawasi dengan ketat oleh pengawal dan Bi Eni.


Entah bagaimana caranya, Laura bisa lolos keluar dari dalam rumah itu, dengan segera dia membawa sebuah mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan dan kebetulan pintunya terbuka.


Dengan cepat dia mencuri mobil itu dan melaju kencang meninggalkan pemilik mobil yang sedang keluar untuk mengantarkan paket.


Dia benar-benar bahagia saat mendapatkan info mengenai posisi di mana Luna dan keluarganya sekarang, dalam pikiran dan hatinya sudah dipenuhi dengan pembalasan dendam atas kematian kedua orang tuanya dan kehancuran hidupnya.


Wanita licik itu masuk ke dalam mobil van lalu membekap Luna dan menarik paksa Christan.


Mereka semua diancam dengan Christan sebagai Sandera, Luna di suruh keluar dan para pengawal di suruh duduk berlutut dan melepaskan senjatanya, sementara itu Laura mengambil sebuah senjata yang di ambilnya dari dalam mobil di mana Luna dan putranya berada.


Saat Luna keluar dari dalam mobil dengan cara diancam, Laura dengan sengaja memukul kepala Luna hingga wanita itu terkulai lemah di atas tanah akibat pukulan Laura.


Sedangkan Christan tak berani berteriak karena Laura mengancam akan membunuh Mamanya.


"Kau lihat sekarang kan Gama, Kenzo, orang yang kalian sangat sayangi akan mati di tanganku persis seperti ibuku, kalian semua akan mati," teriak Laura.


"Laura beraninya kau, apa kau sudah gila!!!!" Pekik Gama dengan wajah marah dan khawtir apalagi melihat putra dan istrinya yang tampak tak berdaya karen perempuan tidak waras itu.


"Lepaskan mereka!!!" Teriak Kenzo, yang lain tak bisa berbuat apa-apa, mereka semua takut kalau Sampai wanita itu melakukan sesuatu yang buruk pada Luna dan Christan.


"Lepaskan hahahhahaha" Laura malah tertawa seperti anak kecil.


"Aku akan membunuhnya di depan matamu!!!" Ucap Laura dengan tawa jahat yang keluar dari mulutnya.


"Sialan kau Laura, apa maumu!!!"teriak Gama.


"Tunggu sebentar kalian sudah mengenaliku ya hahahhahaha, hebat sekali kalian, aku tau pasti kalian sudah mengetahui kalau aku tetap bertahan hidup kan? Hahahhaha tetnyata kalian licik juga," ucap Laura.

__ADS_1


"Sial," umpat Gama.


Mereka semua terdiam, Laura menatap mereka dengan tatapan kemenangan.


"Kalian semua duduk berlutut, atau ku tembak bocah ingusan ini," ucap Laura ambil menunjuk mereka.


"Cepat!!" Teriak Laura lagi.


"Astaga telinga anakku bisa sakit kalau kau berteriak sekencang itu, dasar perempuan ******, " gumam Luna yang bisa di dengar mereka semua dengan jelas.


Membuat Gama, Aiden, Alex Bima dan Ken saling melirik.


"Hei kalian berlutut saja, biarkan dia merasa menang dulu, aku ingin tiduran sebentar, lumayan menikmati drama sore hari, khekhekhekhe... " Bisik Luna melalui earphonenya.


"Ya Tuhan ampunilah Hamba Mu ini, kenaoa kami bisa punya adik sepaok Luna," batin Aiden sambil menatap ke langit.


"Astaga Lunaaaa, kau benar benar ratu drama, apa lagi ini??" Batin Alex.


"Bisa bisanya dia santai di saat seperti ini dasar adik tengil!" Ucap Ken mengumpat Luna di dalam hatinya.


"Aku tau apa yang kau pikirkan Kak Ken hahhahahah," bisik Luna yang melihat wajah suram Ken sambil.menatap dirinya.


Mereka semua berlutut di depan Laura, bukan menuruti permintaan Laura tetapi menuruti perintah Luna.


"Nah bagus, kak Bima pegang kak Celine dengan bagus, itu paha kak Celine keliatan, gimana sih," ucap Luna yang sempat sempatnya mengomel di situasi genting seperti ini.


Celine menoleh ke arah suaminya, dia juga sama khawatirnya dengan mereka semua.


"Hehehe santai kak, nikmati drama nenek lampir ini, lagi pula kalian kan capek tadi jadi sekalian istirahat bentar " bisik Luna.


Mereka semua memutar malas kedua bola mata mereka.


Luna melirik ke arah Laura yang berdiri denagn jarak 5 meter darinya, dia mengangkat tangannya tinggi ke atas lalu membuat bahasa isyarat yang hanya di mengerti oleh si kembar dan bayi bayi di rumah mereka.


Christo melihat tangan Mamanya, "Nak majulah ke depan dan pura pura menangis, bantu kakakmu Christan, Mama akan mengurus nenek lampir" Luna mengirimkan pesan isyarat itu pada Christo.


Dengan cepat Christo mengerti, namun yang lain malah berpikir kalau Luna sedang bermain main disana, membuat mereka tak habis pikir dengan wanita itu.


"Huaaaaaaa..... Abang... Abang Klistaaannn.... Huaaaa......" Christo tiba tiba menangis sekencang-kencangnya, membuat mereka semua terkejut, apalagi Laura dia benar-benar kesal dengan suara anak itu.


"Diam kau anak cengeng, atau ku tembak kauuu!!!!" Teriak Laura kesal dan marah.


"Ada apa sayang?" Tanya Gama sambil emmeluk Christo.


"Pa klisto ikuti rencana Mama dulu ya, kalian tenang itu tidak berbahaya," bisik Christo sambil pura pura menangis.

__ADS_1


"Huaaaa..... Abang klistan kasih Abang kristan samaku, hiks hiks hiks... Abanggggg" teriak Christan sambil berlari ke arah Laura membuat wanita itu hilang fokus di tambah lagi dengan Christan yang malah ikut menangis.


"Huaaaaa...... Adekkk.... Abang mau sama Adek Klisto.... Huauaaaaaaa.." Rengekan si kembar terdengar menggema di tempat itu membuat Laura benar benar hilang fokus.


"Haishhh.... Ribut sekali kaliaaaannn" teriak Luara yang malah melepaskan Christan dari tangannya dan...


"Matiiiii kaliaaaannnmn" teriak Laura sambil mengarahkan pistolnya ke arah si kembar yang saling berpelukan dan menangis.


Brukkk....


Jeeerrrrttt..... Jerrrrtttt..... Jerrrrtttt


Yang ambruk bukan si kembar tapi Laura yang ambruk karena sengatan listrik dari mamadua bocil yang pintar akting itu.


Laura seketika itu kejang kejang, pistol yang ada di tangannya terhempas, tubuhnya menggelepar di atas tanah.


Luna tersenyum dengan senjata sengat listriknya itu.


Dia mengambil pistol yang di pegang laura dan...


Blubub... Bulububbb.... Bulububbb...


Gelembung gelembung sabun keluar dari pistol mainan itu membuat mata mereka smeya terbelalak, bagaimana bisa? Itulah yang mereka pikirkan .


"Hahahhahaha good job my Son!!!" Seru Luna sambil menghampiri si kembar.


Si kembar menatap Mamanya dan langsung menghamburkan pelukan mereka pada Luna.


Sejujurnya kedua bocah itu takut Mamanya kenapa kenapa, apalgi Chritan, dia melihat bagaimana Lautan memukul kepala Luna dengan kuat tadi.


"Mama baik baik saja?ada yang sakit?" Pertanyaan itu langsung keluar dari mulut kedua bocah itu.


"Mama baik baik saja sayang, kalian juga kan, maaf ya " ucap Luna sambil memeluk kedua putranya.


"Hiks hiks hiks, Abang mau cepat besar biar bisa jaga Mama, Abang gak mau Mama di pukul orang lain, pokoknya gak boleh ada yang jahatin Mama," ucap Christan masih menangis.


"Adek juga gak mau Mama kenapa Kenapa, kami mau cepat besar hiks hiks hiks" ucap Christo.


"Uhh.... Anak anak Mama, kalian buat Mama terharu sayang," ucap Luna.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😊😉😉😉


__ADS_2