Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Luna marah


__ADS_3

"Aku yang kena tusuk, kok malah kamu yabg menangis?" celetuk Aiden.


Mikha menatap Aiden dengan wajah sembabnya, tampak gadis itu memang benar-benar khawatir pada suaminya.


"Aku khawatir!" ucap Mikha.


"Iya iya, udah duduk yang bener, nanti jatuh lagi, jangan nangis begitu, cengeng banget sih," goda Aiden sambil mencolek hidung Mikha membuat istrinya sendiri merona karena malu digoda oleh Aiden.


"Cih dasar otak udang!" umpat Gama dan Ken yang langsung pergi menghampiri pasangan mereka masing-masing, Aiden tidak mempedulikan umpatan mereka, dia malah asik berbicara dengan istri cantiknya.


"Bagaimana denganmu? apa kau baik-baik saja? apa kau masih takut?" tanya Aiden pada Mikha.


"Aku baik baik saja," jawab Mikha sambil tersenyum lembut.


"Baguslah kalau begitu," ucap Aiden.


...****************...


Hari sudah berlalu, pagi kembali menyingsing dan hari ini adalah saatnya bagi Luna menagih hasil tantangan yang dia berikan beberapa waktu lalu.


Luna sedang duduk dengan cemilannya di ruang santai sambil memainkan benda pipih di tangannya, terkadang terlihat Ibu hamil itu seperti sedang mengumpat, terkadang dia cekikikan dan terkadang dia menangis, entah apa yang membuat dirinya seperti itu, yang pasti ada sesuatu yang telah di temukan oleh dirinya.


Luna ditemani oleh Anna yang kebetulan sedang libur hari ini, mereka berdua menikmati aktivitas mereka masing-masing.


"Dek mau?" tanya Luna sambil menyodorkan kerupuk ubi yang dimasak langsung oleh suaminya.


"Mau kak," jawab Anna sambil mengambil beberapa cemilan itu dan meletakkannya di atas tapak kecil.


Kakak kakak dan teman temannya mengintip dari balik pintu, mereka semua sudah tentu tau apa yang akan terjadi hari ini, Aiden sendiri masih belum bisa ikut serta dalam aktivitas mereka sebab setelah pulang dari rumah sakit semalam, dia kembali mengalami demam sehingga Mikha harus mengurusnya, sepertinya ini karma karena telah menjahili istrinya sendiri.


"Mau sampai kapan kalian berdiri dan mengintip seperti tikus yang sedang mencari celah untuk kabur? tak ada yang bisa kabur dari masalah ini, kalian yang memulainya maka bertanggungjawab lah!" ucap Luna tanpa menoleh ke arah mereka, dia tetap menikmati makanannya.


Glekkk


"Dia benar-benar menyeramkan kalau sedang marah, arhhhh sial !" umpat Alex yang membuat mereka semua menoleh ke arah pria tampan itu.


"Heheheh maaf bro, aku hanya mengumpat diriku sendiri," kekeh Alex.


"Ck... arhhh bagaimana ini, kita sudah mencari semua bukti namun tak ada yang aneh, atau sepertinya memang nenek meninggal karena terjatuh?" ucap Bima frustasi.


"Tidak mungkin, Vanya mengatakan kalau benturan di kepala nenek bukan disebabkan jatuh dari tangga, tetapi seperti dihantam benda keras, dan luka memar di tubuhnya sungguh tidak wajar!" jelas Alex.

__ADS_1


"Ck... sudah enam hari berlalu tetapi kita masih belum bisa menemukan penyebabnya!" ucap Mark.


"Ahhh terserahlah, ikuti saja kemauannya, mau dapat atau tidak toh juga dia akan menyuruh kita menjadi badut," ucap Gama pasrah.


"Haaaa...? dari mana kau tau?" tanya Bima.


"Dia mengidam," jawab Gama singkat lalu beranjak menemui istrinya yang dengan santainya duduk di sofa dengan perut buncitnya itu.


Mendengar ucapan Gama mereka semua terkejut, lain halnya dengan Andin dan Ferdi, mereka berdua sudah sangat hapal dengan sifat calon Ibu muda itu.


"Habislah nasib kita," ucap Alex tertunduk lesu.


"Aku sih biasa aja Lex yang penting Luna senang," ucap Bima.


"Iya kau tenang, lalu bagaimana denganku yang benci badut, kalau cosplay jadi yang lain nggak masalah, ini cosplay jadi badut, aku sangat membencinya!" Gerutu Alex yang membuat mereka tergelak.


Seorang Alex yang terkenal macho ternyata benci dengan badut, sungguh menggelikan.


"Kupikir kak Alex benci karena di hukum eh tau taunya benci sama badut," ledek Andin yang membuat Alex mengerucutkan bibirnya antara kesal dsn malu.


"Sudahlah ayo temui mereka," ucap Rose yang dianggukkan oleh mereka semua.


Setelah semuanya duduk, Luna menatap mereka dengan tatapan penuh selidik.


"Bagaimana?" tanya Luna.


"Kami tau bahwa ada yang mencurigakan dengan kematian nenek, hanya saja kami sampai saat ini belum menemukan penyebabnya, bahkan kami sudah meminta bantuan polisi, mereka malah masih dalam penyelidikan sampai saat ini," jelas Gama yang duduk di samping istrinya.


"Benar Na, ini sangat sulit dipecahkan, belum lagi dokter Vanya mengatakan kalau itu bukan luka akibat jatuh, memang mencurigakan tetapi kami belum bisa menemukan buktinya, kami setidaknya butuh tambahan waktu," jelas Ken.


"Cih dasar lemah!" ucap Luna berdecih sambil melemparkan tatapan mengejek pada mereka semua.


"Jadi kalian tidak mendapatkan hasil nya?" tanya Luna.


Mereka semua menggelengkan kepalanya, Luna tersenyum smirk membuat mereka bergidik ngeri dengan ekspresi wanita itu.


"Astaga apa yang akan dilakukan si cerewet ini?" batin Alex.


"Mampus, Luna beraksi, that bar bar lady is back again, arhhhh what Will happen!!!" Batin Bima frustasi.


"Makanya jangan sok soan, cih jumlah kalian sangat banyak bahkan sampai melibatkan polisi tapi menyelesaikan itu saja kalian tidak mampu dasar lemah!" ejek Luna dengan wajah kesal mengingat kejadian terakhir kali dia tidak diperbolehkan ikut campur mencari tahu penyebab kematian nenek Rose.

__ADS_1


"Kami juga sudah berusaha na, kamu pikir mudah mencari tahu hal seperti itu!" kesal Bima dengan nada mulai meninggi membuat mereka menoleh kepada pria itu.


Luna terdiam dia tau sepertinya Bima mulai kesal dengan hal ini.


"Kematian nenek Rose juga membuat kami sedih, tetapi mencari tahu penyebab kematiannya bukan perkara gampang Luna, belum lagi kamera CCTV di tangga darurat rusak, kamu pikir mudah mencari tahu hal seperti itu, urusan kami juga bukan hanya itu na," jelas Bima dengan wajah kesal.


Ingin mereka menghentikan Bima namun apa yang dikatakan Bima memang benar, urusan mereka bukan hanya itu, banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan di kantor masing-masing.


"Kakak bukannya tidak peduli, tapi kamu pikirkan lah Na, ini agak sedikit keterlaluan," ucap Bima.


Luna diam, dia menatap mereka semua dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Cih bilang saja kalian lemah, bilang saja kalian memang tidak bisa mencaritahu penyebab kematian nenek, katanya Presdir, katanya ahli IT, katanya cerdas, katanya punya banyak bisnis tapi mencaritahu hal sekecil itu saja kalian tidak bisa, " gerutu Luna dengan wajah kesal dan marah.


"waktunya juga banyak, enak hari kuberikan waktu tapi kalian menyelesaikannya pun tak bisa, cihh mengeluh saja yang pintar," kesal Luna.


"Na ini bukan perkara mudah loh, nenek Rose meninggal karena apa kita tidak tau penyebabnya, bisa saja dia memang meninggal karena jatuh dari tangga!!" ucap Ken yang mulai kesal dengan sikap Luna.


"Luna kami juga sudah berusaha tapi tak ada hasil, nenek mungkin meninggal karena benturan keras, bukan karena penyebab yang lain!" tambah Mark.


"Luna sudahlah, masalah ini jangan diperbesar jangan sampai kita berdebat karena kematian nenek," ucap Rose.


Andin, Ferdi dan Gama hanya diam dan memperhatikan, mereka tau Luna sedang kesal saat ini.


prakkk


Luna melemparkan ponselnya ke atas meja dengan sebuah video di dalamnya.


"Iya ini salahku meminta kalian mencari tau kematian nenek, maaf aku tak akan ikut campur lagi!!!" kesal Luna.


Lalu dia pergi meninggalkan mereka semua dengan wajah masam.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😉


emaknya si kembar marah woyyy

__ADS_1


__ADS_2