
Setelah mengetahui kehamilan sang istri, Aiden langsung berubah menjadi suami yang posesif sekaligus perhatian, namun dia tidak membatasi kegiatan sang istri mengingat seperti pengalaman pada Luna yang sampai merasa bosan seperti dulu.
Mereka masih tinggal di rumah besar Park alasannya karena Aiden tak ingin istrinya kesepian saat dia pergi bekerja ke perusahaannya,dia tidak mau Mikha merasa diabaikan.
Bahkan sering Aiden mengajak istrinya yang tengah hamil muda itu ikut ke kantor.
Ken dan Rose sendiri masih dalam masa bulan madu mereka, sesuai dengan ucapan Ken selama dua bulan penuh mereka berpelancong ke sana kemari mengelilingi dunia, Ken ingin memberikan yang terbaik bagi istrinya,dia tidak ingin membuat Rose merasa sedih seperti dulu lagi.
Sedangkan pasangan Mark dan Andin memilih pindah dari rumah besar keluarga Park, mereka ingin hidup mandiri meskipun setiap hari pasti akan bertemu toko "The Lunar" tetapi mereka memilih hidup berpisah dari yang lain dan menikmati bulan madu mereka di luar negeri.
Untuk J.B grup sendiri, kini diurus sesuai dengan ucapan Gama, Ferdi dan Anna didampingi oleh Rendy dan isgri Katie untuk mengurus perusahaan, dan benar saja sesuai dengan perkiraan Gama, kedua anak muda itu benar benar pasangan yang gila.
Dalam sebulan keduanya sudah paham betul seluk beluk dunia bisnis hanya tinggal menyempurnakan pengalaman mereka dan di bulan kedua, perusahaan J.B. grup semakin berkembang pesat, hal ini membuat Gama sedikit lega, mengingat dirinya harus sedia 24jam menjaga sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan.
Bima dan Alex sibuk dengan bisnis mereka, hubungan Alex dan Dokter Vanya juga semakin membaik dan semakin dekat setiap harinya.
Bima sendiri masih trauma membuka hati pada orang lain,dia memilih menyendiri dan menikmati hidupnya bersama sahabat sahabatnya, dia sering menemani Luna dan Gama jika akan melakukan pemeriksaan kehamilan.
Bahkan tak jarang dia menjadi sasaran kecerewetan Luna dan tentu dia suka dengan hal itu, masalah jodoh biarlah Tuhan yang mengatur pikirnya, yang penting dia bisa memuaskan waktunya bersama Luna yang dia anggap sebagai adik kandungnya.
Seperti saat ini, menjelang kelahiran si kembar, mereka semua sudah berkumpul di rumah sakit, hari ini adalah hari dimana Luna akan melahirkan buah hatinya bersama Gama.
Ken dan Rose langsung pulang dari perjalanan mereka beberapa hari sebelum Luna melahirkan.
Seluruh lantai dua di gedung rumah sakit milik Ken sudah dipersiapkan untuk kelahiran calon penerus J.B grup. Jauh jauh hari mereka sudah mengosongkan jadwal mereka.
Jika biasanya yang gugup akan melahirkan adalah si Ibu dan suaminya, Namun kali ini berbeda, yang panik justru kakak kakak dan adik Luna, mereka semua panik karena hari ini Luna akan melahirkan.
Lain halnya dengan Luna dia terlihat sangat tenang, bahkan ketika terjadi kontraksi, dia masih bisa tenang, hal ini justru membuat yang lain jadi semakin panik.
Gama benar benar jadi suami siaga, dia selalu mendampingi istrinya kemana pun dalam proses apa pun, dia akan melakukan yang terbaik, jika bisa dia pasti akan menggantikan Luna melahirkan buah hati mereka.
"Na tarik nafas buang, tarik nafas buang, kamu harus tenang ya dek, jangan takut, tenang... Rilexxx .. huffff... Haaahhhhh," ucap Aiden sambil mempraktekkan di depan Luna yang malah mengundang gelak tawa diantara mereka semua.
"Ck... ck... ck... Kayaknya yang harus rileks bukan Luna deh sayang, yang harus rileks itu kamu, " ucap Mikha yang tak habis pikir dengan perilaku suaminya yang sejak beberapa hari yang lalu sudah panik, bagaimana jadinya kalau Mikha yang melahirkan nanti, bisa pingsan dia sewaktu operasi masih berlangsung.
__ADS_1
"Heheheheh, aku panik banget ini," kekeh Aiden sambil mengusap tengkuknya.
"Udah buka berapa Na?" Tanya Rose.
"Buka delapan kak," jawab Luna, yang menandakan bahwa sebentar lagi persalinan akan dilakukan.
" Baby twin perempuan atau laki-laki ?" Tanya Bima.
"Kita gak tau kak, nanti setelah lahir, biar surprise" jawab Luna sambil mengusap perutnya yang sejak beberapa jam lalu terasa nyeri akibat kontraksi.
"Oh iya ya? Heheh Kok aku jadi ikutan ngebug sama si kampret ini sih," ucap Bima sambil menepuk nepuk kepala Aiden.
"Woi tangan dikondisikan, kepalaku bukan drum Lo gebuk gebukin begitu," ketus Aiden.
"Hehh jangan ribut kenapa? Luna butuh ketenangan," ucap Ken.
"Luna," panggil seseorang yang baru tiba di rumah sakit bersama keluarganya, dia adalah sepupu Ken dan Luna keluarga Farenheit.
"Bang Saaattt," jawab Luna yang membuat mereka semua tergelak mendengar panggilan Luna.
"Hahahahahaha, emang bang... saaatttria kan hahah" kekeh Ken yang sangat senang menggoda sepupunya itu.
"Luna gimana keadaan kamu nak?" Tanya Mom Ayu yang langsung menghampiri Luna.
"Baik bibi, cuma perut Luna nyeri," ucapnya.
"Itu biasa sayang, namanya juga mau lahiran, kamu tenang ya nanti di dalam jangan panik, serahkan semuanya pada Tuhan, " ucap Mom Ayu sambil mengusap pucuk kepala keponakannya itu.
"Terimakasih Bibi, " ucap Luna.
"Semoga semuanya lancar ya Luna," ucap Rahel yang dibalas anggukan oleh Luna.
Kini waktunya untuk persalinan pun tiba, mereka semua panik, namun masih bisa mengendalikan akal sehat mereka, mungkin ini akan menjadi penantian paling ramai, sebab semua keluarga besar menunggu di depan ruang operasi.
Keluarga Farenheit hadir dengan anggota keluarga yang lengkap, keluarga Maureer juga hadir dengan formasi lengkap, Bi Eni, dan beberapa pelayan juga ikut serta, Rendy dan Katie juga hadir disana dan juga Dokter George yang mendampingi persalinan Rahel bersama seorang dokter wanita.
__ADS_1
Dokter Vanya juga turut menantikan kelahiran pewaris J.B grup, mereka semua hadir dengan harapan agar Luna tidak merasa kesepian walau memang hak itu tak mungkin terjadi.
Semuanya berharap agar persalinan Luna bisa berjalan dengan lancar.
Akhirnya pertarungan antara hidup dan mati pun dilakukan. Proses persalinan pun dimulai, Gama menemani istrinya yang memilih untuk melahirkan normal dan menerima semua resiko yang mungkin akan terjadi.
Dengan setia, Gama menggenggam tangan istrinya, mengusap keringat Luna yang bercucuran, dia mengejan sekuat tenaga, berusaha dengan baik melahirkan anak anaknya ke dunia ini meski nyawanya adalah taruhannya.
"Erhhhh... Akkhhhhh.... " Luna berteriak dai mencengkram erat tangan suaminya, Gama terus terusan menyemangati istrinya, tanpa terasa dia malah ikut menangis melihat perjuangan istrinya yang benar benar menyayat hati namun itulah kodratnya menjadi seorang wanita.
"Kamu kuat sayang, kamu pasti bisa, kamu pasti kuat," ucap nya, kata kata itu yang selalu di ucapkan untuk menyemangati istrinya.
"Sayang, Sa.. sakit, eghh...."lirih Luna.
"Kamu bisa, kamu pasti bisa,"
Luna terus berusaha, mengikuti arahan dokter.
"Selamat tuan nyonya, anak pertama kalian laki laki " ucap si dokter saat berhasil membantu Luna mengeluarkan anak pertama.
"Oaaakkkk...oaakkk... Oaakkkk" tangisan bayi pertama membuat semua orang yang menunggu di luar tersentak sekaligus bersorak bahagia.
Beberapa menit kemudian, Luna kembali berjuang untuk anak keduanya, tangisan bayi pertamanya membuatnya semakin bersemangat untuk berjuang dengan anak keduanya.
Beberapa saat dia berjuang dan...
"Oaakk... Oakkk... Oakkkkk" terdengar tangisan bayi yang kedua membuat Gama akhirnya bernafas lega.
"Selamat tuan Nyonya, anak kedua kalian seorang laki laki," ucap si dokter.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊😊😊