
Foto-foto itu berserakan di atas tanah, para warga mengambil dan melihat foto-foto yang selama ini disimpan dan dicetak oleh Luna sebagai bukti jika suatu saat ada kejadian tidak terduga seperti ini.
Foto-foto dimana Andre bermain dengan pasangan sejenisnya dan yang lebih mengejutkan, pria itu melakukannya di hutan.
"Dari mana kamu dapat foto ini Luna?" tanya Cindy yang juga shock melihat orang yang disukainya ternyata tidak normal.
"Dari mana foto-foto itu kudapatkan, bukanlah urusanmu Cindy!" ketus Luna.
"Menjijikkan!" ucap warga pada Andre.
"Hiks...hiks..hiks..kak Andre,pantas saja selama ini kakak tidak menggubris ku," tangis Cindy tersedu-sedu sambil meremas foto-foto itu.
"Luna pasti ini akal akalan kamu kan? kamu cuma mau menjebak kak Andre kan!" teriak Cindy tak terima.
Luna menatap gadis itu dengan amarah.
"Andre apa perlu kupanggil mereka kesini untuk membuktikan semua keaslian foto foto itu hmm?" ucap Luna sambil memangku tangan dan menaikkan sebelah alisnya.
Andre hanya bisa diam, ia tak bisa lagi berkutik, gagal sudah rencananya mengusir Luna dari kampung itu, yang ada dia yang akan dibunuh oleh ayahnya.
"Dan mulut embermu itu Cindy, apa hak mu menghina dan merendahkan kami? apa kau sudah lebih baik dariku?" ucap Luna setengah berteriak.
"Tentu kami lebih baik dari seorang gadis buangan seperti dirimu, kau hanya gadis yang tidak jelas asal usulnya dan dipungut dari jalanan! siapa yang akan percaya padamu Luna?" belas Kiki yang tak rela jika sahabatnya disudutkan.
"Sekali jalang tetaplah jalang Luna!" teriak Cindy , semua warga yang menyaksikan perdebatan mereka hanya bisa menonton dan tidak berani ikut campur.
"Waduh kita lebih baik pergi dari sini, sepertinya si Luna itu punya banyak rahasia, bagaimana ia bisa mendapatkan semua bukti ini?" bisik Ibu-ibu berdaster pada salah satu temannya.
"Kau benar, lebih baik kita pergi dan tidak usah ikut campur," ucap ibu-ibu itu.
"Aku akan melapor pada pak Kepala Desa," ucap Seorang pemuda, ia berlari tergesa-gesa menuju kantor kepala desa.
"Eh Luna, kemarin banyak rentenir datang ke rumahmu, kau itu hanya gadis miskin yang terlilit utang, mana suaminya lumpuh dan tidak berguna lagi, kau pasti perlu banyak uang sampai sampai kau melakukan hal ini!" ucap Cindy sambil mengangkat foto-foto ke hadapan Luna.
Luna semakin geram dengan ucapan Cindy, apalagi saat suaminya ikut dilecehkan. Sama halnya dengan Gama yang sudah geram dengan semua cacian dan makian yang dilontarkan oleh mereka.
"Luna, ayo pulang! jangan menghabiskan waktumu untuk mengurus manusia rendahan seperti mereka!" teriak Gama.
Kesabaran pria itu sudah habis, ia tidak ingin istrinya dihina oleh orang lain lagi.
"Ck...Kenapa mulutmu tidak bisa dijaga? wajahmu cantik tapi perilakumu busuk, untuk kalian semua yang menghina dan mengejek kami, semoga saja kalian mendapat balasan yang setimpal!" teriak Luna sambil menunjuk mereka semua.
"Dan kau Andre, bagaimana sekarang? semua kebusukanmu sudah diketahui setiap orang, cih sudah berkali-kali kukatakan jangan bermain-main denganku," ucap Luna menatap Andre. Luna berjalan menghampiri
__ADS_1
Andre menunduk malu, tiba-tiba seseorang datang dengan amarah membuncah dan memukuli pria itu.
Brugh..Plakkk Plakk Brugghhh
"Anak bodoh! anak bodoh kau! kau sama saja dengan ibumu yang tidak bisa diandalkan itu! kau bodoh!" ucap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah kepala desa yang dipanggil warga untuk datang ke alun alun desa.
Semua warga terkejut saat melihat kepala desa yang selama ini mereka hormati begitu marah dengan semua sikap anaknya.
"Sudah berapa kali kukatakan untuk tidak bermain dengan pacar pacarmu itu, kau sudah membuat malu diriku! arghkkk sialan! kenapa aku harus mempunyai anak bodoh seperti dirimu!"
Kepala desa sangat kesal, ia begitu kecewa dengan anak semata wayangnya itu. Selama ini dia sudah bersikeras menasehati putranya bahkan sampai menyembunyikan kebusukan anaknya.
Andre hanya bisa diam dan menyesali semuanya. Ia menunduk tidak bisa berkata apa-apa, Luna juga turut sedih dengan pria itu, tapi apa daya dia yang memulai menyulut api ke dalam genangan bensin.
"Jadi selama ini Bapak sudah tau kelakuan anak bapak?" teriak seorang warga.
"Kenapa Bapak menutupi hal seperti ini pak?" teriak warga lagi yang tak terima dengan kejadian ini.
"Bapak harus adil dong, Luna saja langsung dinikahkan, maka anak Bapak harus diberi hukuman juga, kami tidak mau hidup dengan manusia seperti dia!"
"Benar Pak! anak Bapak malah mengucapkan dusta tentang Luna dan suaminya!" teriak yang lain.
Kericuhan pun tidak terhindarkan, warga melempari Andre dengan batu dan benda-benda lain yang bisa mereka gunakan.
"Pergi kau! pergi dari sini!" teriak warga marah.
Luna yang tidak tega melihat Andre dilempari seperti itu akhirnya angkat bicara.
Luna maju ke kerumunan orang itu, namun suara Gama menghentikannya.
"Luna mau kemana? biarkan saja mereka mendapat balasannya," ucap Gama.
"Aku tidak bisa membiarkan Andre dilempari seperti itu, kasihan dia, ada alasan kenapa dia menjadi seperti ini," ucap Luna.
Gama hanya bisa diam, tapi hatinya begitu heran dengan Luna, bagaimana ia masih mau membantu orang yang sudah menjelek-jelekkan namanya.
"Semuanya tolong hentikan!" teriak Luna.
Semua warga berhenti dan menoleh ke arah gadis itu. Luna maju ke depan dan menghampiri Andre yang terjatuh di tanah.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, saya mohon jangan menyakiti orang lain, Andre juga manusia dia tidak pantas kalian perlakukan seperti ini!" ucap Luna menatap mereka satu-persatu.
"Awas Luna, kami tidak mau ada manusia aneh seperti dirinya di kampung ini! dia membuat malu kampung ini!" teriak warga.
__ADS_1
"Dia sudah menghinamu kenapa kau masih membantunya!" teriak yang lain.
"Ck...ck...ck...aku tak habis pikir dengan jalan pikiran kalian semua!" ucap Luna sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa maksudmu!" teriak bapak-bapak disudut kerumunan itu.
"Ck... beberapa menit yang lalu kalian juga menghina diriku dan suamiku, apa kalian tidak ingat itu? ck....kalian semua sama saja!" teriak Luna kesal.
"Kalian begitu bodoh sampai dengan mudahnya berubah pikiran dan malah menjadikan orang lain sebagai korban, lihat diri kalian, apa kalian sudah lebih sempurna dari Andre!?" balas Luna.
Para warga hanya bisa diam, mereka juga sadar dan malu dengan diri mereka sendiri, apa yang dikatakan Luna benar, seharusnya Mereka tidak berbuat seenak hati.
"Andre pasti punya alasan, dan memang ini sudah saya rencanakan sejak dahulu untuk membongkar rahasia besarnya, alasannya cuma satu, saya ingin dia berubah!" ucap Luna.
"Pak,Buk tak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kita harus saling merangkul agar desa kita ini tetap damai dan tenang, bukan malah menyebarkan gosip murahan untuk menjebak kehidupan seseorang!" ucap Luna sambil melirik Cindy dan Kiki.
"Saya dan suami saya salah satu korban akibat fitnah yang disebarkan oleh dua ular beludak ini! tapi saya bersyukur, saya bisa menikah dengan orang yang mau menerima saya!" ucapnya lagi.
"Untuk Bapak Kepala Desa, saya harap Bapak bisa mengambil tindakan tegas dengan semua masalah ini, Andre butuh dukungan Bapak, jangan selalu tuntut dia menjadi sempurna, dia juga seorang anak yang butuh dukungan orangtuanya!" ucap Luna.
"Untuk kalian Cindy dan Kiki kuharap mulut kalian bisa ditertibkan!" ucap Luna dengan tatapan kesal.
Mereka semua diam, apa yang dikatakan gadis itu benar, mereka tidak boleh langsung menghakimi seseorang dan terpengaruh dengan omongan yang belum pasti kebenarannya.
Pak Kepala Desa maju dan menatap semua warganya, ia meminta maaf atas semua kejadian ini, ia sadar seharusnya ia mendukung anaknya untuk bisa kembali normal bukan malah menutup nutupi masalah ini.
Akhirnya Pak Kepala Desa mengungkapkan alasan mengapa Andre menjadi pria seperti itu, dia pernah di-bully sewaktu SMA dan disodomi oleh gurunya sendiri. Para warga terkejut mendengar ucapan Pak Kepala Desa, mereka juga turut sedih dengan apa yang dialami oleh pria itu.
Mereka semua berunding di alun-alun desa, hingga dicapailah keputusan bahwa mereka akan membantu Andre untuk pulih dan kembali menjadi pria normal, Cindy dan Kiki mendapatkan hukuman atas semua berita bohong yang mereka sebarkan.
Hari itu berakhir dengan suasana yang tenang dan damai, para warga juga meminta maaf pada Luna dan suaminya, begitu juga dengan Andre, ia meminta maaf karena telah merusak nama gadis itu.
"Kami harap kau bisa berubah ndre, kami akan mendukungmu," ucap warga kampung itu.
Andre menangis, ia begitu ketakutan tadi tapi ternyata semuanya bisa dibicarakan baik-baik bahkan warga mau mendukungnya untuk berubah.
Untuk mendapatkan penyelesaian suatu masalah, kita memang harus mengungkapkan semua penyebab masalah itu, meskipun memalukan tetapi pasti kita akan mendapatkan penyelesaian dengan adanya pembicaraan yang baik dan ada niat untuk berubah.
.
.
.
__ADS_1
Semoga Andre berubah ya, mulut Cindy dan Kiki juga harus bertobat.
Like vote dan komen 😊😉