Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
177(Kekacauan Besar Oleh...)


__ADS_3

Seseorang dengan penampilan acak-acakan, kemejanya keluar dari celananya bahkan kancingnya tidak sesuai dengan urutannya, rambutnya sudah seperti sarang burung, wajahnya kusut, sepatunya tidak terpasang dengan benar dan, masuk dengan terburu-buru ke dalam rumah besar Park.


"Astaga Kak Aiiideeennnn!!!" Teriak Luna saat melihat Aiden masuk dengan penampilan yang sangat kacau.


Semalaman Aiden memang tidak pulang ke rumah, ada acara pesta bersama koleganya di hotel miliknya. Aiden terlalu mabuk sampai sampai tak bisa pulang ke rumah dan dia memilih tidur di hotelnya.


"Eghh... Tolong aku huaaaaa....." Rengek Aiden seperti anak kecil dia duduk di lantai dengan wajah frustasi sambil mengusap kasar wajahnya, tampak pria itu sudah melakukan kekacauan besar.


"Ada apa kak?" Tanya Luna ingin bangkit berdiri namun Gama menahan istrinya.


"Sayang kamu duduk disini ya, aku akan membantu nya, jangan bergerak duduk saja disini," pinta Gama yang dianggukkan oleh Luna.


Gama membantu Aiden berdiri, dibawanya sahabatnya yang paling heboh itu duduk di ruang santai, tubuh Aiden bau alkohol dan sungguh berantakan.


"Kau bau alkohol, apa yang terjadi denganmu?" Tanya Gama sambil membawa pria itu duduk di salah satu sofa namun berjauhan dari Luna.


"Arhhhh Gaaammaaaaaa ....." Aiden merengek dia memeluk Gama, ada masalah besar yang menimpa dirinya.


Pletak


"Ada apa dodol!!" Ketus Gama sambil menjitak kepala Aiden.


"Awhhh arhh kau jahat, Lunaaaaa...." Rengek Aiden yang ingin berpindah dan memeluk Luna.


Sreeettt


"Mau kemana kau hah, jangan berani memeluk istriku dengan tubuh bau alkoholmu itu !!" Senggak Gama sambil menarik leher kemeja Aiden.


"Arhhhhh... Tolong aku, aku membuat kekacauan!!!" Ucap Aiden sambil meringsut ke atas Lantai, pria itu benar-benar kacau.


"Kak Aiden, bicaralah dengan tenang!" Ucap Luna dengan lembut dan berhasil mendiamkan seorang Aiden yang sedang menangis tersedu-sedu, ada ada saja kau den!


"Duduk yang benar dodol!" Ketus Gama sambil menarik tubuh Aiden dan membiarkan pria itu duduk serta menenangkan dirinya.


"Bicaralah yang jelas Den!" Titah Gama yang sudah mengambil posisi di samping istrinya.


"Huuffttt... Tapi kalian jangan marah, kumohon, aku juga tidak tau aku juga korban disini," ucap Aiden dengan wajah sendu.


Luna dan Gama saling menatap, sepertinya memang masalah besar kembali melanda salah satu anggota terheboh dalam keluarga ini.


"Bicaralah kak," ucap Luna.


"Aku mabuk semalam, dan aku tidak sadarkan diri, semuanya semuanya tidak jelas, dunia terasa seperti berputar-putar, aku masuk ke dalam kamarku dan keesokan paginya kamarku berantakan dan ada bercak darah di atas sepraiku, bahkan aku tidak memakai sehelai pakaian pun, " ucap Aiden berhenti untuk melihat respon Gama dan Luna, tepat seperti tebakannya mereka terkejut.


"Lanjutkan!" Ucap Gama dengan tegas.


"A.. aku aku panik dan aku mencari tahu dari CCTV ternyata aku tidur dengan seorang wanita pelayan di hotel itu, di.. dia masih perawan ba.. bagaimana ini, aku.. aku sudah merusak anak orang arhhhh!" Lirih Aiden.


Luna dan Gama benar-benar terkejut.


"Berapa kali kukatakan jangan minum alkohol bodoh!!!" Bentak Gama yang benar-benar emosi mendengar ucapan Aiden.


Aiden tersentak, dia juga tidak menginginkan hal ini terjadi.


"Sayang, tenang dulu jangan marah-marah kita dengarkan penjelasan kak Aiden dulu, bisa saja dia dijebak atau wanita itu di jebak kita tidak tau, kumohon tenanglah!" Ucap Luna sambil mengelus lengan suaminya.


"Huuuhhhh fuuuhhhhhh, jelaskan semuanya dengan detail!" Titah Gama.


"Ja.. jadi begini ceritanya...."


(Flashback)


Malam ini Aiden diundang dalam sebuah acara pesta jamuan makan bersama rekan rekan bisnisnya. Dia didampingi oleh asiten kepercayaannya yang mengurus semua keperluan nya.


Acara pesta penyambutan bisnis baru yang diadakan kolega bisnisnya di hotel miliknya sendiri.


Acara berlangsung dengan lancar, Aiden yang ditawarkan minuman sempat menolak sebab ia tak bersama sahabat-sahabat nya karena jika dia mabuk maka akan sangat rumit urusannya.


"Coba dulu den, ini Vodka terenak yang pernah kurasakan, kudengar yang meracik ini seorang barista seksi dari Paris," bisik temannya, mereka sedang duduk di kursi tamu.

__ADS_1


"Barista? Apa dia juga meracik alkohol?" Tanya Aiden dengan polosnya.


"Barista bukan hanay berhubungan dengan kopi Aiden, apa pun yang bisa dicampur akan mereka racik sama seperti hatimu hahahhahaha," kekeh temannya.


"Cobalah," ucapnya sambil menyodorkan satu gelas vodka dengan tingkat alkohol cukup tinggi.


"Ayolah den," ajak yang lain.


Aiden menatap Vodka itu, sungguh dia tergoda untuk mencicipi minuman beralkohol yang katanya memberikan sensasi berbeda dalam diri peminumnya.


Glekk


"Jangan minum Alkohol tanpa kami!"kata-kata itu langsung terngiang di kepala Aiden,Aiden menggelengkan kepalanya dan menolak Alkohol itu.


"Kapan kapan saja," tolak Aiden.


"Wah jadi ternyata seorang Presdir yang terkenal karena ketampanannya kalah dengan Alkohol hahhahah,tak kusangka kau begitu lemah Aiden Maureer!"ledek salah seorang rival bisnis Aiden sambil melemparkan tatapan sinis ke arah Aiden.


Mendengar hal itu Aiden menjadi panas, dia meraih gelas vodka itu dan menenggaknya hingga tak bersisa membuta mereka semua terbelalak kaget sebab kandungan alkohol dalam minuman itu cukup tinggi hingga membuat seseorang tidak sadarkan diri.


"Itu mudah bajingan!" Ketus Aiden sambil melemparkan tatapan mengejek pada pria itu.


Pria itu tersenyum tipis begitu juga dengan teman Aiden yang menyerahkan Vodka itu.


Ternyata bukan hanya alkohol yang ada di dlaam Vodka itu, obat perangs4ng juga di taburkan.


Satu menit dua menit masih normal, tiba-tiba Aiden muli meracau tidak jelas,dia berjala. Sempoyongan dan mengganggu tamu lain.


"Tuan!" Teriak asistennya yang sedang berbicara dengan rekan bisnis mereka, sebab Aiden menyerahkan urusan pertemuan dengan kolega bisnis pada asistennya dia malas meladeni orang-orang yang banyak mau nya.


"Erghh heheheh, Kaleb aku hebat kan ahahahah," racau Aiden yang kini di bopong oleh asiten nya.


"Astaga tuan kenapa anda minum alkohol, bisa kaacau kita!!"ucap Kaleb panik, dia tau kebiasaan tuannya, jika mabuk maka tidak akan ingat apa-apa.


"Eghh kemari tuan!" Ucap Kaleb sambil membawa Aiden menuju kamar hotel milik Aiden yang khusus disediakan untuk dirinya.


"Panasshh.. arhhh.. huhh... Huhh.." nafas Aiden mulai naik turun dan dia mulai gelisah.


"Ahhh kalau begitu saya permisi tuan, astaga kuharap tak terjadi apa-apa denganmu tuan," ucap Kaleb meninggalkan Aiden tanpa tau apa yang terjadi pada tuannya, sebab dia masih harus mengurus beberapa kolega bisnis mereka.


Aiden meracau tak jelas, sementara itu ada seorang gadis pelayan yang sedang melayani para tamu.


Gadis tengah beristirahat dan duduk di dekat pintu Lift.


"Apa kau lelah?" Tanya rekan laki lakinya pada gadis berkacamata itu.


"Sedikit," ucapnya sambil memijit betisnya.


Pria itu menatap tubuh gadis itu dengan rakus, dia melihat kulit putih bersih rekan kerjanya.


"Minumlah ucapnya dengan seringai di matanya,"


Gadis itu meminum minuman itu sampai habis membuat pria tadi tersebut, ternyata sebelumnya dia sudah memasukkan sesuatu ke dalam minuman gadis itu.


Beberapa menit kemudian, gadis itu merasa kepanasan, tiba-tiba badannya gelisah, tubuhnya panas, kesadarannya mulai menurun.


"Eghh... Gerah, kenapa tiba tiba panas??" Ucapnya sambil membuka kancing baju bagian atas.


"Ayo ikut aku!" Ucap pria itu sambil merangkul tubuh gadis itu dan memegang pinggul nya dengan penuh n4fsu.


Mereka naik ke dalam lift, gadis itu mulai meracau tidak jelas.


"Sabar ya, kita akan menikmati malam yang indah," bisiknya.


Pria itu membawanya menuju lift dan naik ke lantai atas.


Lift tiba di lantai yang mereka tuju namun belum sampai ke kamar, pria itu mendapat panggilan dari bosnya.


"Ahhhh sial!!" Ketusnya.

__ADS_1


"Kau disini dulu," ucapnya lalu dia berlari menuju lift untuk turun ke bawah meninggalkan gadis itu disana.


"Eghhh..panassss... Arhhh," dia mulai merasa tidak nyaman dengan dirinya.


Gadis itu berjalan dan berakhir di lift menuju lantai atas, dia terus naik ke atas tanpa tau tempat tujuannya.


Ting


Lift berakhir di lantai paling atas, dia keluar dari dalam lift, meracau tak jelas pandangannya sayup dan tubuhnya terasa sangat panas, hasratnya tiba tiba membuncah.


"Hahhahah, wah ada gadis cantik, hai... Mau jadi temanku,?" Racau seseorang yang tak lain adalah Aiden yang keluar dari kamarnya dengan keadaan mabuk.


"Panas tolong aku, tolong aku... Ini sangat panas," ucapnya sambil melepaskan kemaeja kerjanya.


Aiden menatap gadis itu dengan wajah merah, dan mata sayup dikira mimpi kali ya.


Gadis itu dengan beraninya memeluk tubuh Aiden, merasa nyaman dengan suhu dingin dari tubuh gadis kecil itu dia membalas pelukannya.


Perlahan pelukan berubah menjadi ciuman yang sangat panas, hasrat keduanya bangkit dan mulai saling menuntut.


Ceklek, mereka membuka pintu kamar milik Aiden, sebab di lantai itu semua adalah milik Aiden dan hanya dia yang bisa memasukinya.


Brukk


Mereka berpamitan mencari sensasi di masing-masing tubuh lawannya. Aiden dan gadis itu sama sama tidak sadarkan diri.


Tak beberapa lama bukan hanya ciuman yang terjadi,Aiden semakin berhasrat dia membuka pakaian gadis itu dan juga pakaiannya hingga kini mereka sama sama polos.


Desah4n demi desah4n terdengar dalam kamar besar itu, erangan nikmat dari keduanya tak berhenti, Aiden dengan gagah menyemburkan benihnya ke dalam lahan subur yang tak pernah disentuh siapa pun itu, bercak merah menjadi pertanda bahwa ladang itu belum terjamah.


hingga beberapa kali mereka melakukannya tanpa sadar bahwa mereka sama sama telah membuat kekacauan besar yang mungkin akan berujung pada sebuah kejutan besar bagi hidup mereka.


Lelah dengan pertarungan penuh peluh, mereka terlelap bersama dan saling memeluk satu sama lain.


Keesokan paginya Aiden terbangun dan mendapati dirinya dalam keadaan polos dengan secarik kertas di atas mejanya.


"Maafkan aku,"


Hanya itu isi pesan dalam kerta kecil tersebut.


Aiden terbelalak kaget melihat kondisinya dan secarik kertas itu, buru-buru dia berpakaian matanya tertuju pada bercak darah di atas Kasurnya.


Deghhh


Jantung Aiden bagai di tusuk dengan belati, cepat-cepat dia membuka ponselnya dan mengecek rekaman CCTV dalam kamarnya, benar saja dia melihat dirinya sedang melakukan sesuatu yang seharusnya di lakukan oleh pasangan yang sudah menikah.


Aiden benar-benar frustasi, dia melihat gadis itu menangis tersedu-sedu dan memungut pakaiannya sendiri lalu pergi setelah dirinya rapi meski dengan tertatih-tatih.


Aiden mencari tahu tentang gadis itu namun dia tak bisa menemukan gadis itu dimanapun, bahkan di alamat dalam surat lamaran pekerjaan nya pun dia tak disana.


Saking panik dan takutnya Aiden bergegas menuju rumah besar Park setelah meminta asistennya membereskan kamarnya.


Kembali ke masa saat ini, Aiden benar-benar merasa hancur karena sudah merusak seorang gadis padahal bukan keinginannya hal itu terjadi.


"Tenang kak, kita akan cari dia!" Ucap Luna dengan mata berapi-api, dia tau pasti ada sesuatu yang tidak beres.


.


.


.


Like, vote dan komen πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜ŠπŸ˜‰


Waduh Bang Aiii maafin authorπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ


Jangan dibully ya, author sengaja buat part begini karena Aiden ngeselin.


Aiden: Thor please deh, kasihan tuh cewek!

__ADS_1


__ADS_2